Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Mengembalikan Sampah Pada Pemiliknya


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Lin Feng, Lin Hua, Lin Mofan serta sembilan orang lainnya baru selesai makan saat Lin Baoshi dan Lin Yanran datang menghampiri mereka. Keduanya datang untuk mendampingi Lin Feng dan yang lainnya pergi ke tempat berkumpulnya seluruh peserta kompetisi.


“Mofan, Yanran, apa ada peristiwa penting terjadi di Kota Bambu Ungu selama kami menyelesaikan kompetisi di hutan kabut abadiabadi?” tanya Lin Feng sambil berjalan.


“Tuan Muda, tidak ada peristiwa penting yang terjadi di Kota Bambu Ungu, yang ada hanyalah tersiarnya kabar kematian seluruh perwakilan yang berasal dari keluarga Suci Guo,” kata Lin Baoshi memberi jawaban.


Kabar kematian mereka tersebar dengan cepat karena banyaknya anggota keluarga Suci Guo yang berada di Kota Bambu Ungu, bahkan tetua kesembilan yang sebelumnya memberi pengawalan pada Lin Zong, dia masih berada di Kota Bambu Ungu.


“Cepat juga kabar kematian mereka tersebar, tapi seharusnya kamu sudah tahu apa yang terjadi pada mereka, dan siapa yang melakukanya?” Reinar bertanya pada Lin Baoshi tanpa menoleh melihat ke arah pria itu.


Lin Mofan menganggukkan kepala pelan. Tak perlu bertanya pada Lin Feng, dia sudah tahu apa yang telah terjadi pada kelompok generasi muda keluarga Suci Guo, dan siapa yang melakukan semua itu pada mereka.


“Selain berurusan dengan penguasa Kota Bambu Ungu, sepertinya aku juga masih harus berurusan dengan mereka yang berasal dari keluarga Suci Guo, tapi itu tidak masalah karena aku bisa menjadikan mereka sebagai alat latihan, untuk menguji seberapa besar kekuatanku setelah berhasil mendapatkan satu kali terobosan,” gumam lirih Lin Feng sambil terus melangkahkan kakinya.


Tak membutuhkan waktu lama, kelompok yang dipimpin Lin Feng akhirnya sampai di tempat berkumpulnya seluruh peserta kompetisi. Sampai di tempat itu, Lin Baoshi dan Lin Yanran segera berpisah dengan kelompok Lin Feng, dan mereka bergegas pergi ke tempat penonton.


Di tempat berkumpulnya peserta kompetisi sudah berkumpul banyak peserta kompetisi, yang baru saja kembali dari hutan kabut abadi.


Kelompok dari keluarga Bing terlihat masih lengkap dengan sepuluh anggotanya, begitu juga dengan kelompok yang berasal dari sekte besar. Sedangkan untuk mereka yang berasal dari kekuatan menengah, mereka hanya bisa membawa setengah anggota kelompok kembali, sedangkan sisanya mati saat berada di hutan kabut abadi.


Untuk kelompok yang terbentuk dari peserta individu, mereka sudah terpencar, dan membagi rata kristal inti kehidupan siluman yang didapatkan di hutan kabut abadi.


Meski menjadi kelompok yang kembali lebih dulu dari yang lainnya, kelompok yang dipimpin Lin Feng menjadi kelompok paling terakhir, yang berkumpul di tempat berkumpulnya peserta kompetisi.


“Semuanya, perhitungan segera dimulai! Keluarkan seluruh kristal inti kehidupan siluman yang kalian dapatkan di hutan kabut abadi!” kata perwakilan penyelenggara kompetisi.

__ADS_1


Seluruh peserta kompetisi hanya bisa menunjukkan kristal inti kehidupan siluman yang mereka dapatkan di hutan kabut abadi selama beberapa hari ini.


Jika ada peserta kompetisi yang mengeluarkan kristal inti kehidupan siluman yang tidak berasal dari hutan kabut abadi, atau mengeluarkan kristal inti kehidupan siluman yang didapatkan jauh-jauh hari sebelum dimulainya kompetisi, bisa dipastikan mereka langsung tereliminasi dari kompetisi.


Saat peserta lainnya mengeluarkan puluhan, ratusan, bahkan kelompok keluarga Lin mengeluarkan ribuan kristal inti kehidupan siluman, Lin Feng dan Lin Hua masing-masing hanya mengeluarkan tiga kristal inti kehidupan siluman.


Meski masing-masing hanya mengeluarkan tiga kristal inti siluman, tapi aura yang dikeluarkan dari enam kristal inti kehidupan siluman itu, jauh lebih besar dari aura yang dikeluarkan ribuan kristal inti kehidupan siluman milik kelompok keluarga Lin.


“Kristal inti kehidupan siluman tingkat Dewa Agung Bintang 1 dan Bintang 2? Dari auranya, jelas itu milik siluman di hutan kabut abadi, dan belum lama ini didapatkan,” kata salah satu penilai kualitas kristal inti kehidupan siluman milik peserta kompetisi.


Semua orang tentu terkejut mendengarnya karena setau mereka tidak ada peserta kompetisi yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Agung. Jangankan tingkat Dewa Agung, peserta di tingkat Kaisar Dewa Surgawi saja mereka tidak menemuinya. Peserta terkuat hanyalah mereka yang berada di tingkat Raja Dewa Surgawi.


Tapi penilaian orang itu tidak mungkin salah, dan dari aura yang terpancar keluar kristal inti kehidupan siluman itu memang berasal dari siluman tingkat Dewa Agung Bintang 1 dan Bintang 2.


Meng Wang dan tetua kesembilan keluarga Suci Guo yang juga merupakan penilai kualitas kristal inti kehidupan siluman peserta kompetisi, mereka bergegas menuju tempat Lin Feng dan Lin Hua.


“Katakan padaku, darimana kalian mendapatkan seluruh kristal inti kehidupan siluman ini?” tanya Meng Wang pada Lin Feng dan Lin Hua.


Meng Wang dan tetua kesembilan keluarga Suci Guo tiba-tiba saja tertawa mendengar jawaban Lin Feng. Tawa mereka sangat keras, dan jelas tawa mereka adalah sebuah ejekan untuk Lin Feng.


“Anak muda, aku tahu kristal inti kehidupan siluman ini berasal dari hutan kabut abadi, tapi aku tidak menyangka, hanya karena ingin memenangi kompetisi, kamu sampai menyewa kultivator kuat untuk membunuh siluman tingkat Dewa Agung,” kata Meng Wang.


Mendengar perkataan Meng Wang, semua orang segera mengukur kekuatan Lin Feng dan Lin Hua. Tak lama, cacian keluar dari mulut mereka saat melihat kekuatan keduanya hanya berada di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 1. Dari situ, mereka percaya dengan apa yang dikatakan Meng Wang.


“Orang-orang kicik seperti kalian, tidak pantas ikut kompetisi ini! Cepat pergi dan jangan pernah muncul lagi di Kota Bambu Ungu!” teriak salah satu penonton sambil melemparkan baru ke arah Lin Hua.


Lin Feng tentu tidak tinggal diam saat melihat ada yang mencoba melukai wanitanya. Dia menangkap batu itu, dan meremasnya menjadi debu. “Kalian menuduh tanpa bukti dan memberi hukuman tanpa melihat kebenaran. Pak tua, kamu mengatakan kami menyewa kultivator kuat untuk membunuh siluman tingkat Dewa Agung, apa kamu ada bukti kalau kami melakukan itu?” Lin Feng bertanya pada Meng Wang.


“Apalagi yang perlu dibuktikan? Semua orang juga tahu kalau hanya dengan kekuatan kalian, mustahil kalian dapat mengalahkan siluman tingkat Dewa Agung,” ungkap Meng Wang.

__ADS_1


“Kalau dengan kekuatan kami mustahil dapat mengalahkan siluman tingkat Dewa Agung, bagaimana kalau hanya dengan kekuatanku ternyata lebih dari cukup untuk membuatmu bertekuk lutut dihadapanku?” ujar Lin Feng sambil mengarahkan sorot mata tajamnya pada Meng Wang.


Meski merasa ada sesuatu yang berbahaya dari cara mata Lin Feng menatapnya, tetap dengan ekspresi meremahkan Lin Feng, Meng Wang lantang berkata, “Jangan mengatakan omong kosong! Jika kamu memang mampu membuatku bertekuk lutut di hadapanmu, kenapa kamu tidak langsung melakukannya?” ujarnya.


Mendengar itu, Lin Feng tak lagi sungkan menunjukkan senyuman di bibirnya. “Bukan hanya kamu, tapi seluruh orang yang menghinaku, aku dapat membuat mereka bertekuk lutut di hadapanku!...”


Baru juga Lin Feng menutup mulutnya, aura kuat terpancar keluar dari tubuhnya dan aura itu semakin kuat seiring dengan waktu yang terus berjalan. Dari tingkat Raja Dewa Surgawi, kini aura Lin Feng sudah menembus sampai tingkat Dewa Agung Bintang 4.


Meng Wang, tetua kesembilan keluarga Suci Guo, serta semua orang yang sebelumnya meremehkan kekuatan Lin Feng, saat ini mereka benar-benar dibuat bertekuk lutut di hadapan Lin Feng, bahkan tak sedikit dari mereka yang pingsan karena tak kuasa menahan besarnya aura kekuatan Lin Feng.


Suasana seketika menjadi hening. Tak lagi ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka, yang semula terus mencaci Lin Feng dan Lin Hua. Meng Wang dan tetua kesembilan keluarga Suci Guo yang menjadi dua orang paling gencar mencaci Lin Feng dan Lin Hua, keduanya benar-benar dibuat terkejut oleh kekuatan yang dimiliki Lin Feng, seorang pria yang jelas jauh lebih muda dari mereka.


Dengan kekuatan tingkat Dewa Agung Bintang 4, jelas mudah baginya mengalahkan para siluman di hutan kabut abadi yang kekuatannya masih berada di tingkat Dewa Agung Bintang 1 dan Bintang 2.


Orang-orang yang semula ragu dengan kekuatan Lin Feng dan Lin Hua, tapi mereka tidak ikut mencaci keduanya, sekarang mereka tak lagi memiliki keraguan kalau Lin Feng dan Lin Hua dapat mengalahkan siluman tingkat Dewa Agung.


Sementara itu, Lin Feng yang melihat Meng Wang dan tetua kesembilan keluarga Suci Guo bertekuk lutut di hadapannya, dia hanya terkekeh pelan, meremehkan kekuatan keduanya.


“Bagaimana rasanya bertekuk lutut di hadapan orang yang semula kamu hina dan remehkan?” tanya Lin Feng sambil berjongkok, melihat ekspresi wajah Meng Wang dan tetua kesembilan keluarga Suci Guo.


Keduanya yang mendengar pertanyaan Lin Feng, tak ada yang ingin memberi jawaban karena keduanya sadar telah menyinggung seseorang yang tak seharusnya mereka singgung.


“Karena kalian tidak ingin memberi jawaban, izinkan aku memberi hadiah berupa sampah pada kalian, tapi sebenarnya hadiah ini hanya aku tujukan padamu, dan anggap saja aku sedang mengembalikan sampah pada pemiliknya!” kata Lin Feng mengarahkan pandangan pada Meng Wang, lalu dia melambaikan tangannya, dan muncullah sosok Meng Wan yang sekujur tubuhnya dipenuhi luka.


Saat semua orang dapat melihat keberadaan Meng Wan dengan tubuh di penuhi luka, dan luka-luka itu seperti luka bekas serangan siluman. Semua orang menebak kalau Meng Wan telah salah memilih lawan.


Setelah mengeluarkan Meng Wan, dengan suara dingin Lin Feng berkata, “Sampah sepertinya ingin membunuhku, jelas sampai kapanpun dia tidak bakalan dapat melakukannya!...”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2