Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Datangnya Seorang Pengkhianat


__ADS_3

Seorang diri sampai di kediaman keluarga Lin karena Lin Hua, Lin Jia dan dua orang lainnya memutuskan pergi ke Alam Kehidupan, Lin Feng pergi menemui Lin Sujin yang keberadaannya dia ketahui berada di kediamannya.


Tidak hanya Lin Sujin, tapi di tempat itu juga ada Lin Moli dan keduanya terlihat sedang serius membicarakan suatu hal. Muncul secara tiba-tiba, kedatangan Lin Feng mengejutkan Lin Sujin dan Lin Moli. “Aku sudah membocorkan aura keberadaanku sejak dari kejauhan, tapi kenapa kalian masih terkejut? Apa kalian tidak merasakan aura keberadaanku?” tanya Lin Feng sambil duduk di bangku kosong.


Keduanya segera berdiri, berlutut dengan salah satu lutut menyentuh lantai, menyambut kedatangan Lin Feng. “Tu... Tuan Muda, maafkan kami yang tidak sadar dengan kedatangan Tuan Muda! Sebelumnya kami sedang membahas kedatangan anggota keluarga Suci Guo dari Alam atas yang sedan mencari keberadaan sosok, yang telah melenyapkan keluarga Suci Guo di Alam ini,” ungkap Lin Sujin.


Lin Feng menyuruh mereka kembali ke tempat duduknya kemudian berkata, “Sekuat apa mereka sampai membuat kalian terlihat begitu khawatir? Apa diantara mereka ada kultivator tingkat Dewa Semesta yang kekuatannya telah melampaui Bintang 3?” tanya Lin Feng tak sedikitpun takut dengan anggota keluarga Suci Guo yang jelas sedang mencari dirinya.


Keduanya saling lirik dan pada akhirnya Lin Sujin yang mewakili memberi jawaban, “Tuan Muda, jumlah anggota keluarga Suci Guo yang datang dari Alam atas memang tak lebih dari seratus orang, tapi mereka semua memiliki kekuatan di tingkat Dewa Agung Bintang 8 sampai Bintang 9, dan yang terkuat dari mereka adalah dua sosok yang kekuatannya telah sampai di tingkat Dewa Semesta Bintang 1 dan Bintang 2.”


“Mereka memang cukup kuat, tapi kalian tidak perlu mengkhawatirkan keberadaan dan kekuatan mereka! Dengan kekuatanku yang sekarang, tidak masalah bagiku melawan mereka seorang diri,” ungkap Lin Feng dengan penuh keyakinan.


“Bagaimana mungkin kami membiarkan Tuan Muda seorang diri melawan mereka! Meski kekuatan kaki tak seberapa, setidaknya kami bisa melawan mereka, yang kekuatannya setara dengan kami,” kata Lin Sujin.


“Bukannya aku meremehkan kekuatan kalian, tapi hanya dengan kekuatan yang saat ini kalian miliki, apa kalian yakin dapat mengalahkan salah satu dari mereka, dan masih hidup setelah pertempuran berakhir?” ujar Lin Feng.


Mengalahkan lawan dan masih hidup setelah pertempuran berakhir sulit dilakukan Lin Sujin maupun Lin Moli saat mereka harus bertemu lawan yang sama kuatnya, dengan kekuatan mereka. Mati bersama lawan yang dihadapi, itulah kemungkinan besar yang akan mereka alami, saat berperang dengan lawan yang kekuatannya setara dengan mereka.


“Kalian tidak perlu memberi jawaban padaku karena aku tahu persis apa yang akan terjadi pada kalian, dan karena aku tidak ingin kalian mati sia-sia, jadi biarkan aku seorang diri yang menghadapi mereka!” kata Lin Feng bersamaan dengan datangnya anggota keluarga Lin yang menjaga gerbang kediaman keluarga Lin, datang melaporkan keberadaan seratus anggota keluarga Suci Guo yang ingin bertemu Lin Sujin.

__ADS_1


“Ternyata mereka sudah tidak sabar bertemu denga orang, yang akan membawakan kematian pada mereka! Tetua Agung, Tetua Pertama, mari bersama-sama kita temui mereka!” Bangkit dari tempat duduknya, Lin Feng memimpin jalan, memimpin Lin Sujin dan Lin Moli menuju gerbang kediaman keluarga Lin.


Sampai di gerbang kediaman keluarga Lin, Lin Feng dan dua orang yang datang bersamanya, mereka melihat keberadaan seratus orang yang berasal dari keluarga Suci Guo berdiri di depan gerbang kediaman keluarga Lin. Aura seratus orang itu sangat mendominasi, membuat para penjaga gerbang memilih menjaga jarak dari mereka.


Banyaknya anggota keluarga Lin yang terganggu dengan aura seratus orang anggota keluarga Suci Guo, Lin Feng mengeluarkan aura kekuatannya sebatas Dewa Agung Bintang 9, untuk melawan balik aura yang membuat tidak nyaman anggota keluarga Lin.


Dari seratus orang yang berasal dari keluarga Suci Guo, dua orang melangkah maju, mengeluarkan aura kekuatan mereka yang sudah berada di tingkat Dewa Semesta, dan mengarahkannya pada Lin Feng.


Merasakan aura kuat tertuju padanya, Lin Feng meningkatkan aura kekuatannya, dan sekarang aura yang dikeluarkannya setara dengan aura yang dikeluarkan musuh.


Lin Sujin dan Lin Moli juga mengeluarkan aura kekuatannya, begitu juga dengan para tetua yang kekuatannya sudah berada di tingkat Dewa Agung. Mereka bersama-sama mengeluarkan aura kekuatan bukan untuk menyerang musuh, tapi mereka menggunakan aura kekuatan untuk melindungi keberadaan anggota keluarga Lin.


Dua orang dari keluarga Suci Guo yang merasakan aura lawan sama kuatnya dengan aura mereka, keduanya memiliki keyakinan kalau lenyapnya keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama ada hubungannya dengan keberadaan sosok kuat di keluarga Lin, yang berhasil menahan aura kekuatan mereka.


“Tetua Agung, sepertinya kita kedatangan salah satu pengkhianatan keluarga Lin!” kata Lin Feng dengan suara lantang, yang dapat didengarkan oleh siapapun yang saat ini berada di sekitaran gerbang kediaman keluarga Lin.


Lin Sujin menunjukkan ekspresi kemarahannya, mendengar perkataan Lin Feng. “Tuan Muda, tunjukkan padaku yang mana pengkhianat itu!” kata Lin Sujin.


Sementara itu, sosok pengkhianat yang dimaksud Lin Feng, dia masih bisa tersenyum sinis meski keberadaannya sebagai pengkhianat telah diketahui. “Hanya seorang Dewa Agung Bintang 8, meski kau marah, kau sama sekali tidak memiliki kesempatan menang berhadapan denganku!” katanya meremehkan kekuatan Lin Sujin.

__ADS_1


“Siapa yang menyuruhmu melawan dia? Lawanmu adalah aku, dan kebetulan akulah yang sedang kalian cari,” ungkap Lin Feng yang tiba-tiba saja sosoknya sudah berada dua langkah di hadapan dua orang dari keluarga Lin yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Semesta.


“Setelah melenyapkan keluarga Suci Guo di Alam ini, aku merasa sudah waktunya pergi ke Alam yang lebih tinggi untuk menguji kekuatan baruku, tapi ternyata aku bisa menguji kekuatan baruku pada kalian yang datang khusus mencari keberadaanku,” lanjut Lin Feng berkata kemudian dia melepaskan aura kekuatan puncaknya bersamaan dengan munculnya siluet Dewa Perang yang membuat tubuh seluruh lawannya bergetar ketakutan.


Selain siluet Dewa Perang, kilatan petir berwarna hitam keemasan muncul di sekeliling tubuh Lin Feng, membuat terperangah orang yang telah mengkhianati keluarga Lin.


“Di... dia, bagaimana mungkin dia menguasai elemen petir berwarna hitam keemasan, yang selam ini dikatakan hanya pendiri keluarga Lin yang menguasainya?” ujarnya yang sediki banyak sebagai mantan anggota keluarga Lin, dia tahu seberapa kuat kekuatan elemen petir berwarna hitam keemasan.


Melihat sosok dihadapannya yang di sekeliling tubuhnya dikelilingi kilatan petir berwarna hitam keemasan, membuatnya sadar jika situasinya saat ini sama sekali tidak menguntungkan baginya.


“Kita mundur! Dia bukan lawan yang bisa kita hadapi,” katanya pada orang-orang yang berasal dari keluarga Suci Guo.


Namun, belum juga mereka mundur meninggalkan gerbang kediaman keluarga Lin, cahaya terang muncul membuat mereka semua terpaksa memejamkan mata.


Saat cahaya terang memudar dan menghilang, perlahan mereka membuka mata, dan setelah mengerjapkan mata dan beradaptasi dengan cahaya di sekitar, semua orang terkejut karena saat ini mereka berada di tempat yang sangat asing, tapi mereka dapat merasakan Qi Elemen yang lebih padat dan murni dari apa yang ada di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


“Ini, dimana sebenarnya kita saat ini? Jelas ini bukan Alam Sembilan Surga tingkat pertama!” ujar salah satu anggota keluarga Suci Guo kebingungan dengan dimana dirinya saat ini berada.


Saat semua orang yang berasal dari keluarga Suci Guo dilanda kebingungan, sosok Lin Feng muncul, melayang di atas mereka dan dengan suara lantang berkata, “Kalian semua tidak perlu bingung sedang berada dimana karena aku sengaja membawa kalia ke tempat ini, dan aku akan menjadikan tempat ini sebagai kuburan untuk kalian!...”

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2