Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Meninggalkan Kota Bambu Ungu


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Setelah memastikan tak ada yang tersisa dari anggota keluarga Suci Guo ditempat yang semula dijadikan sebagai tempat berkumpulnya peserta kompetisi, Lin Feng segera menghampiri Lin Hua.


“Karena urusan kita di tempat ini sudah selesai, bagaimana kalau kita segera pergi meninggalkan tempat ini?” tanya Lin Feng pada Lin Hua.


Mendengar pertanyaan Lin Feng, Lin Hua tentu dengan senang hati menuruti apa yang menjadi keinginan suaminya, tapi tentu dia dan juga Lin Feng tidak bisa begitu saja mengabaikan keberadaan Meng Wang, Lin Mofan, dan sembilan orang lainnya.


Mengarahkan pandangannya pada Meng Wang yang sedang menggendong putranya, serta memandang kelompok Lin Mofan, dengan menjentikkan jarinya, tiba-tiba saja mereka semua telah berkumpul di hadapannya.


Lin Feng mengeluarkan dua cincin penyimpanan dari kekosongan. Satu cincin penyimpanan dia berikan pada Meng Wang, dan satu cincin lainnya dia memberikannya pada Lin Mofan.


“Meng Wang, gunakan apa yang ada didalam cincin penyimpanan itu untuk meningkatkan kekuatan anggota keluargamu!” perintah tegas Lin Feng pada Meng Wang, sambil mengarahkan sorot mata tajam pada pria itu.


Mendengarnya, Meng Wang segera berkata, “Tuan Muda, aku Meng Wang pasti menggunakan apa yang ada di dalam cincin ini untuk meningkatkan kekuatan keluarga Meng.” Daripada dirugikan, Meng Wang merasa dirinya banyak diuntungkan dengan menjadi budak Lin Feng.


Dibandingkan menjalin kerjasama dengan keluarga Suci Guo yang selama ini terus-terusan membuat keluarga Meng mengalami banyak kerugian, baru juga menjadi budak, dirinya justru mendapatkan sumberdaya berharga dari sosok yang memperbudaknya.


Dengan mengalirkan energi spiritual ke cincin penyimpanan yang berada di tangannya, jelas Meng Wang melihat apa yang berada di dalam cincin penyimpanan di tangannya. Selain tumpukan sumberdaya berharga, berbagai jenis pil spiritual, serta kitab Seni Tarung maupun Teknik, di dalam cincin penyimpanan di tangannya juga terdapat berbagai jenis senjata pusaka, dan semua merupakan senjata pusaka tingkat tinggi.


Setelah mendengar balasan Meng Wang, Lin Feng beralih mengarahkan pandangannya pada Lin Mofan. “Saudara Lin Mofan, berikan cincin itu pada Tetua Agung keluarga Lin, dan katakan padanya untuk menggunakan apa yang ada di dalam cincin penyimpanan itu untuk meningkatkan kekuatan generasi muda keluarga Lin,” kata Lin Feng.


Lin Feng kembali mengeluarkan satu cincin penyimpanan dari kekosongan dan memberikan cincin penyimpanan pada Lin Mofan.


“Untuk semua yang ada di dalam cincin penyimpanan ini, kamu dapat menggunakannya untuk meningkatkan kekuatanmu, dan meningkatkan kekuatan anggota kelompokmu. Di masa depan saat kita kembali bertemu, aku ingin kamu dan mereka bersembilan telah mencapai tingkat Kaisar Dewa Surgawi!” ungkap Lin Feng.


Mencapai tingkat Kaisar Dewa Surgawi bukanlah sesuatu yang mudah, tapi Lin Feng yakin Lin Mofan dan sembilan orang lainnya mampu mencapai tingkat itu dengan bantuan sumberdaya pemberiannya.

__ADS_1


Lin Mofan tentu senang dengan pemberian Lin Feng. “Tuan Muda, aku pasti membagi rata dengan mereka semua apa yang ada di dalam cincin penyimpanan ini,” kata Lin Mofan sambil menangkupkan kedua tangannya, dan tak segan dia menundukkan kepala di hadapan Lin Feng.


Meski saat ini dia tidak bisa membawa Lin Feng ke kediaman keluarga Lin yang ada di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, Lin Mofan memiliki keyakinan kalau di masa depan Lin Feng pasti mengunjungi kediaman yang sejak lahir telah menjadi tempat tinggalnya. ‘Hari ini Tuan Muda memang tidak bisa ikut pulang bersamaku, tapi aku pasti menyampaikan kabar baik keberadaan Tuan Muda pada Tetua Agung,” batin Lin Mofan.


Lin Feng, Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran, mereka akhirnya pergi meninggalkan Kota Bambu Ungu, dan tak lama giliran Lin Mofan dan anggota kelompoknya yang menyusul pergi meninggalkan Kota Bambu Ungu yang mulai saat ini sangat terbuka untuk mereka yang berasal dari keluarga Lin.


...----------------...


Meninggalkan Kota Bambu Ungu, Lin Feng bermaksud pergi menuju kota terbesar yang berada di Alam Sembilan Surga, yang jaraknya tak begitu jauh dari kediaman keluarga Suci Guo. Dengan memanfaatkan petunjuk dari Lin Baoshi, setidaknya rombongan Lin Feng harus melakukan selama dua hari dua malam untuk sampai di Kota Rantai Surgawi, yang merupakan kota terbesar di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


“Tuan Muda, apa kita langsung pergi ke Kota Rantai Surgawi, atau Tuan Muda tertarik berkunjung ke Danau Surgawi?” tanya Lin Baoshi di tengah-tengah perjalanan menuju Kota Rantai Surgawi.


“Danau Surgawi? Apa yang istimewa dari tempat itu?” tanya Lin Feng yang ingin mengetahui keistimewaan dari tempat yang baru disebutkan Lin Baoshi.


“Tuan Muda, Qi Elemen di tempat itu jauh lebih murni dibandingkan yang ada di wilayah lainnya, di Alam Sembilan Surga tingkat pertama. Selain itu, jika beruntung mungkin kita bisa mendapatkan pencerahan tentang pemahaman kekuatan semesta, dan kalau kita memang sangat beruntuk, mungkin kita bisa mendapatkan warisan kekuatan Dewa Agung masa lalu yang berada di tempat itu,” ungkap Lin Mofan.


Mendengarnya, tiba-tiba saja Lin Feng memiliki ketertarikan untuk pergi ke Danau Surgawi. Kalau apa yang dikatakan Lin Baoshi merupakan kebenaran, dia ingin menguji keberuntungannya ditempat itu.


Memutuskan pergi ke Danau Surgawi sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Rantai Surgawi, setelah melakukan perjalanan satu hari satu malam dari Kota Bambu Ungu, akhirnya rombongan Lin Feng sampai di kawasan Danau Surgawi, yang setiap harinya senantiasa dipenuhi oleh ribuan kultivator. Para kultivator sengaja datang untuk menguji keberuntungan mereka, tapi bagi yang tidak beruntung, setidaknya mereka masih bisa berkultivasi di kawasan Danau Surgawi.


Seorang pria muda menghampiri kelompok Lin Feng, begitu kelompok Lin Feng mendarat di wilayah Danau Surgawi. Mengabaikan keberadaan Lin Feng, pria itu terus saja melangkahkan kaki, dan berhenti dua langkah di hadapan Lin Hua.


Melihat penampilan wanita di hadapannya, pelan pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah menemukan apa yang selama ini dia cari.


“Kamu pantas menjadi pasangan untuk melakukan kultivasi ganda denganku. Menjadi pasangan kultivasi ganda denganku, selain bermanfaat meningkatkan kekuatan yang kamu miliki, kamu pasti puas dengan apa yang bisa aku berikan padamu,” kata pria itu sambil melangkah maju, lalu dia mencoba membuka cadar Lin Hua.


Cepat Lin Feng menahan tangan pria itu, menghempaskan nya, menjauhkan tangan pria itu dari cadar yang digunakan Lin Hua.


Mendapatkan perlakuan yang begitu kasar, jelas pria itu tidak terima. “Apa yang kau lakukan? Beraninya kau mengganggu apa yang menjadi keinginanku!” teriak pria itu.

__ADS_1


Mendengarnya, Lin Feng tersenyuam, lalu dia berkata penuh dengan ketenangan, “Aku hanya menjauhkan tangan kotormu dari istriku, dan sebagai suaminya jelas aku tidak mengizinkan pria lain melihat keindahan istriku!”


Senyum sinis terlihat di wajah pria itu, setelah mendengar perkataan Lin Feng. “Sekalipun kau suaminya, kalau dia ingin melakukan kultivasi ganda denganku, kamu juga tidak bisa menghalanginya,” kata pria itu, dan tanpa sepengetahuan semua orang, dia dia menggunakan teknik yang dapat digunakan memikat para wanita disekitarnya.


Saat dia mengira tidak ada yang mengetahuinya, menggunakan mata Dewa jelas Lin Feng dapat melihat apa yang dilakukan pria itu.


“Sebaiknya hentikan apa yang kamu lakukan, sebelum hal buruk terjadi padamu,” kata Lin Feng sambil membuat array, untuk melindungi dirinya sendiri dan anggota kelompoknya.


Pria itu melebarkan kedua matanya terkejut setelah mendengar perkataan Lin Feng. “Kau, bagaimana kau melakukan apa yang ingin aku lakukan?” tanyanya.


Mendengar itu Lin Feng tersenyum, lalu dia melambaikan tangan, menggagalkan apa yang ingin dilakukan pria, yang melompat mundur setelah apa yang ingin dilakukannya telah diketahui Lin Feng.


Lin Feng melihat apa yang dilakukan pria itu dengan tatapan datar, pria itu hanya memiliki kekuatan tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 5, dan jelas dia bukan lawan sepadan untuk Lin Feng maupun tiga orang lainnya.


Pria itu mengarahkan pandangannya pada Lin Feng, mencari cara seperti apa yang digunakannya, untuk mengetahui apa yang telah dilakukannya.


“Selama ini tidak ada yang bisa mengetahui apa yang aku lakukan, mengetahui kamu tahu apa yang sedang aku lakukan, tentu aku penasaran cara seperti apa yang kamu gunakan, untuk mengetahui apa yang aku lakukan,” kata pria itu yang kini mulai serius berhadapan dengan Lin Feng.


Lin Feng dan yang lainnya menyegel kekuatannya sampai tingkat Dewa Surgawi Bintang 5. Melihat kekuatan mereka, pria itu memiliki keyakinan lebih dapat mengalahkan mereka, meski harus melawan lima orang sekaligus.


“Kamu hanya perlu tahu kalau aku tahu apa yang ingin kamu lakukan, selebihnya bagaimana aku bisa mengetahui apa yang ingin kamu lakukan, kamu tidak pantas mengetahuinya!” kata Lin Feng, dan tiba-tiba saja sosoknya berada di depan pria itu.


Di wilayah Danau Surgawi sering terjadi pertarungan, baik pertarungan individu maupun kelompok. Saat terjadi perjadi pertarungan, biasanya mereka yang tidak terlibat, mereka lebih memilih pergi menjauhui lokasi pertarungan.


“Katakan padaku, darimana kamu mempelajari teknik menjijikkan seperti itu?” tanya Lin Feng sambil mencengkram pria itu.


“Sekalipun kamu membunuhku, kamu tidak bakal mendapatkan apa yang ingin kamu ketahui,” jawab pria itu tak memiliki niatan menjawab pertanyaan Lin Feng.


Mendengar itu, Lin Feng hanya tersenyum sinis, lalu dia mengarahkan pandangannya pada pria itu. “Kamu tidak perlu menjawab pertanyaanku karena aku bisa mencari sendiri jawaban yang aku inginkan...”

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2