
Hari pernikahan para bawahan dan para binatang kontrak Lin Feng akhirnya tiba. Meski hanya pernikahan bawahan serta binatang kontrak Lin Feng, seluruh sosok penting di alam sembilan surga berkumpul di kediaman keluarga Lin.
Seluruh prosesi pernikahan telah selesai sejak beberapa saat yang lalu, dan sekarang semua orang sedang menikmati pesta.
Suasana hari ini sangat meriah serta penuh dengan kebahagiaan, dan kebahagiaan semakin bertambah setelah Lin Feng mengumumkan tentang kehamilan Lin Hua.
Lengkap sudah kebahagiaan semua orang, terutama kebahagiaan keluarga Lin Feng.
“Gege,” panggil Lin Hua yang saat ini sedang memeluk lengan Lin Feng.
“Ada apa? Apa ada yang kamu inginkan?” tanya Lin Feng yang saat ini telah menjadi suami siaga, dan dia akan melakukan apapun untuk memuaskan keinginan Lin Hua.
Lin Hua menganggukkan kepala sembari menunjuk tumpukan kue manis tak jauh darinya.
“Tunggu disini, aku akan mengambilkan untukmu!” kata Lin Feng, tapi Lin Hua tak sedikitpun melepaskan pelukannya.
“Aku ingin semua jenis kue, bukan hanya satu,” kata Lin Hua yang mana dia tidak pernah merasa kenyang setelah kehamilannya.
Lin Feng mengangguk sembari tersenyum, dan baru setelah melihat senyuman Lin Feng barulah Lin Hua melepaskan pelukannya.
Pergi mengambil banyak kue manis untuk Lin Hua, Lin Feng kembali dengan membawa nampan penuh dengan kue manis yang seketika membuat kedua mata Lin Hua berbinar.
Lin Feng memberikan apa yang dia ambil pada Lin Hua, dan dengan lahap Lin Hua mulai memakan apa yang diberikan Lin Feng padanya.
“Saudara Feng, apa saudari Hua dapat menghabiskan itu seorang diri? Kue-kue itu sangat banyak, aku sendiri tak akan sanggup menghabiskan seperempatnya,” kata Lin Layak muncul di dekat Lin Feng.
“Kue-kue itu tak akan cukup untuk membuatnya kenyang. Setidaknya dia masih dapat menghabiskan tiga nampan kua, dan barulah saat itu dia akan merasa sedikit kenyang.”
“Lagipula dia makan semua itu tak sendirian, melainkan dia memakannya bersama calon anak kami yang berada di rahimnya,” ungkap Lin Feng.
“Aku baru tahu kalau wanita hamil membutuhkan asupan makanan yang banyak,” kata Lin Luyao.
“Tak semua wanita hamil membutuhkan banyak asupan makanan. Bisa dikatakan keinginan makan Hua’er jauh lebih besar dibandingkan wanita hamil pada umumnya.”
Lin Luyao mengangguk sebagai tanda dia mengerti, dan setelahnya dia pergi meninggalkan Lin Feng dan Lin Luyao.
__ADS_1
Untuk para pengantin sendiri saat ini disibukkan dengan banyaknya tamu undangan yang memberi ucapan selamat pada mereka, dan tak lupa menerima hadiah pemberian para tamu.
Lin Feng dan Lin Hua sudah lebih dulu memberikan hadiah pada mereka, dan bisa dikatakan sampai saat ini hadiah pemberian mereka masih menjadi hadiah terbaik, dibandingkan hadiah yang diberikan orang lain.
“Gege, aku ingin kue manis lagi!” kata Lin Hua, dan kali ini Lin Feng hanya menjentikkan jari untuk membuat tumpukan kue manis kembali memenuhi nampan di hadapan Lin Hua.
Melihat nampa dihadapannya kembali terisi tumpukan kue manis, Lin Hua melanjutkan acara makannya, dan dia benar-benar mengabaikan apapun yang berada di sekitarnya.
Di tempat lain, saat ini Lin Junda selaku penguasa keluarga Lin, dia sedang berkumpul dengan Lin Mofeng, Lin Huang, serta Guo Ouyang.
Mereka bersantai sambil minum anggur merah yang disediakan dalam pesta. Mereka sangat tergila-gila dengan rasa anggur di pesta ini, dikarenakan semua anggur dan minuman lainnya merupakan barang-barang yang diambil Lin Feng dari toko sistem.
Dengan reputasi yang dimiliki toko sistem, apa yang diambil dari toko sistem tentu merupakan sesuatu yang terbaik. Minuman terbaik serta makanan terbaik di pesta semua berasal dari toko sistem, dan seluruh tamu undangan sangat menyukainya.
“Adik Mofeng, kamu memang buka yang tertua dari kita bertiga, tapi sepertinya kamu yang akan lebih dulu menjadi seorang kakek,” kata Lin Huang sembari mengisi gelasnya yang kosong dengan anggur merah.
“Kakak, aku sendiri tidak menyangka kalau sebentar lagi akan menjadi seorang kakek,” balas Lin Mofeng.
Selain senang, Lin Mofeng juga terkejut saat Lin Feng mengumumkan tentang kehamilan menantunya. Disaat istrinya sendiri sedang mengandung anak keduanya, menantunya saat ini sedang mengandung cucunya, dan mereka akan terlahir di waktu hampir bersamaan.
“Penguasa, sepertinya tak lama lagi kamu juga akan menyusul adik Mofeng,” kata Lin Huang pada Lin Junda yang mana putrinya saat ini sudah memasuki usia dewasa.
Lin Junda berkata, dan dia sangat mengerti maksud dari perkataan Lin Huang. Putrinya memang sudah dewasa dan sudah layak menikah, tapi dia tak akan memaksa putrinya menikah, sekalipun dia sudah tak sabar menggendong cucu.
“Kalian terlihat jauh lebih rukun. Melihat kalian yang sekarang, aku merasa apa yang terjadi di masa lalu hanyalah sebuah kesalahpahaman,” ungkap Guo Ouyang.
Mendengar itu, mereka berempat kembali mengingat apa yang terjadi di masa lalu. Mengingat semua itu, mereka merasa sangat bodoh karena terlalu sering kedua keluarga menggunakan nyawa manusia hanya untuk menunjukkan diri sebagai keluarga terkuat di alam sembilan surga.
“Di masa lalu aku hanya memikirkan bagaimana menjadi penguasa semesta, tapi nyatanya aku jauh dari kata layak untuk menjadi seorang penguasa,” ungkap Lin Huang.
“Begitu juga denganku. Merahasiakan keinginan utamaku darimu, aku juga ingin menjadi seorang penguasa, tapi nyatanya aku juga tak layak untuk mendapatkan semua itu,” ujar Guo Ouyang.
“Sepertinya cuma kami yang tak berharap menjadi penguasa, tapi kami harus menerima getah dari apa yang terjadi di masa lalu,” kata Lin Mofeng sambil mengarahkan pandangan pada Lin Junda.
“Aku sungguh tidak ingin mengingat apa yang terjadi di masa lalu,” ungkap Lin Junda tak ingin mengingat masa lalu dimana dia harus kehilangan istri pertamanya.
__ADS_1
“Jangan lagi membahas masa lalu! Sebaiknya kita membahas masa depan,” kata Lin Huang yang kesadarannya mulai terpengaruh minuman yang dia minum.
“Oh iya, bagaimana dengan ayah dan ibu, apa Kakak kedua sudah membicarakan dengan keponakan?” tanya Lin Junda pada Lin Mofeng.
“Soal itu aku sudah membicarakannya dengannya, dan seratus hari setelah pernikahan ini mereka akan diizinkan keluar dari penjara,” kata Lin Mofeng menjawab pertanyaan Lin Junda.
Lin Junda, Lin Huang, serta Lin Mofeng, mereka sama-sama senang karena pada akhirnya kedua orangtua mereka tak menghabiskan sisa hidup di dalam penjara.
“Semoga saja mereka berubah menjadi sosok yang lebih baik setelah keluar dari penjara!” harapan Lin Huang pada kedua orangtuanya.
“Kalau sifat mereka masih saja sama seperti di masa lalu, jujur aku sendiri sangat yakin kalau hidup mereka akan segera berakhir,” kata Lin Mofeng penuh dengan keyakinan.
“Ngomong-ngomong, kapan kalian berkunjung ke kediamanku? Aku sudah sering berkunjung ke kediaman kalian, tapi sekalipun kalian belum ke kediamanku,” ujar Guo Ouyang.
“Adakan pesta di kediamanmu, dan kita akan datang dengan membawakan minuman ini!” kata Lin Mofeng sambil menunjuk botol anggur merah di tangannya.
“Kalau begitu, sepuluh hari lagi aku akan mengadakan pesta, dan kalian wajib datang!” kata Guo Ouyang.
Lin Mofeng, Lin Junda, serta Lin Huang, mereka kompak menganggukkan kepala, dan sepuluh hari lagi mereka akan mengunjungi kediaman keluarga Suci Guo.
Sementara itu Lin Hua yang telah menghabiskan banyak kue manis, sudah terlihat tanda-tanda kalau dia sudah kekenyangan. Terlihat dia sudah beberapa kali menguap, dan itu adalah tanda jika dia sudah cukup kenyang.
Setelah kenyang dia akan tertidur, dan saat bangun dia akan kembali meminta makanan dalam jumlah besar. Namun meski makannya banyak, tubuh Lin Hua masih terlihat rata, tak terlihat ada yang membengkak. Banyaknya makanan yang dia makan, seolah makanan itu tak pernah dia makan.
Lin Feng sendiri sudah memastikan kemana larinya makanan yang dimakan Lin Hua. Semua makanan itu sebagian besar mengalir ke janin yang ada di rahimnya, mempercepat pertumbuhan janin, dan Lin Feng juga tahu kalau Lin Hua mengandung anak kembar.
“Dengan dua anak kembar di rahimnya, wajar jika dia membutuhkan banyak asupan makanan,” gumam pelan Lin Feng.
Melihat Lin Hua yang sudah mengantuk, Lin Feng segera memindahkannya ke kamar milik mereka.
Sosok mereka menghilang begitu saja dari lokasi pesta pernikahan tanpa ada yang menyadari kepergian mereka.
Meski beberapa orang penting seperti Lin Feng dan Lin Hua telah pergi meninggalkan lokasi pesta pernikahan, pesta tetap berlanjut, dan semua orang masih menikmati jalannya pesta.
Semua orang bergembira, dan inilah yang selama ini ingin diwujudkan Lin Feng. Kebahagiaan semua orang.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.