
“Boom... Boom... Boom...” Para penjaga kediaman keluarga Lin terpental ke berbagai arah setelah terkena pukulan Lin Feng.
Mereka terpental dan mengalami luka, tapi luka yang mereka alami bukanlah luka parah karena Lin Feng sama sekali tidak menggunakan kekuatannya saat memukul mereka.
“Sebagai penjaga kediaman keluarga Lin, kalian terlalu lemah!” ungkap Lin Feng setelah memukuli puluhan penjaga kediaman keluarga Lin.
“Swuusshh...” Dua pria dengan kekuatan Dewa Agung Bintang 2 dan Bintang 1 datang bersama puluhan orang yang kekuatannya berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi.
Melihat puluhan penjaga kediaman keluarga Lin mengalami luka meski hanya luka ringan, dua pria yang tak lain adalah tetua kesembilan dan tetua kesepuluh, keduanya tidak suka dengan apa yang terjadi pada para penjaga.
Segera saja keduanya mengarahkan pandangan pada pria yang tetap tenang berdiri di tempatnya, meski dia dihadapkan pada dua tetua keluarga Lin.
Kedua tetua yang melihat pria itu, mereka memicingkan mata, saat tak merasakan adanya niatan buruk dari pria itu.
Tidak memiliki niatan buruk pada keluarga Lin, tapi menerobos paksa memasuki kediaman keluarga Lin, bahkan melukai puluhan penjaga. ‘Apa sebenarnya yang diinginkannya?’ batin tetua kesembilan.
“Kalian yang baru datang, apa kalian juga ingin menghalangiku memasuki kediaman keluarga Lin?” tanya Lin Feng dengan suara lantang.
Kerutan muncul di kening kedua tetua, mendengar pertanyaan Lun Feng. “Keluarga Lin terbuka untukmu, asalkan terlebih dahulu kamu mengatakan pada kami apa tujuanmu datang ke kediaman keluarga Lin!” ungkap tetua kesepuluh.
“Aku ingin menemui seseorang. Namanya Lin Mofan, apa kalian mengenalinya?” kata Lin Feng bertanya.
“Tentu saja kami mengenalinya, dia adalah generasi muda terbaik keluarga Lin,” balas tetua kesembilan.
“Oh, kalau dia memang generasi muda terbaik keluarga Lin, bagaimana kalau aku menguji seberapa besar kekuatannya, dan membuktikan apa dia benar generasi muda terbaik di keluarga Lin?” ujar Lin Feng.
“Menguji seberapa besar kekuatannya? Apa maksudnya kamu ingin bertarung dengannya?” tanya tetua kesepuluh memastikan.
“Tentu saja bertarung. Kalau tidak melakukan pertarungan, bagaimana aku bisa membuktikan kalau dia memang generasi muda terbaik yang dimiliki keluarga Lin?” ungkap Lin Feng.
Tetua kesembilan dan tetua kesepuluh saling melirik, lalu setelah sama-sama menganggukkan kepala, tetua kesembilan berkata, “Lin Mofan saat ini sedang dalam pelatihan tertutup dan siapapun tidak bisa mengganggunya. Kalau kedatanganmu ingin mengganggu latihannya, jelas kami tidak membiarkan kamu melakukan itu.”
Tetua kesembilan dan tetua kesepuluh bersiap menyerang Lin Feng, tapi sebelum mereka bergerak melakukan serangan, Lin Lin Sujin, Lin Moli, serta Lin Mofan, tiba-tiba saja keduanya datang diwaktu bersamaan.
Lin Mofan yang melihat sosok Lin Feng, Lin Hua, serta dua orang lainnya, segera dia melesat menghampiri mereka, dan di depan Lin Feng dia menangkupkan kedua tangan sambil menundukkan kepala, menghormati keberadaan Lin Feng.
__ADS_1
“Tuan Muda Lin Feng, selamat datang di kediaman keluarga Lin,” kata Lin Mofan.
“Saudara Lin Mofan, jangan seperti itu! Tidak pantas bagimu memberi hormat padaku yang jelas jauh lebih muda darimu,” kata Lin Feng.
Mendengarnya, Lin Mofan segera mengangkat kepalanya, dan dia mencoba bersikap biasa meski sulit baginya untuk tidak menaruh hormat pada Lin Feng.
Lin Sujin dan Lin Moli melayang turun mendekati Lin Mofan, begitu juga dengan tetua kesembilan dan tetua kesepuluh keluarga Lin.
Melihat Lin Sujin dan Lin Moli yang dirasanya merupakan dua sosok terkuat di keluarga Lin yang ada di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, Lin Feng hanya sedikit menundukkan kepala sebagai rasa hormatnya pada mereka yang lebih tua darinya.
Lin Sujin yang melihat Lin Feng, tiba-tiba saja dia menyerang Lin Feng menggunakan kekuatan puncaknya, tapi belum juga serangannya mengenai Lin Feng, kilatan petir berwarna hitam keemasan menghantam tubuhnya, membuat tubuhnya terdorong mundur dan mengalami luka ringan.
Semua orang yang melihat itu tercengang. Tetua Agung yang hampir berada di tingkat puncak Dewa Agung, berhasil didorong mundur hanya dengan satu serangan yang dilakukan pria, yang jelas jauh lebih muda dibandingkan Tetua Agung.
Akan tetapi, mereka lebih tercengang dengan pria itu yang dapat memunculkan kilatan petir berwarna hitam keemasan, yang konon katanya hanya pendiri keluarga Lin yang dapat melakukan itu.
Lin Sujin yang telah kembali ke tempatnya, dia segera berlutut memberi penghormatan pada Lin Feng. “Tuan Muda, maafkan saya yang tidak menyambut kedatangan Tuan Muda!” kata Lin Sujin.
Melihat Lin Sujin berlutut, tanpa bertanya semua orang segera mengikuti apa yang dilakukan Lin Sujin, termasuk Lin Mofan.
“Sebaiknya kalian segera bangun karena aku sama sekali tidak suka dengan apa yang sedang kalian lakukan! Kalau kalian ingin berlutut, lakukan itu dihadapan orang tua kalian!” kata Lin Feng tegas, membuat semua orang segera bangkit berdiri.
Melihatnya Lin Feng tersenyum, kemudian berkata, “Aku datang bukan untuk mendapatkan penghormatan kalian. Aku datang karena ingin melihat perkembangan kekuatan generasi muda keluarga Lin, setelah apa yang aku berikan pada mereka melalui tangan saudari Lin Mofan...”
“Lalu kenapa aku tiba-tiba menyerang para penjaga? Itu aku lakukan hanya untuk menguji seberapa besar kekuatan mereka, dan hasilnya sangat mengecewakan!...”
“Mereka hanya unggul dalam hal kultivasi, tapi untuk pondasi kekuatan sebagai penyangga kekuatan besar yang mereka miliki, pondasi kekuatan mereka masih sangat lemah, terbukti dari aku yang dapat mengalahkan mereka hanya dengan sedikit menggunakan kekuatan fisik,” kata Lin Feng menilai kekuatan penjaga kediaman keluarga Lin.
Tetua kesembilan dan tetua kesepuluh sekarang tahu alasan Lin Feng hanya memberi luka ringan pada para penjaga kediaman keluarga Lin, dan mereka juga tahu kenapa tidak menemukan niatan buruk pada diri Lin Feng.
Dari awal Lin Feng memang hanya ingin menguji kekuatan para penjaga, dan jelas itu bukanlah sesuatu yang dapat disalahkan.
“Tetua Agung, untuk beberapa waktu kedepan, aku bakal mengambil alih kepemimpinan keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama,” kata Lin Feng sambil menunjukkan lencana emas miliknya.
Melihat lencana emas di tangan Lin Feng semua orang ingin kembali berlutut, tapi aura kuat yang dikeluarkan Lin Feng membuat tak satupun dari mereka bisa bergerak.
__ADS_1
“Aku tahu apa yang ingin kalian lakukan, dan jelas aku tidak suka dengan apa yang ingin kalian lakukan!” kata Lin Feng sambil menarik kembali aura kekuatannya.
“Tuan Muda, saya Lin Sujin sebagai Tetua Agung keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, bersedia menyerahkan kekuasaan pada Tuan Muda,” kata Lin Sujin.
Mendengarnya Lin Feng hanya menganggukkan kepala, lalu setelahnya dia berkata, “Aku hanya sementara waktu mengambil kekuasaanmu. Setelah tujuanku di tempat ini tercapai, kekuasaan bakal aku kembalikan padamu,” ungkap Lin Feng.
Mendapatkan persetujuan dari Lin Sujin dan tidak melihat adanya penolakan, mulai hari ini Lin Feng adalah pemimpin keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Sebagai pemimpin baru walau hanya pemimpin sementara, Lin Feng segera memberikan seluruh harta yang dia rampas dari Sekte Gagak Hitam dan kediaman keluarga Suci Guo pada Lin Sujin.
“Gunakan semua ini untuk meningkatkan kekuatan keluarga Lin!” perintah pertama Lin Feng setelah menjadi seorang pemimpin.
“Baik Tuan Muda,” jawab Lin Sujin.
“Tingkatkan kekuatan bagi kalian yang sudah layak meningkatkan kekuatan! Akan tetapi, bagi kalian yang memiliki masalah pada pondasi kekuatan, sebaiknya selesaikan dulu permasalahan pondasi kekuatan kalian, dan baru setelahnya kalian mulai meningkatkan kekuatan!” saran Lin Feng pada seluruh anggota keluarga Lin.
Mereka semua yang mendengarnya cepat menganggukkan kepala, dan setelah ini mereka bakal berusaha keras, menyelesaikan masalah pondasi kekuatan yang mereka miliki.
“Tetua Agung dan para tetua, ada sesuatu yang secara khusus ingin aku bicarakan dengan kalian, dan aku rasa tempat ini tidak tepat untuk membicarakan apa yang ingin aku bicarakan dengan kalian!” ungkap Lin Feng.
“Kita bisa membicarakan apa yang ingin Tuan Muda bicarakan dengan kami di aula pertemuan,” kata Lin Sujin.
“Kalau begitu, Tuan Agung silahkan memimpin jalan!” kata Lin Feng.
Dengan senang hati Tetua Agung memimpin jalan, memimpin orang-orang yang ingin pergi ke aula pertemuan.
Di gerbang kediaman keluarga Lin, setelah kelergian kelompok Lin Feng dan para tetua keluarga Lin, para penjaga yang terluka segera mendapatkan perawatan, dan penjaga lainnya menggantikan rekan mereka yang terluka.
Lin Mofan yang ikut pergi ke aula pertemuan setelah mendapat ajakan Lin Feng, dia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah kembali dipertemukan dengan Lin Feng.
Sambil mengikuti Lin rombongan Lin Feng, dia bergumam lirih, “Semoga dengan kedatangan Tuan Muda, banyak perubahan besar terjadi pada keluarga Lin, dan perubahan itu mampu membuat keluarga Lin kembali ke era kejayaannya...”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1