Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Memulai Serangan


__ADS_3

“Siapa kalian dan untuk apa beramai-ramai mendatangi kediaman keluarga Suci Guo?” tanya prajurit penjaga kediaman keluarga Suci Guo melihat kedatangan rombongan Lin Feng yang saat ini telah sampai di depan gerbang kediaman keluarga Suci Guo.


“Kalau tujuan kalian datang untuk membantu keluarga Suci Guo menguasai Alam ini, kalian bisa menuju gerbang belakang karena saat ini orang-orang seperti kalian sedang berkumpul di tempat itu,” kata prajurit yang lain.


“Membantu keluarga Suci Guo? Kenapa kamu berpikiran kalau kami ingin membantu keluarga Suci Guo, dan kenapa kamu tidak berpikir kami datang untuk memusnahkan keberadaan keluarga Suci Guo di Alam ini?” ujar Lin Feng membuat prajurit penjaga gerbang terkejut.


“Cih, segelintir orang seperti kalian mana mungkin berani melakukan itu!” kata prajurit lain yang baru datang.


“Oh, jadi menurut kalian kami tidak memiliki keberanian melakukan itu?” kata Lin Feng dan langsung saja dia melesat maju ke arah prajurit yang berada lima langkah di hadapannya.


“Swush...” Pergerakan Lin Feng sangatlah cepat.


“Sangat cepat!” kata pelan prajurit yang dituju Lin Feng, dan sadar dirinya dalam bahaya dia mencoba menghindar. Namun gerakannya yang lambat membuatnya gagal menghindar.


“Boom... Ugh...” Terkena pukulan keras Lin Feng, prajurit itu terpental jauh, dan baru berhenti setelah menghantam gerbang kokoh kediaman keluarga Suci Guo.


“Apa sekarang masih ada yang menganggap kami tidak berani memusnahkan keberadaan keluarga Suci Guo?” kata Lin Feng sembari menyeringai.


“Bunuh mereka semua dan kamu segera beritahu Tuan Guo Zang kalau ada sekelompok orang yang membuat keributan di gerbang masuk kediaman!” Salah satu prajurit segera melesat menuju tempat Guo Zang, sedangkan yang lainnya bersama-sama menyeranh Lin Feng.


...----------------...


Prajurit penjaga gerbang yang sekuat tenaga pergi menemui Guo Zang, akhirnya dia sampai di tempat Guo Zang, dan melaporkan kejadian yang sedang berlangsung di gerbang utama kediaman keluarga Suci Guo.


“Apa? Siapa yang begitu bosoh dan berani menyerang kediamanku?” teriak Guo Zang dengan suara lantang.


“Katakan padaku siapa orang bodoh itu yang berani menyerang kediamanku, dan berapa jumlah mereka?” tanya Guo Zang pada prajurit yang berlutut di hadapannya.


“Hamba tidak tahu siapa mereka, tapi jumlah mereka jelas tak lebih dari sepuluh orang.”


“Tak lebih dari sepuluh orang berani menyerang kediamanku dan bahkan berkata seolah mereka mampu meratakan kediaman ini. Bukannya meratakan kediaman ini, tapi mereka semua akan mati di tanganku!” Tak meminta bantuan tetua agung Guo Baiji, Guo Zang bermaksud menghadapi mereka bersama Guo Jin.

__ADS_1


“Aku ikut denganmu! Berani menyerang kediamanmu hanya dengan sepuluh orang, aku merasa mereka bukan lawan yang muda dihadapi,” kata tetua agung Guo Baiji yang akhirnya ikut pergi bersama Guo Zang dan Guo Jin.


Ketiganya bersama prajurit yang memberi laporan, ketiganya segera melesat menuju gerbang utama kediaman keluarga Suci Guo, dan baru juga sampai mereka sudah disuguhi kematian puluhan prajurit di tangan seseorang yang dapat membunuh prajurit di tingkat Raja Dewa Surgawi dengan sekali pukul.


“Swush...” Guo Zang, Guo Jin, tetua agung Guo Baiji, serta seratus prajurit tingkat Dewa Agung muncul tak jauh dari Lin Feng yang untuk kesekian kalinya berhasil membunuh prajurit penjaga kediaman keluarga Suci Guo.


“Hentikan!” teriak Guo Zang pada Lin Feng yang kembali ingin memukul salah satu prajurit penjaga kediaman keluarga Suci Guo. Dia melihat penampilan Lin Feng dari atas sampai bawah dan dia sama sekali tidak mengenalinya, tapi dia tahu kalau kekuatan Lin Feng bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.


Dengan wajah tidak senangnya, Guo Zang melangkah maju dan kini jaraknya kurang dari lima langkah dari Lin Feng. “Siapa sebenarnya kalian, dan kenapa tiba-tiba menyerang kediamanku?” tanya Guo Zang penasaran dengan identitas Lin Feng dan yang lainnya.


“Tidak penting siapa kami, yang terpenting kamu harus tahu kalau kedatangan kami adalah untuk menghancurkan kalian semua, anggota keluarga Suci Guo beserta tempat ini!” kata Lin Feng dengan suara lantang.


"Apa sebelumnya ada anggota keluargaku yang menyinggung kalian?” tanya Guo Zang.


“Setelah aku pikir-pikir tidak ada anggota keluargamu di tempat ini yang pernah menyinggungku atau orang-orangku, tapi karena kalian berencana menyerang orang yang telah menjatuhkan kekuasaan Lin Cong, tentu aku tidak bisa begitu saja membiarkan kalian datang menyerang karena akulah orang yang telah menjatuhkan kekuasaan Lin Cong!” kata Lin Feng dengan tenang.


“Jadi kamu orang yang berhasil menjatuhkan kekuasaan Lin Cong? Karena kamu sudah datang, aku tak perlu jauh-jauh mendatangi tempatmu, dan tempat ini akan menjadi kuburan untukmu!” kata Guo Zang dan ledakan kekuatan Dewa Semesta Bintang 4 dari tubuhnya, membuat tanah di sekitaran gerbang kediaman keluarga Suci Guo bergetar.


‘Tidak mungkin mereka semua lebih kuat dari Guo Zang, pasti hanya dia yang berada di depan, yang setidaknya memiliki kekuatan lebih dari Guo Zang,’ katanya membatin.


Dulu karena meremehkan kekuatan yang dimiliki lawannya, dia hampir saja mati kalau saja penguasa agung keluarga Suci Guo tidak datang menyelamatkan hidupnya. Sejak saat itu dia tak lagi meremehkan kekuatan lawan, apalagi lawan yang terlihat lemah tapi masih begitu tenang saat berhadapan dengan sosok yang lebih kuat darinya. Lawan seperti itu bisa saja diartikan sedang menyembunyikan kekuatan sejatinya.


Namun apa yang dia lakukan berbeda dari apa yang dilakukan Guo Zang. Tak melihat seberapa besar kekuatan lawan, dia langsung saja melesat maju menyerang lawannya.


“Akhirnya kamu memutuskan maju menyerang. Kalau begitu, aku tak akan segan menghadapimu! Meski kamu kuat bagi orang-orang yang lebih lemah darimu, tapi bagiku kekuatanmu bukanlah sesuatu yang pantas aku hadapi dengan segenap kekuatanku!” kata Lin Feng dengan tenang, dan dia siap menyambut datangnya serangan Guo Zang.


“Cih... kalau kau merasa kuat, coba tahan serangan! Namun aku rasa kau akan mati hanya dengan satu kali pukulan yang aku lakukan!” Mencari celah dengan bergerak ke sana kemari dengan kecepatan tinggi, menemukan celah menyerang, Guo Zang langsung saja melayangkan serangan ke titik lemah di tubuh Lin Feng yang terlihat olehnya.


“Maaf saja, seranganmu jelas terlihat olehku!” Memutar tubuhnya, dengan mudah Lin Feng berhasil menghalau pukulan Guo Zang. Namun Guo Zang tak pantang menyerah, ia kembali melakukan serangan dan serangannya kali ini lebih cepat serta lebih kuat dari sebelumnya.


“Apa hanya ini kekuatan yang kamu miliki? Sangat lemah!” kata Lin Feng yang berkali-kali berhasil menghalau serangan Guo Zang, dan meski saat ini ia sedang bertarung dengan Guo Zang, dia tak sedikitpun melepas perhatiannya dari seseorang yang lebih kuat dari lawannya saat ini tapi tak lebih kuat darinya.

__ADS_1


Guo Zang yang diremehkan oleh Lin Feng, dia tidak begitu saja menerima saat ada yang meremehkannya. Dia mengeluarkan sebilah pedang pusaka dari cincin penyimpanannya, dan kembali menyerang Lin Feng.


Melihat lawannya semakin serius, Lin Feng merasa dirinya tak perlu bermain-main karena masih banyak lawan yang menantinya. Menangkap pedang Guo Zang yang merupakan pusaka tingkat Dewa menggunakan tangannya, seperti mematahkan ranting kering, dia dengan mudahnya mematahkan pedang Guo Zang.


“Maaf saja aku tidak punya banyak waktu bermain-main dengan orang lemah sepertimu!” Setelah berhasil mematahkan pedang Guo Zang dan membuat banyak orang terkejut, Lin Feng memukuk tepat di dada Guo Zang yang masih dalam keadaan terkejut.


“Boom...” Tubuh Guo Zang terpental, dan terlihat lubang menganga di dadanya.


Saat ini dia memang tidak mati, tapi hanya tinggal menunggu waktu sebelum kematian datang menghampirinya.


Guo Jin mencoba menghampiri Guo Zang untuk memberi pertolongan, tapi sosok Lin Junda muncul di hadapannya, dan menghalanginya.


“Jangan harap ada yang bisa menyelamatkan dia dari kematian, dan kamu adalah lawanku!” kata Lin Junda.


Dari kejauhan Guo Jin maupun tetua agung Guo Baiji tidak terlalu jelas melihat wajah Lin Junda, tapi saat Lin Junda berpisah dari kelompoknya, baru mereka tahu siapa Lin Junda.


“Ka-kau, bukannya kau Lin Junda putra penguasa agung keluarga Lin?” ujar Guo Jin, perlahan melangkah mundur karena sadar lawannya tak mungkin dapat dikalahkan olehnya.


“Hahaha... akhirnya kalian mengenaliku, tapi sekalipun kalian mengenaliku, tak akan ada yang berubah dari hasil pertempuran di tempat ini. Kalian semua pasti mati, dan kediaman keluarga Suci Guo akan rata dengan tanah!” kata Lin Junda, dan sosoknya melesat maju menyerang Guo Jin.


“Lawanmu adalah aku!” Tetua agung Guo Baiji muncul di depan Lin Junda dan berhasil menahan serangannya.


"Tapi aku bukan lawanmu!” Lin Junda segera melompat mundur.


“Akulah yang akan menjadi lawanmu,” kata Lin Feng yang tiba-tiba saja sudah muncul di belakang tetua agung Guo Baiji.


Tetua agung sudah merasakan keberadaan Lin Feng, dan ia siap menghadapinya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2