
Keadaan Kota Bambu Ungu berangsur-angsur kembali normal setelah sempat terjadi kepanikan akibat serangan iblis dan monster. Setelah seluruh iblis dan monster yang datang menyerang kota berhasil di kalahkan, semua orang mulai kembali pada aktivitas masing-masing, tapi keadaan di luar benteng kota saat ini masih terasa mencekam dengan adanya mayat puluhan ribu iblis dan monster.
Sedangkan untuk mayat orang-orang yang bertarung sampai mati demi melindungi Kota Bambu Hijau, saat ini mereka telah dikumpulkan di lokasi pemakaman, dan rencananya mereka akan dimakamkan secara masal.
Setelah keluarga mereka dan semua orang yang hadir dalam pemakaman selesai memberi penghormatan terakhir pada mereka yang gugur sebagai pahlawan Kota Bambu Hijau, acara pemakaman pun segera di mulai.
Lin Feng, Lin Hua, dan dua orang lainnya yang turut hadir dalam acara pemakaman, mereka dapat melihat wajah-wajah sedih para keluarga, yang kehilangan anggota keluarga mereka dalam pertempuran di benteng kota.
“Apa kalian melihat keberadaan delapan orang yang datang ke kota ini bersama dengan kita?” tanya Lin Feng pada Lin Hua dan yang lainnya, menanyakan keadaan keadaan teman seperjalanan saat menuju Kota Bambu Hijau.
“Aku tidak tahu seperti apa keadaan mereka, tapi aku berharap mereka dalam keadaan baik-baik saja,” jawab Lin Hua mewakili Lin Baoshi dan Lin Yanran, yang mana mereka memiliki jawaban sama persis dengannya.
“Sebaiknya kita kembali ke penginapan! Siapa tahu mereka sudah berada di tempat itu,” kata Lin Feng lalu ia menggandeng tangan Lin Hua, berjalan menuju penginapan yang sudah ia sewa untuk dua hari ke depan.
Sampai di penginapan, Lin Feng dan yang lainnya bertemu dengan delapan orang, yang sebelumnya ingin mereka ketahui keadaannya. Meski dua dari delapan orang dalam keadaan luka, setidaknya mereka berhasil selamat dalam pertempuran melawan iblis dan monster.
Untuk mempercepat kesembuhan mereka yang terluka, Lin Feng memberi masing-masing dua pil pemulihan, sedangkan untuk mereka yang tak terluka, Lin Feng memberi mereka masing-masing satu pil pemilihan.
Meninggalkan delapan orang dan juga Lin Baoshi serta Lin Yanran yang masih berada di lantai satu, Lin Feng dan Lin Hua pergi ke kamar mereka. Selesai membersihkan diri, dengan pakaian yang tak sempurna menutupi tubuh mereka, keduanya bergumul mesra di atas tempat tidur. Mereka sudah lama tidak melakukan rutinitas suami istri, dan hari ini mereka ingin melakukannya sampai puas.
__ADS_1
Keduanya tak kenal lelah memburu kenikmatan. Keringat yang membasahi tubuh serta suara indah yang keluar dari mulut mereka, adalah bukti jika mereka sangat menikmati, apa yang sedang mereka lakukan. Suara keduanya memenuhi kamar, tapi adanya array pembatas yang dibuat Lin Feng, membuat orang di luar kamar tak bisa mendengar suara mereka.
Lin Feng berkali-kali menghujamkan miliknya ke liang surgawi milik Lin Hua yang begitu licit tapi juga rapat. Bosan dengan satu posisi, mereka terus saja berganti posisi, dan satu kali puncak kenikmatan belum cukup untuk keduanya. Mereka terus melakukannya lagi dan lagi, dan tanpa terasa sudah semalaman mereka melakukannya.
Pagi harinya, keduanya bangun bersama, lalu lanjut mandi bersama sambil melanjutkan aktivitas mereka sebagai pasangan suami istri. Tak lama mereka melakukan, dan setelah sama-sama meraih puncak kenikmatan keduanya memilih mengakhiri aktivitasnya.
Lin Hua yang telah selesai berdandan dan kembali memakai cadarnya, ia berkata pada Lin Feng, “Gege, bukannya semalam kamu terlalu berlebihan? Lihat! Sekarang jalanku masih terlihat aneh karena rasanya masih ada yang mengganjal di tempat itu.”
Dia merasakan milik Lin Feng seolah-olah masih berada di liang surgawi miliknya, dan itu membuat miliknya terasa basah sepanjang waktu. Akan tetapi, ia menyembunyikan liang surgawi miliknya yang senantiasa basah dari Lin Feng, dikarena ia tak ingin diterkam kembali oleh harimau lapar, yang senantiasa lapar akan kenikmatan.
“Aku hanya ingin memberikan kepuasan pada istriku, dan bukannya kami menyukainya?” tanya Lin Feng, dan dijawab Lin Hua dengan menganggukkan kepala karena ia memang sangat menikmatinya bahkan ingin melakukannya lagi dan lagi. “Sebenarnya aku masih menginginkannya, tapi waktunya saat ini tidak cepat karena secepatnya kita harus melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
Lin Hua tersenyum di balik cadarnya karena ia sendiri sebenarnya juga ingin kembali melakukannya, tapi saat ini bukan waktu yang tepat. Meningkatkan kekuatan lebih menjadi prioritasnya untuk saat ini, dan untuk kebutuhannya tentang kenikmatan ia bisa memintanya selama ada kesempatan melakukannya.
Lin Feng dan Lin Hua bersama-sama menyapa mereka, lalu mereka segera pergi ke lantai pertama penginapan yang merupakan kedai makan. Terlihat suasana kedai pagi ini sudah ramai, dan Lin Feng sangat tertarik dengan pembicaraan orang-orang di kedai makan.
"Apa Tuan Muda penasaran dengan rencana keluarga Lin dan keluarga Suci Guo, yang kali ini mereka ingin menyatukan kekuatan, dan bersama-sama menyerang pusat kekuatan iblis dan monster di alam ini?” tanya Lin Baoshi yang melihat raut wajah penasaran Lin Feng.
“Aku memang sangat penasaran dengan mereka, dan jika rencana menyatukan kekuatan mereka berhasil bukannya itu dapat membuka jalan terciptanya hubungan baik antara kedua keluarga?” ujar Lin Feng yang sebenarnya sedikit berharap tercipta hubungan baik antara keluarga Lin dan keluarga Suci Guo, meski sebenarnya ia tidak menyukai keberadaan kedua keluarga itu.
__ADS_1
“Untuk menyatukan kekuatan mereka di alam ini sangatlah mungkin, tapi menyatukan kekuatan mereka secara keseluruhan adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan, apalagi Tuan Muda juga tahu seburuk apa hubungan kedua keluarga di luar alam ini! Di luar alam ini kedua keluarga bagaikan hubungan antara air dan api, yang tak pernah bisa disatukan!” ungkap Lin Baoshi.
Lin Feng tahu semua itu, dan memang sulit menyatukan mereka secara menyeluruh bahkan itu dapat dikatakan sebagai sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.
“Lalu, apa mereka yang ada di alam ini telah berhasil menyatukan kekuatan, dan tepatnya kapan mereka bergerak menyerang pusat kekuasaan iblis dan monster yang berada di alam ini?” Lin Feng semakin dibuat penasaran dengan apa yang sebelumnya ia dengar.
“Dari kabar yang beredar, mereka telah sepakat menyatukan kekuatan, dan saat ini mereka sedang mengumpulkan seluruh kekuatan kultivator kuat di alam ini untuk nantinya bersama-sama melakukan serangan. Dari perkiraan banyak orang, serangan mereka akan dilakukan lima hari lagi!” kata Lin Baoshi.
Lima hari bukanlah waktu yang lama. “Kalau begitu, kita harus ikut bersama mereka dan aku yakin kita bisa mendapatkan untung besar dengan mengikuti mereka!” kata Lin Feng. ’Mungkin aku bisa menerobos tingkat Dewa Semesta Bintang 9 dengan menyerap sisa kekuatan iblis serta monster yang mati di tangan mereka!’ batin Lin Feng.
“Gege, kita bisa membawa yang lainnya untuk mencari pengalaman di tempat itu, sebelum mereka nantinya menghadapi peperangan yang sesungguhnya!” Lin Feng telah menceritakan semua yang berhubungan dengan Alam Kegelapan pada Lin Hua, dan kini wanita itu tahu ancaman besar dari Alam Kegelapan untuk berlangsungnya kehidupan di Alam Semesta.
Lin Feng mengangguk setuju. “Kita semua sepakat ikut bersama mereka menyerang pusat kekuatan iblis dan monster di alam ini, dan setelah makan bersama-sama kita pergi ke tempat berkumpulnya mereka!” kata Lin Feng yang dibalas anggukan kepala oleh tiga orang lainnya.
Mereka berempat makan dengan lahapnya dan begitu selesai makan mereka bergegas pergi meninggalkan penginapan. Bukan hanya meninggalkan penginapan, tapi mereka terbang di langit, dan melayang cepat pergi meninggalkan Kota Bambu Hijau.
Mereka pergi menuju arah yang saat ini sedang dituju oleh banyak kultivator, yang ingin menyatukan kekuatan demi bisa memusnahkan iblis serta monster yang berkuasa di Alam Sembilan Surga tingkat ke-tujuh. Meski dari mereka masih ada yang kekuatannya berada di tingkat Raja Dewa Surgawi, mereka tidak gentar berhadapan dengan iblis maupun monster.
Bagi mereka, selama masih bisa bergerak, mereka akan terus berjuang dan melakukan perlawanan, dan hanya kematian lah yang dapat menghentikan perjuangan serta perlawanan mereka.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.