Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Serangan Tiga Penguasa


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Dari tiga arah berbeda jutaan prajurit datang menuju wilayah tengah. Dari arah utara, Shang Di datang bersama satu juta prajurit Kekaisaran Dewa yang kekuatannya rata di tingkat Raja Dewa Langit. Dari arah Timur, Fang Bei datang bersama satu juta prajurit setara dengan prajurit Kekaisaran Dewa.


Sementara itu, Dong Wu datang dari arah barat bersama dua juta prajurit Kekaisaran Binatang Spiritual. Kekuatan prajurit yang dibawa Dong Wu unggul dalam jumlah, tapi sedikit lebih lemah dibandingkan prajurit Kekaisaran Api, dan prajurit Penguada wilayah timur. Akan tetapi, kekuatan prajurit Dong Wu dapat meningkat pesat saat berubah ke wujud asli mereka.


Ketiga kekuatan besar bergerak maju bersamaan, dan saat ini mereka telah menginjakkan kaki di bagian terluar wilayah tengah. Aura yang berbeda dapat mereka rasakan saat menginjakkan kaki di wilayah tengah, aura yang berbeda membuat mereka merasa berada di Alam lain, meski sebenarnya mereka masih berada di Alam Dewa.


Walau merasakan aura berbeda, mereka tetap melangkah maju, dan tujuan mereka adalah bagian terdalam wilayah tengah yang diyakini terdapat sebuah kota besar di tempat itu. Mereka berambisi merebut dan menguasai kota itu, dan setelahnya bisa dipastikan mereka adalah penguasa baru dari luasnya wilayah tengah Alam Dewa.


Awalnya mereka datang untuk meminta setengah bagian wilayah tengah, tapi setelah banyak melakukan pertimbangan, mereka tidak lagi berminat dengan setengah bagian wilayah tengah, tapi mereka ingin menguasai seluruh wilayah tengah, dan menjadikan keluarga Lin sebagai bawahan.


...----------------...


Di hadapan Lin Feng saat ini sudah berbaris sepuluh ribu prajurit Dewa dan sepuluh ribu prajurit penjaga Kota Cahaya Dewa. Selain mereka, ada juga dua puluh ribu prajurit keluarga Lin, dan dua ratus ribu prajurit keluarga Luo. Dalam jumlah, mereka memang tidak sepadan dengan musuh, tapi dalam kekuatan, musuh yang datang bukanlah lawan sepadan untuk mereka.


Satu prajurit Dewa maupun prajurit penjaga Kota Cahaya Dewa, mereka setidaknya mampu membunuh ratusan prajurit tingkat Raja Dewa Langit dalam sekali serang.


Jika mereka bisa menyerang terus-menerus, jutaan prajurit di tingkat Raja Dewa Langit tidaklah cukup untuk menghentikan kekuatan besar mereka.


Untuk prajurit keluarga Lin, baru setengah dari mereka yang berhasil menerobos tingkat Kaisar Dewa Langit, dan itu juga baru menerobos Bintang 1. Namun kekuatan mereka lebih dari cukup untuk memusnahkan ratusan ribu prajurit musuh.


Untuk sisanya yang masih berada di tingkat Raja Dewa Langit Bintang 7 sampai Bintang 9, bersama-sama dengan prajurit keluarga Luo, mereka ditugaskan melindungi Kota Cahaya Dewa. Luo Cheng dan keempat leluhur keluarga Luo diberikan tanggung jawab melindungi Kota Cahaya Dewa saat kekuatan utama keluarga Lin pergi ke medan pertempuran.


Untuk menghadapi tiga kekuatan penguasa di Alam Dewa, Lin Feng membagi kekuatan menjadi tiga kelompok berbeda. Untuk menghadapi Dong Wu, Lin Feng mengirim Xiong Hu, Huang Zho, Xiao Rong, Xiao Bing, Xiao Xi, dan Xiao Lan. Selain mereka masih ada lima belas ribu prajurit yang terdiri dari lima ribu prajurit Dewa, lima ribu prajurit penjaga Kota Cahaya Dewa, dan lima ribu prajurit keluarga Lin.


Untuk menghadapi Fang Bei, Lin Feng mempercayakannya pada Lin Wucin, Lin Meili, Lin Gongyu, Lin Suan dan Lin Shao. Lima belas ribu prajurit juga ikut serta bersama mereka. Sedangkan untuk menghadapi Shang Di, Lin Feng cukup menghadapinya bersama Lin Hua, Lin Dan, Lin Zan, Lin Sang, Jiang Lu, Jiang Jing, Jiang Shishi, Jiang Bailu, dan Jiang Yi.


Dengan kekuatan yang mereka miliki, satu juta prajurit Kekaisaran Dewa bukanlah kekuatan yang cukup untuk menghentikan mereka. Meskipun Shang Di dan para Jenderalnya turun tangan, kecil kemungkinan mereka dapat mengalahkan Lin Feng dan yang lainnya.

__ADS_1


“Sekarang kalian bisa pergi ke tujuan masing-masing.” Perintah sudah diberikan oleh Lin Feng. Xiong Hu memimpin pasukan menuju bagian barat, sementara Lin Wucin dan pasukannya pergi ke wilayah timur.


Lin Feng sendiri yang didampingi Lin Hua dan beberapa orang lainnya, langsung saja mereka pergi menuju bagian utara untuk berhadapan dengan Shang Di dan prajurit Kekaisaran Dewa.


“Jumlah mereka memang tak seberapa, tapi kekuatan mereka lebih dari cukup untuk menaklukkan Alam Dewa.” Huo Bin bergumam lirih sambil pergi mengikuti Lin Feng dari kejauhan.


Huo Bin tidak pergi seorang diri, ada lima sosok Jenderal Kekaisaran Api yang ikut menemaninya, selain itu, di perbatasan wilayah timur dengan wilayah tengah, lima ratus ribu prajurit Kekaisaran Api bersiaga, dan sewaktu-waktu dibutuhkan mereka siap membantu mempertahankan Kota Cahaya Dewa.


Pasukan yang dipimpin Xiong Hu menjadi yang pertama sampai di hadapan musuh. Jelas dengan kedua mata kepalanya sendiri Xiong Hu melihat musuhnya yang memiliki garis keturunan sama seperti dirinya.


"Keseluruhan dari mereka adalah Binatang Spiritual, tapi karena mereka memilih bermusuhan dengan tuan, aku tidak segan segan mengirim mereka menuju Alam Kematian.” Demi tuannya, Xiong Hu tida segan membunuh bangsanya sendiri.


Dia tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Saat dirinya tidak melihat tuannya membuat kesalahan, sudah jelas kesalahan ada pada Kaisar Binatang Spiritual yang ingin merebut wilayah tengah dari tangan tuannya.


“Swusshh...” Sosok Xiong Hu yang didampingi Huang Zho muncul di hadapan Dong Wu.


Dia mengarahkan sorot mata tajam pada Dong Wu yang juga mengarahkan sorot mata tajam pada dirinya. “Sebaiknya kamu pergi meninggalkan wilayah ini, sebelum hari ini berubah menjadi hari buruk untukmu!”


Dong Wu mengerutkan keningnya, saat melihat dua sosok pria di hadapannya sama sekali tidak terpengaruh aura kekuatannya yang sudah berada di tingkat Kaisar Dewa Spiritual Langit Bintang 6.


“Apa kamu pikir aura lemahmu dapat berpengaruh pada kami? Sekalipun kamu berubah ke wujud asli, tetap saja kamu bukan lawan sepadan untuk kami!” Xiong Hu mengibaskan tangannya, mengembalikan aura kuat yang dikeluarkan Dong Wu.


“Kalian juga Binatang Spiritual, tapi kenap kalian justru berada di sisi musuh Binatang Spiritual?” Dong Wu bertanya setelah merasakan aura tipis milik Xiong Hu yang mengungkap identitasnya sebagai Bintang Spiritual.


“Musuh Binatang Spiritual? Siapa yang kalian maksud musuh Binatang Spiritual?” Xiong Hu bertanya balik.


Dong Wu tersenyum mendapatkan pertanyaan seperti itu. “Keluarga Lin yang mengaku sebagai penguasa wilayah tengah adalah musuh utama seluruh Binatang Spiritual di Alam Dewa.”


“Katakan padaku alasan kenapa Binatang Spiritual harus memusuhi keluarga Lin! Apa mereka pernah menyinggung wilayah Binatang Spiritual? Atau keluarga Lin pernah membantai keberadaan Binatang Spiritual di Alam Dewa?” Xiong Hu bertanya penuh ketenangan.


Dong Wu bingung harus menjawab seperti apa pertanyaan Xiong Hu karena pada dasarnya keluarga Lin tidak pernah membuat kesalahan pada Binatang Spiritual di Alam Dewa.

__ADS_1


Alasan kenapa dirinya mengerahkan prajurit Kekaisaran Binatang Spiritual menyerang wilayah yang keluarga Lin, itu semua semata-mata karena ingin mengambil alih dan menguasai wilayah yang sebelumnya dikuasai keluarga Lin.


Xiong Hu tersenyum sinis melihat Dong Wu kesulitan menjawab pertanyaannya.


“Aku tahu apa yang menjadi alasan kamu datang ke tempat ini tanpa seizin keluarga Lin yang sudah menyatakan diri sebagai penguasa wilayah tengah. Dikarenakan aku tahu alasan kamu, aku menyarankan padamu segera pergi dari tempat ini, sebelum aku kehilangan kesabaran!” Perkataan Xiong Hu adalah peringatan terakhir untuk Dong Wu.


“Hahahaha... kenapa aku harus pergi saat aku bisa memusnahkan kalian semua?” Dong Wu sama sekali tidak mengindahkan peringatan yang diberikan Xiong Hu padanya.


Mendengar itu Xiong Hu menggelengkan pelan kepalanya. “Jumlah prajurit yang kamu bawa memang sangat banyak, tapi itu semua tak sebanding dengan belasan ribu prajurit yang datang bersamaku.”


Xiong Hu melambaikan tangannya. Melihat lambaian tangan Xiong Hu, lima ribu prajurit Dewa, lima ribu prajurit Kota Cahaya Dewa, serta lima ribu prajurit keluarga Lin, mereka semua melesat maju menyerah prajurit Kekaisaran Binatang Spiritual.


“Swusshh... Swusshh... Swusshh...” Aura kuat keluar dari lima belas ribu prajurit yang bergerak bersamaan. Kuatnya aura kekuatan mereka, berhasil membuat dua juta prajurit Kekaisaran Binatang Spiritual kesulitan bergerak, sekalipun mereka telah berubah ke wujud asli.


Sementara para Jenderal Kekaisaran Binatang Buas, mereka masih dapat bergerak setelah berubah ke wujud asli. Namun, saat mereka ingin melesat maju menyerang prajurit musuh, empat sosok rubah ekor sembilan dengan aura yang sangat mengertikan muncul di hadapan mereka.


Tubuh seluruh Jenderal Kekaisaran Binatang Spiritual bergetar, kekuatan mereka seolah lenyap saat melihat empat sosok rubah ekor sembilan dengan elemen berbeda.


“Kalian adalah lawan kami!” Xiao Rong menjadi yang pertama melesat maju menyerang salah satu Jenderal Kekaisaran Binatang Spiritual.


Jenderal Kekaisaran Binatang Spiritual yang mendapat serangan Xiao Rong, dia hanya bisa terus menghindar, meski tak seluruh serangan bisa dihindari. Jenderal Kekaisaran Binatang Spiritual hanyalah rubah dengan tiga ekor, yang menunjukkan statusnya lebih rendah dibandingkan Xiao Rong dan tiga saudarinya.


Sementara itu, Dong Wu yang melihat jalannya pertempuran, dia mulai menyesali keputusannya menyerang keluarga Lin.


Namun, penyesalannya seketika lenyao saat dirinya mengingat masih ada dua penguasa yang bisa memberi bantuan padanya. “Kamu jangan senang dengan apa yang terjadi di tempat ini. Di tempat lain, mungkin saja mereka sudah hampir sampai di kota milik keluarga Lin.”


Xiong Hu terkekeh pelan mendengar itu. “Apa kamu pikir hanya kami kekuatan yang dimiliki keluarga Lin? Kalau itu yang kamu pikirkan, itu adalr sebuah kesalahan...”


“Asal kamu tahu, di sisi timur, kekuatan yang setara dengan kami sedang berhadapan dengan penguasa timur. Sementara itu, untuk menghadapi Kaisar Kekaisaran Dewa, tuan kami sendiri yang datang menghadapinya, dan itu merupakan mimpi buruk bagi Kaisar Dewa karena dipertemukan dengan tuan kami. Kaisar Kekaisaran Dewa mungkin tak lama lagi hanya tinggal nama...”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2