
Aura di tubuh Zang Tongzhi semakin kuat, dan semua orang dapat merasakan tekanan dari aura itu. Mereka yang tak tahan dari aura Zang Tongzhi, tak ada pilihan lain bagi mereka selain pergi menjauhi lokasi pertarungan Lin Feng dan Zang Tongzhi. Aura kegelapan Zang Tongzhi semakin kental, memberikan rasa tidak nyaman bagi mereka semua yang bukan berasal dari alam kegelapan.
Matanya yang menyala merah membuat penampilannya semakin mengintimidasi siapapun yang menjadi lawannya, dan dari aura kekuatannya dia sudah melampaui kekuatan seorang penguasa. Meski begitu kekuatannya masih jauh untuk menyamai sosok Sang Pencipta. Sekuat apapun dia meningkatkan kekuatannya, tak ada kesempatan untuknya melampaui kekuatan Sang Pencipta.
“Kekuatan yang luar biasa, tapi dia hanya memiliki kurang dari setengah kekuatan yang aku miliki. Keberadaannya mungkin dapat menghilangkan sedikit rasa bosanku!” Alasan Lin Feng tidak kunjung menyelesaikan pertempurannya adalah rasa bosan, dikarenakan di kehidupan yang lalu dia terlalu lama hidup di istana surga Sang Pencipta, dan tak ada yang dilakukan di tempat itu selain melihat semua benda ciptaannya.
Sementara itu Zang Tongzhi yang melihat Lin Feng masih terlihat biasa-biasa saja meski seluruh aura kekuatannya telah dia arahkan padanya, dia tidak terima dengan apa yang dilihatnya. Dia kembali meningkatkan kekuatannya, dan bersama dengan itu ada perubahan dari ukuran tubuhnya.
Tubuh Zang Tongzhi membesar, dan kini ukurannya seratus kali lebih besar dibandingkan Lin Feng, tapi dia masih bisa bergerak dengan sangat cepat.
Kembali menggunakan pedang yang ukurannya ikut membesar, dia menyerang Lin Feng secara membabi-buta.
“Bang... Bang... Bang...” Ukuran tubuh dan senjatanya memang lebih besar, begitu juga dengan kekuatannya. Namun dia masih saja belum bisa melukai Lin Feng. Serangannya senantiasa berhasil ditahan Lin Feng, bahkan dia merasa tangannya mulai mati rasa karena sering mengayunkan pedang berbenturan dengan pedang di tangan Lin Feng.
“Kau masih terlalu lemah untuk menjadi lawanku!” kata Lin Feng dan begitu saja dia menangkap pedang Zang Tongzhi dengan tangan kanannya.
Pedang itu ukurannya sangatlah besar, tapi ditangan Lin Feng pedang itu terasa seperti ranting kering yang dengan mudahnya berhasil dia patahkan.
“Clang... Clang...” Patahan pedang Zang Tongzhi jatuh ke tanah, membuat pemiliknya melongo dengan kedua mata terbuka lebar.
Pedang pusaka miliknya yang berukuran sangat besar patah dengan mudahnya, jelas semua itu sulit dipercayai olehnya, sekalipun semua terjadi tepat di depan kedua mata kepalanya sendiri.
“Jangan diam di tengah pertarungan!” Sosok Lin Feng yang begitu kecil muncul di hadapan Zang Tongzhi, dan dengan tangannya yang mungil dia memukul wajah Zang Tongzhi.
Mengira pukulan Lin Feng tak akan berpengaruh padanya yang kini berwujud raksasa, Zang Tongzhi membiarkan pukulan itu menghantam wajahnya. Nyatanya keputusan Zang Tongzhi adalah sebuah kesalahan. Meski ukurannya saat ini sangat besar dan Lin Feng sangatlah kecil di matanya, pukulan Lin Feng tetap terasa menyakitkan, bahkan tubuh besarnya terdorong mundur puluhan langkah akibat pukulan Lin Feng.
“Bang... Bang... Bang... Boom...”
Tak berhenti dengan satu pukulan, Lin Feng terus saja memukuli Zang Tongzhi, tak sedikitpun memberikan sosok itu kesempatan untuk menyembuhkan luka-luka ditubuhnya, yang saat ini telah dipenuhi berbagai jenis luka.
“Apa ini kekuatan yang kamu bangga-banggakan, dan dengan kekuatan ini kamu ingin mengalahkanku? Kau masih terlalu lemah untuk menjadi lawanku!” kata Lin Feng terus memukuli tubuh Zang Tongzhi.
__ADS_1
“Ka-kau, siapa kau sebenarnya? Kekuatanku saat ini jelas telah melampaui kekuatan penguasa, tapi kenapa kau masih terasa jauh lebih kuat dariku!” kata Zang Tongzhi dengan suara lirih.
“Aku sebelumnya sudah katakan padamu, aku adalah sosok yang menciptakan semua hukum kehidupan di seluruh alam. Dari situ seharusnya kamu sudah tau siapa aku?” ungkap Lin Feng.
Zang Tongzhi tentu tahu siapa sosok yang telah menciptakan semua hukum yang berlaku di seluruh alam, tapi sulit baginya mempercayai semua itu, apalagi di matanya Lin Feng terlihat selayaknya sosok manusia pada umumnya.
“Kau jelas bukan dia, kau hanyalah sosok yang lebih kuat dariku!” kata Zang Tongzhi sembari menggunakan sisa-sisa kekuatannya pergi menjaga jarak dari Lin Feng. Meski hanya sesaat, setidaknya dia bisa menyembuhkan sedikit lukanya.
“Tidak percaya denganku itu urusanmu, tapi kamu harus percaya kalau tempat ini akan menjadi kuburanmu!” Lin Feng sudah muncul di samping Zang Tongzhi, dan mengayunkan pedang penguasa miliknya mencoba memotong salah satu tangan Zang Tongzhi.
“Jangan harap dapat dengan mudah mengalahkanku!” teriak Zang Tongzhi berhasil menghindari serangan Lin Feng.
“Bodoh! Kenapa kau justru pergi ke tempat itu?” Mengira berhasil menghindari serangan Lin Feng, Zang Tongzhi justru pergi ke arah lain, dan dia tak sadar jika di tempatnya sekarang ada kekuatan besar yang mengancam hidupnya.
“Swush... Boom...” Siluet pedang raksasa muncul dari langit, dan langsung saja menghujam jatuh tepat di tempat Zang Tongzhi berdiri.
Zang Tongzhi yang telat menghindar, dia harus merelakan salah satu tangannya terpotong siluet pedang yang langsung saja menghilang begitu menghantam tanah.
Nada suara Lin Feng terdengar penuh kekecewaan, tapi anehnya dia justru tersenyum.
“Satu serangan gagal membunuhmu itu tak masalah, aku masih punya banyak rencana kematian untukmu!”
Zang Tongzhi yang tahu dirinya tak bisa meningkatkan kekuatannya karena tak lagi ada hubungan dengan alam kegelapan maupun makhluk hidup di alam kegelapan, dia tahu kalau keberadaannya hanya menjadi alat permainan untuk Lin Feng.
“Boom...” Lin Feng muncul di sampingnya secara tiba-tiba, dan tendangan langsung melayang ke kepalanya.
Pertarungan semakin terlihat tidak imbang dengan Lin Feng yang mendominasi jalannya pertarungan, dan Zang Tongzhi yang harus merelakan tubuhnya dijadi samsak tinju hidup oleh Lin Feng.
Tak lagi ada perlawanan darinya. Selain memang tenaganya sudah habis, dia sadar tak ada harapan menang melawan sosok sekuat Lin Feng.
“Apa sekarang kau sudah menginginkan kematian?” tanya Lin Feng sambil memegang kaki kiri Zang Tongzhi.
__ADS_1
“Bunuh aku cepat!” teriak Zang Tongzhi dengan sisa-sisa tenaganya. Dia merasa kematian jauh lebih baik daripada terus mengalami siksaan seperti yang dialaminya saat ini. Sekalipun dia akan mendapatkan siksaan di alam kematian, rasanya itu jauh lebih baik dibandingkan disiksa oleh musuhnya.
“Kalau kau menginginkan kematian, aku akan memberikan itu untukmu, tapi sebelum itu aku ingin mengambil inti alam kegelapan yang ada pada dirimu!” kata Lin Feng membuat Zang Tongzhi sangat terkejut karena Lin Feng tahu apa yang disembunyikannya.
“Ka-kau tidak akan pernah bisa mengambil atau mendapatkan inti alam kegelapan dari tubuhku! Jika aku mati bersama inti alam kegelapan, ini adalah takdir mereka semua yang harus mati bersamaku!” kata Zang Tongzhi dan dia menggunakan kekuatan terakhirnya untuk menyegel inti alam kegelapan di bagian terdalam ruang jiwanya.
Namun sebagai Sang Pencipta yang berkuasa atas segalanya, tak sulit baginya mendapatkan inti alam kegelapan dari dalam tubuh Zang Tongzhi, meski dia harus mengerahkan setengah kekuatannya.
Usahanya sebanding dengan hasil yang didapatkan. Dengan mendapatkan inti alam kegelapan dari dalam tubuh Zang Tongzhi, setidaknya kematian Zang Tongzhi tak akan berdampak buruk pada alam kegelapan.
Lin Feng yang telah berhasil mengambil inti alam kegelapan dari tubuh Zang Tongzhi, dia melihat bagaimana tubuh raksasa Zang Tongzhi mengecil dan terus mengecil, sampai akhirnya kembali ke ukuran sedia kala.
“Hanya kekuatan hasil meminjam jangan harap berguna saat berhadapan denganku, sang pemilik kekuatan sejati!”
Lin Feng mengangkat tangannya ke langit, dan bola-bola cahaya dengan cahaya warna-warni yang mencerminkan kekuatan seluruh elemen muncul di atas tangannya. Bola-bola cahaya itu seukuran genggaman tangan pria dewasa, dan saat ini berputar-putar di atas telapak tangan Lin Feng.
Belum juga melakukan serangan, kerutan tiba-tiba muncul di kening Lin Feng, lalu dia tersenyum. “Kau ingin menggunakan teknik pemindah jiwa, dan ingin menguasai tubuhku setelah aku menghancurkan tubuhmu?” ujarnya.
“Aku tidak menyangka kau mengetahuinya, dan begitu aku memindahkan jiwaku, tubuhmu dan seluruh kekuatanmu akan menjadi milikku!” kata Zang Tongzhi.
“Kalau seperti itu, aku akan menghancurkan jiwamu, menghilangkan keberadaanmu dari roda reinkarnasi, dan kau akan lenyap selamanya!”
“Teknik ruang pemakan jiwa!”
Bola-bola cahaya di atas telapak tangan Lin Feng menghilang, digantikan sebuah lubang yang langsung menarik Zang Tongzhi masuk kedalamnya.
Bukan tubuhnya yang ditarik masuk, melainkan jiwanya.
“Selamat tinggal untuk selamanya!” Lin Feng menjentikkan jari, menghilangkan keberadaan lubang hitam, dan bersamaan dengan itu jiwa Zang Tongzhi musnah.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.