Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Masalah Di Aula Keluarga Long


__ADS_3

Mereka yang masih berdiri tegak di tempatnya mulai meningkatkan kewaspadaan setelah melihat apa yang baru dilakukan Lin Feng. Jika mereka tidak waspada dan lengah, bisa dipastikan nasib mereka tak jauh berbeda dari dua orang yang telah tumbang di tangan Lin Feng.


Lin Feng kembali melakukan serangan dan gerakannya sangatlah cepat. Tak satupun dari lawannya mampu mengimbangi kecepatannya, dan semua itu membuat mereka hanya bisa bertahan dari serangan Lin Feng.


Mengombinasikan kecepatan dan kelincahan dengan pukulan serta tendangan yang sangat bertenaga, serangan yang dilakukan Lin Feng terlihat mengerikan bagi mereka yang menjadi lawannya. Terbukti, kini hanya tersisa lima orang yang masih sanggup berdiri, sedangkan yang lainnya telah tumbang.


Lima orang yang tersisa, mereka tak lagi memiliki keyakinan dapat mengalahkan Lin Feng dan membawanya menghadap Bing Huifei. Satu-satunya yang saat ini bisa mereka lakukan adalah pergi melarikan diri.


“Kalian jangan pernah berpikir dapat melarikan diri dari tempat ini! Aku tidak berencana membiarkan kalian tetap hidup, setelah kalian datang mencariku dengan niatan buruk!” kata Lin Feng dan ia menatap tajam lima lawan yang tersisa, dari jumlah awal mereka yang mencapai belasan orang.


Lin Feng menggunakan Qi elemen petir miliknya untuk menyelimuti kedua tangannya dan bagaikan kilatan cahaya ia melesat maju menyerang lawannya. Kelimanya hanya pasrah saat Lin Feng kembali menyerang. Mereka tahu, kematian sudah berada di depan mata.


“Hanya sekumpulan orang lemah, beraninya kalian datang mencariku dengan niat buruk! Kematian, hanya itu yang pantas aku berikan pada kalian!” ungkap Lin Feng yang tak sedikitpun memberi ampun pada mereka yang menjadi lawannya.


Satu-persatu lawannya kembali ia tumbangkan dan tak sampai lima kali tarikan napas kini hanya tersisa satu orang lawan, yang kondisinya jauh dari kata baik-baik saja. Seluruh tubuhnya mengalami luka bahkan kedua tangannya tak lagi dapat digerakkan, tapi ia masih hidup sambil menahan rasa sakit.


"Kembali ke orang yang menyuruhmu dan katakan padanya kalau sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi menuruti apa yang menjadi keinginannya!” kata Lin Feng dingin pada satu-satunya lawan yang tersisa dan setelahnya ia begitu saja pergi meninggalkan orang itu.


Tak lama sosok Lin Feng kembali ke tempatnya, dan kembalinya Lin Feng yang begitu tiba-tiba membuat terkejut lima orang suruhan penguasa keluarga Lin, yang sebelumnya sering curi-curi pandang ke arah Lin Hua dan Lin Jia. Mereka adalah pria normal, dan bohong jika mereka tidak memiliki ketertarikan pada Lin Hua maupun Lin Feng.


Lin Feng begitu saja minum air yang baru dituangkan Lin Hua ke dalam gelas, dan dia sama sekali tidak peduli dengan orang-orang yang sesekali memperhatikan keberadaannya.

__ADS_1


Namun, merasa suasana tiba-tiba menjadi hening setelah kedatangannya, Lin Feng mulai melihat sekeliling dan ia mendapati beberapa orang sedang memperhatikan keberadaannya.


Kerutan muncul di kening Lin Feng saat ia melihat beberapa orang terus memperhatikan keberadaannya. “Kenapa kalian semua tiba-tiba diam? Apa kedatanganku mengganggu kesenangan kalian? Kalau begitu aku, istriku, serta adikku, dengan senang hati kami bisa pergi dari tempat ini,” kata Lin Feng.


Lin Feng bangkit berdiri dengan sebelah tangan menggandeng tangan Lin Hua, sedangkan salah satu tangan Lin Hua menggandeng tangan Lin Jia. Melihat ketiganya ingin pergi, entah kenapa beberapa orang tidak menyukai kepergian mereka.


Terutama bagi para pria yang sejak tadi terus-terusan mencuri pandang pada Lin Hua dan Lin Jia, mereka sangat tidak suka melihat Lin Feng membawa keduanya pergi bersama dengannya.


Mereka ingin memprotes keputusan Lin Feng, tapi sadar mereka tidak punya hak memprotes Lin Feng karena bagaimanapun juga, yang dibawa Lin Feng bukanlah orang lain, melainkan mereka adalah istri serta adiknya.


Akan tetapi nyatanya tidak semua orang sadar dengan posisinya. Satu dari lima orang urusan penguasa keluarga Lin bangkit dari tempat duduknya, dan ia berjalan menghadang jalan Lin Feng serta kedua wanita yang ikut bersamanya.


Dihadang orang yang tak dikenalinya Lin Feng hanya diam, menunggu apa yang menjadi keinginan orang itu. Jika orang itu tidak menginginkan sesuatu yang merugikannya, Lin Feng akan berusaha mengabulkan keinginan orang itu. Akan tetapi, jika keinginan orang itu merugikannya, Lin Feng tak akan segan memberi hukuman langsung padanya di hadapan banyak orang.


"Aku tidak menginginkan apa-apa selain ingin meminta padamu untuk membiarkan mereka tinggal di tempat ini, sampai seluruh acara berakhir! Kalau kamu tidak menuruti perkataanku, jangan menyalahkan aku kalau kamu terluka olehku!” kata orang yang menghadang jalan Lin Feng, dan menuntut Lin Feng menuruti keinginannya.


“Kenapa juga aku harus menuruti perkataanmu? Dia istriku, dan dia adikku, apapun yang aku lakukan pada mereka, semua itu tak ada hubungannya denganmu! Jadi, sebaiknya kamu segera menyingkir sebelum tangan ini melukaimu!” Lin Feng menunjukkan tangan kirinya dan ia mulai memadatkan Qi elem di tangan kanannya.


Orang itu tidak terima dengan balasan yang diberikan Lin Feng padanya. Long Sheng yang seorang penguasa Kota Naga saja sangat menghargai keberadaannya yang berasal dari keluarga Lin, tapi sekarang dihadapannya ada sosok yang tak sedikitpun menghargai keberadaannya.


“Tuan Long Sheng, aku tidak menyangka jika di tempat ini ada orang bodoh yang tidak tahu dirinya sedang berhadapan dengan siapa. Supaya ia tak lagi bodoh, aku akan menunjukkan padanya siapa sosok yang sedang ia hadapi!” Dia yang semula menghadang Lin Feng, ia bergerak maju menyerang Lin Feng.

__ADS_1


“Oh, gerakan yang cukup cepat untuk seseorang yang kekuatannya berasa di tingkat Dewa Penguasa Bintang 7. Akan tetapi, hanya dengan kecepatan yang kamu miliki, apa menurutmu semua itu cukup untuk mengalahkanku?” ujar Lin Feng dan dengan mudahnya ia berhasil menghentikan serangan musuh.


"Kecepatan yang aku miliki lebih dari cukup untuk mengalahkanmu! Meski sampai saat ini aku hanya menggunakan setengah kekuatan yang aku miliki, aku merasa setengah kekuatanku cukup untuk mengalahkanmu,” kata ia yang menjadi lawan Lin Feng, dan semakin gencar ia melakukan serangan pada Lin Feng.


Lin Feng menyunggingkan senyuman di bibirnya, ia tidak menyangka kembali dipertemukan lawan bodoh, yang tak bisa mengukur seberapa besar kekuatan lawannya. Tak bisa mengukur kekuatan lawan, pada akhirnya ia hanya akan merugikan diri sendiri, dan seluruh rekannya.


Sedangkan ia yang terus menyerang Lin Feng, ia mulai frustasi karena setiap serangan yang dilakukannya, semu gagal mengenai lawan. Bukannya mengenai lawan dengan serangannya, ia justru terdorong mundur sejauh lima langkah setelah terkena pukulan Lin Feng.


“Aku tidak akan membunuhmu karena sejak awal aku memang tidak memiliki niatan mengakhiri hidupmu! Akan tetapi jika di masa depan kita kembali bertemu dan kamu masih bersikap seperti barusan, tak ada ampun untukmu, dan kamu pasti mati ditanganku!” kata Lin Feng dengan sorot mata tajam yang ia tujukan pada lawannya.


“Cih, hanya berhasil sekali melayangkan pukulan padaku, kamu sudah begitu sombog. Tunggu saja, aku pasti berhasil membunuhmu!” Dia bangkit dan kembali melesat maju menyerang Lin Feng.


Tubuhnya telah terselimuti Qi elemen petir, dan aura mengerikan meledak keluar dari tubuhnya membuat semua orang di aula keluarga Lin dapat merasakan kengerian auranya.


“Sepertinya kamu mulai serius. Kalau begitu, aku tak akan lagi sungkan menghadapimu.” Petir ungu keemasan muncul mengelilingi tubuh Lin Feng, bersamaan dengan ledakan aura jauh lebih mengerikan dari aura yang dimiliki lawannya.


Empat orang lainnya yang merupakan utusan dari penguasa keluarga Lin, mereka sangat terkejut melihat ada seseorang yang tidak mereka kenal, memiliki kekuatan elemen petir berwarna ungu keemasan. Sedangkan ia yang menjadi lawan Lin Feng, tiba-tiba saja nyalinya menciut begitu melihat kekuatan Lin Feng.


“Apa kalian tahu siapa dia? Memiliki kekuatan Qi elemen petir berwarna ungu keemasan, seharusnya ia merupakan salah satu anggota keluarga Lin dari trah suci,” ujar salah satu dari mereka berempat.


Tiga yang lain hanya menggelengkan kepala, mendengar apa yang dikatakan salah satu rekan mereka. Mereka tidak mengenali sosok itu, tapi mereka yakin sosok itu bagian dari keluarga Lin trah suci.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2