
“Ini adalah akhir dari semua kejahatan yang pernah kamu lakukan, dan aku pastikan di masa depan tak akan ada lagi orang sepertimu yang yang menjadi seorang penguasa!” kata Lin Feng lalu ia melemparkan tubuh tak berdaya Lin Cong.
“Swush... Swush...” Lin Hua dan Bing Hualing mendatangi Lin Feng.
Mereka tak langsung berbicara dengan Lin Feng melainkan mereka lebih dulu melihat keadaan Lin Cong yang saat ini keadaannya jauh lebih buruk dari kematian. Cacat, kehilangan seluruh kekuatannya, serta tak lagi memiliki kekuasaan. Ke depannya, hidup Lin Cong akan diwarnai dengan berbagai macam penderitaan.
Ingin rasanya Bing Hualing mengakhiri hidup Lin Cong, tapi ia sadar kalau apa yang saat ini dilihatnya jauh lebih baik daripada memberi kematian pada pria itu. Melihat sekeliling, ia juga melihat keadaan orang-orang yang setia pada Lin Cong juga mengalami nasib buruk, bahkan sebagian besar dari mereka telah mati.
Mengambil apa yang sudah seharusnya menjadi milik keluarganya, Lin Feng telah mewujudkan keinginan pertamanya begitu ia berada di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan. Meski terlebih dahulu harus membersihkan sampah yang mengotori kediamannya, setidaknya tak ada kerusakan berarti di kediaman keluarganya.
“Tempat ini kini sudah kembali ke pemiliknya, tapi apa yang terjadi di tempat ini pasti segera terdengar olehnya, dan tak menutup kemungkinan ia akan segera pergi mendatangi tempat ini,” ungkap Lin Feng, dan ia yang dimaksud Lin Feng adalah kakeknya.
“Sekalipun dia datang sendiri ke tempat ini, aku tak akan membiarkannya mengambil apa yang sedari awal adalah milik keluarga kita, dan selamanya hanya akan menjadi milik keluarga kita,” kata Bing Hualing.
Lin Feng mengangguk lalu ia menunjukkan senyuman di wajahnya pada Lin Hua dan Bing Hualing, dan setelahnya mereka melihat keadaan keseluruhan dari kediaman yang beberapa waktu terakhir menjadi tempat tinggal Lin Cong dan orang-orangnya.
...----------------...
“Ini, apa yang sudah terjadi di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan? Kenapa tiba-tiba giok jiwa milik Lin Cong retak?” ujar Lin Yuzhou, penguasa keluarga Lin saat ia melihat giok jiwa milik Lin Cong.
Lin Wugoi, orang kepercayaan Lin Yuzhou hanya diam dan tak memberi komentar apapun dari apa yang ingin diketahui oleh tuannya. Dia tak tahu apa yang terjadi di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan, tapi ia tahu kalau Lin Cong dalam keadaan kritis.
“Sepertinya aku harus mengirim beberapa orang untuk memastikan apa yang sudah terjadi di tempat itu!” kata Lin Yuzhou.
Mendengar itu, Lin Wugoi yang memang jarang bicara ia hanya mengangguk. Meski Lin Cong bukan orang penting di matanya, tapi ia juga penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi pada pria itu, dan seperti apa saat keluarga Lin yang ada di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.
Baru juga Lin Yuzhou ingin memanggil orang yang akan ia kirim ke Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan, seorang prajurit masuk ke dalam ruangannya.
“Yang Mulia, hamba datang ingin menyampaikan berita yang dibawa oleh seseorang, yang baru saja kembali dari Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan,” kata prajurit yang saat ini berlutut di hadapan Lin Yuzhou.
__ADS_1
Lin Yuzhou menyuruh prajurit itu mengatakan semua yang ingin dikatakannya, dan prajurit itu mengatakan semua dari awal sampai akhir berita yang sebelumnya disampaikan padanya, oleh seseorang yang baru kembali dari Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.
“Akhirnya ia datang untuk kembali mengambil miliknya,” kata Lin Yuzhou setelah mendengar keseluruhan perkataan prajurit di hadapannya.
Dia sudah mengira orang-orang yang menyerang Lin Cong akan datang untuk mengambil apa yang memang seharusnya menjadi milik mereka, tapi ia tak menyangka orang-orang itu tak kenal ampun dan membunuh semua orang yang memiliki hubungan dengan Lin Cong.
“Mereka memang datang seperti perkiraaanku, tapi apa yang mereka lakukan, sangat jauh dari apa yang sudah aku perkirakan,” kata Lin Yuzhou yang merasa sedikit kehilangan, saat tahu apa yang terjadi pada Lin Cong dan orang-orangnya.
Awalnya ia memperkirakan mereka hanya sekedar datang dan mengusir Lin Cong beserta seluruh orangnya, tapi nyatanya Lin Cong dibuat cacat oleh mereka, bahkan orang-orang yang memiliki kesetiaan pada Lin Cong mati secara tragis di tangan orang-orang mereka.
“Tuanku, apa perlu aku memberi pelajaran pada mereka?” tanya Lin Wugoi yang tidak terima dengan kematian sia-sia anggota keluarga Lin, yang ikut bersama Lin Cong ke Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.
Lin Yuzhou menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku sendiri yang akan datang menemui mereka, dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan pada Lin Cong dan seluruh anggota keluarga Lin yang mati di tangan mereka!”
Tentu jika Lin Yuzhou pergi ke tempat itu, Lin Wugoi juga ikut pergi bersamanya, dan Lin Wugoi sudah tidak sabar bertemu dengan orang-orang yang telah memusnahkan keberadaan anggota keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.
...----------------...
Namun baru juga ia berbaring, ia dan Lin Hua merasakan sosok dengan kekuatan tingkat Dewa Semesta Bintang 9, muncul di atas kediamannya.
“Kalian yang telah melakukan hal keji pada Lin Cong dan anggota keluarga Lin, sebaiknya kalian segera keluar dan temui kami!” suara keras terdengar dari langit.
“Kakek tua, auramu telah mengganggu waktu istirahatku, dan bukannya kamu terlalu berisik?” ujar Lin Feng yang tiba-tiba saja muncul di hadapan pria tua, yang tak lain adalah Lin Yuzhou.
"Berani tidak sopan di hadapan penguasa tertinggi keluarga Lin! Apa kau ingin mati cepat?” teriak Lin Wugoi yang senantiasa menemani kemanapun Lin Yuzhou pergi.
“Mati cepat? Aku masih ingin hidup lama, jadi kenapa juga aku menginginkan kematian cepat?” ujar Lin Feng menatap sinis Lin Wugoi.
Lin Yuzhou mengangkat sedikit tangan kanannya, pertanda kalau Lin Wugoi harus diam. “Siapa kamu, dan apa hubungan kamu dengan orang-orang yang telah melakukan hal keji pada Lin Cong dan anggota keluarga Lin di alam ini?” tanya Lin Yuzhou.
__ADS_1
“Kebetulan aku yang telah melakukan hal keji pada Lin Cong, dan orang-orangku adalah yang melenyapkan keberadaan anggota keluarga Lin di tempat ini! Untuk alasan kenapa aku melakukan semua itu, aku melakukannya tentu untuk keluargaku.”
“Tempat ini adalah milik keluargaku, dan selamanya akan seperti itu. Lin Cong dan mereka yang bukan anggota keluargaku, bagaimana mungkin aku membiarkan mereka menempati tempat ini! Pada akhirnya aku menyingkirkan mereka, dan kembali mendapatkan tempat ini!” ungkap Lin Feng.
Lin Yuzhou yang mendengar Lin Feng mengatakan tempat yang ditempati Lin Cong adalah milik keluarganya dan melihat adanya kemiripan wajah Lin Feng dengan orang yang ia kenal, ia yakin Lin Feng adalah darah daging orang itu.
“Katakan padaku, apa kau putra Lin Mofeng dan Bing Hualing?” tanyanya.
“Ternyata kakek tua sepertimu masih mengingat keberadaan mereka, dan ya aku adalah putra mereka. Putra yang harus terpisah dari keluarganya, akibat ulah orang-orang sepertimu yang lebih mementingkan kekuasaan daripada melindungi anggota keluarganya sendiri!” kata Lin Feng dengan suara meninggi.
Lin Feng tahu jika yang berada di hadapannya saat ini adalah Lin Yuzhou, kakeknya. Akan tetapi, ia sama sekali tidak menaruh hormat pada pria itu karena bagaimanapun juga ia tahu seperti apa sikap pria itu pada keluarganya.
“Kamu adalah cucuku dan seharusnya kamu menghormati keberadaanku, bukannya justru berperilaku tidak hormat padaku!” kata Lin Yuzhou yang sepanjang hidupnya ia sangat gila hormat, bahkan ia senantiasa menuntut siapapun menghormati keberadaannya.
“Menghormati orang sepertimu? Kenapa juga aku harus menghormatimu? Bagiku, orang yang pantas aku hormati hanyalah kedua orangtuaku, dan jelas itu bukan kamu!” kata Lin Feng tegas.
Lin Yuzhou menggerakkan giginya mendengar itu, sedangkan Lin Wugoi sudah tak sabar menebas kepala Lin Feng yang sudah begitu berani menghina tuannya.
“Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu berani tidak patuh pada perkataanku, tapi asal kamu tahu aku tak pernah ragu membunuh siapapun yang tidak patuh padaku, sekalipun dia adalah anggota keluargaku,” ungkap Lin Yuzhou.
"Kalau begitu, apa sekarang kamu ingin membunuhku?” tanya Lin Feng dengan santainya.
Lin Yuzhou seketika diam mendengar itu, tapi tak lama ia tersenyum bersama dengan ledakan auranya yang sanggup mengguncang tanah dan langit Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.
“Sepertinya kamu memang sangat menginginkan kematian!” kata Lin Yuzhou dingin.
“Menginginkan kematian? Bukannya kau yang sangat menginginkannya?” balas Lin Feng dengan tersenyum sinis.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.