
Setelah Lin Feng mengalahkan dua monster gorila dan wanita iblis yang merupakan musuh terkuatnya untuk saat ini, ia melesat mengejar para iblis dan monster yang melarikan diri, dan menyerang mereka.
“Boom... Boom... Boom...” Kilatan petir menyambar tanpa henti, merubah iblis dan monster menjadi abu begitu terkena sambarannya. Lin Feng tak sedikitpun menahan diri, kilatan petir hitam keemasan terus ia keluarkan, menyambar dan merubah musuhnya menjadi abu.
Tak ada musuh yang selamat begitu mereka tersambar petir. Mati menjadi abu bagi yang lemah, dan mati dengan darah mengering bagi mereka yang lebih kuat. Namun sebelum kematian mendatangi mereka, tak lupa Lin Feng lebih dulu menyerap kekuatan mereka.
Semua iblis dan monster semakin cepat lari menyelamatkan diri mereka, melihat kengerian petir hitam keemasan yang dikeluarkan Lin Feng. Sekuat tenaga mereka mencoba menyelamatkan diri, tapi pada akhirnya satu-persatu mereka mati tersambar kilatan petir.
Kekuatan petir yang dikeluarkan Lin Feng bukanlah sesuatu yang dapat mereka lawan, para iblis dan monster terus bertumbangan sampai akhirnya dari ratusan ribu hanya tersisa puluhan ribu yang berhasil lari menyelamatkan diri mereka.
Lin Feng tidak melanjutkan pengejaran, ia memilih putar arah dan kembali ke Kota Bambu Hijau. Bala bantuan iblis dan monster yang menyerang Kota Bambu Hijau memang berhasil ia kalahkan dan usir mundur, tapi ia tidak melupakan keberadaan iblis dan monster yang sudah lebih dulu menyerang Kota Bambu Hijau.
Meski di tempat itu sudah ada Lin Hua dan dua orang lainnya yang kekuatannya telah berada di tingkat Dewa Semesta, Lin Feng tetap khawatir dengan keadaan Kota Bambu Hijau, tapi ia lebih mengkhawatirkan keadaan Lin Hua dan dua orang lainnya.
Lin Feng mempercepat gerakannya dan tak lama ia dapat melihat keadaan Kota Bambu Hijau, yang mana pertempuran masih terjadi di sekeliling benteng kota. Akan tetapi, ia dapat melihat jumlah musuh yang sudah sangat berkurang dari sebelum kepergiannya.
Sosok wanita cantik bercadar yang tak lain adalah Lin Hua, terlihat dimatanya wanitanya itu sedang melawan sepuluh iblis yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Agung Bintang 9. Dibantu dua wanita dan dua pria yang tak dikenalnya, tidak sulit bagi mereka mengalahkan sepuluh iblis yang sudah dalam keadaan terluka parah.
Lin Hua terbang melayang ke arah Lin Feng begitu ia selesai membunuh musuh-musuhnya, tak lama Lin Baoshi dan Lin Yanran juga terbang melayang ke arah Lin Feng, dan akhirnya mereka berempat kembali berkumpul di atas lautan mayat iblis dan monster.
Lin Feng membuka mulut berkata pada Lin Hua yang sudah berada di hadapannya, “Hua’er, bagaimana keadaanmu, apa ada yang terluka?” Lin Feng memegang Lin Hua, membalikkan tubuhnya menghadap ke belakang, memastikan tak ada luka di tubuhnya. Setelah memastikan tak ada luka di tubuh Lin Hua, Lin Feng sedikit bisa bernapas lega.
“Swuusshh... Swuusshh...” Dua pria dan dan dua wanita yang sebelumnya membantu Lin Hua melawan musuh-musuhnya, mereka datang ke tempat berkumpulnya Lin Feng dan yang lainnya, tapi mereka berempat mengarahkan tatapan sinis pada Lin Feng yang tak pernah mereka lihat keberadaannya saat iblis dan monster menyerang benteng Kota Bambu Hijau.
__ADS_1
Lin Feng yang tidak bisa membaca isi pikiran mereka, ia hanya mengerutkan kening melihat bagaimana tatapan yang diberikan mereka padanya. Jelas keempatnya menatap sinis keberadaannya, dan ia tidak tahu apa penyebab mereka memberi pandangan seperti itu padanya. Namun Lin Feng memilih mengabaikan mereka, dikarenakan mereka memang tak ada hubungan apapun dengan dirinya.
“Kedua Nona dan juga Tuan, aku sebagai putra penguasa Kota Bambu Hijau, aku ingin menjamu kedua Nona dan Tuan yang telah membantu menjaga Kota Bambu Hijau dari serangan iblis dan monster!” kata salah satu pria dan ia sama sekali tidak menganggap keberadaan Lin Feng.
“Kedua Nona dan juga Tuan telah berjasa besar dalam melindungi kota, aku akan meminta pada ayahku untuk memberi hadiah yang layak untuk kalian, sesuai dengan jasa yang kalian berikan,” kata pria lainnya dan ia adalah putra kedua penguasa kota, sedangkan dua wanita yang ikut bersama kedua putra penguasa kota, mereka adalah istri dari masing-masing putra penguasa kota.
“Kalau kalian hanya mengundang aku dan kedua saudaraku, aku menolak undangan kalian. Namun jika dia juga kalian undang, aku akan mempertimbangkan undangan kalian!” Dia yang dimaksud Lin Hua tentu Lin Feng, dan jika mereka tidak mengundang Lin Feng tentu ia menolak undangan mereka.
Putra pertama penguasa kota menatap Lin Feng. Meski sebenarnya enggan mengundangnya, ia terpaksa mengundang Lin Feng karena bagaimanapun juga ia menginginkan sesuatu dari Lin Hua. “Dia bisa ikut serta dengan Nona, kalau itu memang keinginan Nona,” katanya.
Lin Hua menganggukkan kepala dan setelah mendapat persetujuan Lin Feng, ia dan yang lainnya pergi mengikuti kedua putra penguasa kota serta istri-istri mereka. Mereka kembali memasuki Kota Bambu Hijau setelah sebelumnya melakukan pertempuran di luar benteng kota. Terus terbang melayang, tak lama mereka akhirnya tiba di kediaman penguasa kota.
Seorang pria tua dan wanita cantik yang belum luntur kecantikannya meski tak lagi muda menyambut senang kedatangan mereka, “Kalian semua memang permata Kota Bambu Hijau karena tanpa kalian ini tidak mungkin bertahan saat iblis dan monster datang menyerang!” kata pria tua yang tak lain ia adalah penguasa kota, dan barusan ia berkata pada kedua putra dan kedua menantunya. Dia belum melihat keberadaan Lin Feng dan yang lainnya karena fokusnya saat ini hanya tertuju pada anggota keluarganya.
Hanya menyebutkan tiga orang semakin jelas menunjukkan kalau ia tidak menganggap keberadaan Lin Feng, dan itu membuat Lin Hua serta dua orang lainnya diam menahan amarah. Mereka tidak menyukai sikap putra pertama penguasa kota, tapi mereka masih tetap diam karena tak ada instruksi dari Lin Feng.
Penguasa kota dan istrinya senang menyambut kedatangan Lin Hua dan dua orang lainnya setelah mendengar penjelasan putra pertama mereka, tapi mereka bingung dengan keberadaan satu orang lagi yang sama sekali tidak disinggung oleh putra mereka.
“Putraku, siapa dia? Kenapa dia ikut dalam kelompok pahlawan Kota Bambu Hijau?” tanya penguasa kota pada putranya, menanyakan keberadaan pria yang sedikitpun tak disinggung keberadaannya oleh kedua putranya. Sedangkan untuk Lin Hua dan dua orang lainnya, mereka telah ia anggap sebagai pahlawan Kota Bambu Hijau.
Kedua putra penguasa kota mengarahkan pandangan pada Lin Feng, setelah mendengar pertanyaan ayah mereka. “Dia hanya tamu tak diundang yang ikut datang karena aku mengikuti kemauan Nona bercadar,” kata putra pertama penguasa kota.
Mendengarnya, penguasa kota dan istrinya segera mengabaikan keberadaan Lin Feng, dan bergegas mereka mempersilahkan para pahlawan baru Kota Bambu Hijau untuk memasuki kediaman penguasa kota.
__ADS_1
“Sepertinya aku tidak bisa mengikuti keinginan kalian!” kata Lin Hua menolak memasuki kediaman penguasa Kota.
“Nona benar, untuk apa kita mengikuti keinginan mereka, sementara mereka tidak menganggap keberadaan Tuan Muda,” kata Lin Yanran yang sudah tidak bisa menahan amarahnya atas penghinaan keluarga penguasa Kota Bambu Hijau pada Lin Feng.
“Kedua Nona, apa maksud kalian? Kenapa kalian tiba-tiba menolak masuk ke kediaman, dan siapa Tuan Muda yang kalian maksud?” tanya putra pertama penguasa kota.
“Aku tidak perlu menjelaskan padamu siapa Tuan Mudaku, tapi satu hal yang harus kamu tahu, kami tidak pernah memberi maaf pada siapapun yang berani menghina Tuan Muda kami!” Jelas Lin Yanran mengatakan apa yang ia katakan, bahkan aura kekuatan Dewa Semata Bintang 3 miliknya sedikit bocor membuat keluarga penguasa kota gemetar ketakutan.
Lin Feng memegang bahu Lin Yanran, mencoba menenangkannya. “Tarik kembali auramu karena banyak orang yang lebih lemah darimu di tempat ini! Kalau kamu memang tidak suka dengan apa yang mereka lakukan padaku, kita bisa pergi dari tempat ini!” kata Lin Feng.
Lin Yanran menuruti apa yang menjadi keinginan Lin Feng, sedangkan Lin Feng saat ini mengarahkan pandangan pada keluarga penguasa kota, terutama pada kedua putra penguasa kota.
Lin Feng melemparkan dua kristal inti kehidupan milik monster gorila pada putra pertama penguasa kota, menangkap kristal inti kehidupan pemberian Lin Feng, ia tahu kristal inti kehidupan di tangannya merupakan milik monster yang telah mencapai tingkat Dewa Semesta.
“Aku pergi ke sisi lain untuk membunuh bala bantuan musuh dan pemimpin utama musuh!” kata Lin Feng membuat keluarga penguasa kota tertunduk malu karena sebelumnya mereka menganggap Lin Feng adalah pria tidak berguna, yang hanya mengandalkan ketampanan untuk mendapatkan perlindungan para wanita.
Lin Feng mengambil dua langkah maju, dan saat ini ia berada di hadapan kedua putra penguasa kota. “Aku tahu tujuan utama kalian mengundang kami ke tempat ini, tapi sebaiknya segera lupakan apa yang menjadi tujuan kalian karena wanita yang ingin kalian miliki adalah milikku! Dia istriku, dan satu-satunya wanita dalam hidupku!” kata Lin Feng dengan dingin.
Pergi begitu saja bersama Lin Hua dan dua orang lainnya begitu selesai berkata, Lin Feng tak menganggap keberadaan keluarga penguasa kota yang masih tertunduk malu karena perbuatan mereka sendiri.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1