
Di sebuah tempat jauh dari medan peperangan yang mana peperangan di tempat itu baru saja dimenangkan oleh kubu pemilik kekuatan suci, Fu Chao pemimpin tertinggi kubu pemilik kekuatan kegelapan memukul hancur meja kerjanya setelah mendengar laporan kekalahan anggotanya yang berperang di sisi selatan wilayah Alam Sembilan Surga tingkat kedua.
“Bagaimana mungkin mereka berhasil dikalahkan?” Fu Chao tidak percaya anggotanya kalah dalam peperangan.
Fu Chao mengirim salah satu dari lima jenderalnya untuk memastikan kemenangannya, tapi bukan hanya menelan kekalahan, Fu Chao harus kehilangan seluruh anggotanya, bahkan dia kehilangan sosok jenderal yang telah melayaninya selama puluhan juta tahun.
“Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu dan bagaimana mereka bisa dikalahkan?” ujarnya dengan pandangan tertuju pada pria yang melaporkan jalannya peperangan.
“Tuan, saya tidak tahu pasti apa yang terjadi di tempat itu, tapi dari rekaman giok jiwa Jenderal Fu Nan, dia mati di tangan pemuda dari keluarga Lin. Rekaman hanya menampilkan gambaran sesaat sebelum kematian Jenderal Fu Nan dan hanya itu yang saya tahu,” ungkapnya mengatakan semua yang diketahuinya.
“Keluarga Lin, lagi-lagi mereka yang menggagalkan rencanaku!” geram Fu Chao marah. “Katakan padaku, kapan keluarga Suci Guo menyerang keluarga Lin? Mereka sudah terlalu lama menyusun rencana tapi tidak kunjung melakukan pergerakan!” lanjutnya berkata.
“Tuan, keluarga Suci Guo saat ini sedang menutup diri. Tujuan keluarga Suci Guo menutup diri adalah untuk meningkatkan kekuatan mereka, dan dalam satu sampai dua bulan ke depan mereka diyakini siap melenyapkan keberadaan keluarga Lin di Alam ini.”
“Kalau dalam kurun waktu dua bulan ke depan mereka tidak kunjung melakukan pergerakan menyerang keluarga Lin, dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang aku miliki, aku pastikan keberadaan keluarga Suci Guo lenyap dari Alam ini!” kata Fu Chao yang mulai bosan dengan kerjasama bersama keluarga Suci Guo.
...----------------...
Di tempat yang seharusnya menjadi tempat pertemuan Lin Feng dan Lin Yuan, seseorang telah sampai di tempat itu dan tak lain dia adalah Lin Yuan.
“Aku tidak menyangka kamu benar-benar datang menemuiku di tempat ini,” kata Lin Feng muncul lima langkah di depan Lin Yuan.
Melihat keberadaan Lin Feng, Lin Yuan ingin berlutut tapi ada tangan kokoh yang mencegah ia berlutut. “Jangan berlutut jika kamu masih ingin melihat keberadaanku di tempat ini!” Tegas Lin Feng berkata dan membuat Lin Yuan kembali berdiri tegap di hadapannya.
__ADS_1
“Tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan dan katakan semua yang ingin kamu katakan!” ujar Lin Feng.
Lin Yuan segera berkata, “Kalau saya boleh tahu, siapa sebenarnya Tuan Muda? Dari apa yang saya lihat, seharusnya Tuan Muda bukanlah anggota keluarga Lin trah kedua seperti saya. Setidaknya Tuan Muda berasal dari trah suci keluarga Lin...”
“Dan lagi, bagaimana cara Tuan Muda mampu menguasai banyak kekuatan elemen padahal setiap manusia di Alam Semesta dilahirkan dan ditakdirkan hanya memiliki salah satu kekuatan elemen di sepanjang hidupnya?” lanjutnya bertanya.
Menatap kedua mata Lin Yuan dan melihat dia adalah anggota keluarga Lin yang dapat dipercaya, Lin Feng menunjukkan lencana emas miliknya dan mengeluarkan kilatan petir berwarna hitam keemasan di atas salah satu telapak tangannya.
“Sebagai bagian dari keluarga Lin seharusnya kamu tahu siapa saja di keluarga Lin yang berhak memiliki lencana emas, dan siapa saja di keluarga Lin yang memiliki kekuatan elemen petir berwa hitam keemasan?” ujar Lin Feng yang sebelumnya telah menciptakan array pembatas, untuk mencegah orang luar mendengar dan melihat apa yang dilakukannya dengan Lin Yuan.
Lin Yuan sangat tahu siapa yang berhak memiliki lencana emas keluarga Lin, tapi ini adalah kali pertama dia melihat seseorang dengan kekuatan elemen petir berwarna hitam keemasan. Setelah jutaan tahun berlalu dan tak lagi ada sosok pemilik kekuatan elemen petir berwarna hitam keemasan, seseorang di keluarga Lin dianggap berasal dari trah suci saat dia memiliki kekuatan elemen petir berwarna ungu keemasan.
Barang siapa di kemudian hari jika ada yang memiliki kekuatan elemen petir berwarna hitam keemasan, dia bukan lagi dianggap berasal dari trah suci, melainkan dianggap sebagai trah agung keturunan langsung dari pendiri keluarga Lin. “Tuan Muda, kalau saya boleh tahu, siapa kedua orangtua Tuan Muda?” tanya Lin Yuan penasaran.
Lin Yuan sejenak berpikir dan tak lama dia tahu siapa kedua orangtua Lin Feng. Diantara keturunan pemimpin tertinggi keluarga Lin, hanya ada salah satu dari mereka yang telah bertemu dengan kematian, dan Lin Yuan senang karena masih ada keturunan dari mereka yang telah tiada.
Saat Lin Feng dan Lin Yuan sedang melakukan pembicaraan, di luar array pembatas beberapa orang mencoba melihat dan mendengar apa yang sedang dibicarakan Lin Feng dan Lin Yuan. Beberapa orang di luar array pembatas merupakan anggota keluarga Suci Guo, dan sedari awal mereka sengaja mengikuti Lin Yun.
Melihat keberadaan anggota keluarga Lin yang selama ini belum pernah mereka lihat apalagi setelah melihat seberapa besar kekuatan yang dimiliki orang itu, mereka yang berasal dari keluarga Suci Guo tentu saja penasaran dengan identitas dia yang berasal dari keluarga Lin.
Semula keduanya dapat melihat saat Lin Yuan menemui Lin Feng tapi tak lama sebuah array menghalangi mereka, membuat mereka tidak bisa mendengar ataupun melihat apa yang dilakukan keduanya di dalam array pembatas.
“Array ini, sepertinya mereka mengetahui keberadaan kita di tempat ini,” ungkap salah satu dari tiga orang yang tak menyerah menggunakan berbagai cara untuk mengetahui apa yang dilakukan dua orang di dalam array.
__ADS_1
“Lin Yuan dari awal tidak menyadari keberadaan kita, kemungkinan pemuda itu yang menyadari keberadaan kita dan array ini merupakan ciptaannya,” kata satu-satunya wanita yang ikut mengumpulkan informasi tentang sosok yang mereka ketahui bernama Lin Feng.
“Array ini dibuat olehnya yang kekuatannya jauh melampaui kekuatan kita. Sekalipun menyatukan kekuata, belum tentu kita bisa melihat mereka yang berada di dalam array. Sebaiknya kita segera pergi sebelum hal buruk terjadi pada kita.”
Keduanya mengangguk bersamaan menyetujui perkataan pemimpin mereka, dan tanpa mendapatkan hasil yang diinginkan bersama-sama ketiganya pergi meninggalkan tempat bertemunya Lin Feng dan Lin Yuan.
Setelah kepergian tiga orang yang sejak awal keberadaannya telah diketahui Lin Feng, Lin Feng menghilangkan array pembatas ciptaannya dan dia memberi Lin Yuan sebuah cincin penyimpanan. “Gunakan sumberdaya di dalam cincin itu untuk meningkatkan kekuatanmu!” kata Lin Feng setelah memberikan cincin penyimpanan pada Lin Yuan.
“Tuan Muda, saya tidak berani menerima semua ini. Daripada diberikan pada saya, sebaiknya apa yang ada di dalam cincin penyimpanan ini digunakan untuk meningkatkan kekuatan Tuan Muda.” Lin Yuan bermaksud mengembalikan cincin penyimpanan pemberian Lin Feng, tapi tegas Lin Feng menolaknya.
"Apa yang sudah aku berikan padamu artinya itu sudah menjadi milikmu dan tak lagi berhak bagiku menerima sesuatu yang sudah bukan lagi milikku.” Lin Feng tidak memiliki keinginan mengambil kembali apa yang sudah dia berikan pada orang lain meski apa yang dia berikan menguras cukup banyak poin sistemnya.
Pada akhirnya Lin Yuan menerima pemberian Lin Feng. “Apa Tuan Muda tidak ingin berkunjung ke kediaman keluarga Lin? Tetua Agung pasti senang melihat keberadaab Tuan Muda,” kata Lin Yuan.
Lin Feng menggelengkan kepala lalu berkata, “Belum saatnya aku berkunjung ke kediaman keluarga Lin. Aku masih ingin melihat-lihat keadaan Alam ini, tapi aku akan sangat senang jika kamu bisa memberitahu padaku, dimana aku bisa menemukan keberadaan monster ataupun siluman di Alam ini.”
“Di wilayah utara Alam ini terdapat lembah siluman yang dihuni jutaan siluman, dan dari informasi yang beredar terdapat siluman tingkat Dewa Semesta Bintang 5 di tempat itu. Untuk keberadaan monster, di Alam ini keberadaan mereka hanyalah sebuah mitos.”
“Lembah siluman? Sepertinya aku sudah menentukan tujuan selanjutnya setelah berada di Alam ini!” Lin Feng tersenyum menemukan tujuan selanjutnya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1