Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Menemukan Apa Yang Dicari


__ADS_3

Meninggalkan Zhou Yun yang sedang dalam perasaan senang karena pada akhirnya dia dapat menjadi seorang kultivator, Lin Feng dan Lin Hua melanjutkan perjalanan mereka berkeliling ibukota Kekaisaran Lin. Terus melangkah akhirnya mereka sampai di depan gerbang istana Kekaisaran, dan kebetulan hari ini orang luar diizinkan memasuki istana meski hanya bagian terluar istana.


“Gege, bagaimana kalau kita masuk ke dalam dan melihat perubahan istana Kekaisaran Lin?” ujar Lin Hua penasaran seperti apa keadaan istana Kekaisaran Lin.


“Baiklah, kita masuk ke dalam dan melihat seperti apa keadaan istana yang dulu sempat menjadi tempatku pulang,” kata Lin Feng, dan setelah melewati pemeriksaan ketat dari prajurit penjaga istana akhirnya mereka diizinkan memasuki kawasan istana.


Saat keduanya memasuki kawasan istana dan melewati array yang mampu mengungkap identitas siapapun yang melewatinya, Lin Feng hanya sedikit membocorkan aura kekuatannya, dan itu sengaja dia lakukan karena sosok yang memasang array mencoba mengungkap identitasnya.


Sementara itu, di sebuah ruangan dimana terdapat keberadaan pria tua yang memasang berbagai macam array di istana Kekaisaran Lin, sesaat tubuhnya tidak dapat digerakkan saat dia merasakan aura kekuatan yang sangat kuat.


“Bagaimana ada sosok sekuat dia di alam ini? Bukannya ada aturan pembatas kekuatan yang melarang sosok kuat seperti dirinya di alam ini?” gumamnya penasaran bagaimana sosok yang sangat kuat bisa muncul di alam langit.


Meski dia tahu sosok itu kuat, dia tidak merasakan khawatir karena aura yang dirasakannya bukanlah aura jahat, melainkan aura yang ditujukan supaya dirinya tidak mencari terlalu jauh identitas dari sosok itu.


“Sebaiknya aku membahas keberadaannya dengan Yang Mulia Kaisar,” katanya lalu dia segera pergi ke tempat Kaisar Kekaisaran Lin saat ini.


Pria tua muncul di aula istana tempat Kaisar Lin Sujin dan para punggawa Kekaisaran yang saat ini kebetulan sedang berkumpul, membicarakan perkembangan kekuatan dan perekonomian Kekaisaran Lin. Melihat kedatangan pria tua, semua orang menunduk memberi penghormatan padanya, termasuk Kaisar Lin Sujin.


“Apa kedatanganku mengganggu kesibukan kalian?” tanya pria tua pada semua orang.


Semua orang bersamaan menggelengkan kepala, tidak merasa kedatangan pria tua mengganggu mereka.


“Tidak biasanya Paman datang ke aula istana, apa ada sesuatu yang sangat mendesak sampai membuat Paman tiba-tiba datang ke tempat ini?” tanya Kaisar Lin Sujin penasaran.


Pria tua itu sendiri adalah Yan Jun, murid Yang Guo dan Yang Ning, Paman dan Bibi Lin Feng yang keberadaannya saat ini telah berada di alam Dewa, dan mungkin tak lama lagi mereka akan sampai di alam sembilan surga.


“Yang Mulia, hamba merasakan keberadaan sosok kuat di istana Kekaisaran,” kata Yan Jun.


“Sosok kuat? Apa sosok itu benar-benar kuat?” tanya Kaisar Lin Sujin yang saat ini kekuatannya berada di tingkat Raja Dewa Bintang 6,atau bisa dikatakan dialah yang terkuat di alam langit.


“Sosok ini sangat kuat, bahkan kekuatannya telah jauh melampaui kekuatan Raja Dewa,” kata Yan Jun memberi jawaban.


Semua orang terkejut mendengar itu, termasuk Kaisar Lin Sujin yang langsung saja bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


“Paman, apa sosok itu memiliki niat buruk pada alam langit, atau mungkin dia bukanlah sosok manusia seperti kita?” Kaisar Lin Sujin tentu saja tidak akan tinggal diam jika ada yang mengancam keselamatan makhluk hidup di alam langit.


Sekalipun harus berkorban nyawa, dia akan tetap berjuang melindungi kehidupan di alam langit. Bagaimanapun juga dia adalah sosok terkuat di alam langit, dan menjaga keamanan alam langit sudah menjadi salah satu pekerjaannya.


Belum juga Yan Jun memberi jawaban, dua sosok asing dimata semua orang muncul di hadapan semua orang di aula istana.


Keduanya adalah seorang pria dan wanita yang memiliki ketampanan serta kecantikan tiada tanding. Namun saat memperhatikan lekat-lekat wajah pria yang muncul di hadapan mereka, semua orang merasa tak asing dengan wajah itu.


Kaisar Lin Sujin yang sangat yakin dengan apa yang dilihatnya, dia segera berlutut di hadapan Lin Feng. “Yang Mulia Kaisar Agung!” ungkapnya penuh rasa hormat, dan sekarang semua orang baru sadar kalau wajah pria di depan mereka sama persis dengan wajah sosok yang selama ini mereka ketahui sebagai sosok Yang Mulia Kaisar Agung.


“Oh, aku tidak menyangka kalau diantara kalian masih ada yang mengenaliku,” kata sosok yang dipanggil Kaisar Lin Sujin sebagai sosok Yang Mulia Kaisar Agung, dan tak lain sosok itu adalah Lin Feng, sedangkan wanita yang bersamanya jelas dia adalah Lin Hua.


Menunjukkan lencana petir emas miliknya pada semua orang, semua orang di aula istana termasuk Yan Jun segera berlutut. Mereka semua dapat merasakan aura yang terpancar dari lencana di tangan Lin Feng, yang menunjukkan kalau lencana itu asli. Ditambah dengan wajah yang sangat mirip dengan sosok patung di alun-alun ibukota, tak salah lagi kalau sosok di hadapan mereka adalah sosok Kaisar Agung Lin Feng.


“Kalian semua segera bangun! Aku dari dulu paling tidak suka melihat orang-orang yang berlutut di hadapanku!” kata Lin Feng tegas, dan semua orang segera bangkit karena mereka tidak ingin memancing amarah Lin Feng.


Melihat semua orang tak lagi berlutut, Lin Feng tersenyum dan berkata, “Aku tidak akan lama di alam ini. Kedatanganku murni karena aku ingin jalanjar di alam ini sekaligus melihat perkembangan apa saja yang aku tinggalkan di alam ini.”


“Gunakan sumberdaya di dalam kedua cincin itu untuk meningkatkan kekuatan prajurit Kekaisaran, supaya mereka semakin siap menghadapi mara bahaya yang sewaktu-waktu bisa datang!”


Tak menunggu balasan dari orang-orang di aula istana Kekaisaran Lin, sosok Lin Feng dan Lin Hua begitu saja menghilang dari hadapan semua orang.


“Sepertinya sosok Yang Mulia Kaisar Agung tak terikat dengan peraturan tingkat kekuatan yang ada di alam langit ini,” gumam Yan Jun yang dapat bernapas lega setelah kepergian Lin Feng dan Lin Hua.


“Yang Mulia, kalau hamba boleh tahu, apa isi cincin pemberian Yang Mulia Kaisar Agung?” tanya salah satu Jenderal utama Kekaisaran Lin penasaran dengan isi cincin yang diberikan Lin Feng pada Kaisar Lin Sujin.


Kaisar Lin Sunjin segera saja mengalirkan Qi miliknya ke dalam kedua cincin di tangannya, dan seketika kedua matanya melotot melihat apa yang ada di dalam ruang penyimpanan cincin.


“I-ini, di dalam masing-masing cincin terdapat jutaan sumberdaya, dan semuanya merupakan sumberdaya tingkat tinggi,” kata Kaisar Lin Sujin dengan kedua tangan gemetaran.


Selain jutaan sumberdaya tingkat tinggi, Kaisar Lin Sujin juga melihat keberadaan empat cincin penyimpanan lainnya dan sebuah pesan yang mengharuskannya menyerahkan keempat cincin kepada masing-masing Kaisar dari empat Kekaisaran lainnya di alam langit.


Lin Feng ingin berperilaku adil, oleh karena itu dia juga memberikan banyak sumberdaya untuk Kekaisaran lainnya, tidak hanya memberikan sumberdaya pada Kekaisaran Lin.

__ADS_1


Semua orang di aula istana Kekaisaran Lin terkejut sekaligus senang dengan apa yang diberikan Lin Feng pada mereka semua. Setidaknya dengan semua itu akan banyak prajurit di Kekaisaran Lin yang menerobos ke tingkat lebih tinggi.


Dengan semakin kuatnya prajurit Kekaisaran, mereka semakin mampu melindungi wilayah Kekaisaran Lin dari bahaya yang sewaktu-waktu datang mengancam.


“Kalian bantu aku membagikan seluruh sumberdaya ini pada semua prajurit Kekaisaran! Berikan mereka sumberdaya sesuai dengan kebutuhan,” kata Kaisar Lin Sujin sembari menyerahkan salah satu cincin penyimpanan pemberian Lin Feng pada salah satu Jenderal Kekaisaran.


Setelahnya Kaisar Lin Sujin mempersilahkan semua orang meninggalkan aula kecuali Yan Jun.


“Paman, haruskah aku sendiri yang pergi ke tempat Kaisar lainnya untuk menyerahkan cincin berisikan sumberdaya yang dititipkan Kaisar Agung padaku?” tanya Kaisar Lin Sujin.


“Menurut hamba, sudah seharusnya Yang Mulia sendiri yang melakukan semua itu, dikarenakan Kaisar Agung telah mempercayakan semua itu pada Yang Mulia,” jawab Yan Jun.


“Namun Yang Mulia tidak akan pergi seorang diri. Hamba dan prajurit bayangan akan mengawal kepergian Yang Mulia,” lanjutnya.


Dengan mendapatkan pengawal dari Yan Jun dan puluhan prajurit bayangan, Kaisar Lin Sujin akhirnya memutuskan pergi ke Kekaisaran lainnya untuk menyerahkan cincin penyimpanan yang dititipkan Lin Feng padanya. Dengan teknik teleportasi jarak dekat yang dikuasainya, butuh waktu dua hari bagi Kaisar Lin Sujin untuk berkeliling ke wilayah empat Kekaisaran lainnya.


Sementara itu Lin Feng dan Lin Hua yang telah meninggalkan istana Kekaisaran Lin, saat ini mereka kembali menikmati keramaian ibukota, dan sesekali membeli camilan untuk menemani perjalanan mereka.


Merasa cukup berkeliling dan bersenang-senang, mereka bermaksud meninggalkan alam langit, dan tujuan mereka setelahnya adalah alam Dewa. Keduanya sama-sama penasaran seperti apa keadaan alam Dewa untuk saat ini, dan Lin Feng berharap di alam Dewa dia bisa bertemu dengan Paman dan Bibinya.


Tak menunda waktu yang mereka miliki, dengan teknik teleportasi antar alam, mudah bagi Lin Feng membawa Lin Hua pergi ke manapun hanya dengan satu kali kedipan mata.


Sekarang mereka telah sampai di alam Dewa, tepatnya wilayah pusat alam Dewa yang dihuni mayoritas kultivator tingkat tinggi di alam Dewa. Bahkan tak sedikit dari mereka sedang berusaha menerobos ke tingkat batas kekuatan, baru setelahnya mereka bisa pergi ke alam sembilan surga.


Muncul di tempat yang sangat ramai, Lin Feng tiba-tiba saja tersenyum karena dia merasakan aura familiar dari dua orang yang keberadaannya sedang dia cari-cari.


“Gege, bukannya itu Paman dan Bibi!” Lin Hua menunjuk dua orang yang sedang berjalan-jalan ditengah keramaian.


Melihat arah yang ditunjuk Lin Hua, senyuman Lin Feng semakin lebar. “Itu memang mereka, dan mari kita hampiri mereka!” katanya, dan dia segera membawa Lin Hua menghampiri mereka.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2