
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Lin Feng, Lin Hua, dan yang lainnya telah kembali ke Kota Cahaya Dewa. Puluhan ribu prajurit Kekaisaran Dewa yang menyerah, ikut mereka bawa ke kota dan dijadikan tawanan perang.
Sampai di Kota Cahaya Dewa, Lin Feng mengerutkan keningnya saat melihat banyaknya prajurit musuh yang menjadi tawanan perang. Apalagi dia melihat keberadaan salah satu penguasa yang sedang menanti hukuman darinya.
Lin Feng melayang turun dari ketinggian dan mendarat di sebelah Xiong Hu. “Kenapa kamu tidak langsung mengakhiri hidupnya?” Lin Feng bertanya pada Xiong Hu.
Xiong Hu sedikit menundukkan kepala, kemudian dia menjawab. “Aku merasa hanya Tuan yang berhak mengakhiri hidupnya, oleh karena itu aku membawanya ke Kota Cahaya Dewa sebagai tahanan perang.”
Mendengar itu Lin Feng menghela napas pelan, kemudian dia mengarahkan pandangannya pada Dong Wu. “Xiong Hu, aku tidak ingin darahnya mengotori kota ini! Bawa dia keluar, dan kamu bebas melakukan apapun padanya asalkan jauh dari kota ini! Namun, aku jauh lebih senang kalau kamu mengakhiri hidupnya.” Tegas Lin Feng mengatakan semua itu sambil mengarahkan pandangan pada Xiong Hu.
Xiong Hu dengan cepat menganggukkan kepala kemudian dia segera membawa Dong Wu pergi menjauhi Kota Cahaya Dewa dengan cara menyeretnya. Dia tidak pergi seorang diri, Lin Wucin dan Huang Zho ikut pergi bersamanya untuk menyaksikan langsung kematian Dong Wu.
Tak lama setelah kepergian Xiong Hu sambil menyeret Dong Wu, Huo Bin datang dan menempati tempat yang baru ditinggalkan Xiong Hu. “Ternyata kekuatan keluarga Lin sangatlah mengerikan, bahkan tiga penguasa sama sekali tidak sebanding dengan kekuatan keluarga Lin.” Huo Bin berkata pada Lin Feng.
Lin Feng tersenyum mendengarnya. “Keluarga Lin memang kuat, tapi kami masih sedikit mengalami kesulitan saat dihadapkan dengan musuh dalam jumlah besar.”
Dalam kekuatan keluarga Lin memang kuat, tapi dalam jumlah, jumlah anggota keluarga Lin sangatlah sedikit bahkan jumlahnya tidak sampai seratus ribu orang.
“Bagaimana kalau saudara menjadikan mereka semua sebagai bagian dari keluarga Lin.” Kalian yang dimaksud Huo Bin adalah para prajurit tawanan perang.
Mendengarkan perkataan Huo Bin, Lin Feng mengarahkan pandangan pada prajurit tawanan perang yang keseluruhannya hampir menyentuh angka satu juta prajurit. Jumlah mereka banyak, tapi belum tentu mereka semua ingin menjadi bagian dari keluarga Lin.
“Aku tidak yakin mereka semua ingin menjadi bagian dari keluarga Lin.” Lin Feng mengatakan apa yang dirasakannya.
“Jika saudara mengatakan semua itu karena tidak yakin dengan kesetiaan mereka, saudara bisa menanamkan segel budah di tubuh mereka, dan membuat tak adanya satu orangpun yang dapat berkhianat.” Huo Bin memberi saran.
Lin Feng sejenak mempertimbangkan saran yang diberikan Huo Bin. “Tidak ada salahnya melakukan itu pada mereka karena bagaimanapun juga, mereka adalah prajurit tawanan perang.”
Huo Bin menganggukkan kepal mendengar itu. “Memasang segel budak pada begitu banyak orang memerlukan banyak energi Qi. Kalau saudara membutuhkan bantuan energi Qi, aku siap memberikan punyaku saat saudara kehabisan energi Qi.”
“Saudara Bin tidak perlu repot-repot melakukan itu. Kalaupun aku harus memasang segel budak pada dua juta prajurit, Qi yang aku miliki lebih dari cukup untuk melakukan itu.” Tak menunggu balasan dari Huo Bin, Lin Feng langsung saja membuat segel tangan yang cukup rumit.
__ADS_1
Lin Feng tidak memasang segel budak seperti yang dilakukan untuk mengikat para budak pada umumnya. Dia lebih memilih memasang segel berbentuk array yang dipelajarinya dari kitab master array yang pernah dibacanya. Segel itu tidak membatasi pergerakan budak, para budak masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa meski di dalam tubuh mereka terdapat segel budak.
Segel di tubuh mereka baru bereaksi, saat mereka memiliki niatan berkhianat, atau memiliki niatan buruk pada orang-orang yang tidak diizinkan diganggu oleh sosok yang menanamkan segel budak dalam tubuh mereka.
Kalau sampai mereka melakukan itu, tubuh mereka dapat terbakar sampai berubah menjadi debu, bahkan jiwa mereka tidak lagi memiliki kesempatan untuk kembali bereinkarnasi.
Semua proses penanaman segel budak berlangsung sangat cepat, dan tanpa sadar semua prajurit tawanan perang telah menjadi budak keluarga Lin. Meski baru melakukan pekerjaan besar, Lin Feng sama sekali tidak merasakan kelelahan karena dia hanya sedikit kehilangan energi Qi yang dimilikinya.
“Sekarang mereka adalah budak keluarga Lin, dan selain aku tak ada orang lain yang bisa menghilangkan segel budak di tubuh mereka. Jika memaksa melepas segel tanpa seizinku, mereka akan mati bersama orang yang mereka mintai pertolongan.” Lin Feng tersenyum senang, tapi Huo Bin merinding saat melihat senyuman Lin Feng.
Huo Bin tidak menyangka begitu cepat Lin Feng memasang segel budak pada segitu banyaknya orang, bahkan dia hanya mampu melihat sekilas apa yang dilakukan olehnya.
“Dengan begini kekuatan dan jumlah anggota keluarga Lin sudah jauh melampaui apa yang aku miliki.” Huo Bin tidak tau harus senang atau sedih setelah mengetahui semua itu.
“Mereka hanya sementara menjadi bagian dari keluarga Lin, tapi jika di masa depan mereka tidak kunjung memiliki kesetiaan pada keluarga Lin tanpa paksaan, dengan berat hati aku harus mengakhiri hidup mereka!” ungkap Lin Feng.
“Apapun yang kedepannya kamu lakukan pada mereka, itu semua adalah hak kamu, dan tak seorangpun berhak mengatur apa yang harus kamu lakukan pada mereka.” Setelah mengatakan itu Huo Bin memilih diam, tapi dia tidak beranjak pergi dari tempatnya.
Sedangkan Lin Feng, dia hanya tersenyum setelah mendengar perkataan Huo Bin, kemudian dia pergi menemui Lin Hua, dan menceritakan apa yang baru dirinya lakukan pada seluruh prajurit tawanan perang.
Sementara itu di tempat yang bernamakan Alam Kegelapan, sebuah Alam yang tidak terdapat dalam tiga Alam utama penyusun Alam semesta. Pria berjubah hitam dengan aura kuat yang mampu melenyapkan seorang Dewa Surgawi Bintang 9 hanya dengan menjentikkan jari, dia sedang menatap luasnya Alam Semesta.
Kedua matanya melihat keberadaan Alam Langit dan Alam Dewa yang keberadaannya bagaikan sampah karena lemahnya kekuatan yang dimiliki kedua Alam itu.
Mengarahkan pandangannya ke arah Alam Sembilan Surga, terlihat senyuman tipis di bibirnya. “Memang hanya Alam Sembilan Surga yang mampu memberi hiburan padaku. Untuk dua Alam lainnya, peliharaanku sudah lebih dari cukup untuk ******* habis seluruh makhluk hidup di tempat itu.”
Pria berjubah hitam menjentikkan jari, dan muncullah jutaan sosok yang seluruh anggota tubuhnya berwarna hitam dengan kedua mata menyala merah terang.
Aura kuat terpancar dari jutaan sosok yang muncul di hadapannya. Dari aura yang mereka keluarkan, dapat dirasakan jika yang terlemah dari mereka berada di tingkat Dewa Langit, dan yang terkuat berada di tingkat Raja Dewa Surgawi.
Semua sosok hitam berlutut saat mereka melihat pria berjubah hitam. Semua berlutut, dan tak ada yang berani mengangkat kepala mereka. “Kalian hanyalah sekumpulan sampah bagiku, tapi kalian tetap dapat aku manfaatkan.”
Pria berjubah hitam mengarahkan jari telunjuknya menunjuk keberadaan Alam Langit dan Alam Dewa.
“Terserah Alam mana yang ingin kalian hancurkan terlebih dahulu, tapi kalian hanya punya waktu tujuh hari untuk menghancurkan keduanya! Jika kalian gagal melakukannya dalam tujuh hari, aku sendiri yang akan melenyapkan kalian!”
__ADS_1
Pria berjubah hitam tidak pernah main-main dengan perkataannya, dan dia benar-benar akan membunuh semua sosok hitam di hadapannya seandainya mereka gagal menyelesaikan tugas yang diberikannya.
“Milyaran tahun yang lalu pendahukuku gagal menguasai Alam Semesta dan mengalahkan selurun Dewa Agung. Namun, dengan persiapan yang lebih baik, aku tidak mungkin gatal mewujudkan apa yang menjadi keinginan pendahukuku...”
“Apalagi saat ini hanya tersisa dua Dewa Agung dari lima yang dulu bersama-sama menghadapi pendahukuku. Tiga Dewa Agung mati saat menghentikan rencana pendahukuku, hanya dengan dua Dewa Agung, mereka tidak memiliki kesempatan dapat menghentikanku!”
Lemah, itulah yang dilihat pria berjubah hitam dari kekuatan yang saat ini dimiliki oleh pelindung Alam Semesta.
Dirinya telah menyiapkan lebih dari sepuluh juta sosok hitam yang merupakan makhluk ciptaannya untuk menyerang Alam Sembilan Surga. Mereka rata-rata memiliki kekuatan di tingkat Raja Dewa Surgawi dan tingkat Kaisar Dewa Surgawi.
Sedangkan untuk makhluk ciptaannya yang memiliki kekuatan di bawah tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 2, mereka adalah sosok yang saat ini berada di hadapannya. Sebenarnya mereka bukan produk gagal, melainkan produk yang sulit berkembang.
Meski kekuatan mereka lebih lemah dari mereka yang dipersiapkan untuk menyerang Alam Sembilan Surga, tapi kekuatan mereka lebih dari cukup untuk memusnahkan seluruh kehidupan di Alam. Langit dan Alam Dewa.
Pria berjubah hitam sudah memberi perintah, jutaan sosok bertubuh hitam yang faham akan perintah pria berjubah hitam, mereka segera memisahkan diri menjadi dua kelompok. Mereka yang terlemah pergi menuju Alam Langit, dan yang sedikit lebih kuat pergi ke Alam Dewa.
Jarak Alam Kegelapan dengan tiga Alam penyusun Alam Semesta tidaklah dekat. Setidaknya mereka membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan ke depan untuk sampai tempat tujuan.
Sekalipun mereka sudah sampai di tempat tujuan, dengan kekuatan yang mereka miliki, mereka tidak bisa begitu saja memasuki Alam Langit maupun Alam Dewa.
Terdapat segel pembatas kekuatan yang harus mereka hancurkan, belum lagi mereka harus menghadapi penjaga di setiap Alam. Mereka baru bisa memasuki Alam Langit dan Alam Dewa, setelah berhasil menghancurkan segel pembatas kekuatan, dan melenyapkan keberadaan penjaga setiap Alam.
Namun, semua itu bukan masalah berarti bagi mereka yang memiliki kekuatan besar, bahkan kekuatan mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan para penjaga Alam.
Saat ini Alam Langit memiliki satu juta prajurit penjaga yang seluruh kekuatannya berada di tingkat Kaisar Dewa Bintang 8. Sedangkan Alam Dewa memiliki satu juta prajurit penjaga yang seluruhnya memiliki kekuatan di tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 8. Mereka adalah prajurit penjaga Alam Semesta yang bertugas melindungi Alam Langit dan Alam Dewa, tapi mereka tidak berhak ikut campur apapun yang terjadi di dalam Alam yang mereka jaga.
Pada akhirnya seluruh sosok hitam memulai perjalanan mereka menuju Alam Langit dan Alam Dewa. Sementara itu, pria berjubah hitam yang melihat kepergian mereka, dia sama sekali tidak khawatir mereka mengalami kegagalan. “Alam Langit dan Alam Dewa tak memiliki kesempatan bertahan dari mereka.”
Batasan kekuatan di kedua Alam, membuat dirinya yakin perkataannya tak lama lagi pasti terwujud.
Sambil menunggu kabar baik dari Alam Langit dan Alam Dewa, pria berjubah hitam memilih kembali melanjutkan pelatihannya. “Meski sulit bagiku menerobos tingkat yang lebih tinggi, aku masih bisa meningkatkan kekuatan dengan memperbaiki pondasi kekuatanku.” Dia bergumam lirih sebelum kedua matanya terpejam.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1