
Lin Feng meledat maju bagaikan kilatan cahaya dan menyerang empat orang musuhnya. Keempatnya mati hanya dalam satu kali tarikan napas, bahkan kematian mereka tak meninggalkan jejak kematian. Seluruh bagian tubuh mereka berubah menjadi abu yang hilang tersapu hembusan angin.
“Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini sebelum semakin banyak orang-orang dari keluarga Suci Guo yang mendatangi tempat ini!” Membayar uang makan dan sedikit memberi ganti rugi dari kekacauan yang terjadi di dalam kedai, setelah melakukan semua itu Lin Feng dan tiga orang lainnya bergegas pergi meninggalkan kedai makan.
Terus bergerak meninggal kedai makan, Lin Feng dan yang lainnya berhasil keluar dari kota, dan kembali mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga Lin. Sedangkan di kedai makan yang baru mereka tinggalkan, tak lama setelah kepergian mereka, belasan orang yang berasal dari keluarga Suci Guo mendatangi kedai makan dan setelah memastikan kematian lima rekan mereka, orang-orang itu bergerak mengikuti aura tipis yang diyakini milik sosok yang telah membunuh rekan mereka.
“Swuusshh... Swuusshh...” Lima orang berjubah putih dengan gambar pola petir di bagian belakang jubah yang mereka gunakan, muncul di kedai makan sesaat setelah kepergian orang-orang dari keluarga Suci Guo.
Semua orang yang melihat kemunculan mereka, orang-orang itu tahu darimana asal lima sosok berjubah putih. Melihat keberadaan mereka, orang-orang semakin meyakini kebenaran dari desas-desus tentang keluarga Suci Guo yang ingin menyerang keluarga Lin.
Sementara itu, lima orang dari keluarga Lin yang merasakan aura tipis milik seseorang yang berasal dari keluarga Lin, mereka bergegas mengikutinya, dan berusaha tidak kehilangan aura yang perlahan mulai memudar.
Sedangkan rombongan yang saat ini sedang diikuti oleh orang-orang dari keluarga Suci Guo maupun sekelompok orang dari keluarga Lin, mereka sengaja memperlambat pergerakan karena Lin Feng sebagai pemimpin, ia merasakan pergerakan orang-orang yang mengikuti pergerakan kelompoknya, dan ia bermaksud melenyapkan orang-orang itu sebelum melanjutkan perjalanan.
Menggunakan mata Dewa, Lin Feng mengamati bagian belakang. “Ada lima belasa orang yang terus bergerak mengikuti kita, dan dari auranya aku sangat yakin mereka berasal dari keluarga Suci Guo,” katanya memberi informasi pada Lin Hua dan dua orang lainnya.
“Tuan Muda, kali ini biarkan kami yang turun tangan membereskan mereka!” Lin Baoshi berinisiatif meminta izin pada Lin Feng untuk melawan musuh yang segera datang.
“Lakukan apa yang ingin kamu lakukan pada mereka! Kalau perlu, jangan biarkan kematian mereka meninggalkan jejak,” kata Lin Feng memberi izin pada Lin Baoshi.
Mendapatkan izin, bukannya menunggu musuh datang, Lin Baoshi dan Lin Yanran justru berputar arah, dan melesat pergi menghampiri musuh mereka.
“Mereka berdua sangat tidak sabaran, tapi kita harus menyusul mereka karena aku tidak ingin, mereka salah menyerang orang-orang yang tak seharusnya di serang! Bagaimanapun juga ada lima orang lainnya yang bukan bagian dari keluarga Suci Guo,” kata Lin Feng pada Lin Hua dan setelahnya mereka berputar arah, menyusul Lin Baoshi dan Lin Yanran.
__ADS_1
“Berhenti!” teriak pemimpin rombongan yang berasal dari keluarga Suci Guo saat ia melihat dua orang berhenti tepat di jalur yang ingin dilewatinya.
Melihat keberadaan dua orang yang terlihat begitu tenang meski dihadapkan pada belasan orang yang seluruhnya merupakan kultivator tingkat Dewa Agung, pemimpin rombongan keluarga Suci Guo mulai meningkatkan kewaspadaan nya.
“Siapa kalian dan kenapa menghadang perjalanan kami?” tanyanya pada dua orang yang mengarahkan tatapan datar padanya.
“Tidak penting siapa kami, yang jelas keberadaan kami adalah untuk melenyapkan kalian semua!” kata Lin Baoshi dan segera dia bergerak maju, menyerang pemimpin orang-orang keluarga Suci Guo.
Pemimpin kelompok terkejut dengan serangan cepat yang dilakukan Lin Baoshi, tapi dibalik keterkejutan nya ia melihat kilatan petir di sekeliling tubuh Lin Baoshi, yang membuatnya yakin kalau lawannya berasal dari keluarga Lin. “Keluarga Lin sialan, aku pasti membunuhmu!” teriaknya dan bukannya hanya bertahan menunggu datangnya serangan lawan, ia justru melesat maju menyambut datangnya serangan lawan.
“Bodoh! Bagaimana mungkin dia memilih menyambut serangan lawan, sedangkan dirinya jauh lebih lemah dibandingkan lawan yang dihadapi?” Lin Yanran menyayangkan keputusan lawan yang memilih maju menyambut datangnya serangan dari Lin Baoshi.
“Bang... Bang... Bang...” Suara benturan terdengar berkali-kali saat pukulan Lin Baoshi berbenturan dengan pukulan lawannya.
Setelah beradu pukulan, Lin Baoshi masih berdiri tegak di tempatnya dan ia sama sekali tidak mengalami luka seperti yang dialami lawannya. “Itu hanya luka kecil tapi sepertinya luka sekecil itu sudah lebih dari cukup untuk membuatmu terus-terusan mengerang kesakitan,”katanya sambil mengarahkan serangan ke anggota keluarga Suci Guo, yang kebetulan berada di dekat pemimpin mereka.
Mereka yang mendapatkan serangan dari Lin Baoshi, secepatnya mereka melakukan gerakan menghindar. Akan tetapi, saat mereka menghindar datang serangan lainnya yang dilakukan Lin Yanran. Dengan pedang di tangannya, serangan Lin Yanran jauh lebih mematikan dibandingkan serangan Lin Baoshi.
“Jangan terlalu lama bermain-main dengan mereka! Kalau ada kesempatan, secepatnya kita harus melenyapkan mereka dan kembali melanjutkan perjalanan bersama Tuan Muda dan Nona Hua!” kata Lin Yanran pada Lin Baoshi dan keduanya kini semakin menggila menyerang musuh, mengirim banyak musuh menuju Alam Kematian.
Hanya dalam kurun waktu yang begitu singkat, empat belas orang yang berasal dari keluarga Suci Guo mati ditangan Lin Baoshi dan Lin Yanran, dan hanya menyisakan pemimpin mereka yang keadaannya sudah sangat mengenaskan. Kedua kalinya dipotong Lin Yanran, sedangkan kedua tangannya remuk setelah beradu pukulan dengan Lin Baoshi.
Saat Lin Baoshi ingin mengakhiri hidup orang itu, ia dan juga Lin Yanran merasakan keberadaan lima orang yang bergerak mendekat, tapi aura mereka terasa tidak asing bagi keduanya.
__ADS_1
“Swuusshh...” Lin Feng dan Lin Hua muncul di dekat Lin Baoshi dan Lin Yanran. “Mereka yang segera datang bukanlah musuh, jadi lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan!” kata Lin Feng pada Lin Baoshi.
Mendengarnya, Lin Baoshi langsung membunuh pemimpin kelompok keluarga Suci Guo, dan tak lama setelahnya lima orang berjubah putih datang melihat apa yang baru saja dilakukan oleh Lin Baoshi.
Lin Feng, Lin Hua, Lin Baoshi dan Lin Yanran, mereka tahu jika kelima orang itu berasal dari keluarga Lin, tapi kelima orang itu belum tahu siapa Lin Feng dan tiga orang lainnya.
“Berani membunuh anggota keluarga Suci Guo, dan lagi memiliki aura mirip dengan apa yang kami miliki. Siapa sebenarnya kalian ini? Apa keberadaan kalian ingin memperkeruh hubungan antara keluarga Lin Dan keluarga Suci Guo?” tanya wanita bercadar, yang dari tingkat kekuatan, bisa ditebak kalau dia adalah seorang pemimpin kelompok.
“Untuk apa juga kami memperkeruh sesuatu yang sudah lama sudah keruh? Apa yang kami lakukan pada mereka hanyalah untuk membela diri, dan kenapa kami memiliki aura mirip dengan apa yang kalian miliki itu semua karena kami bagian dari keluarga Lin.” Lin Baoshi menunjukkan lencana perak bergambar petir miliknya pada wanita yang sedang berbicara dengannya.
Melihat lencana milik Lin Baoshi, wanita bercadar dan empat orang lainnya sedikit menurunkan kewaspadaan mereka. “Aku tidak pernah melihatmu di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat. Katakan padaku darimana kamu berasal?” Wanita bercadar ingin tahu lebih tentang identitas Lin Baoshi.
“Aku berasal dari wilayah utama keluarga Lin, dan keberadaanku di tempat ini adalah untuk mengawal Tuan Mudaku serta istrinya.” Lin Baoshi mengatakan yang sebenarnya supaya urusannya dengan wanita itu cepat selesai.
Melihat pria lawan bicaranya menghormati pria di dekatnya, wanita bercadar menebak pria itu adalah Tuan Muda yang dimaksud lawan bicaranya. “Apa aku boleh melihat Lencana milik Tuan Muda?” tanyanya dan pandangannya tertuju pada Lin Feng.
Tanpa banyak bicara, Lin Feng menunjukkan lencana emas miliknya yang seketika membuat wanita itu dan empat orang lainnya berlutut.
“Maafkan kami yang begitu lancang mengganggu perjalanan Tuan Muda!” kata wanita bercadar setelah melihat lencana milik Lin Feng.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1