
Menghadapi lima siluman yang menjadi lawannya sama sekali tidak membuat Lin Feng kesulitan, bahkan ia masih sempat melihat jalannya pertarungan Lin Luyao dan pemimpin prajurit pengawal yang diketahui sebagai musuh dalam selimut.
Setelah beberapa waktu melakukan pertarungan dengan lima siluman, akhirnya Lin Feng dapat mengalahkan mereka tapi dia tidak ingin ikut campur dalam pertarungan Lin Luyao dan lawannya, ia hanya menjadi penonton dalam pertarungan mereka.
Lin Luyao terlihat masih mendominasi jalannya pertarungan, tapi lawannya bukanlah lawan yang mudah ditumbangkan. Meski dalam tingkat kekuatan mereka berada di tingkat yang sama, dengan kelebihan kekuatan elemen petir miliknya, Lin Luyao memiliki sedikit keunggulan dari lawannya.
“Katakan padaku siapa yang menyuruhmu menjadi penyusup dalam kelompokku, dan jelaskan apa tujuanmu!” Lin Luyao memaksa pemimpin prajurit pengawal membuka mulut, mengatakan apa yang ingin diketahuinya.
“Lebih baik aku mati daripada mengatakan semua itu padamu!” balasnya dan ia sama sekali tidak takut dengan kematian.
Lin Luyao merasa percuma berbicara dengan musuh dan segera saja dia meningkatkan serangannya, berusaha secepatnya mengakhiri hidup musuhnya. Lin Luyao mengeluarkan kilatan petir berwarna ingin keemasan, dan kembali menyerang musuhnya.
“Kekuatan elemen petir miliknya hanya berada satu tingkat di bawah kekuatan elemen petir milikku. Pria itu seharusnya tidak bisa bertahan lebih lama saat Lin Luyao semakin serius menghadapinya,” gumam Lin Feng pelan dan kembali dia menikmati jalannya pertarungan.
Tubuh Lin Luyao sekarang diselimuti kilatan petir berwarna ungu keemasan dan membuat kekuatannya meningkat sebanyak satu tingkatan. Musuhnya yang sadar dengan kekuatan Lin Luyao, dia mulai mengumpulkan sekuruh kekuatannya dan bersiap kabur.
“Jangan harap kamu bisa pergi dari tempat ini!” Lin Luyao mengarahkan aura kekuatannya, menahan musuhnya agar tetap diam, berdiri di tempatnya.
Aura kuat Lin Luyao semakin kuat menekan musuhnya, membuat pria itu jatuh tersungkur dan tidak menyangka kalau Lin Luyao jauh lebih kuat darinya.
‘Kalau sejak awal aku tahu dia jauh lebih kuat diriku, sudah dari tadi aku pergi dari tempat ini,’ batinnya menyesal tidak pergi sejak awal.
“Sudah saatnya kamu mati!” Lin Luyao mendekati musuhnya dan bersiap mengakhiri hidup orang itu, tapi tiba-tiba Lin Feng muncul dan menghentikannya.
“Jangan dulu membunuhnya sebelum kita tahu siapa orang yang menyuruhnya!” Lin Feng menatap mata pemimpin prajurit pengawal, melihat setiap kenangan orang itu.
Hanya beberapa saat dia melakukannya, dan bukan sesuatu yang sulit untuknya dapat mengetahui sosok yang memberi tugas pada pemimpin prajurit pengawal.
“Ma Rong, dia adalah orang yang menyuruhnya menyusup, dan dia ditugaskan merebut tanaman rumput keabadian dari tangan saudari, begitu saudari mendapatkannya.”
__ADS_1
“Dia juga diizinkan membunuh saudari, seandainya saudari menghalangi apa yang menjadi tugasnya,” lanjut Lin Feng berkata.
“Saudara, apa benar Mu Rong yang menyuruhnya?” tanya Lin Luyao yang dijawab anggukan kepala oleh Lin Feng.
“Mu Rong adalah kakak Bibi Mu Wen, istri kedua ayahku. Dia orang yang selama ini baik padaku, tapi kenapa dia tega menyuruh orang untuk melakukan hal jahat itu padaku?” Lin Luyao tidak tahu apa yang diinginkan Mu Rong dengan melakukan hal sejahat itu padanya.
“Mu Rong ingin mengakhiri hidup ayahmu dan setelahnya dia bisa menguasai keluargamu melalui adiknya. Saudari, jika kamu kembali dengan selamat dari lembah siluman, Mu Rong sudah menyiapkan rencana terakhir untukmu. Sebuah pernikahan keluarga, itulah rencana terakhirnya untuk mengikatmu supaya tunduk dibawah kekuasaannya.” Lin Feng mengatakan semua yang dia dapatkan dari melihat gambaran ingatan di mata pemimpin prajurit pengawal.
Mata Lin Luyao melebar sempurna mendengar semua itu dan kemudian berkata, “Aku tidak menyangka dia yang selama ini terlihat baik ternyata memiliki niat sejahat dan seburuk itu padaku serta pada keluargaku.”
“Bibi Mu Wen juga, kenapa dia belum puas dengan semua yang dimilikinya, setelah dia menjadi satu-satunya wanita di kediaman ayahku setelah kematian ibuku?” ujarnya.
“Sebelum menjadi Permaisuri dan hanya menjadi seorang Selir, meski dia menjadi satu-satunya wanita di kediaman ayahmu, dia masih belum puas sebelum menggantikan posisi ibumu,” ungkap Lin Feng.
“Apa benar itu yang menjadi keinginannya? Kalau itu yang menjadi keinginannya, jelas dia tidak akan mendapatkannya karena hanya ibuku yang berhak atas posisi itu, dan ayah sendiri tidak pernah ada niatan menggantikan posisi ibu, meskipun ibu telah tiada,” kata Lin Luyao.
“Dari apa yang aku dapatkan setelah melihat gambaran ingatan yang tersimpan di matanya, itu merupakan salah satu tujuan utamanya dan banyak tujuan lainnya. Selain itu, aku juga mendapatkan sesuatu darinya yang ternyata sudah lama menjadi pengikut Mu Rong.” Lin Feng sejenak menghela napas lalu lanjut berkata, “Kalau saudari ingin tahu siapa penyebab kematian ibu saudari, orang itu tak lain adalah Mu Rong dan Mu Wen.”
Mendengar semua itu membuat Lin Luyao menggertakkan giginya marah, sedangkan pemimpin prajurit pengawal yang saat ini lehernya berada dalam cengkraman Lin Feng, dia bingung bagaimana Lin Feng bisa mengetahui semua itu hanya dengan melihat kedua matanya.
Lin Luyao yang sangat marah setelah mengetahui siapa orang di balik kematian ibunya dan apa saja yang mereka lakukan sampai membuat ibunya meregang nyawa, dia mengarahkan sorot mata tajam dan niat membunuh pada pemimpin prajurit pengawal.
Di tatap Lin Luyao dengan niat membunuh yang ditujukan padanya, orang itu tahu kalau hidupnya sebentar lagi akan berakhir. Tidak mungkin baginya mengelak dari kesalahan karena semua sudah jelas.
“Bukan saatnya untuk metagu! Kalau saudari ingin membunuhnya untuk melampiaskan emosi, saudari bisa segera melakukannya!” Lin Feng melepas cengkraman tangannya, membiarkan Lin Luyao melakukan apapun pada pemimpin prajurit pengawal.
Tanpa berkedip Lin Luyao langs mematahkan leher orang itu, mengakhiri hidupnya. “Aku tidak ingin mengotori tubuhku dengan darahmu. Jadi matilah tanpa mengeluarkan darah!” kata Lin Luyao setelah membunuh pemimpin prajurit pengawal.
Lin Luyao mengabaikan mayat pemimpin prajurit pengawal nya yang mati di tangannya. “Saudara, terimakasih telah mengungkap kejahatan mereka padaku!” katanya.
__ADS_1
“Untuk apa berterimakasih? Kita adalah saudara, dan sebuah kewajaran aku membantumu,” kata Lin Feng sambil melirik dua prajurit pengawal yang mencoba kabur setelah melihat kematian pemimpin mereka.
Kilatan petir berwarna hitam keemasan berderak-derak di telapak tangan Lin Feng, dan sesaat kemudian kilatan petir itu diarahkannya pada dua prajurit yang mencoba pergi melarikan diri.
“Boom... Boom...”
Suara ledakan terdengar saat kilatan petir berwarna hitam keemasan menyambar tubuh mereka, membuat keberadaan keduanya menjadi butiran debu yang hilang tersapu hembusan angin.
“Kalian adalah orang-orang yang memiliki kesetiaan tinggi dan aku menghargai keberadaan kalian,” kata Lin Feng pada sepuluh prajurit pengawal yang memiliki kesetiaan pada Lin Luyao.
Mengetahui yang mengatakan itu pada mereka adalah pemilik kekuatan elemen petir tertinggi, sepuluh prajurit segera berlutut. “Hormat kami pada Tuan Muda,” kata mereka bersamaan.
“Bangunlah dan kalian jangan lagi berlutut di hadapanku karena aku tidak menyukainya!” kata Lin Feng dan akhirnya dia mengenalkan diri pada mereka.
Sekarang mereka tahu siapa Lin Feng dan kenapa Lin Luyao sangat dekat dengan pria yang sebelumnya tidak mereka kenali.
“Roooaaarrr...”
Baru juga Lin Feng dan yang lainnya ingin melanjutkan perjalanan, terdengar oleh mereka suara raungan keras yang berasal wilayah terdalam lembah siluman. “Sepertinya sudah ada yang bertemu dengan salah satu siluman kuat yang ada di lembah siluman,” gumam Lin Feng yang dengan mata Dewa nya, ia dapat melihat pertempuran yang terjadi di kejauhan.
“Saudara, apa kita akan pergi ke tempat itu,” tanya Lin Luyao.
Lin Feng menggelengkan kepalanya, “Daripada mengganggu pertempuran mereka, sebaiknya kita terus melanjutkan perjalanan dan secepatnya sampai ke tujuan,” katanya memberi jawaban.
Pergi menghampiri mereka yang sedang menghadapi lawan kuat hanya akan menghambat perjalanan, dan membuat rombongannya semakin lama sampai ke wilayah terdalam lembah siluman tempat keberadaan tanaman rumput keabadian dan rumput jiwa.
Oleh karena itu Lin Feng memutuskan melanjutkan perjalanan dan mengabaikan pertempuran yang sedang terjadi.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.