
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Energi kehidupan terus terserap ke dalam tubuh Lin Feng dan yang lainnya, terus menyerap energi kehidupan kekuatan mereka terus meningkat jauh lebih cepat dibandingkan saat membunuh monster.
Lin Feng menjadi yang terbanyak dan tercepat menyerap energi kehidupan. Setidaknya dia sepuluh kali lebih cepat dan lebih banyak menyerap energi kehidupan dibandingkan yang lainnya. Banyaknya energi kehidupan yang terserap, membuat Lin Feng tak lama lagi menerobos tingkat Dewa Surgawi Bintang 9.
‘Setelah berhasil menerobos tingkat Dewa Surgawi Bintang 9, tinggal satu langkah lagi aku dapat menerobos tingkat yang lebih tinggi. Melihat jumlah energi kehidupan dunia ini yang masih sangat melimpah, aku memiliki keyakinan dapat menerobos sampai tingkat yang sebelumnya tak pernah aku bayangkan.” Lin Feng membatin sambil terus meningkatkan kekuatannya.
Lin Feng sebelumnya hanya membayangkan dapat menerobos tingkat Raja Dewa Surgawi, untuk tingkat yang lebih tinggi, dirinya sama sekali tidak membayangkan dapat mencapai tingkat itu saat masih berada di Alam Dewa. Namun, jika mampu menerobos tingkat jauh lebih tinggi dari tingkat Raja Dewa Surgawi, tentu dirinya yakin dapat memusnahkan seluruh sosok dari Alam Kegelapan yang datang menyerang Alam Dewa.
Terutama jika berhasil menerobos tingkat Kaisar Dewa Surgawi, tentu lawan yang hanya berada di tingkat Raja Dewa Surgawi dapat dikalahkannya dengan mudah. Jangankan di tingkat Raja Dewa Surgawi, di tingkat Kaisar Dewa Surgawi belum tentu dapat mengalahkan dirinya.
Energi kehidupan dalam jumlah besar terus terserap ke dalam tubuhnya, dan membuat lautan dantian elemennya semakin meluas sampai akhirnya terdengar suara ledakan dari dalam lautan dantiannya.
“Akhirnya aku berhasil menerobos tingkat Dewa Surgawi Bintang 9.” Seiring dengan peningkatan kekuatan Lin Feng, diwaktu bersamaan Lin Hua dan kelima saudari Jiang juga mengalami terobosan.
Lin Hua menerobos tingkat Dewa Surgawi Bintang 8, sedangkan kelima saudari Jiang menerobos tingkat Dewa Surgawi Bintang 5, dan ini terobosan kedua kelima saudari Jiang sejak menyerap energi kehidupan.
Peningkatan kekuatan juga dialami seluruh prajurit Dewa, para binatang kontrak Lin Feng, serta para bawahan Lin Feng. Mereka semua tumbuh kuat bersama Lin Feng, tapi semua itu tak berlangsung selamanya.
Mereka tidak lagi tumbuh kuat bersama Lin Feng begitu kekuatan Lin Feng sampai di tingkat Kaisar Dewa Surgawi. Begitu kekuatan Lin Feng mencapai tingkat Kaisar Dewa Surgawi, mereka semua harus bekerja keras untuk meningkatkan kekuatan.
“Kekuatanku masih terus meningkat, tapi pondasi kekuatanku tidak cukup mumpuni untuk membuatku terus-terusan melakukan terobosan secara terus-menerus. Begitu berhasil menerobos tingkat Raja Dewa Surgawi, aku harus lebih dulu menyempurnakan pondasi kekuatanku sebelum melanjutkan pelatihan.”
Lin Feng bergumam lirih sambil terus melanjutkan pelatihannya. Berbeda dengan Lin Feng, Lin Hua dan kelima saudari Jiang sejenak menyudahi latihan mereka, dan berfokus memperbaiki pondasi kekuatan milik mereka.
__ADS_1
Aura kuat terpancar dari tubuh mereka saat berusaha menyempurnakan pondasi kekuatan yang mereka miliki.
Aura panas terpancar dari tubuh Lin Hua membentuk siluet Phoenix api yang begitu cantik dan kuat.
Sementara dari kelima tubuh saudari Jiang, siluet Qilin dengan aura mistis yang kuat terpancar keluar dari tubuh mereka diwaktu bersamaan.
Lin Feng yang dapat merasakan aura kuat yang terpancar dari tubuh Lin Hua dan kelima saudari Jiang, dia hanya tersenyum sambil bergumam, “Hua’er dan mereka berlima sepertinya sangat berjodoh. Jiwa Phoenix Api, dan Jiwa Qilin Mistis, bersama-sama sulit untuk menandingi kekuatan mereka.”
Siluet Phoenix Api tak lama menghilang begitu Lin Hua berhasil menyempurnakan pondasi kekuatannya, begitu juga dengan siluet Qilin Mistis yang sebelumnya keluar, kini sosok mereka tak lagi terlihat begitu kelima saudari Jiang juga berhasil menyempurnakan pondasi kekuatannya.
“Aku merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya, tapi kekuatan ini masih belum cukup untuk membuatku bisa berdiri sejajar di sisi Feng’gege.” Merasa masih terlalu lemah, Lin Hua kembali meningkat kekuatan dengan menyerap energi kehidupan di dari inti kehidupan Dunia Monster.
Begitu juga dengan kelima saudari Jiang. Merasa kekuatan mereka belum cukup untuk melindungi Lin Hua, mereka kembali menyerap energi kehidupan, dan berharap dapat tumbuh lebih kuat supaya keberadaan mereka dapat menjadi pelindung bagi Lin Hua.
Sementara itu di Alam Sembilan Surga, pria yang tak lain adalah ayah dari Lin Hua tersenyum senang saat dirinya merasakan bangkitnya jiwa Phoenix Api yang dimiliki putrinya. Bukan hanya itu, dirinya semakin senang saat kekuatan tersembunyi kelima saudari Jiang ikut bangkit bersama bangkitnya kekuatan jiwa milik putrinya.
“Keanehan itu tidak hanya terjadi pada putriku, tapi juga pada mereka berlima. Apa semua ini memiliki hubungan dengan pria yang telah menjadi menantuku?” Dia merasa pencapaian putrinya dan kelima utusannya memiliki hubungan erat dengan pria yang telah menjadi menantunya.
“Jika benar semua itu berhubungan erat dengannya, aku sama sekali tidak tahu bagaimana cara dia melakukan itu, padahal keberadaannya masih di Alam Dewa, yang statusnya jelas lebih rendah dari keberadaan Alam Sembilan Surga.” Pikirannya buntu, dirinya sama sekali tidak tahu bagaimana semua itu bisa terjadi saat mereka semua masih tinggal di Alam Dewa.
Di tempat lain yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan Alam Sembilan Surga, dua sosok yang bergelar Dewa Agung Alam Semesta sama-sama mengarahkan pandangannya ke Alam Dewa.
“Bencana besar sedang mendekati Alam Dewa dan Alam Langit.”
“Aku tidak tahu apa mereka yang tinggal di tempat itu dapat bertahan dari bencana, yang pasti terjadi tak lama lagi. Namun, diwaktu yang sama aku dapat merasakan kekuatan besar mencoba bangkit di tempat itu.”
“Kekuatan yang sangat luar biasa besar, dan entah kenapa aku merasakan kekuatan itu jauh lebih besar dari apa yang kita miliki. Setidaknya, kekuatan itu sepuluh sampai seratus kali lebih kuat dibandingkan kita.”
__ADS_1
“Benar-benar kekuatan yang sangat luar biasa, tapi sayangnya butuh banyak waktu untuk membangkitkan kekuatan sebesar itu, dan aku tidak yakin kekuatan itu bangkit tepar pada waktunya sebelum terjadi bencana besar di tempat itu. Kalau saja bangkit tepat pada waktunya, aku yakin tempat itu dapat terhidar dari bencana.”
“Aku yakin kekuatan itu bangkit di waktu yang tepat dan mencegah terjadinya bencana besar di tempat itu, dan mungkin kekuatan itulah jawaban untuk permasalahan antara kita dan pentuasa Alam Kegelapan.”
“Jika benar kekuatan itu adalah jawaban untuk permasalahan kita dan penguasa Alam Kegelapan, apa perlu kita menyambut kedatangannya saat pemilik kekuatan itu sampai di Alam Sembilan Surga, atau kita hanya perlu mengawasi keberadaannya dari kejauhan seperti saat ini?”
“Sebaiknya kita tidak pergi menyambut kedatangannya, dan hanya mengawasi pergerakannya dari kejauhan. Namun, tidak menutup kemungkinan sosok itu mengetahui keberadaan kita, saat kita terus mengawasi keberadaannya. Bagaimanapun juga, kekuatannya bukanlah kekuatan yang bisa kita remehkan.”
“Jika dia mengetahui keberadaan kita dan merasa tersinggung, tidak ada pilihan lain bagi kita selain datang menemuinya untuk meminta maaf. Namun kalau dia acuh dengan keberadaan kita, sebaiknya kita tetap diam di tempat ini, dan tidak perlu menunjukkan diri padanya!”
“Kalau dia benar-benar tersinggung dan tidak memberi maaf pada kita, kita sepertinya hanya bisa pasrah dan berjuang seorang diri saat kedatangan penguasa Alam Kegelapan.”
Setelahnya tak lagi ada percakapan diantara keduanya, tapi mereka masih mengarahkan pandangan ke Alam Dewa, sekalian mengawasi keberadaan jutaan sosok yang berasal dari Alam Kegelapan.
Mereka sebenarnya tidak ingin membiarkan jutaan sosok dari Alam Kegelapan sampai di Alam Dewa maupun Alam Langit, tapi pembatas yang diciptakan Sang Pencipta sebelum sosoknya menghilang, membuat mereka tidak bisa pergi ke Alam Dewa apa lagi pergi ke Alam Langit.
Untuk saat ini mereka hanya bisa berharap prajurit penjaga kedua Alam mampu melindungi keberadaan makhluk hidup di Alam Dewa maupun Alam Langit. Mereka juga menumpuk harapan pada sosok pemilik kekuatan besar yang saat ini sedang berusaha membangkitkan kekuatan yang dimilikinya.
‘Semoga dia berhasil membangkitkan kekuatan tepat pada waktunya, dan menggunakan kekuatannya untuk mencegah musnahnya makhluk hidup di Alam Dewa maupun Alam Langit.’ Salah satu Dewa Agung membatin penuh harap.
Tak lama kedua Dewa Agung kembali memejamkan mata, mencoba meningkatkan kekuatan mereka yang mengalami penurunan setelah pertempuran besar melawan penguasa terdahulu Alam Kegelapan.
Kekuatan mereka merosot jauh dibandingkan kekuatan di masa lalu, dan tentunya saat ini mereka tidak mungkin mampu menghadapi kekuatan Penguasa Alam Kegelapan yang baru.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1