Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Meningkatkan Kekuatan Keluarga Lin


__ADS_3

Di aula pertemuan kediaman keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, Lin Feng sedang melakukan pembicaraan dengan Lin Sujin, Lin Moli, dan para tetua lainnya.


Lin Feng mengatakan pada mereka tentang datangnya perang besar yang hasil akhir dari perang itu dapat menentukan masa depan Alam Semesta.


Selain itu, Lin Feng juga mengatakan pada mereka tentang rencananya yang ingin meningkatkan kekuatan seluruh anggota keluarga Lin, termasuk meningkatkan kekuatan Lin Sujin dan para tetua.


“Apa yang sebelumnya aku titipkan pada saudara Lin Mofan hanyalah sedikit dari sekian banyak sumberdaya yang ingin aku berikan untuk meningkatkan kekuatan secara menyeluruh anggota keluarga Lin yang berada di Alam Sembilan Surga tingkat pertama,” ungkap Lin Feng sambil mengeluarkan dua cincin penyimpanan yang di dalamnya terdapat berbagai sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan kultivator di tingkat Kaisar Dewa Surgawi sampai tingkat Dewa Agung.


“Tetua Agung, untuk kekuatanmu, aku masih belum bisa banyak membantu, dan sepertinya kamu harus berusaha keras untuk dapat menerobos tingkat Dewa Semesta,” kata Lin Feng pada Lin Sujin.


Tak merasa kecewa karena tidak mendapatkan bantuan untuk dapat menerobos tingkat Dewa Semesta, Lin Sujin tetap tersenyum bahagia karena Lin Feng dapat membantu yang lainnya meningkatkan kekuatan.


Setidaknya, setelah menerima bantuan Lin Feng, Lin Sujun yakin kekuatan keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama dapat sebanding dengan kekuatan keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


“Tuan Muda tenang saja, saya sangat tahu tidak banyak bantuan yang bisa diberikan pada seorang kultivator yang ingin menerobos tingkat Dewa Semesta,” ungkap Lin Sujin.


Mendengarnya alin Feng menganggukkan kepala, lalu berkata, “Mulai hari ini kalian semua bisa fokus meningkatkan kekuatan tanpa harus mewaspadai apa yang sedang dilakukan keluarga Suci Guo!...”


“Di Alam Sembilan Surga tingkat pertama tak lagi ada keluarga Suci Guo, yang artinya tak ada kekuatan yang sebanding dengan kekuatan keluarga Lin di Alam ini,” kata Lin Feng sambil menunjukkan senyuman di bibirnya.


Bukannya ikut tersenyum, Lin Sujin, Lim Moli, Lin Mofan, serta para tetua, mereka justru mengerutkan kening setelah mendengar semua perkataan Lin Feng.


“Tak lagi ada keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama? Apa maksud Tuan Muda keberadaan keluarga Suci Guo telah lenyap dari Alam ini?” tanya Lin Sujin.


Lin Feng mengangguk. “Belum lama ini seorang diri aku telah melenyapkan seluruh anggota keluarga Lin beserta kediaman mereka,” kata Lin Feng acuh dengan apa yang dilakukannya pada keluarga Suci Guo.


Sedangkan mereka yang mendengar perkataannya kecuali anggota kelompoknya, tak satupun dari mereka yang tidak tercengang. Melenyapkan seorang diri anggota keluarga Lin? Sekuat apa sebenarnya pria yang mereka ketahui merupakan salah satu Tuan Muda keluarga Lin dari trah suci?

__ADS_1


“Tuan Muda, kalau saya boleh tahu, berada di tingkat apa kekuatan Tuan Muda saat ini?” tanya Lin Moli penasaran.


“Apa kalian ingin tahu berada di tingkat apa kekuatanku?” tanya Lin Feng yang mendapat balasan anggukan kepala semua orang, bahkan anggota kelompoknya juga ikut menganggukkan kepala karena mereka juga penasaran dengan tingkat kekuatan Lin Feng.


“Seharusnya kalian melihat fenimena badai petir yang belum lama ini terjadi, dan badai petir itu terjadi saat aku berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta Bintang satu. Akan tetapi, setelah melenyapkan Sekte Gagak Hitam dan keluarga Suci Guo, belum lama ini aku mendapatkan satu kali terobosan...”


Selesai berkata Lin Feng sedikit membocorkan aura kekuatannya. Meski hanya sedikit, semua orang dapat merasakan tekanan kuat yang membuat darah di tubuh mereka mendidih, dan kalau saja tekanan itu berlangsung lebih lama, bisa saja mereka semua ditumbangkan aura kekuatan yang dikeluarkan Lin Feng.


‘Masih sangat muda sudah memiliki kekuatan di tingkat Dewa Semesta. Aku sama sekali tidak bisa membayangkan seberapa besar pencapaian yang kelak dapat dicapai Tuan Muda Lin Feng,’ ungkap Lin Sujin membatin sambil menghela napas panjang menenangkan dirinya.


Melihat pencapaian Lin Feng, banyak yang iri dengan pencapaiannya, tapi meski iri tak satupun dari mereka memiliki niatan buruk pada Lin Feng. Mereka justru senang karena Lin Feng berada di sisi yang sama dengan mereka.


Kalau saja Lin Feng berada di sisi yang bersebrangan dengan mereka, mungkin saat ini merekalah yang mengalami nasib buruk, yang dialami anggota keluarga Lin.


Melihat semua orang kembali tenang setelah merasakan aura kekuatannya, Lin Feng kembali berkata, “Tetua Agung, apa di kawasan kediaman keluarga Lin masih ada lahan kosong?” tanyanya.


Ada rasa malu pada diri Lin Sujin dan para tetua keluarga Lin mendengar kalimat terakhir dari perkataan Lin Feng.


Selama ini mereka hanya menuntut anggota keluarga Lin untuk meningkatkan kekuatan, dan jarang dari mereka yang perhatian pada pondasi kekuatan anggota keluarga Lin.


Kalau saja Lin Feng tidak datang dan mengingatkan mereka tentang pentingnya pondasi kekuatan sebagai penunjang kekuatan, mungkin selamanya mereka hanya terus menuntut peningkatan kekuatan, dan mengabaikan pentingnya pondasi kekuatan.


Kekuatan besar tanpa pondasi yang kokoh hanya membuat anggota keluarga Lin kuat di luar, tapi rapuh di dalam. Dengan keadaan seperti itu, mudah bagi musuh yang lebih lemah mengalahkan anggota keluarga Lin, asalkan mereka memiliki pondasi kekuatan yang mumpuni.


Memikirkan perkataan Lin Feng, Lin Sujin teringat tanah kosong yang berada jauh di bagian belakang kediaman utama keluarga Lin, tapi dia tidak tahu apa tempat itu sesuai dengan tempat yang di inginan Lin Feng.


“Tuan Muda, terdapat tanah kosong cukup luas di bagian belakang kediaman utama keluarga Lin, tapi saya tidak tahu apa tempat itu sesuai dengan tempat yang Tuan Muda inginkan,” ungkap Lin Sujin.

__ADS_1


“Asalkan tidak ada yang melarang aku membangun menara kultivasi di tempat itu, tempat seperti apapun, bisa aku gunakan sebagai tempat berdirinya menara kultivasi,” kata Lin Feng tak mempermasalahkan seperti apa tempat berdirinya menara kultivasi yang bakalan dia bangun.


“Tidak mungkin ada yang berani melarang Tuan Muda melakukan apapun di tempat itu, sekalipun Tuan Muda ingin menghancurkan bangunan lama dan membangun menara kultivasi di tempat itu, tak satupun dari kami berani melarang Tuan Muda melakukan semua itu,” kata Lin Sujin dengan bersungguh-sungguh, sedangkan tetua lainnya cepat menganggukkan kepala mereka.


“Aku tidak ingin menghancurkan bangunan lama selama masih ada lahan kosong untuk membangun apa yang ingin aku bangun...”


Lin Feng bangkit berdiri, berjalan kearah Lin Sujin, lalu menyerahkan dua cincin penyimpanan di genggaman tangannya pada pria itu. “Gunakan sumberdaya dalam cicin ini untuk meningkatkan kekuatan para tetua yang berada di tingkat awal tingkat Dewa Agung, dan sumberdaya di cincin satunya dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan anggota keluarga Lin yang sudah berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi!” katanya, lalu dia mengarahkan pandangan pada semua orang di aula pertemuan.


“Gunakan waktu yang kalian miliki untuk terus meningkatkan kekuatan, dan segera tingkatkan kekuatan pondasi kekuatan kalian begitu mendapat sebuah terobosan! Pondasi kekuatan yang kokoh, dapat menyempurnakan kekuatan yang kalian miliki,” ungkap Lin Feng.


“Kami semua mengingat perkataan Tuan Muda,” balas Lin Sujin dan yang lainnya sambil menangkupkan kedua tangan dan menundukkan kepala.


Puas Lin Feng mendengar jawaban mereka, lalu dia mengarahkan pandangan pada Lin Mofan. “Saudara Lin Mofan, apa kamu tahu tempat yang dikatakan Tetua Agung?” tanyanya.


Lin Mofan mengangguk. “Saya mengetahuinya,” katanya.


“Bagus, kalau begitu kamu temani aku pergi ke tempat itu!” Lin Feng menjeda perkataannya, mengarahkan pandangan pada Lin Sujin, lalu kembali dia berkata, “Tetua Agung, setelah kepergianku dan mereka yang mengikutiku, serta saudara Lin Mofan, aku ingin kamu membagi rata apa yang telah aku berikan padamu!”


“Saya pasti melakukannya,” balas Lin Sujin bertekad tidak membuat kecewa Lin Feng.


Mendengar balasan Lin Sujin, bersama dengan Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran, dengan petunjuk Lin Mofan, Lin Feng pergi ke tempat dia ingin membangun menara kultivasi.


“Menara kultivasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan keluarga Lin,” gumam lirih Lin Feng sambil melihat arah yang dituju Lin Mofan sebagai petunjuk arah.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2