
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Hari-hari berlalu dengan cepat setelah dimulainya rencana penghancuran sebagian besar portal penghubung Alam Dewa dan Alam Langit. Ratusan portal telah dihancurkan, dan hanya menyisakan belasan portal yang berada di tempat yang telah ditetapkan oleh Lin Feng.
Dalam beberapa hari ini Lin Feng juga telah memutuskan siapa-siapa saja yang ikut bersamanya menuju Alam Sembilan Surga. Selain prajurit Dewa, para bawahan, dan binatang kontrak miliknya. Lin Feng tentu membawa serta kelima saudari Jiang, dan setelah keputusan bersama Lin Sang juga ikut bersama dengannya. Sedangkan Huo Bin, Lin Dan, Lin Zan, Luo Cheng, serta Luo Qujing, biarpun mereka layak pergi ke Alam Sembilan Surga, mereka masih ingin tinggal di Alam Dewa untuk beberapa tahun ke depan.
Lin Feng tentu saja tidak keberatan dengan keputusan mereka karena bagaimanapun juga, Alam Dewa masih membutuhkan sosok pemimpin seperti mereka.
Lagi pula Lin Feng sudah memberi cincin penekan kekuatan pada semua orang yang telah melampaui tingkat Raja Dewa Langit, dan dengan adanya cincin itu setidaknya mereka masih dapat tinggal di Alam Dewa selama seratus tahun ke depan.
Seratus tahun memang bukan waktu yang lama untuk mereka yang dapat hidup selama jutaan bahkan miliaran tahun, tapi dalam seratus tahun mereka setidaknya dapat menemukan sosok pengganti yang layak, yang dapat menggantikan posisi mereka sebelum pergi ke Alam. Sembilan Surga.
Lin Feng baru saja terbangun dari tidurnya, setelah semalaman waktunya dia habiskan dengan menanam benih-benih cinta kedalam rahim Lin Hua. Bangun lebih dulu, Lin Feng dapat melihat keindahan dan kesempurnaan wanitanya yang hanya berbalutkan selimut tipis.
Memberi kecupan selamat pagi ke kening Lin Hua, Lin Feng pergi meninggalkan wanitanya yang masih terlelap, dan memutuskan pergi membasuh tubuh dengan kesegaran air di pagi hari.
Baru juga satu gayung air membasahi tubuhnya, sepasang tangan milik Lin Hua tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang. Lin Feng tidak terkejut dengan kedatangannya karena dia sudah mengetahuinya.
Terlanjur basah, akhirnya mereka bersama-sama membasuh tubuh dengan dinginnya air di pagi hari, sambil bercanda dan menyalurkan keinginan mereka di pagi hari. Selesai dengan apa yang mereka lakukan di kamar mandi, mereka telah berganti pakaian, dan berjalan-jalan di sekitaran kediaman yang masih cukup hening.
Hari masih pagi dan hanya segelintir orang yang sudah membuka mata. Di sepanjang jalan, Lin Feng dan Lin Hua bertemu dengan prajurit serta pelayan yang segera menundukkan kepala saat melihat keberadaan mereka.
“Keadaan damai dan tenang seperti inilah yang nantinya aku rindukan begitu pergi meninggalkan tempat ini. Namun, di Alam yang lebih tinggi, aku berjanji akan menciptakan kedamaian dan ketenangan seperti yang ada di tempat ini!” gumam lirih Lin Feng sambil terus melangkahkan kakinya.
...----------------...
Lin Feng dan Lin Hua terbang melayang menuju sebuah portal rusak yang menjadi satu-satunya penghubung Alam Dewa dan Alam Sembilan Surga. Portal rusak itu menghubungkan Alam Dewa dan Alam Sembilan Surga tingkat pertama, tapi keadaannya benar-benar rusak setelah jutaan tahun lamanya tidak dipergunakan.
__ADS_1
Ketika sampai di portal rusak yang lokasinya diketahu berkat bantuan Lin Jia. Lin Feng dan Lin Hua dapat melihat portal itu benar-benar rusak, dan hanya sedikit menyisakan bentuknya.
“Swusshh...” Lin Jia muncul diantara Lin Feng dan Lin Hua. Terkejut? Lin Hua tidak terkejut dengan keberadaan Lin Jia karena belum lama ini Lin Feng menjelaskan siapa Lin Jia padanya.
Meski tidak menjelaskan secara menyeluruh, setidaknya Lin Hua tau kalau Lin Jia adalah bagian dari Lin Feng, dan kekuatan gadis kecil itu bukanlah sesuatu yang dapat di remehkan. Setidaknya kekuatannya saat ini setara dengan Lin Feng, dan kekuatannya dapat terus berkembang seiring dengan pencapaian Lin Feng.
“Mèi mei, apa portal ini masih dapat diperbaiki?” tanya Lin Hua pada Lin Jia yang sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri, hal yang sama juga dilakukan Lin Feng pada Lin Jia.
Lin Jia menganggukkan kepalanya. “Jiê jiê tenang saja, gerbang ini memang hancur dan terlihat tidak berguna. Akan tetapi, selama inti kekuatan gerbang ini masih ada, kita masih dapat memperbaikinya, tapi itu tidak semudah memperbaiki sebuah rumah.”
Lin Feng dan Lin Hua sama-sama menganggukkan kepala mendengar semua itu. “Setidaknya butuh berapa lama untuk memperbaiki portal ini sampai bisa berfungsi seperti sedia kala?” tanya Lin Feng pada Lin Jia.
Lin Jia mengamati keadaan portal yang hanya menyisakan pondasinya, sedangkan bagian lainnya telah hancur. “Selama ada poin sistem, dalam dua hari portal sudah dapat berfungsi seperti sedia kala.” Kali ini Lin Jia memberi jawaban melalui pesan jiwa karena bagaimanapun juga jiwanya dan jiwa Lin Feng adalah satu.
“Dalam dua hari portal dapat diperbaiki, tapi untuk dapat digunakan, setidaknya kita butuh waktu dua hari lagi supaya energi di dalam portal benar-benar stabil.” Jawaban yang diberikan Lin Jia pada semua orang melalui mulutnya.
“Empat hari bukanlah waktu yang lama, dan selama empat hari setidaknya kita bisa melakukan persiapan sebelum nantinya pergi ke Alam. Sembilan Surga,” ungkap Lin Feng yang disambut anggukan kepala Lin Hua dan Lin Jia.
Begitu Lin Hua dan Lin Jia pergi, Lin Feng segera mengeluarkan bahan yang dia butuhkan untuk memperbaiki portal. Untuk inti kekuatan portal, Lin Feng melihat inti kekuatan masih berada di tempatnya, tapi pada akhirnya dia membeli inti kekuatan baru dari toko sistem untuk menggantikan inti kekuatan yang sudah melemah.
Lin Feng melambaikan tangannya. Bahan-bahan yang sudah dia siapkan mulai bergerak, dan kembali menyusun bentuk portal seperti sedia kala. Proses menyusun tidak bisa dipercepat, dan hanya bisa berjalan seperti semestinya. Jika Lin Feng memaksa mempercepat proses penyusunan, bisa dipastikan portal tidak bisa berfungsi seperti seharusnya.
Ribuan Keistal Roh Tingkat Langit merupakan bahan utama untuk menyusun kembali portal yang telah hancur. Satu poin sistem Lin Feng setara dengan seribu Keistal Roh Tingkat Langit. Jadi, untuk melakukan perbaikan, dirinya tidak terlalu banyak menghabiskan poin sistem miliknya.
Dua hari berlalu bertepatan dengan datangnya Lin Hua dan Lin Jia, proses perbaikan telah selesai, dan kini tinggal menunggu stabilnya energi di dalam portal.
Dari tempat berdirinya bersama dengan Lin Hua dan Lin Jia, Lin Feng dapat melihat kekacauan energi di dalam portal. Memaksa memasukinya tentu tidak akan berakhir baik untuk dirinya.
Lin Hua yang berdiri di sebelah Lin Feng juga menyadari hal yang sama. “Memaksa masuk ke dalam tempat itu hanya nasib buruk yang menanti kita. Kekacauan energi di tempat itu setidaknya mampu membuat seorang di tingkat Kaisar Dewa Surgawi sepertiku menjadi kabut darah hanya dalam satu kali tarikan napas.”
__ADS_1
Sementara itu, di Alam Kegelapan yang jauh dari keberadaan Alam Dewa, penguasa Alam Kegelapan tersenyum sinis setelah mendengar laporan kegagalan pasukan gelap yang dia kirim untuk menguasai Alam Dewa dan Alam Langit. Bukan sekedar gagal, tapi mereka musnah tak bersisa.
“Katakan padaku! Siapa yang telah memusnahkan mereka dan menggagalkan rencanaku? Prajurit pelindung Alam Dewa tentu tidak dapat melakukan semua itu, apa mungkin salah satu Dewa Agung turun tangan menghancurkan mengalahkan mereka?” tanyanya pada sosok gelap di hadapannya.
“Yang Mulia, hamba tidak tau pasti siapa yang melakukan itu pada mereka, tapi yang jelas itu bukanlah Dewa Agung karena saat hamba sampai di tempat itu, hamba tidak merasakan kekuatan Dewa Agung. Apa yang hamba rasakan hanyalah kekuatan dua orang yang telah mencapai tingkat Kaisar Dewa, bahkan salah satu dari mereka jauh lebih kuat dari hamba,” jawab sosok gelap.
“Menarik, aku tidak menyantka ada prajurit pelindung Alam Dewa yang memiliki kekuatan sebesar itu,” ujar penguasa Alam Kegelapan.
“Yang Mulia, hamba rasa dua orang itu bukan bagian dari prajurit pelindung Alam Dewa karena hamba melihat hubungan diantara mereka yang kurang baik. Kemungkinan, orang-orang itu berasal dari Alam Dewa.”
Kerutan tiba-tiba terlihat di kening penguasa Alam Kegelapan setelah mendengar semua itu. “Berasal dari Alam Dewa? Bagaimana mungkin di Alam rendahan seperti itu terdapat orang-orang yang kekuatannya melampaui kekuatan pasukanku?”
“Sepertinya banyak perubahan terjadi di Alam Semesta setelah jutaan tahun berlalu. Alam Dewa yang dulunya sangat lemah, tiba-tiba saja memiliki kekuatan besar yang seharusnya hanya bisa dijumpai di Alam Sembilan Surga.”
Penguasa Alam Kegelapan tiba-tiba menyeringai. “Sepertinya aku harus menunda serangan ke Alam Sembilan Surga, sebelum aku memastikan tidak adanya perubahan kekuatan di tempat itu, seperti yang ada di Alam Dewa!”
Penguasa Alam Kegelapan mengarahkan pandangan pada sosok gelap di hadapannya. “Kirim lebih banyak dari kalian untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentant kekuatan Alam Sembilan Surga!”
“Ingatkan pada mereka untuk tidak membuat kesalahan karena aku tidak ingin ada kesalahan informasi, yang nantinya memberi kerugian besar pada saat menyerang Alam Sembilan Surga!” Penguasa Alam Kegelapan menegaskan apa yang menjadi keinginannya.
Sosok gelap yang berada di hadapannya menganggukkan kepala, kemudian berkata, “Hamba akan melakukan sesuai apa yang menjadi keinginan Yang Mulia.”
Sosok gelap kemudian pamit undur diri, dan pergi meninggalkan ruang bersantai Penguasa Alam Kegelapan.
“Alam Semesta memang menyimpan banyak kejutan yang tidak terduga. Pantas daja pendahuluku gagal menguasai Alam Semesta karena banyaknya kejutan di tempat itu,” gumamnya lirih sambil menatap cincin penyimpanan yang melingkar di jari tangannya.
“Pendahuluku memang gagal, tapi aku tidak mungkin gagal dan mengulangi kesalahan yang sama! Alam Semesta dan seluruh isinya pasti berhasil aku kuasai!...”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.