
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Lin Feng menarik aura kekuatan dan niat membunuh yang sebelumnya dia tujukan pada Meng Wang, begitu pria itu beserta keluarganya telah menjadi budak keluarga Lin.
Tetua kesembilan keluarga Suci Guo yang melihat semua itu menggunakan mata kepalanya sendiri, dia tahu kalau keluarga Suci Guo telah kehilangan salah satu rekan potensial di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Bukan hanya kehilangan, tapi rekan potensial itu kini justru menjadi bagian dari keluarga Lin yang merupakan musuh utama keluarga Suci Guo.
Dengan dipaksanya keluarga Meng menjadi bagian dari keluarga Lin dan melihat kekuatan yang dimiliki generasi muda keluarga Lin, bisa dipastikan keluarga Suci Guo telah kehilangan posisi keluarga utama di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Meng Wang yang sudah terbebas dari tekanan kekuatan dan niat membunuh yang dikeluarkan Lin Feng, segera dia berlari melihat keadaan putranya yang masih tergeletak tak berdaya di atas permukaan tanah.
Melihat dan memastikan secara langsung keadaan putranya, Meng Wang dapat bernapas lega karena keadaan putranya berangsur-angsur membaik, dan tinggal menunggu waktu untuk dia kembali membuka kedua matanya.
Lin Feng tiba-tiba saja muncul di dekat Meng Wang, dengan tenang dia berkata, “Aku sudah memberinya obat yang dapat menyembuhkan seluruh lukanya. Sekarang dia hanya butuh istirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya.”
“Satu yang harus kamu tahu. Luka ditubuhnya sebagian besar bukan aku yang melakukannya, melainkan luka-luka itu berasal dari siluman tingkat Raja Dewa Surgawi yang menjadi lawannya. Beruntung aku memiliki keinginan membawa dia pergi bersamaku, meski tujuanku membawanya karena aku ingin menggunakan dia sebagai alat.”
“Apapun yang menjadi tujuanku saat membawa dia, setidaknya dia masih hidup, dan tidak mati di tangan siluman yang menjadi lawannya,” kata Lin Feng lalu dia sosoknya menghilang dan kembali muncul tepat di hadapan tetua kesembilan keluarga Suci Guo.
Diam-diam dalam hatinya, Meng Wang sangat berterimakasih pada Lin Feng, meski dia tahu pria itu tidak benar-benar ingin menyelamatkan putranya.
Lin Feng menghilangkan seluruh tekan kekuatannya, yang membuat tetua kesembilan keluarga Suci Guo kembali dapat menggerakkan tubuhnya.
Meski sudah terbeba dari tekanan kekuatan Lin Feng, tetua kesembilan belum berani bangkit berdiri, dikarenakan sosok yang ditakutinya saat ini sedang berdiri tepat di hadapannya.
Lin Feng yang melihat tetua kesembilan masih setia berlutut dengan kepala tertunduk di hadapannya, dia tersenyum sinis. “Hari ini aku tidak mengizinkan satupun orang yang berasal dari keluarga Suci Guo pergi meninggalkan tempat ini!” ungkapnya tegas.
__ADS_1
Tetua kesembilan dan anggota keluarga Suci Guo yang mendengar semua itu, mereka merasa firasat buruk segera terjadi pada mereka yang berasal dari keluarga Suci Guo. Tak ingin mati konyol di tangan anggota keluarga Lin, tetua kesembilan memberanikan diri berkata pada Lin Feng, “Sebaiknya kamu membiarkan aku pergi dari tempat ini, kalau kamu tidak ingin terjadi pertempuran besar antara keluarga Suci Guo dan keluarga Lin!”
Lin Feng yang mendengar semua itu, dia hanya diam dan tidak memiliki keinginan memberi tanggapan.
Sedangkan tetua kesembilan yang diabaikan, dia hanya bisa menggertakkan giginya menahan amarah.
Menghadapi keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama tentu bukan sebuah masalah berarti untuk Lin Feng. Dengan adanya prajurit Dewa dan kekuatan besar lain yang dimilikinya, semua itu dirasa cukup untuk membantu keluarga Lin memusnahkan keberadaan keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Lin Feng baru menganggap keberadaan keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama dapat membahayakan dirinya dan keluarga Lin, saat mereka mendapatkan bantuan dari kekuatan keluarga Suci Guo yang berada di Alam Sembilan Surga tingkat tinggi.
Kalau semua itu terjadi, dengan kekuatannya saat ini, tentu sulit baginya mengalahkan mereka.
Melihat Lin Feng masih mengacuhkannya, tetua kesembilan kembali berkata, “Aku juga bisa merahasiakan pada Tetua Agung keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, tentang kamu yang menyebabkan kematian pada para generasi muda keluarga Suci Guo di hutan kabut abadi.”
Lin Feng tentu tidak mempercayai apa yang dikatakan tetua kesembilan. Dirinya bakal dijuluki manusia kelewat bodoh kalau sampai percaya dengan perkataan tetua kesembilan. “Apa kamu kira aku bodoh sampai harus mempercayai perkataan musuhku sendiri? Akan tetapi, jika kamu bersedia menjadi budakku, aku bisa mempertimbangkan membiarkan kamu pergi dari tempat ini,” kata Lin Feng sambil tersenyum.
“Aku tetua kesembilan keluarga Suci Guo lebih baik mati daripada menjadi budak keluarga Lin!” balas tetua kesembilan.
Lin Feng melambaikan tangannya, mengirim gelombang serangan kepada tetua kesembilan yang sama sekali tidak siap menerima serangannya.
“Dasar pengecut! Beraninya kau menyerang saat lawanmu belum melakukan persiapan!...”
Tetua kesembilan berteriak dengan suara lantang begitu dia kembali bangkit, setelah sebelumnya dia terpental mundur akibat serangan kejutan yang dilakukan Lin Feng.
Meskipun terlihat marah, sebenarnya tetua kesembilan merasakan ketakutan yang teramat besar pada sosok Lin Feng, yang jelas kekuatannya lebih kuat dibandingkan dirinya.
Hanya dengan lambain tangan sudah cukup membuat dirinya terpental mundur puluhan langkah, dari situ terlihat jelas seberapa jauh perbedaan kekuatannya dengan kekuatan yang dimiliki lawannya.
Dengan kekuatannya saat ini berharap dapat mengalahkan orang seperti itu hanyalah sebuah kemustahilan. Kematian adalah hasil akhir jika dirinya memaksakan diri berhadapan satu lawan satu dengannya.
__ADS_1
“Dia adalah lawan yang terlalu kuat untuk aku hadapi seorang diri. Meski dengan bantuan mereka, kecil kemungkinan dapat mengalahkannya,” gumam tetua kesembilan sambil melurik keberadaan anggota keluarga Suci Guo di tempat yang semula ditempati para penonton kompetisi.
Tetua kesembilan terus berpikir keras mencari jalan keluar. Melarikan diri dari lawan yang begitu kuat tentu tidak bisa dilakukan olehnya. Menghubungi Tetua Agung keluarga Suci Guo juga tidak bisa dilakukan olehnya karena adanya array pembatas yang mengurung wilayah di sekitarnya.
Tak perlu bertanya, jelas dia tahu siapa yang memasang array pembatas, yang mengurung wilayah di sekitarnya.
“Tetua kesembilan, kenapa kamu masih diam di situ? Apa kamu tidak ingin melakukan serangan padaku, atau pada akhirnya kamu setuju menjadi budakku?” tanya Lin Feng yang sudah cukup lama melihat tetua kesembilan keluarga Suci Guo hanya berdiam diri di tempatnya, tak sedikitpun melakukan pergerakan.
Wajah tetua kesembilan seketika menggelap begitu mendengar pertanyaan terakhir yang terlontar keluar dari mulut Lin Feng. “Sekalipun dlam mimpimu, aku pastikan, aku tetap menolak menjadi budak keluarga Lin!” katanya lalu dia melesat maju menyerah Lin Feng setelah mengeluarkan sebuah tombak dari cincin penyimpanannya.
Melihat tetua kesembilan mulai bersungguh-sungguh melakukan serangan, bahkan dia telah menggunakan senjata pusaka tingkat Dewa untuk menyerangnya. Lin Feng masih terlihat tenang menanti datangnya serangan dari tetua kesembilan.
Dengan senjata pusaka tingkat Dewa di tangannya, tidak sulit bagi tetua kesembilan mengalahkan mereka yang memiliki kekuatan satu tingkat di atasnya. Namun, berhadapan dengan Lin Feng, kemungkinan menangnya sama sekali tidak ada.
“Seni Tarung Tombak Naga Langit.” Tetua Kesembilan mengayunkan tombak di tangannya menyerang Lin Feng. Setiap dia mengayunkan tombak di tangannya, siluet naga muncul, dan melesat maju menyerang Lin Feng.
Serangan tetua kesembilan terlihat mengerikan bagi mereka yang lebih lemah, atau memiliki kekuatan setara dengan tetua kesembilan, tapi bagi Lin Feng yang jauh lebih kuat darinya, serangan tetua kesembilan sama sekali tidak berarti untuknya.
Dengan mudahnya Lin Feng menghindari setiap serangan tetua kesembilan. “Tetua kesembilan, mari aku tunjukkan padamu seperti apa sosok naga yang sesungguhnya,” kata Lin Feng dan dia bersiap melakukan serangan.
“Seni Tarung Tinju Kaisar Dewa Naga tingkat kedua, Tinju Dewa Naga...” Kekuatan elemen petir yang sangat mengerikan terkumpul di genggaman tangan Lin Feng, dan begitu dia melakukan pukulan ke arah tetua kesembilan keluarga Suci Guo, siluet naga sepanjang puluhan meter muncul dan langsung melesat ke arah tetua kesembilan.
Tetua kesembilan tidak terpikirkan untuk menahan serangan Lin Feng, yang dia pikirkan saat ini adalah bagaimana cara dia menghindari serangan itu. Akan tetapi, begitu siluet naga melesat kearahnya, tekanan aura kuat membuatnya tidak bisa bergerak, dan pada akhirnya siluet naga telak menghantam tubuhnya.
Suara teriakan tidak terdengar dari mulutnya saat siluet itu menghantam tubuhnya, membuat dirinya mengalami kematian singkat tanpa rasa sakit, bahkan tak ada yang tersisa dari tubuhnya setelah kematiannya.
Namun, siluet naga itu tidak berhenti begitu melenyapkan keberadaan tetua kesembilan. Mereka yang berasal dari keluarga Suci Guo dan kebetulan berada dalam satu harus lurus dari tempat berdirinya tetua kesembilan, mereka menjadi korban selanjutnya dari serangan Lin Feng.
Siluet naga sepanjang puluhan meter menghantam mereka, merubah mereka menjadi kabut darah, sebelum akhirnya siluet naga itu menghilang, meninggalkan kesunyian. “Semakin tinggi pencapaianku dalam kultivasi, semakin besar daya hancur yang dihasilkan Seni Tarung Tinju Kaisar Dewa Naga milikku...”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.