Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Menerobos Tingkat Dewa Semesta


__ADS_3

Aura kuat terpancar dari tubuh Lin Feng dan tiga orang lainnya, membuat orang-orang yang semula menjaga jarak beberapa kilometer dari Danau Surgawi, merasakan aura mereka, orang-orang itu memutuskan pergi lebih jauh.


Tidak tahu apa yang terjadi dengan orang-orang yang semula berlatih di Danau Surgawi, Lin Feng menarik aura kekuatannya, dan sekarang dirinya dibuat terpukau dengan peningkatan kekuatannya.


“Menerobos sampai tingkat Dewa Agung Bintang 7 hanya dalah satu hari? Warisan Danau Surgawi memang bukan sesuatu yang dapat aku remehkan. Dengan kekuatanku yang sekarang, seorang diri menyerang Sekte Gagak Hitam, pasti aku bisa menghancurkan sekte itu!” katanya percaya diri.


“Swuusshh... Swuusshh... Swuusshh...” Hembusan angin menerpa tubuh Lin Feng saat Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran datang ke tempatnya.


Melihat dan merasakan kekuatan mereka yang baru datang, Lin Feng mengangguk puas, dan sebuah kebenaran mereka ternyata juga mendapat warisan berharga dari Danau Surgawi.


Akan tetapi, berbeda dengan Lin Feng yang mana pondasi kekuatannya ikut diperkuat saat dia melakukan terobosan, pondasi kekuatan ketiganya masih lemah, dan belum bisa mengontrol secara sempurna kekuatan besar yang mereka miliki.


Setidaknya mereka butuh waktu satu sampai dua bulan untuk memperkuat serta menyempurnakan pondasi kekuatan, dan Alam Kehidupan sangatlah cocok untuk tempat mereka melakukan semua itu.


“Hua’er, Lin Baoshi, Lin Yanran, selamat untuk peningkatan kekuatan kalian, tapi sebelum menggunakan kekuatan yang sekarang, kalian lebih dulu harus memperkuat dan menyempurnakan pondasi kekuatan. Dengan pondasi kekuatan yang kuat kalian bisa memaksimalkan kekuatan, yang kalian miliki,” ungkap Lin Feng.


Lin Hua dan dua orang lainnya mengangguk mengerti, lalu Lin Hua bertanya, “Feng’gege, apa kami bisa melakukan semua itu di Alam Kehidupan?”


Mendengarnya Lin Feng tersenyum. “Tentu saja Hua’er dan kalian berdua dapat melakukan semua itu di Alam Kehidupan.” Lin Feng segera memunculkan gerbang menuju Alam Kehidupan. “Hua’er, jelaskan pada mereka apa itu Alam Kehidupan!” lanjut Lin Feng berkata.


“Ehm, aku akan menjelaskan pada mereka,” balas Lin Hua, lalu dia membawa Lin Baoshi dan Lin Yanran memasuki gerbang menuju Alam Kehidupan.


Setelah kepergian mereka, Lin Feng menghilangkan gerbang menuju Alam Kehidupan, dan dia segera masuk ke alam bawah sadarnya.


Berada di alam bawah sadarnya, Lin Feng melihat pria tua tersenyum melihat kedatangannya. Tidak merasakan ancaman dan tahu kalau pria tua itu hanyalah pecahan jiwa yang sewaktu-waktu dapat menghilang, tenang Lin Feng melayang mendekatinya.


“Aku tahu kamu pasti bisa merasakan keberadaanku di tempat ini,” kata pria tua pada Lin Feng.


Menangkupkan kedua tangannya, Lin Feng memberi penghormatan pada pria itu. “Junior ini tidak mengenali siapa senior, dan apa tujuan senior datang ke tempat ini!” ungkapnya.

__ADS_1


“Waktuku tidak banyak, jadi aku tidak akan berbasa-basi...”


“Aku adalah Lin Tongzhi, Dewa Perang pelindung Alam Semesta di masa lalu, jauh sebelum era kekuasaan lima Dewa Agung...”


Menjeda kata-katanya, Lin Tongzhi mengarahkan pandangannya pada Lin Feng.


“Anak muda, di tubuhmu terdapat banyak warisan para Dewa di zamanku. Warisan Dewa Semesta da Dewa Elemen di tubuhmu jelas aku bisa merasakannya, dan entah bagaimana caranya kamu juga mewarisi teknik Dewa Perang yang di masa lalu hanya aku, yang bisa melatih serta menggunakannya...”


Jiwa Lin Tongzhi bingung bagaimana Lin Feng dapat menggunakan aura Dewa Perang sama seperti dirinya di masa lalu, tapi dia tidak mempermasalahkan semua itu, dan kembali dia mengatakan apa yang ingin dikatakan pada Lin Feng.


“Sebentar lagi perang besar yang menentukan masa depan Alam Semesta bakal terjadi. Di era kejayaanku, aku dan kedua temanku dapat memenangkan peperangan dan menyelamatkan Alam Semesta, meski aku harus kehilangan mereka, dan diriku sendiri mengalami luka parah.”


“Sepuluh miliar tahun setelah perang besar pertama yang dimenangkan penghuni Alam Semesta, perang besar kembali terjadi di era lima Dewa Agung. Kelima Dewa Agung kembali membawa kemenangan untuk Alam Semesta, tapi beberapa dari mereka mati, dan sisanya terluka.”


“Kini setelah miliaran tahun kembali berlalu, perang besar sudah terlihat di depan mata, tapi kekuatan Alam Semesta tak sekuat di masa lalu, takutnya kekalahan kali ini bakal menjadi milik Alam Semesta...”


Jiwa Lin Tongzhi menghela napas panjang, saat mengingat keadaan Alam Semesta saat ini.


Mendengarnya, Lin Tongzhi menunjukkan senyuman sinis pada Lin Feng. “Apa yang sekarang kamu anggap kuat, semua itu tak sebanding dengan setengah kekuatan Alam Semesta di masa lalu. Di masa lalu para kultivator bukan hanya kuat, tapi mereka juga memiliki rasa empati yang tinggi.”


“Berbeda jauh dengan kultivator sekarang yang kebanyakan dari mereka hanya memikirkan kekuatan, dan memperluas kekuasaan untuk diri sendiri. Bahkan mereka yang hidup di zaman ini tak segan melakukan pertempuran hanya untuk menyelesaikan masalah sepele...”


Lin Feng mengangguk setuju mendengar itu karena dia sudah melihat kebenaran perkataan Lin Tongzhi dengan kedua matanya sendiri.


“Jika sebelum bertemu denganmu aku tak melihat adanya harapan kemenangan untuk Alam Semesta, tapi setelah melihat keberadaanmu dan semua yang ada pada dirimu, harapan itu mulai ada, dan karena itu aku memutuskan untuk menemuimu.”


“Empat pecahan kekuatanku telah aku wariskan padamu dan ketiga orang yang bersamamu, tapi aku masih menyimpan kekuatan ini, yang sebenarnya tidak ingin aku berikan pada siapapun.”


“Akan tetapi, setelah melihatmu serta melihat ketulusan yang ada pada dirimu, aku merasa yakin memberikan kekuatan intiku pada dirimu.” Cahaya berwarna hitam keemasan sebesar kepalan tangan orang dewasa muncul di hadapan Lin Tongzhi.

__ADS_1


“Sebuah kebetulan kamu memiliki darah murni keluarga Lin, sama dengan darah yang mengalir di tubuhku. Banyaknya persamaan diantara kita, dengan inti kekuatanku, semoga saja semua ini cukup membuatmu menerobos tingkat Dewa Semesta, dan berdiri di tingkat kekuatan di Alam Semesta...”


Lin Feng tiba-tiba saja tidak bisa menggerakkan tubuhnya saat bola cahaya hitam keemasan mendekat ke arahnya. “Aku sangat berharap kamu dapat melindungi Alam Semesta, melanjutkan keinginan kami para pendahulumu...”


Sosok jiwa Lin Tongzhi perlahan memudar, bersamaan dengan menyatunya inti kekuatan miliknya dengan inti kekuatan Lin Feng.


Rasa sakit mulai menjalar di sekujur tubuh Lin Feng, saat kedua inti kekuatan mulai menyatu. Apa yang saat ini sedang dialami Lin Feng tidak mempengaruhi keadaan Alam Kehidupan, tapi di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, saat ini badai petir sedang terjadi hampir di seluruh wilayah Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


Peristiwa yang begitu mengerikan membuat semua orang sembunyi, tak ada yang berani berada di ruang terbuka. Akan tetapi, bagi segelintir orang yang tahu jika sedang terjadi peristiwa besar di suatu tempat, yang ada di Alam Sembilan Surga, mereka terus saja menengadahkan kepala, melihat langit yang dipenuhi kilatan petir berwarna hitam keemasan.


Di kediaman keluarga Suci Guo.


“Petir berwarna hitam keemasan? Bagaimana badai petir ini bisa muncul di tempat ini? Bukannya ini terjadi saat ada dari mereka yang berasal dari keluarga Lin berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta?”


“Di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, siapa kiranya anggota keluarga Lin yang berhasil menerobos tingkat itu? Tidak mungkin Lin Sujin menerobos tingkat Dewa Semesta, sementara kekuatannya selalu berada di tingkat yang sama denganku, bahkan aku selalu lebih dulu mendapat terobosan sebelum dia...”


Tetua Agung keluarga Suci Guo dibuat bingung dengan peristiwa besar yang saat ini sedang terjadi di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


Sementara itu, dikediaman keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, Lin Sujin, Tetua Agung keluarga Lin, senyumannya tak pernah luntur dari wajahnya sejak pertama kali dia melihat fenomena badai petir di langit.


Meski dia tidak tahu siapa dari anggotanya yang telah berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta, tapi dari aura menenangkan yang muncul setiap kilatan petir menghantam tanah, dia tahu kalau siapapun yang berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta, dia adalah sosok yang memiliki hati bersih, dan jelas dia bukan bagian dari pengkhianat yang hatinya di penuhi hal buruk.


“Siapapun kamu, aku berharap secepatnya bisa bertemu denganmu,” gumamnya lirih, lalu dia mengarahkan pandangannya kearah gerbang kediamannya, dimana dari arah gerbang datang Lin Moli, tetua pertama keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


“Tetua Agung, mereka yang ikut kompetisi di Kota Bambu Ungu telah kembali, dan mereka membawa kabar baik untuk disampaikan pada Tetua Agung,” ungkap Lin Moli.


Mendengar itu, Lin Sujin menganggukkan kepala, lalu berkata, “Mari temui mereka, dan mendengarkan kabar baik apa yang ingin mereka sampaikan padaku!...”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2