Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Melewati Lorong Portal


__ADS_3

Rombongan Lin Feng tidak mendapat hambatan saat memasuki portal penghubung seluruh tingkatan Alam Sembilan Surga, mereka semua sudah berjalan di dalam portal dan setelah setengah hari berlalu mereka akan sampai di tujuan.


Berbeda dengan teknik teleportasi yang dapat membuat mereka berpindah tempat dalam waktu singkat, portal penghubung tidak bisa melakukan semua itu. Portal penghubung memang berfungsi sebagai pemendek jarak selayaknya teknik teleportasi, tapi untuk menuju tujuan tetap harus melakukan perjalanan seperti biasa.


Mereka semua bergerak cepat dengan kecepatan puncak Dewa Agung tingkat 2, yang merupakan kecepatan puncak prajurit pengawal Lin Luyao. Di sepanjang lorong portal menuju Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat, beberapa kali rombongan Lin Feng melewati rombongan lainnya. Meski ada beberapa rombongan yang memiliki niatan buruk, tapi pertarungan di dalam lorong portal adalah sesuatu yang sangat dihindari semua orang.


Lorong portal yang rapuh dapat menciptakan badai ruang dan waktu jika terjadi pertempuran besar di dalamnya. Meski badai ruang dan waktu tidak mematikan, tapi siapapun yang terjebak di dalam ruang badai dan waktu, bisa dipastikan mereka akan terlempar ke tempat yang tak semestinya.


“Bukannya mereka orang-orang dari keluarga Lin?” tanya pria bertubuh kekar yang berada dalam rombongan besar yang berasal dari keluarga Suci Guo.


“Mereka memang berasal dari keluarga Lin dan wanita itu adalah Putri Lin Luyao, putri tunggal salah satu putra pemimpin tertinggi keluarga Lin,” jawab salah satu teman yang berada di dekatnya sambil menunjukkan Lin Luyao yang berada di sebelah Lin Hua.


“Putri Lin Luyao? Kalau benar dia Putri Lin Luyao, bagaimana kalau kita membawanya pergi bersama kita? Mereka hanya terdiri dari belasan orang, sedangkan jumlah kita berkali-kali lipat lebih banyak dari mereka. Dengan jumlah kita, pasti kita bisa membawanya, dan menyerahkannya pada Tetua Agung!”


“Aku tidak bisa membayangkan hadiah besar apa yang bakal diberikan Tetua Agung pada kita, kalau kita bisa membawa wanita itu padanya,” kata pria bertubuh kekar.


Mereka yang mendengar perkataannya mengangguk dan sesekali mereka mencuri pandang ke arah rombongan Lin Luyao. “Kita bisa melakukannya begitu keluar dari lorong portal,” ungkap salah satu dari mereka yang mendapat persetujuan dari yang lainnya.


Sementara itu, Lin Feng dengan mata Dewa nya, ia melihat rombongan besar yang diyakininya berasal dari keluarga Suci Guo. “Lagi-lagi keluarga Suci Guo, mereka sepertinya tidak akan lelah membuat masalah pada keluarga Lin, dan hanya kehancuran yang akan membuat mereka sadar jika berurusan dengan keluarga Lin adalah sebuah kesalahan besar,” gumamnya pelan.


“Gege, apa barusan kamu mengatakan sesuatu?” tanya Lin Hua yang sekilas mendengar gumaman Lin Feng.


“Aku barusan bergumam tentang keluarga Suci Guo yang tak lelah membuat masalah dengan keluarga Lin,” jawab Lin Feng.


“Sampai kapanpun mereka tidak akan pernah bosan mencari masalah dengan keluarga Lin sebelum apa yang mereka inginkan tercapai, dan keinginan mereka adalah kehancuran total keluarga Lin!” kata Lin Luyao yang ikut dalam pembicaraan Lin Feng dan Lin Hua.

__ADS_1


“Kalau itu yang menjadi keinginan mereka, selama aku masih hidup, mereka tak akan pernah bisa mewujudkan keinginannya, dan bisa jadi merekalah yang tak lama lagi hancur di tanganku!” kata Lin Feng.


“Sebelumnya mereka hampir berhasil menghancurkan keluarga Lin saat terjadi pengkhianatan besar-besaran di dalam lingkup keluarga Lin, tapi usaha terakhir mereka waktu itu berhasil digagalkan kakek dan nenek yang harus turun tangan langsung untuk memberi keamanan pada keluarga Lin,” ungkap Lin Luyao.


Lin Feng menganggukkan kepala mengerti bagaimana keadaan waktu itu hanya dengan melihat sepintas kenangan di mata Lin Luyao. Tak sedikit anggota keluarga Lin yang mati dalam peristiwa itu, dan kebanyakan mereka mati di tangan para pengkhianat yang lama menggantungkan hidupnya pada keluarga Lin.


Melihat itu semua kemarahannya pada keluarga Suci Guo semakin besar, dan bagaimanapun caranya ia ingin membalaskan semua itu pada keluarga Suci Guo. ’Luka dibalas luka, nyawa dibalas nyawa! Mereka yang telah menyebabkan banyak kematian di keluarga Lin, aku pasti melakukan hal yang sama pada mereka,’ katanya membatin.


“Mereka sepertinya memiliki niatan buruk pada kita, dan niatan buruk itu akan dilakukan begitu kita keluar dari lorong portal!” kata Lin Feng dan mereka yang ia maksud adalah rombongan besar, yang berasal dari keluarga Suci Guo.


“Kekuatan mereka memang tidak seberapa, tapi jumlah mereka dapat sedikit merepotkan kita. Meski besar kemungkinan kita dapat mengalahkan mereka, jangan pernah meremehkan kekuatan mereka dan lawan dengan seluruh kekuatan yang kalian miliki!” lanjut Lin Feng berkata.


“Gege tenang saja, meski musuh terlihat lemah, aku tidak pernah meremehkan kekuatan mereka dan selalu menganggap mereka sebagai musuh yang berbahaya, dan keberadaannya perlu diwaspadai,” kata Lin Hua.


“Setelah terlibat banyak pertarungan, aku tak akan pernah meremehkan kekuatan yang dimiliki musuh sekalipun mereka lebih lemah dariku, dan sepertinya mereka juga sudah mengerti semua itu,” ungkap Lin Luyao sambil melirik sepuluh prajurit pengawal perjalanannya.


“Begitu juga dengan kami,” timpal Lin Baoshi dan Lin Yanran.


Lin Feng mengangguk puas mendengarnya dan berkata, “Kalau begitu, mulai sekarang tingkatkan kewaspadaan kalian, dan langsung bunuh siapapun yang memiliki niatan buruk pada kalian!”


Semua orang menganggukkan kepalanya dan mereka semakin fokus dengan apa yang berada di sekeliling, tapi di mata orang lain mereka terlihat tidak sedang melakukan apa-apa, dan itulah yang ingin mereka tunjukkan pada musuh.


Saat musuh mengira mereka tidak sedang melakukan apa-apa, sebenarnya saat itulah mereka sudah jelas melihat apa yang ingin dilakukan musuh. Membuat musuh lengah dan perlahan menyeret mereka menuju jurang kematian, taktik yang licik, tapi jika musuh sadar telah masuk perangkap, taktik itu tak lagi berguna.


“Saudara, mereka sepertinya belum sadar kalau kita ingin melakukan hal buruk begitu keluar dari tempat ini!”

__ADS_1


“Sebaiknya mereka memang tidak perlu sadar, supaya kita tidak perlu repot berhadapan dengan mereka.”


“Selainnya Putri Lin Luyao, aku menginginkan wanita bercadar di sampingnya dan satu lagi wanita yang ada di belakangnya. Menyerahkan Putri Lin Luyao pada Tetua Agung dan mengambil dua wanita itu menjadi milik kita, bukannya kita bakalan mendapatkan keuntungan ganda?”


“Apa yang saudara katakan sangat benar, kedua wanita itu sangat menarik perhatian, ditambah hadiah yang bakal diberikan Tetua Agung, kita untung banyak dalam satu kali jalan.”


Rombongan keluarga Suci Guo terus saja membahas keuntungan yang akan segera mereka dapat, selama apa yang ingin mereka lakukan berbuah keberhasilan. Akan tetapi, mereka tidak sadar kalau telah terkena jebakan musuh, dan kelengahan yang mereka tunjukkan, perlahan menyeret mereka menuju jurang kematian.


Di kejauhan rombongan yang dipimpin Lin Feng sudah dapat melihat ujung lorong portal, yang artinya tempat itu adalah Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat. Meski ada jarak yang cukup jauh, Lin Feng dan yang lainnya dapat merasakan perbedaan keberadaan Qi elemen di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat, dengan apa yang pernah mereka rasakan di Alam Sembilan Surga tingkat kedua.


“Sebaiknya kalian semua segera bersiap! Begitu keluar dari tempat ini aku yakin mereka bakalan langsung menyerang kita,” kata Lin Feng menggunakan telepati pada seluruh anggota rombongannya.


Lin Hua, Lin Luyao dan yang lainnya, bersamaan mereka menganggukkan kepala sebagai balasan, dan segera mereka bersiap melawan musuh yang datang menyerang.


"Swuusshh... Swuusshh...” Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya rombongan Lin Feng telah melewati lorong portal, dan saat ini mereka berdiri di hamparan padang rumput hijau yang luas. Akan tetapi, bukan hanya rombongan mereka yang muncul di tempat itu. Rombongan keluarga Suci Guo juga berada di tempat yang sama, bahkan saat ini mereka telah mengepung keberadaan rombongan Lin Feng.


Lin Feng dan yang lainnya pura-pura terkejut melihat anggota keluarga Suci Guo yang mengepung dari segala arah. Sedangkan mereka yang berasal dari keluarga Suci Guo, senyuman meremehkan terlihat di bibir mereka, saat mereka melihat ekspresi terkejut yang ditunjukkan lawan.


“Sebaiknya kalian menyerah daripada melakukan perlawanan sia-sia!” kata pemimpin rombongan keluarga Suci Guo dengan percaya diri.


Lin Feng dan yang lainnya yang semula memasa ekspresi pura-pura terkejut, seketika mereka tertawa mendengar perkataan pemimpin rombongan keluarga Suci Guo.


“Kalau kalian lebih kuat dari kami, mungkin menyerah menjadi salah satu pilihan terbaik untuk kami, tapi sayangnya meski unggul dalam jumlah kalian tetaplah jauh lebih lemah dari kami, dan tidak mungkin kami menyerah di tangan kalian. Justru sebaliknya, yang seharusnya menyerah itu kalian karena bagaimanapun juga, kalian jauh lebih lemah dari kami!” kata Lin Feng penuh ketenangan.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2