Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Kompetisi Alam Sembilan Surga Tingkat Pertama [1]


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Setengah hari berlalu akhirnya Lin Feng dan anggota kelompok kecilnya telah sampai di hutan kabut abadi yang menjadi lokasi berlangsungnya kompetisi.


Peserta kompetisi yang berjumlah lebih dari seribu orang seluruhnya hampir memasuki hutan, dan mulai memburu siluman di wilayah terluar hutan yang hanya dihuni siluman tingkat Dewa Langit sampai tingkat Kaisar Dewa Langit.


Wilayah hutan kabut abadi sendiri terbagi menjadi tiga wilayah. Wilayah luar yang dihuni siluman tingkat Dewa Langit sampai tingkat Kaisar Dewa Langit. Wilayah tengah yang dihuni siluman tingkat Kaisar Dewa Langit sampai tingkat Raja Dewa Surgawi.


Terakhir adalah wilayah inti yang konon katanya, selain dihuni siluman tingkat Kaisar Dewa Surgawi, di dalam wilayah inti juga terdapat ratusan bahkan ribuan siluman tingkat Dewa Agung, dan selama ini belum ada yang pernah menjelajahi wilayah inti hutan kabut abadi.


Di wilayah luar hutan kabut abadi, Lin Feng yang belum membawa kelompoknya memasuki wilayah hutan kabut abadi, dengan menggunakan mata Dewa, dia mencoba mencari keberadaan siluman tingkat tinggi.


Lin Feng menghela napas panjang saat tidak menemukan keberadaan siluman tingkat tinggi di wilayah luar hutan kabut abadi. “Sepertinya kita harus langsung memasuki wilayah tengah untuk bertemu siluman tingkat tinggi,” kata Lin Feng.


Lin Hua dan dua orang lainnya yang juga tidak merasakan adanya aura siluman kuat di wilayah luar, mereka setuju dengan keputusan Lin Feng yang langsung ingin memasuki wilayah tengah hutan.


Langsung saja mereka melesat maju, masuk ke dalam menuju wilayah tengah hutan kabut abadi, dan berharap dapat menemukan keneradaan siluman tingkat tinggi di tempat itu.


Dengan kecepatan puncak Raja Dewa Surgawi Bintang 7, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di wilayah tengah hutan kabut abadi, dan sepertinya mereka bukan kelompok pertama yang sampai di wilayah tengah.


Lin Feng dengan mata Dewanya, setidaknya dia melihat ada lima kelompok yang telah berada di wilayah tengah, tapi saat ini mereka hanya berada di perbatasan antara wilayah luar dan wilayah tengah hutan. Belum ada diantara mereka yang mencoba bergerak lebih dalam memasuki wilayah tengah.


“Feng’gege, bagaimana kalau kita bergerak lebih dalam? Aku bisa merasakan banyak siluman kuat di bagian yang lebih dalam,” kata Lin Hua yang dapat merasakan aura kuat dari siluman yang berada di bagian dalam wilayah tengah.


Mendengarnya Lin Feng hanya menganggukkan kepala, kemudian bersama Lin Hua dan dua orang lainnya, dia bergerak lebih dalam memasuki wilayah tengah hutan kabut abadi. Baru juga satu kilometer meninggalkan perbatasan wilayah tengah dan wilayah luar, siluman serigala angin dengan kekuatan Raja Dewa Surgawi Bintang 1 menghadang perjalanan mereka.


Bukan hanya seekor siluman Serigala Angin, tapi ada puluhan siluman Serigala Angin yang menghadang, dan kekuatan mereka rata di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 1.


Bukanya gentar, Lin Feng dan yang lainnya justru tersenyum mendapati keberadaan musuh pertama mereka, setelah memasuki wilayah hutan kabut abadi.

__ADS_1


“Tuan Muda, Nona Hua, bagaimana kalau mereka semua diserahkan pada kami? Jujur saja tubuh kami sudah terasa sangat kaku setelah sekian lama tidak terlibat dalam sebuah pertempuran,” kata Lin Shao meminta izin pada Lin Feng dan Lin Hua.


Melihat kekuatan siluman Serigala Angin yang jauh lebih lemah membuat Lin Feng menyetujui keinginan keduanya. “Kalau kalian ingin membunuh mereka, lakukan dengan cepat, dan jangan lupa kumpulkan kristal inti kehidupan dari siluman yang mati di tangan kalian!” katanya pada Lin Shao dan Lin Meili.


Keduanya menganggukkan kepala, dan dalam setengah tarikan napas keduanya telah berada di hadapan siluman Serigala Angin yang siap menerkam keneradaan mereka. Akan tetapi, siluman Serigala Angin yang ingin menerkam mereka, nasibnya jauh dari kata baik.


Siluman Serigala Angin pertama mati dan tubuhnya segera hancur, menyisakan kristal inti kehidupan yang langsung disimpan Lin Meili kedalam cincin penyimpanan miliknya.


"Satu mati, dan kalian semua selanjutnya!” kata Lin Shao melesat maju menyerang musuhnya, diikuti Lin Meili yang tepat berada di sebelahnya.


Lin Shao mengayunkan cepat pedang besar di tangan tangannya yang merupakan senjata pusaka tingkat Dewa. Sekali dia mengayunkan pedang di tangannya, lebih dari cukup untuk membunuh dua siluman Serigala Angin. Sedangkan Lin Meili yang menggunakan sepasang belati yang juga merupakan pusaka tingkat Dewa, dengan mudahnya dia membunuh satu persatu siluman Serigala Angin dalam pertarungan jarak dekat.


“Kekuatan mereka tidak seperti kultivator yang berada di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 7. Dengan kekuatan penuh, kekuatan mereka setidaknya dapat memyamai kultivator tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 9.”


Lin Feng menilai kekuatan Lin Shao dan Lin Meili yang sudah cukup lama berdiam diri di Alam Kehidupan. Sedangkan Lin Hua, dengan antusias dia menikmati jalannya pertempuran di hadapannya.


Di tempat pertempuran sendiri, Lin Shao dan Lin Hua hampir menyelesaikan pertempuran, dan saat ini hanya tersisa dua siluman Serigala Angin yang sudah dalam keadaan terluka parah.


Tak ingin membuat waktu berharga yang mereka miliki, keduanya segera melesat mendekati siluman Serigala Angin yang tersisa, mengayunkan senjata di tangan mereka, mengakhiri hidup dua siluman Serigala Angin yang langsung saja lenyap, menyisakan dua kristal inti kehidupan.


Meskipun baru saja menyelesaikan pertempuran melawan musuh yang jumlahnya berkali-kali lebih banyak dari mereka, keduanya sama sekali tidak terlihat kelelahan, bahkan tak terlihat adanya keringat yang membasahi tubuh mereka.


Tak melihat kedua bawahannya mengalami kelelahan, Lin Feng kembali membawa anggota kelompoknya melanjutkan perjalanan.


Lin Feng tidak ingi terburu-buru membawa anggota kelompoknya menuju wilayah inti. Membawa anggota kelompoknya terus berkeliling wilayah tengah, Lin Feng dan anggota kelompoknya tak sengaja bertemu dengan kelompok lainnya yang sedang bertarung dengan lima ekor siluman Gorila Api tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 2.


“Bukannya mereka kelompok dari keluarga Lin? Hah, betapa malangnya nasib mereka karena bertemu siluman yang jelas-jelas tidak mungkin dapat mereka kalahkan,” kata Lin Feng melihat kelompok yang sedang bertarung dengan lima ekor siluman Gorila Api terus menyerang lawan menggunakan kekuatan elemen petir.


Lin Hua yang melihr jalannya pertarungan, dia berkata pada Lin Feng, “Apa Feng’gege tidak ingin membantu mereka? Terlalu lama membiarkan mereka, takutnya tak lama lagi mereka semua mati di tangan musuh.”


Senyum terlihat di bibir Lin Feng mendengar pertanyaan Lin Hua, “Aku tentu membantu mereka karena bagaimanapun juga mereka adalah anggota keluarga Lin, dan sebagai salah satu tuan muda keluarga Lin sudah menjadi kewajibanku membantu dan melindungi mereka,” kata Lin Feng.

__ADS_1


Mengumpulkan kekuatan elemen petir berwarna ungu di telapak tangan kanannya, Lin Feng membentuk lima bole petir seukuran keleranh, yang saat ini melayang berputar-putar di di atas telapak tangannya.


Meski ukuran bola petir berwarna ungu sangatlah kecil dibandingkan ukuran siluman Gorila Api, tapi Lin Hua, Lin Shao, serta Lin Meili, ketiganya tidak ragu kekuatan bola-bola petir di atas telapak tangan Lin Feng lebih dari cukup memusnahkan keberadaan lima ekor siluman Gorila Api.


Setelah energi di dalam kelina bola petir ungu ciptaannya stabil, Lin Feng langsung saja melemparkan kelima bole petir ke arah lima siluman Gorila Api yang terus menyerang kelompok keluarga Lin.


“Swuusshh... Boom... Boom... Boom... Boom... Boom...” Terdengar keras lima kali suara ledakan yang sanggup mengguncang tanah, bersamaan dengan lenyapnya keberadaan lima sosok siluman Gorila Api yang sudah membuat putus asa kelompok yang berasal dari keluarga Lin.


Saat anggota keluarga Lin melihat kilatan petir berwarna ungu di tempat bekas berdirinya siluma Gorila Api yang kini hanya menyisakan kristal inti kehidupan miliknya, mereka yakin kalau yang membunuh siluman itu adalah seseorang yang berasal dari keluarga Lin.


“Apa kalian tidak ada yang mengalami luka serius?” tanya Lin Feng yang tiba-tiba saja muncul di hadapan kelompok yang berasal dari keluarga Lin.


Melihat kemunculan Lin Feng dan tiga orang lainnya yang begitu tiba-tiba, tentu saja membuat sepuluh orang perwakilan keluarga Lin terkejut, tapi saat mereka tidak merasakan niat buruk dari Lin Feng dan yang lainnya, mereka dapat bernapas lega.


“Tuan Muda, hamba Lin Mofan, pemimpin mereka, dan berkat bantuan Tuan Muda yang mengalahkan siluman Gorila Api tak ada yang mengalami luka parah diantara anggota kelompok hamba,” kata Lin Mofan menjawab pertanyaan Lin Feng.


Lin Feng tersenyum mendengarnya. “Saudara Mofan, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku yang memberi bantuan pada kalian?” kembali Lin Feng bertanya.


Mendengar itu, Lin Mofan tersenyum, lalu dia menunjukkan sebuah lencana dengan kristal bulat di tengahnya yang memancarkan cahaya hitam keemasan saat menyerap sedikit aura yang keluar dari tubuh Lin Feng, yang baru saja menggunakan kekuatan elemen petir miliknya menyerang lima siluman Gorila Api.


Sebelumnya Lin Mofan hanya yakin jika pria di depannya bagian dari keluarga Lin seperti dirinya, tapi saat dia dan sembilan orang lainnya melihat pancaran cahaya hitam keemasan yang teroancar keluar dari kristal yang biasanya mereka gunakan untuk mengenali keberadaan anggota keluarga Lin, Lin Mofan dan sembilan orang lainnya segera berlutut di hadapan Lin Feng.


“Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan identitasku dari kalian.” Melihat lencana di tangan Lin Mofan, Lin Feng merasa percuma mengatakan kalau dirinya bukan seperti apa yang ada dipikiran mereka.


Namun, dia masih tidak mengerti bagaimana sebuah lencana dengan kristal di bagian tengahnya, dengan mudahnya dapat mengungkap identitasnya.


Lin Feng telah mengetahui keberadaan lencana kristal milik keluarga Lin yang dapat mendeteksi statusnya sebagai tuan muda keluarga Lin.


Pagi ini Lin Baoshi memberi Lin Feng lencana kristal yang sama seperti yang ada di tangan Lin Mofan, dan Lin Baoshi juga menjelaskan tiga cahaya yang bisa terpancar keluar dari lencana kristal saat menyerap aura yang berasal dari anggota keluarga Lin.


“Lain kali aku tidak boleh sembarangan membocorkan aura saat berada di sekitaran anggota keluarga Lin,” gumam lirih Lin Feng.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2