Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Kekuatan Hukum Kekacauan


__ADS_3

Zang Tongzhi menatap Lin Hua yang akan menjadi lawan pertamanya. Dia dapat merasakan kekuatan Lin Hua setara dengannya, tapi dia yakin dapat mengalahkannya.


“Aku akan mengalahkanmu dan mengambil hukum hasrat milikmu!” kata Zang Tongzhi yang ingin meningkatkan kekuatannya dengan menyerap hukum hasrat milik Lin Hua.


Kekuatan hukum dapat direbut, asalkan pemilik hukum itu dikalahkan. Namun jelas bukan hal mudah mengalahkan pemilik kekuatan hukum karena kekuatannya yang sangat luar biasa.


“Kau memang lebih berpengalaman dariku, tapi aku tak akan kalah darimu!” kata Lin Hua dengan pandangan lurus tertuju pada Zang Tongzhi.


Mendengarnya, tiba-tiba senyum terlihat di bibir Zang Tongzhi. “Meski tidak mudah, aku pasti dapat mengalahkanmu!” katanya, dan dia mengarahkan aura penindasan pada Lin Hua.


“Jangan banyak bicara! Lebih baik buktikan dengan pertarungan!” kata Lin Hua masih begitu tenang, meski aura penindasan Zang Tongzhi sedikit memberinya tekanan.


Sementara itu Lin Feng yang saat ini hanyalah seorang penonton, dia sedikit menjaga jarak dari Lin Hua, memberi kebebasan pada wanitanya untuk melakukan apa yang menjadi keinginannya.


“Meski tubuhmu begitu sempurna dan aku ingin mencicipinya, tapi kau harus mati dan menjadi sumber kekuatan untukku!” Zang Tongzhi langsung saja melesat maju menyerang Lin Hua dengan tinjunya.


“Bang... Bang... Bang...” Tinju Zang Tongzhi terus-menerus hanya mengenai udara kosong karena dengan mudahnya Lin Hua berhasil menghindari tinjunya. Tak hanya terus menghindar, Lin Hua sesekali menyerang Zang Tongzhi dengan pedang di tangannya, tapi serangannya tak begitu sulit dihindari musuhnya.


Selain pertempuran Zang Tongzhi dan Lin Hua yang begitu dahsyat, di tempat lain juga terjadi pertempuran tak kalah dahsyat antara sosok kuat dari alam kegelapan, melawan orang-orang dengan kekuatan tinggi yang berasal dari alam semesta.


Xiong Hu yang menghadapi Zang Mo, dia begitu mendominasi jalannya pertempuran, dan jelas terlihat banyaknya luka di tubuh Zang Mo yang membuatnya kesulitan melawan Xiong Hu.


“Kau kuat dan aku mengakuinya, tapi sekalipun kau kuat dan aku tidak memiliki kesempatan menang, kau tak akan mudah mengalahkanku!” kata Zang Mo dan dengan mengerahkan seluruh sisa kekuatannya dia kembali menyerang Xiong Hu dengan pedang di tangannya.


“Swush... Swush...” Kekuatan serangan Zang Mo terasa lebih kuat dari sebelumnya, tapi Xiong Hu sadar jika ini bisa menjadi serangan terakhir Zang Mo.


“Boom... Boom...” Pedang di tangan Zang Mo berbenturan dengan pedang Xiong Hu yang terbentuk dari kukunya sendiri. “Meski sebelumnya kau melarikan diri, tapi aku harus akui kau adalah lawan terkuat yang pernah aku hadapi!”


Xiong Hu yang memiliki kendali sempurna pada Qi elemen petir, dia mengumpulkan Qi elemen petir di pedangnya dan memadatkannya.


“Sepertinya kali ini kau serius ingin melenyapkan keberadaanku!” ungkap Zang Mo saat merasakan kekuatan yang terkumpul di pedang musuhnya.

__ADS_1


“Bersiaplah! Ini mungkin akan menjadi serangan yang mengakhiri hidupmu,” kata Xiong Hu dan sosoknya secara tiba-tiba melesat bagaikan kilatan cahaya bergerak ke arah Zang Mo.


“Boom...” Zang Mo menahan serangan Xiong Hu dengan pedangnya, tapi akibat buruk dia rasakan setelah menahan serangan Xiong Hu.


Pedang di tangannya hancur, begitu juga dengan kedua tangan yang sebelumnya dia gunakan untuk memegang pedangnya. Luka lebar juga terlihat di dadanya, dan dia saat ini benar-benar berada dalam situasi sangat buruk.


“Maaf saja aku tak memiliki belas kasih padamu karena kalau aku lemah, kau mungkin akan bersikap lebih kejam dari apa yang saat ini ingin aku lakukan.”


Tak memberi kesempatan pada Zang Mo untuk memulihkan luka-lukanya, Xiong Hu kembali mengayunkan pedangnya, dan dengan begitu mudah dia memenggal kepala Zang Mo.


Kepala itu menggelinding jatuh di atas permukaan tanah, tapi tanda-tanda kehidupan Zang Mo masih belum menghilang. Xiong Hu yang mengetahui Zang Mo masih hidup, dia melompat mundur lima langkah, lalu dia menggunakan kilatan petir untuk terus-menerus menyerang Zang Mo, dan tak lama sosok itu dirubahnya menjadi debu.


“Aku tak lagi merasakan ada tanda-tanda kehidupan yang dimilikinya. Dengan begini aku sudah yakin telah membunuhnya!” ungkap Xiong Hu dan tak melakukan istirahat setelah pertarungannya berakhir, dia kembali melakukan pertarungan, tapi musuhnya kali ini jauh lebih lemah dibandingkan Zang Mo.


Prajurit dari alam kegelapan terus berdatangan, dan merekalah yang saat ini menjadi lawan Xiong Hu.


Perlahan jumlah musuh sudah melampaui jumlah prajurit alam semesta yang berada di medan perang, tapi dengan kekuatan yang mereka miliki prajurit alam semesta masih mendominasi jalannya peperangan.


Ditambah mereka yang terus berdatangan bukanlah prajurit kuat seperti prajurit utama alam kegelapan, mereka jauh lebih lemah, dan karena itu juga jumlah mereka tak terlalu berguna di medan peperangan.


“Hukum hasrat, api semesta, menyatu!” Lin Hua menyatukan kekuatannya, lalu maju menyerang Zang Tongzhi.


“Swosh... Boom...” Serangan Lin Hua mengenai Zang Tongzhi, tapi sosok itu berhasil menahan serangan Lin Hua, yang dia rasa sebagai serangan terkuat selama masa hidupnya. Bahkan dia terdorong tiga langkah mundur akibat kuatnya serangan Lin Hua.


“Swosh... Boom... Boom...” Lin Hua kembali melakukan serangan. Tak hanya sekali mengayunkan pedang di tangannya, tapi dia berkali-kali mengayunkan pedang, membuat Zang Tongzhi kewalahan menghindari serangannya.


“Dia kuat dan aku tidak bisa meremehkannya!” kata Zang Tongzhi saat dia merasakan serangan bertubi-tubi yang dilakukan musuhnya.


“Namun hanya dengan kekuatannya saat ini, dia tak sedikitpun memiliki kesempatan dapat mengalahkanku!” gumam pelan Zang Tongzhi sambil mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, dan menggunakannya untuk menahan serangan Lin Hua.


“Boom... Boom... Boom...” Pedang Lin Hua berbenturan dengan pedang di tangan Zang Tongzhi, dan kini keduanya menggunakan pedang untuk bertarung. Kekuatan mereka terlihat berimbang, tapi seiring berjalannya waktu, dengan pengalamannya Zang Tongzhi sedikit demi sedikit mulai mendominasi jalannya peperangan.

__ADS_1


“Pengalaman membuatnya memiliki banyak peluang menang,” kata Lin Feng tahu kalau Zang Tongzhi telah mendominasi jalannya pertempuran, dan dia mulai mempersiapkan diri berhadapan dengannya.


Sedangkan Lin Hua yang sedang berhadapan satu lawan satu dengan Zang Tongzhi, dia terlihat mulai kewalahan, dan sadar jika perpaduan kekuatan serta pengalaman yang dimiliki musuhnya adalah sesuatu yang belum bisa dikalahkannya.


Namun dia saat ini tidak langsung menyerah. Menggunakan hukum hasrat dia ingin menjebak Zang Tongzhi dalam ilusi, dan dia bermaksud melawannya di dalam ilusi ciptaannya.


“Hukum hasrat, ilusi hasrat surgawi!”


Mengetahui musuhnya ingin menggunakan hukum hasrat untuk menciptakan ilusi dan bisa saja dirinya terjebak dalam ilusi, Zang Tongzhi memutuskan menggunakan hukum kekacauan untuk mengacaukan ilusi yang mencoba menyerangnya.


“Domain kekacauan!” Dalam jarak seratus meter dari tempat Zang Tongzhi berdiri seketika menjadi wilayah yang sepenuhnya berada dalam kendalinya. Dia bebas melakukan apapun di wilayah ini, termasuk meniadakan kekuatan yang dimiliki musuhnya.


“Hukum kekacauan memang dapat mengacaukan apapun yang berada di wilayah berlakunya hukum itu,” gumam pelan Lin Feng, dan sekarang dia merasa adalah waktu yang tepat untuknya turun ke medan perang.


“Hua’er, hukum hasrat tak akan berguna saat kamu gunakan untuk melawannya, sebaiknya kamu segera mundur, dan serahkan dia padaku!” kata Lin Feng yang tiba-tiba muncul di dekat Lin Hua.


Lin Hua mengerti kalau hukum kekacauan memang memiliki keunggulan dari hukum hasrat. “Gege berhati-hatilah, dia tak mudah dikalahkan!” kata Lin Hua lalu dia mulai bergerak mundur.


“Siapa yang mengizinkan kamu pergi!” teriak Zang Tongzhi, dan dia melesat ke arah Lin Hua. Namun belum sempat dia bergerak lebih dekat, Lin Feng muncul di dekatnya dan dengan mudah melayangkan pukulan tepat ke arah wajahnya.


“Boom...” Zang Tongzhi terpental sejauh puluhan langkah begitu terkena pukulan Lin Feng, tapi jelas pukulan itu tak begitu parah melukainya, dan tak lama dia sudah sepenuhnya pulih.


“Kau, bagaimana orang sepertimu yang hanya memiliki hukum kehidupan mampu bergerak bebas dalam hukum kehancuran milikku?” teriak Zang Tongzhi.


“Ingin mendapatkan jawaban, setidaknya beri aku pukulan tepat di wajahku!” kata Lin Feng dengan santainya.


“Kalau itu keinginanmu, aku tak akan sungkan menghancurkan wajahmu!” balas Zang Tongzhi dan dia melesat maju menyerang Lin Feng.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2