Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Wilayah Danau Surgawi


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Mendengar itu, pria yang lehernya berada di cengkraman tangan Lin Feng, dia tersenyum sinis menanggapi perkataan Lin Feng yang dianggapnya hanya omong kosong.


Dia menatap mata Lin Feng, tak menaruh curiga dengan apa yang sedang di lakukan Lin Feng padanya. “Kamu tidak bakalan menemukan apapun dengan melihat mataku!”


Lin Hua yang tau kemampuan mata Lin Feng, dia hanya menggelengkan kepala pelan melihat kebodohan pria yang justru menatap mata Lin Feng tanpa berkedip.


Sedangkan Lin Feng yang melihat pria itu menatap matanya, dia tersenyum sinis karena pria itu justru memudahkan dirinya mendapat apa yang menjadi keinginannya. “Sekte Gagak Hitam, Kitab Teknik Pemikat, tapi sayangnya kamu masih mempelajari setengah bagian dari kitab itu...”


“Ka... kau, bagaimana bisa kau mengetahui semua itu? Katakan padaku, bagaimana kau bisa melakukannya?” Pria itu terkejut setelah mendengar perkataan Lin Feng.


Lin Feng semakin lebar menunjukkan senyuman di wajahnya, tentu dia tidak berkeinginan memberitahu apa yang ingin diketahui pria itu. “Kalau kamu ingin mengetahui bagaimana aku bisa mengetahui semua tentangmu, gunakan semua yang kamu miliki untuk mendapat apa yang ingin kamu ketahui!” kata Lin Feng sambil terus melihat kenangan yang tersimpan di mata pria itu.


Pria itu sadar kalau sedang dipermainkan oleh Lin Feng, dikarenakan sejak awal dirinya memang tidak memiliki kemampuan seperti yang dimiliki Lin Feng.


“Kau sudah tau aku berasal dari Sekte Gagak Hitam, kenapa kau tidak segera melepaskan aku, dan membiarkan aku mengambil apa yang aku inginkan?” tanyanya, menganggap Lin Feng takut dengan nama besar Sekte Gagak Hitam.


Kerutan muncul di kening Lin Feng saat dia mendengar perkataan pria yang hidup dan matinya berada di tangannya.


Ling Feng semakin erat mencengkram leher pria itu. “Kenapa aku harus melepas orang sepertimu hanya karena kamu berasal dari Sekte Gagak Hitam? Apa kamu kira aku takut dengan kekuatan Sekte Gagak Hitam?”


Merasakan cengkraman Lin Feng semakin kuat, pria itu mencoba melepaskan dirinya dari cengkraman, tapi seluruh usahanya hanya sia-sia.


Bukannya berhasil melepaskan diri dari cengkraman, dia justru semakin menderita dengan cengkraman di lehernya, yang terasa semakin kuat.


“Ka... kau bakalan menyesal seumur hidup karena berani menyakiti murid Sekte Gagak Hitam. Guruku tidak pernah melepaskan siapapun yang berani melukai muridnya!” ungkap pria itu masih berusaha memberi ancaman pada Lin Feng.

__ADS_1


Lin Feng yang telah selesai melihat apa yang ingin dia lihat, dia semakin mempererat cengkraman tangannya, dan sedikit lagi dia bisa mengakhiri hidup pria itu. “Gurumu yang berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 7, apa kamu kira kekuatannya sebanding dengan kekuatanku?...”


“Jangankan gurumu, Patriark Sekte Gagak Hitam yang sudah berada di tingkat Dewa Agung Bintang 2, dia sama sekali bukan lawan sepadan untukku,” kata Lin Feng sambil sedikit membocorkan auranya.


“De... Dewa Agung? Ka... kau, siapa kau sebenarnya?” tanyanya dengan suara terbata-bata.


“Daripada kamu mati penasaran karena tidak mengetahui identitasku, sebelum kematianmu, biarkan aku memperkenalkan diri.” Sejenak Lin Feng diam, lalu dia kembali berkata, “Aku Lin Feng, dan tanpa aku beritahu, seharusnya kamu sudah tahu darimana asalku!” tenang Lin Feng mengatakan semuanya.


Pria itu membuka lebar kedua matanya terkejut, setelah tahu dari mana asal pria yang saat ini memegang hidup dan matinya. Sekte Gagak Hitam tentu tidak sebanding dengan keluarga Lin, tapi dengan beraninya, dia menyinggung orang-orang yang berasal dari keluarga Ling.


Dengan kekuatannya sendiri ditambah kekuatan keluarga Lin, menghancurkan Sekte Gagak Hitam tidaklah sulit baginya.


“Tu... Tuan Muda, maafkan aku yang punya mata tapi tida bisa melihat sedang berhadapan dengan siapa!” katanya memohon.


Mendengar itu, tegas Lin Feng berkata, “Sudah terlambat untukmu meminta maaf!”


Mengencangkan cengkraman tangannya, Lin Feng langsung saja mengakhiri hidup orang itu.


Semua orang tahu sekejam apa Sekte Gagak Hitam. Siapapun yang berani menyinggung Sekte Gagak Hitam apalagi berani membunuh murid sekte itu, siapapun itu, hidupnya tidak bakalan menemui ketenangan sampai kematian datang menjemputnya.


Akan tetapi, seandainya semia orang tahu kalau kelompok Lin Feng berasal dari keluarga Lin, mereka pasti menganggap Sekte Gagak Hitam telah menyinggung sosok yang tak seharusnya disinggung.


Lin Feng mengabaikan banyak pasang mata yang memandang dirinya dari kejauhan.


Mengabaikan mereka, dengan tenang dia berkata pada Lin Hua dan dua orang lainnya, “Mereka yang berasal dari Sekte Gagak Hitam, mereka menggunakan teknik kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan. Jika itu hanya kultivasi ganda pada umumnya, tentu semua itu bukanlah sebuah masalah...”


“Masalahnya mereka menggunakan teknik pemikat, untuk memikat orang yang mereka kehendaki menjadi pasangan kultivasi ganda. Apa yang mereka lakukan bisa dikatakan sebagai pemaksaan, dan itu merupakan tindakan kejahatan!” tegas Lin Feng mengatakan semuanya.


Ekspresi wajah Lin Hua dan Lin Yanran tiba-tiba dipenuhi dengan amarah, jika mereka yang berasal dari Sekte Gagak Hitam menggunakan teknik pemikat untuk memikat pasangan kultivasi ganda yang diinginkan, bukannya itu sebuah kerugian untuk pasangan kultivasi ganda mereka.

__ADS_1


Apalagi jika mereka yang berasal dari Sekte Gagak Hitam melakukan semua itu pada wanita yang masih suci, mereka memang mendapatkan manfaat serta kenikmatan, tapi pada dasarnya mereka telah merusak masa depan wanita, yang dengan terpaksa harus melakukan kultivasi ganda.


“Gege, apa kita hanya berhenti sampai di sini dan membiarkan Sekte Gagak Hitam melakukan semua itu sesuai dengan keinginan mereka?” tanya Lin Hua yang tentu saja dia tidak menyukai cara yang digunakan Sekte Gagak Hitam dalam meningkatkan kekuatan.


Lin Feng menggelengkan kepalanya pelan setelah mendengar pertanyaan Lin Hua, “Tidak mungkin aku membiarkan mereka melakukan semua itu, sesuai dengan keinginan mereka, tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Sekarang kita sudah berada di Danau Surgawi, jadi sebaiknya kita lebih dulu meningkatkan kekuatan, dan setelahnya baru kita berurusan dengan Sekte Gagak Hitam,” jawabnya.


Lin Feng jelas tidak begitu saja membiarkan Sekte Gagak Hitam sesuka hati melakukan apa yang ingin mereka lakukan, tapi karena saat ini dirinya sedang berada di Danau Surgawi, dirinya ingin menguji seberapa besar keberuntungannya.


Lin Feng dan dua orang lainnya setuju dengan jawaban Lin Feng, “Kalau begitu, mari kita uji seberapa besar keberuntungan yang kita miliki!” ungkap Lin Hua.


...----------------...


Kelompok Lin Feng telah berada di pilar raksasa di tengah Danau Surgawi. Dengan menyalurkan energi spiritual pada pilar raksasa, kelompok Lin Feng mencoba mengukur seberapa besar keberuntungan yang mereka miliki.


Jika beruntung, mereka bisa mendapatkan warisan dari sosok Dewa Agung, yang telah menciptakan Danau Surgawi dengan mengorbankan seluruh kekuatannya.


Selama ini banyak yang mencoba menguji seberapa besar keberuntungan yang mereka miliki, tapi sudah lebih dari sepuluh juta tahun, tak satu orang pun yang berhasil mendapatkan warisan kekuatan dari Dewa Agung.


Melayang di atas permukaan air Danau Surgawi yang sangat jernih, cahaya hitam keemasan tiba-tiba melesat ke arah kening Lin Feng, disusul cahaya merah melesat ke arah kening Lin Hua, dan dua cahaya berwarna ungu melesat ke arah kening Lin Baoshi dan Lin Yanran.


Tak ada yang melihat saat keempat cahaya itu melesat ke kening Lin Feng dan tiga orang lainnya, tapi pria tua yang sudah tinggal lama di sekitar wilayah Danau Surgawi, dia dapat merasakan menghilangnya empat kekuatan yang ditinggalkan oleh Dewa Agung pencipta Danau Surgawi.


Bukannya sedih, pria tua itu justru tersenyum lebar, dan segera menengadahkan kepalanya melihat ke ketinggian langit.


“Tuanku, warisan yang engkau tinggalkan telah memilih pewarisnya, tapi hamba tidak menyangka jika empat orang yang ditakdirkan mewarisi kekuatan Tuan, mereka bisa datang di waktu bersamaan,” ungkapnya dengan wajah diliputi kebahagiaan.


“Akan tetapi, dengan datangnya empat pewaris, itu menandakan jika perang besar yang menentukan masa depan Alam Semesta tak lama lagi bakalan terjadi,” gumamnya lirih.


“Semoga saja mereka berempat telah memiliki kekuatan yang cukup begitu perang besar terjadi!...”

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2