
Aura kuat terpancar dari arah bagian terdalam kediaman keluarga Lin dan perlahan aura itu mendekati tempat rombongan Lin Feng. Aura kuat itu milik Tetua Agung keluarga Lin Alam Sembilan Surga tingkat kedua yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Semesta Bintang 1.
Dari sekian banyak orang di dalam rombongan Lin Feng, hanya Lin Luyao dan sepuluh prajurit pengawalnya yang merasa sedikit terancam saat mereka merasakan aura kekuatan Tetua Agung, sedangkan yang lainnya, mereka merasa biasa-biasa saja dan semua itu terlihat jelas oleh kedua mata Lin Yuan.
‘Orang-orang yang mendampingi perjalanan Tuan Muda bukanlah sosok sembarangan,’ ujar Lin Yuan membatin.
Mengarahkan pandangan ke arah datangnya aura yang sebenarnya cukup membuatnya tidak senang, Lin Feng mengeluarkan aura, menekan balik aura yang tak seberapa kuat milik Tetua Agung.
“Menyambut tamu dengan mengedarkan aura kekuatan yang disertai niat membunuh. Apa kau sudah merasa kuat hanya karena berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta Bintang 1? Kamu masih terlalu lemah untuk menjadi lawanku!” ujar Lin Feng bersamaan dengan jatuhnya pria tua dari ketinggian dan tubuhnya menghantam bebas permukaan tanah.
Pria tua itu adalah Tetua Agung keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat kedua, dan terlihat ekspresi wajahnya sangat jelek setelah ia terhempas jatuh akibat tekanan kuat kekuatan yang telah jauh melampaui kekuatannya.
“Siapa kalian? Beraninya kalian tidak berlutut di hadapanku dan kau justru menggunakan aura kekuatan untuk menyerangku!” teriak Tetua Agung dengan suara lantang sambil ia bangkit berdiri.
Lin Luyao ingin menunjukkan lencana emas miliknya bersamaan dengan Lin Yuan yang ingin menjelaskan pada Tetua Agung siapa-siapa saja yang berada di hadapannya, tapi mereka segera mengurungkan niatnya setelah mendengar perkataan Lin Feng.
“Dia bukan Tetua Agung keluarga Lin. Auranya sangat gelap, jauh berbeda dengan auar anggota keluarga Lin. Kemungkinan besar dia adalah anggota kelompok pemilik kekuatan elemen kegelapan yang sedang menyamar sebagai sosok Tetua Agung,” kata Lin Feng melalui telepati.
“Tuan Muda, kalau ia bukan Tetua Agung, lalu dimana Tetua Agung yang sebenarnya? Apa ia telah ditangkap mereka yang berasal dari kelompok pemilik elemen kegelapan?” tanya Lin Yuan melalui telepati.
Lin Feng mengarahkan pandangan mata Dewa jauh ke dalam kediaman keluarga Lin, dan ia berhasil menemukan apa yang dicari tapi di waktu bersamaan dia juga menemukan sesuatu yang sangat membahayakan keberadaan anggota keluarga Lin.
“Saudara, saat ini Tetua Agung yang sebenarnya berada di ruangan tersembunyi di belakang aula kediaman, tapi ia di tempat itu tidak sendirian melainkan ada puluhan sosok pemilik elemen kegelapan yang menemaninya,” ungkap Lin Feng memberi tahu keberadaan sosok Tetua Agung yang sebenarnya.
__ADS_1
Kilatan petir biru keemasan muncul di sekeliling tubuh Lin Luyao. Dia marah setelah mengetahui keberadaan sosok Tetua Agung yang sebenarnya. Bagaimanapun juga Tetua Agung adalah kakaknya, dan ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kakaknya.
“Kalian bertiga urus orang itu!” Lin Feng memberi perintah pada Lin Cang dan dua orang lainnya untuk mengurus sosok Tetua Agung Palsu. “Hua’er, Lin Baoshi, Lin Yanran, kalian ikut denganku membereskan musuh di kediaman keluarga Lin!” lanjutnya berkata.
Lin Yuan yang namanya tidak dipanggil Lin Feng, ia bingung harus melakukan apa dan akhirnya memutuskan bertanya, “Tuan Muda, apa yang sekarang sebaiknya aku lakukan?” tanyanya pada Lin Feng.
“Sebaiknya saudara segera pergi ke gerbang kediaman, perintahkan prajurit penjaga untuk mengunci gerbang, dan ingat, jangan pernah biarkan siapapun meninggalkan kediaman ini!” perintahnya pada Lin Yuan, dan ia meminta Lin Luyao serta sepuluh prajuritnya membantu Lin Yuan.
Semua orang segera melakukan sesuai intruksi yang diberikan Lin Feng, dan apa yang mereka lakukan membuat bingung sosok yang saat ini sedang menyamar sebagai Tetua Agung keluarga Lin.
“Apa yang sedang kalian lakukan? Lin Yuan, kenapa kamu mengabaikan aku dan tidak segera mengusir mereka semua pergi dari kediaman ini!” teriaknya, tapi seketika mulutnya terkunci rapat saat tiga sosok dengan aura kuat mengelilinginya dari tiga arah berbeda.
Lin Feng, Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran, mereka bergerak cepat bagaikan kilatan cahaya, dan hanya dalam satu kedipan mata mereka semua telah sampai di aula kediaman keluarga Lin yang dijaga belasan prajurit.
“Mereka semua bukan anggota keluarga Lin, melainkan sekelompok orang yang sedang menyamar sebagai anggota keluarga Lin,” kata Lin Feng terdengar jelas oleh Lin Hua dan dua orang lainnya.
“Bang... Bang...” Pukulan Lin Feng menghantam tubuh dua orang yang menyamar sebagai anggota keluarga Lin. Perbedaan kekuatan yang terlampau jauh, membuat keduanya terluka cukup parah dan tumbang hanya dalam satu kali serangan.
Lin Hua dan dua orang lainnya mengikuti apa yang dilakukan Lin Feng, menyerang mereka yang telah menyamar menjadi anggota keluarga Lin. Serangan mereka sangatlah kuat, dan tak ada yang dapat bertahan dari serangan mereka.
Saat Lin Feng dan yang lainnya menyerang mereka yang sedang menyamar menjadi anggota keluarga Lin, tiba-tiba saja muncul puluhan orang yang merupakan anggota keluarga Lin, dan mereka mengira keberadaan Lin Feng serta tiga orang lainnya sebagai penyusup yang sedang menyerang kediaman keluarga Lin.
Sebelum mereka menyerang, Lin Feng melempar ke arah mereka lencana emas miliknya dan berkata, “Sebaiknya kalian diam di tempat dan coba rasakan aura mereka yang telah kehilangan kesadaran!” Suara Lin Feng terdengar jelas dan orang yang menangkap lencana milik Lin Feng, tangannya sudah gemetaran setelah melihat apa yang ada di genggaman tangannya.
__ADS_1
“Le-lencana emas! Di-dia pemilik lencana emas keluarga Lin,” teriak orang itu, membuat mereka yang semula ingin menyerang kelompok Lin Feng, seketika mereka berhenti mengarah, dan bersama-sama mengarahkan pandangan pada salah satu dari mereka yang baru saja berteriak.
Mereka semua melihat lencana di tangan orang itu. Menghubungkan keberadaan lencana dan kata-kata yang sebelumnya diteriakkan Lin Feng, mereka segera mencoba merasakan aura mereka yang sudah kehilangan kesadaran, dan tak lama mereka menyadari sesuatu.
“Tak satupun dari mereka memiliki aura kekuatan elemen petir. Jelas mereka adalah orang yang sedang menyamar sebagai anggota keluarga Lin!” kata salah satu dari prajurit keluarga Lin, dan sekarang mereka tahu kalau orang-orang yang sedang bertarung, mereka sedang membereskan keberadaan para penyusup.
Lin Feng tersenyum kecil melihat orang-orang dari keluarga Lin cepat memahami situasi, dan sekarang ia bisa kembali fokus menghadapi musuh yang jumlahnya hanya tersisa beberapa orang. Akan tetapi, ada lima sosok kuat yang saat ini sedang menahan sosok Tetua Agung.
Berhasil mengalahkan semua musuh yang berjaga di luar aula keluarga Lin, Lin Feng dan tiga orang lainnya bergegas masuk ke dalam aula, dan kedatangan mereka langsung mendapat sambutan dari empat orang yang masing-masing kekuatannya telah berada di tingkat Dewa Agung Bintang 9.
“Ternyata keberadaan kami sudah diketahui, tapi meskipun kalian mengetahui keberadaan kami, itu semua percuma karena di tempat ini tak satupun dari kalian mampu melawan pemimpin kami, yang saat ini sedang menyerap kekuatan Tetua Agung kalian!” ungkap salah satu dari empat orang yang berdiri sejajar di hadapan kelompok Lin Feng.
“Apa yang kalian maksud pemimpin adalah manusia lemah yang saat ini kekuatannya berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 2?” ujar Lin Feng sambil melirik sebuah ruangan yang tepat berada di bagian belakang aula kediaman keluarga Lin.
Keempatnya terkejut mendengar perkataan Lin Feng, tak satupun dari mereka menyangka jika Lin Feng tahu seberapa besar kekuatan yang dimiliki pemimpin mereka. Bukan hanya itu, dari arah pandangan Lin Feng, mereka menyimpulkan jika pria itu tahu dimana keberadaan pemimpin mereka yang sedang menyerap kekuatan Tetua Agung keluarga Lin.
Tak ingin membuang waktu, memanfaatkan keterkejutan mereka Lin Feng memberi tugas pada Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran menyerang mereka. Ketiganya mengangguk bersamaan, dan dengan gerakan cepat bagaikan kilatan cahaya mereka melesat maju menyerang musuh.
Saat tiga orang yang datang bersamanya menyerang musuh, Lin Feng dengan santainya berjalan menuju ruangan tempat pemimpin musuh yang mencoba meningkatkan kekuatannya dengan menyerap kekuatan Tetua Agung keluarga Lin yang saat ini kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Semesta Bintang 1.
“Boom...” Lin Feng menghancurkan keberadaan pintu tebal yang memisahkan aula dan ruangan rahasia tepat di bagian belakang aula kediaman keluarga Lin.
“Jangan harap bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan!” teriak Lin Feng.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.