
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
“Hari ini kalian berlima akan mati di tangan kami!” teriak prajurit yang memimpin lima prajurit keluarga Zo sambil mengayunkan pedang menyerang salah satu pria dari keluarga Lin.
Meskipun serangannya sangat cepat dan datang secara tiba-tiba, pria yang dia serang begitu mudah menghindari serangannya, bahkan pria itu mengayunkan tinju dan tepat mengarah pada dadanya.
“BAAM...” Prajurit itu terpental mundur terkena pukulan pria dari keluarga Lin.
“Prajurit keluarga Zo! Kenapa tiba-tiba kalian menyerang kami?” tanya salah satu pria dari keluarga Lin setelah dia dan empat saudaranya berhasil menghindari serangan tiba-tiba prajurit keluarga Zo.
“Tidak perlu alasan untuk menyerang kalian, tapi aku bisa pastikan kalian berlima mati di tangan kami!” pemimpin prajurit kota Zo yang sebelumnya terpental mundur, dia telah kembali bangkit dan memimpin prajurit keluarga Zo menyerang lima pria dari keluarga Lin.
Lima pria dari keluarga Lin segera sadar kalau prajurit keluarga Zo menginginkan nyawa mereka, dan mereka melakukan perlawanan dengan mengerahkan seluruh kekuatan.
Namun, saat terjadi benturan antara prajurit keluarga Zo Dan anggota keluarga Lin, terlihat adanya perbedaan mencolok dalam pertempuran mereka.
Meskipun jumlah anggota keluarga Lin hanya berlima, mereka sangat mendominasi jalannya pertempuran, bahkan dua dari enam prajurit keluarga Zo sudah terluka parah dan tak lagi sanggup melanjutkan pertempuran.
Keduanya mengalami patah tulang di kedua tangan dan sebelah kaki yang membuat mereka harus menepi dari pertempuran, yang terlihat pertempuran itu akan dimenangkan anggota keluarga Lin.
Kedua prajurit keluarga Zo yang kali ini hanya melihat jalannya pertempuran, mereka bisa melihat kekuatan anggota keluarga Lin sangat mendominasi jalannya pertempuran. Serangan mereka senantiasa mengenai sasaran, berbeda dengan serangan keempat rekan mereka yang selalu berhasil dihindari.
“Apa kamu melihatnya? Mereka sepertinya lebih kuat dari kita, dan alasan pemimpin tidak bisa mengukur kekuatan mereka itu semua karena orang-orang itu lebih kuat dibandingkan kita,” kata salah satu prajurit yang tak sanggup lagi melakukan pertempuran.
“Kalau apa yang kamu katakan benar, bukannya kita yang memburu mereka, tapi kita lah yang akan celaka karena telah salah memilih buruan!” prajurit satunya yang juga sedang terluka, dia merasa hari ini hidupnya sedang diwarnai kesialan.
“Sebaiknya kita fokus menyembuhkan luka di kaki, dan segera pergi meminta bantuan prajurit yang berjaga di sisi lain!” Keduanya segera berfokus menyembuhkan luka di kaki mereka, mengabaikan luka di kedua tangan yang sebenarnya jauh lebih parah dibandingkan dengan luka di kaki.
Di saat kedua prajurit keluarga Zo sedang berusaha menyembuhkan luka mereka, empat prajurit lainnya sedang menjadi bulan-bulanan lima anggota keluarga Lin yang menjadi lawan mereka.
“Sial!... kekuatan mereka terlalu besar, kita tidak akan sanggup mengalahkan mereka!” ujar pemimpin prajurit yang seluruh tubuhnya sudah di penuhi luka, bahkan dia sudah kehilangan tangan kirinya.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lima pria dari keluarga Lin, mereka terlihat masih bersih dari luka. Bahkan pakaian yang mereka pakai masih terlihat bersih, seolah kelimanya tidak pernah terlihat pertempuran dengan prajurit keluarga Zo. Kelimanya saat ini sudah berada di tingkat Kaisar Dewa Bintang 5, yang membuat mereka lebih unggul dari prajurit keluarga Zo.
“Ternyata kalian tidak sekuat kelihatannya.” Salah satu pria tersenyum sinis melihat keadaan prajurit keluarga Zo yang sekujur tubuhnya dipenuhi luka.
Tak memberi kesempatan istirahat untuk prajurit keluarga Zo, empat pria dari keluarga Lin menyerang empat prajurit yang masih bisa melanjutkan pertempuran. Sementara itu, salah satu dari mereka menyelinap menyerang dua prajurit keluarga Zo yang sedang menyembuhkan luka mereka.
“Maaf saja, kalian todek boleh pulang dalam keadaan hidup-hidup!”
Dua prajurit keluarga Zo yang sedang fokus menyembuhkan luka, mereka dikejutkan dengan datangnya serangan yang begitu tiba-tiba. Datangnya serangan yang begitu cepat dan tiba-tiba membuat keduanya tidak sempat menghindar.
“BAANG... BAANG...” Keduanya terpental dan memuntahkan darah segar dari mulut, tapi serangan belum berakhir dan kali ini pria yang menyerang mereka, menyerang menggunakan pedang.
"Kalian akan menjadi dua orang yang mati di tanganku setelah berhasil meningkatkan kekuatan dan kedepannya bukan hanya kalian yang akan mati, seluruh keluarga Zo akan mengalami nasib yang sama kalau masih terus mencari masalah dengan keluarga Lin.”
Pria itu mengayunkan pedangnya, memenggal kepala dua prajurit keluarga Zo yang tak lagi dapat bergerak.
“Mereka sepertinya juga sudah selesai.” Pria itu melihat pertempuran di tempat lain.
Pertempuran di tempat lain juga telah selesai dengan kematian empat prajurit keluarga Zo, kemudian keenam mayat prajurit dikumpulkan di satu tempat yang sama untuk dibakar. Pembakaran sengaja mereka lakukan untuk menghilangkan jejak.
...----------------...
Di Alam Kehidupan.
Dua bulan sudah berlalu di Alam Kehidupan, Yin Hua yang terus berkultivasi baru saja menerobos tingkat Dewa Langit Bintang 5, sama halnya dengan Xiong Hu dan yang lainnya.
Walau sudah menerobos, tak satupun dari mereka yang berhenti berkultivasi. Semua masih terus berkultivasi untuk menjadi lebih kuat dari sekarang.
...----------------...
Di Dunia Monster.
“Akhirnya aku berhasil sampai di ujung Dunia Monster tingkat bawah.” Selain monster tingkat Dewa Spiritual Langit tingkat 9 yang ada di depannya, Lin Feng hanya melihat kabut tebal di belakang lima monster yang segera menjadi lawannya.
__ADS_1
Waktu di Dunia Monster sema dengan waktu di Alam Kehidupan, yang artinya Lin Feng sudah dua bulan ini menjalani kehidupan di Dunia Monster.
“Kekuatanku hanya meningkat sampai tingkat Dewa Langit Bintang 7, tapi dengan membunuh mereka aku yakin dapat menerobos Bintang 8.” Lin Feng kali ini serius menghadapi lima lawan yang dari tingkat kekuatan lebih kuat darinya.
Kedua mata Lin Feng menatap tajam kelima monster di hadapannya. “Aku tidak punya banyak waktu berhadapan dengan kalian. Sebaiknya kalian segera mati dan menjadi sumber kekuatan serta sumber kekayaan untukku!”
“Aura Dewa Perang, Tinju Naga Kematian...” Lin Feng mengeluarkan dua seni tarung di waktu bersamaan.
Kekuatan tirani Aura Dewa Perang membuat kelima monster kesulitan bergerak, sedangkan dengan seni Tinju Naga Kematian Lin Feng ingin memusnahkan musuhnya dalam sekali serang.
“Matilah untukku!” Qi elemen yang begitu melimpah dan padat telah terkumpul di genggaman tangan Lin Feng, dan begitu dia mengayunkan tangannya memukul udara di depannya, siluet Naga raksasa berkepala merah muncul dari kekosongan.
“ROOAARR...” Raungan siluet Naga raksasa dengan panjang lebih dari seratus meter terdengar sangat mengerikan.
Siluet Naga raksasa terlihat beberapa kali berputar-putar di atas langit sebelum menukik tajam ke daratan menyerang apapun yang dilewatinya.
Lima monster tingkat Dewa Spiritual Langit Bintang 9 yang kesulitan bergerak akibat tekanan tirani Aura Dewa Kematian, mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan menghindar, dan pada akhirnya siluet Naga raksasa membuka mulut kemudia menelan mereka hidup-hidup.
Kelima monster hanya beberapa detik berada di dalam perut siluet Naga raksasa, sebelum Naga itu memuntahkan mereka yang telah berubah menjadi seonggok mayat.
“Akhirnya aku selesai membunuh seluruh monster di tempat ini,” ujar Lin Feng yang terduduk lemas akibat kehabisan Qi setelah menggunakan Tinju Naga Kematian.
[Ding... Selamat Tuan telah membunuh seluruh monster di Dunia Monster tingkat rendah. Mendapatkan Lin Wucin, bawahan setia di tingkat Raja Dewa Langit Bintang 3]
[Jika Tuan ingin melanjutkan pergi ke Dunia Monster tingkat menengah, terlebih dahulu Tuan harus berhasil menerobos tingkat Raja Dewa Langit]
Tiba-tiba muncul portal di samping Lin Feng, kemudian sosok pria berambut putih kebiruan keluar dari dalam portal dan mengambil posisi berlutut di hadapan Lin Feng.
“Lin Wucin siap menerima perintah dari Tuan.” Lin Wucin merupakan hadiah dari sistem setelah Lin Feng berhasil membunuh seluruh monster di Dunia Monster tingkat bawah.
“Wucin, kita pergi dari tempat ini.” Lin Feng mengalirkan sisa Qi nya ke kunci Dunia Monster. Tak butuh waktu lama muncul pintu yang kali ini akan membawanya kembali ke Alam Kehidupan, tapi kali ini dia tidak kembali seorang sendirian.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.