
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di depan portal menuju Alam Sembilan Surga, Lin Feng, Lin Hua, serta Lin Jia, mereka perlahan melangkahkan kaki memasuki lorong portal berbentuk melingkar, dengan aura kuat yang terpancar dari dalam portal.
Lin Feng memegang erat tangan Lin Hua dan tangan Lin Jia. “Semoga tidak ada masalah yang menyambut kedatangan kita di tempat baru,” ujar Lin Feng.
Ketiganya kemudian memasuki lorong portal yang memancarkan cahaya terang kebiru-biruan, begitu ketiganya masuk, muncul sebuah array yang menyegel keberadaan portal, dan hanya tiga sosok penting di keluarga Lin yang dapat membuka segel itu.
...----------------...
“Swusshh... Swusshh... Swusshh...” Di sebuah reruntuhan, tiga sosok manusia muncul dari kekosongan, dan tak seorangpun tahu darimana asal mereka. Ketiga sosok itu tak lain adalah Lin Feng, Lin Hua, dan Lin Jia.
Ditempat yang baru, Lin Feng dapat merasakan Qi Elemen yang berkali-kali lebih murni dan lebih tebal dibandingkan apa yang selama ini dirasakannya di wilayah tengah Alam Dewa. Bahkan, dirinya dapat merasakan keberadaan Qi Elemen yang selama ini belum pernah dirasakannya.
“Tuan, Qi Elemen di Alam Sembilan Surga jauh lebih kaya dibandingkan dengan yang ada di Alam Dewa, meski saat ini kita masih di tingkat terendah dari sembilan tingkatan Alam Sembilan Surga.” Lin Jia berkata melalui telepati, dan tentu hanya Lin Feng yang dapat mendengarnya.
“Tempat ini memang lebih kaya Qi Elemen jika dibandingkan dengan Alam Dewa, bahkan aku merasak keberadaan Qi Elemen yang selama ini belum pernah aku temui di Alam Dewa. Qi Elemen Besi, dan Qi Elemen Kayu,” balas Lin Feng.
Sebelumnya Lin Feng telah memiliki tujuh elemen, yaitu elemen petir, api, air, kegelapan, cahaya, es, dan angin. Namun, baru juga sampai di Alam Sembilan Surga, dirinya sudah mendapatkan tambahan dua elemen baru.
Dantian elemen yang dimilikinya, memungkinkan baginya menguasai segala jenis elemen yang ada di Alam Semesta. Sedikit saja ada elemen baru yang terserap dantiannya, bisa dipastikan ke depannya elemen itu dapat digunakan olehnya.
“Swusshh...” Tiga pria dan dua wanita muncul beberapa langkah di hadapan Lin Feng dan yang lainnya, sebelum mereka pergi meninggalkan reruntuhan, yang menjadi pijakan pertama mereka di Alam Sembilan Surga.
Tiga pria dan dua wanita menatap lekat keberadaan Lin Feng dan dua orang lainnya. “Siapa kalian dan apa yang kalian lakukan di wilayah terlarang Sekte Kuda Terbang?” tanya Pria bernama Su Yan, murid dalam peringkat sepuluh Sekte Kuda Terbang. Kekuatannya berada di tingkat Dewa Surgawi Bintang 8 di usia lima puluh tahun, dan bisa dikatakan dia merupakan salah satu jenius muda Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Tidak ada kesan buruk yang ditunjukkan Su Yan. Pria itu hanya bertanya, dan sama sekali tidak menunjukkan niatan buruk pada Lin Feng dan yang lainnya.
__ADS_1
Lin Feng dan Lin Hua sengaja menyegel kekuatan yang mereka miliki sampai batas tingkat Dewa Langit Bintang 1. Sedangkan Lin Jia, dia hanya menutup aura kekuatannya karena selain mereka yang berada di tingkat Dewa Semesta, bisa dipastikan tak ada yang dapat merasakan atau bahkan melihat seberapa besar kekuatannya.
“Tuan, kami hanya pengelana yang tidak sengaja sampai di tempat ini. Jika keberadaan kami merupakan sebuah kesalahan, aku Lin Feng mewakili istri dan putriku meminta maaf pada Tuan.” Lin Feng yang belum tau banyak tentant Alam Sembilan Surga, dia memilih minta maaf dibandingkan membuat masalah di tempat baru.
Su Yan tidak begitu saja percaya dengan perkataan Lin Feng karena akhir-akhir ini banyak penyusup yang mencoba mengambil keuntungan dari wilayah terlarang Sekte Kuda Terbang. Bahkan peristiwa besar terjadi dua hari yang lalu saat penyusup dalam jumlah besar, bertempur dengan murid sekte yang melakukan penjagaan. Kekuatan penyusup yang lebih kuat dibandingkan kekuatan para murid penjaga, menyebabkan puluhan murid menjadi korban dari pertempuran yang memakan waktu seharian.
Sejak peristiwa dua hari yang lalu, penjagaan di wilayah terlarang yang sebelumnya dilakukan oleh murid luar sekte, kini diambil alih oleh murid dalam sekte, yang dalam kekuatan tentu lebih kuat dibandingkan dengan murid luar.
“Melihat kekuatan kalian yang begitu rendah, aku memiliki keyakinan kalian bukanlah bagian dari orang-orang yang dua hari lalu membuat kekacauan di tempat ini. Namun itu saja belum cukup untuk menghapus kecurigaanku tentang keberadaan kalian di tempat ini!...”
“Sebaiknya kalian jujur padaku apa yang ingin kalian lakukan di tempat ini? Dengan kalian mengatakan kejujuran, mungkin aku bisa meringankan hukuman untuk kalian!” Su Yan memaksa Lin Feng dan yang lainnya mengatakan secara jujur tujuan mereka berada di wilayah terlarang Sekte Kuda Terbang.
Sementara itu, kerutan terlihat di kening Lin Feng dan Lin Hua setelah mereka sama-sama mendengar perkataan Su Yan. “Tuan, aku sudah mengatakan yang sejujurnya. Kami hanyalah para pengelana yang kebetulan melewati tempat ini. Baru saja kami istirahat, dan saat ingin melanjutkan perjalanan Tuan datang menghentikan kami!” Lin Feng mulai kesal karena keberadaan orang-orang di hadapannya telah merusak hari pertamanya di Alam Sembilan Surga.
Duan Leng, pria di belakang Su Yan melangkah maju. “Mana ada pencuri yang mengakui perbuatannya. Saudara Yan, sebaiknya kita langsung menangkap mereka, dan menjebloskan ke penjara! Akan tetapi, kalau mereka melawan, kita berhak langsung mengakhiri hidup mereka tidak peduli wanita ataupun anak-anak!”
Duan Leng segera melesat maju menyerang Lin Feng sebelum Su Yan membalas perkataannya.
Duan Leng sendiri juga terkejut karena serangan cepatnya dapat dihentikan dengan begitu mudah oleh seseorang yang jelas-jelas jauh lebih lemah darinya. Tak melanjutkan serangannya, Duan Leng memilih melompat mundur menjauh, menjaga jarak dari Lin Feng yang masih saja terlihat tenang berdiri di tempatnya.
Lin Feng yang masih berdiri tenang di tempatnya kemudian berkata, “Aku benar-benar tidak memiliki tujuan lain di tempat ini selain numpang lewat! Aku sama sekali tidak tertarik dengan apa yang berada di tempat ini, dan aku juga tidak ingin membuat keributan. Namun, jika kalian masih terus menghalangi kami bahkan mencoba melukai kami, jangan menyalahkan kami jika bersikap kejam pada kalian.” Tak lagi ada sorot mata bersahabat yang ditunjukkan Lin Feng, yang ada hanyalah sorot mata tajam penuh intimidasi.
Mendengar apa yang dikatakan Lin Feng membuat tubuh Su Yan bergetar, dan muncul rasa takut yang entah datang dari mana. Jelas-jelas dia saat ini dihadapkan dengan mereka yang lebih lemah darinya, tapi entah kenapa dirinya takut pada mereka, bahkan instingnya mengatakan untuk tidak melanjutkan perseteruan dengan mereka.
Instingnya tidak pernah salah dalam menilai sebuah keadaan. Berkali-kali dirinya di selamatkan oleh instingnya, yang senantiasa dapat merasakan marabahaya di sekitarnya. Namun saat ini dirinya merasa aneh karena instingnya mengatakan tiga sosok di hadapannya, bukanlah sosok yang bisa di singgung.
Akan tetapi setelah melihat bagaimana serangan Duan Leng yang dengan mudahnya ditahan Lin Feng, Su Yan mulai yakin kalau instingnya bukanlah sebuah kesalahan. Lin Feng memang terlihat lemah di matanya, tapi sebelumnya dirinya lupa kalau seseorang yang lebih kuat darinya, dapat menyembunyikan kekuatan sejatinya.
Jika orang-orang di hadapannya benar-benar kuat bahkan lebih kuat darinya, tentu situasinya saat ini tidak menguntungkan baginya, apa lagi Duan Leng sudah melayangkan sebuah serangan yang memancing kemarahan mereka.
__ADS_1
Tak ingin salah mengambil keputusan dan menyinggung seseorang yang tak seharusnya disinggung, Su Yan buru-buru maju menghentikan Duan Leng yang kembali ingin melakukan serangan.
“Mereka bukan lawan yang bisa kita hadapi.” Su Yan berkata melalui telepati.
Duan Leng mengerutkan kening mendengar semua itu. “Saudara Yan, apa kamu sedang bercanda denganku? Mereka hanyalah sekumpulan orang lemah dan seorang anak-anak. Barusan aku belum serius, kalau aku serius, membunuh mereka dalam satu kali serangan bukanlah sesuatu yang sulit.”
“Saudara Leng, aku tahu yang barusan itu kamu sudah menggunakan seperempat kekuatan untuk menyerangnya, tapi dia hanya menggunakan kekuatan fisik saat menahan serangan itu. Dari situ seharusnya saudara tahu kalau orang itu saat ini sedang menyembunyikan kekuatan sejatinya.”
Duan Leng jelas mendengar apa yang dikatakan Su Yan melalui telepati, dan dia baru menyadari kebenaran itu setelah mendengar penjelasan Su Yan. Seperempat kekuatannya dapat di tahan dengan kekuatan fisik, jelas yang bisa melakukan itu adalah orang yang lebih kuat darinya.
Melihat Duan Leng mulai tenang, Su Yan melangkah maju mendekatkan jaraknya dari Lin Feng.
“Jika aku boleh tahu, kalian berasal dari mana? Pengelana sekalipun, kalian seharusnya memiliki identitas, yang menunjukkan asal kalian.” Su Yan sangat penasaran dengan identitas orang-orang di hadapannya.
“Ayahku hanya memberikan ini padaku sebelum membiarkanku pergi berkelana.” Bukan Lin Feng yang berkata, melainkan Lin Hua berkata sambil menunjukkan lencana emas dengan gambar burung phoenix api.
Lutut Su Yan, Duan Leng, serta tiga orang lainnya gemetaran melihat lencana di tangan Lin Hua. Lencana emas adalah lencana milik keluarga penguasa, sedangkan burung phoenix api adalah simbol dari penguasa Alam Sembilan Surga tingkat keempat dan kelima.
Memiliki lencana itu dan lagi Lin Hua mengatakan kalau benda itu pemberian ayahnya, kini mereka sadar, siapa yang telah mereka ganggu.
Su Yan dan yang lainnya tentu tidak berpikir lencana itu palsu atau hasil curian karena siapapun yang mencuri atau meniru lencana penguasa, siapapun itu bisa dipastikan mati tersambar petir Langit Surgawi, yang mampu merubah kultivator tingkat Dewa Semesta tingkat satu menjadi kabut darah.
Sedangkan bagaimana Lin Hua mendapatkan lencana itu, lencana itu diberikan oleh Jiang Lu sebagai identitas yang bisa dirinya gunakan begitu sampai di Alam Sembilan Surga.
Sementara itu, Su Yan yang tidak ingin memperkeruh keadaan dengan menyinggung putri seorang penguasa, dia segera berlutut, dan diikuti yang lainnya.
Sambil berlutut dengan kepala tertunduk Su Yan berkata, “Putri, maafkan kami yang telah lancang mengganggu perjalanan Putri!”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.