Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Melihat Siluet Dewa Kematian


__ADS_3

Di sisi lain, Lin Cang dan dua orang lainnya, mereka saat ini sedang mempermainkan lawan yang keadaan tubuhnya sudah dipenuhi berbagai jenis luka.


Meski sudah merasa bosan melawan musuh yang jauh lebih lemah, ketiganya tidak kunjung membunuhnya karena mereka masih ingin bermain-main dengannya, dan lagi belum ada perintah dari Lin Feng untuk mengakhiri hidup musuh.


Sedangkan Lin Yuan dan Lin Luyao yang melihat perbuatan Lin Cang dan dua orang lainnya, keduanya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah ketiganya yang lebih suka mempermainkan dan menyiksa musuh daripada langsung membunuhnya.


“Bukannya mereka terlalu kejam pada musuh? Kalau bisa langsung membunuhnya, kenapa tidak langsung dibunuh dan justru terus menyiksanya? Akan tetapi, semakin lama melihat mereka menyiksa musuh, bukannya kasihan pada musuh mereka, entah kenapa aku justru ingin ikut mereka menyiksa musuh,” ungkap Lin Luyao yang tangannya sudah gatal ingin memukuli musuh.


Lin Yuan yang mendengarkannya mengangguk. “Bukan hanya Putri, tapi aku juga ingin ikut mereka melakukan itu, tapi saat ini aku punya tugas penting yaitu menjaga tempat ini, dan tak membiarkan musuh melewatinya!” katanya.


Lin Yuan baru saja selesai berkata saat ada dua orang yang mencoba keluar dari kediaman keluarga Lin. Dia yang melayang di ketinggian jelas melihat keberadaan mereka, dan dengan gerakan secepat kilat ia segera melesat menghadang mereka.


Salah satu orang yang dihadang Lin Yuan segera melayangkan serangan, tapi serangannya berhasil ditahan Lin Yuan. Satu orang lagi yang masih bebas, mengabaikan rekannya dia terus saja melesat pergi, tapi gerakannya terhenti saat Lin Luyao muncul di hadapannya dan langsung melayangkan pukulan tepat mengenai wajahnya.


“Jangan harap kamu bisa pergi dari tempat ini!” kata Lin Luyao dan ia meneruskan memukuli orang yang menjadi lawannya.


Lin Yuan sendiri, setelah berhasil menahan dan menghindari serangan lawannya, dia melakukan serangan balik. Menghadap lawan yang lebih lemah, ia hanya menggunakan setengah kekuatannya dan itu lebih dari cukup untuk melumpuhkan lawannya.


Lin Yuan yang telah berhasil melumpuhkan lawannya, ia mengarahkan pandangan pada Lin Luyao yang begitu brutal memukuli lawannya. “Putri benar-benar ingin menyiksa lawannya, tapi aku harap ia tidak terburu-buru mengakhiri hidup orang itu, sebelum Tuan Muda datang,” gumamnya pelan.


Lin Luyao yang terus memukuli lawannya, dia baru berhenti saat lawannya kehilangan kesadaran. “Aku sebenarnya belum puas memukulimu, tapi aku tidak boleh memberi kematian cepat padamu sebelum saudara datang, dan melihat keberadaanmu,” katanya lalu dia menyeret lawannya ke tempat Lin Yuan.


Setelah mengikat keduanya menggunakan rantai Qi dan memastikan mereka tak bisa pergi melarikan diri, Lin Yuan dan Lin Luyao pergi ke tempat mereka semula, dan kembali mengawasi keadaan kediaman keluarga Lin.


Sementara itu, Lin Feng yang sedang menghadapi pemimpin orang-orang yang telah menyusup ke dalam kediaman keluarga Lin, hanya dengan melambaikan tangannya, ia menghentikan apa yang sedang dilakukan orang itu pada Tetua Agung keluarga Lin.

__ADS_1


“Arggh...” Mengerang marah karena apa yang sedang dilakukannya digagalkan oleh Lin Feng, orang itu segera melesat menyerang Lin Feng dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikinya.


“Berani kau menggagalkan usahaku yang sedikit lagi akan berhasil, kau harus mati!” teriaknya dan dia berusaha mencabik-cabik tubuh Lin Feng, tapi usahanya melukai Lin Feng dengan mudahnya berhasil dihindari.


Pantang menyerah ia terus menyerang Lin Feng dan tanpa terasa sudah banyak jurus dikeluarkannya untuk menyerang, tapi tak satupun jurusnya berhasil melukai Lin Feng. Jangankan melukai, ia bahkan tak berhasil menjangkau keberadaan Lin Feng, dan justru beberapa kali terkena serangan balasan cepat yang dilakukan Lin Feng.


Sadar lawannya kuat, ia menarik keluar senjata pusaka berbentuk pedang dari cincin penyimpanannya, dan dengan mengalirkan elemen kegelapan ke bilah tajam pedangnya serangannya meningkat jauh lebih kuat dari sebelumnya.


“Bagus, keluarkan seluruh kekuatanmu supaya tidak ada penyesalan setelah aku berhasil membunuhmu!” ungkap Lin Feng.


Semakin terbakar amarah setelah mendengar semua itu, ia yang menjadi lawan Lin Feng semakin memperkuat serangannya. “Seni Tarung, Sepuluh Tebasan Pedang Kegelapan!” teriaknya sambil mengayunkan pedang di tangannya, menciptakan bilah-bilah tajam berbentuk sabit berwarna hitam, yang langsung melesat ke arah Lin Feng dengan kecepatan tinggi.


Tak mencoba menahan serangan lawannya, dengan gerakan sangat cepat, Lin Feng berhasil menghindari serangan lawan, bahkan dia tak berpindah dari tempatnya berdiri saat serangan lawan tertuju padanya.


“Baru juga menghindari serangan terlemahku kau sudah begitu sombong! Baiklah, kalau kamu memang sangat ingin segera berpindah ke Alam Kematian, dengan senang hati aku akan mengabulkan keinginanmu!” Mengeluarkan seluruh kekuatan elemen kegelapan yang dimilikinya, ia menyelimuti tubuhnya dengan elemen kegelapan, dan aura kuat segera meledak dari tubuhnya.


Menghadapi lawan yang sangat serius ingin membunuhnya, Lin Feng sama sekali tidak panik. Dia masih terlihat tenang dan sama sekali tidak melakukan persiapan apapun untuk menghadapi serangan lawannya.


“Aku tidak tahu apa yang ingin kamu lakukan, tapi aku merasa kekuatanmu sekarang lebih dari cukup untuk melawan mereka yang berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 3, tapi sayangnya semua itu tidak berarti saat dihadapkan dengan kekuatanku.” Meningkatkan aura kekuatannya, sekarang aura kekuatan Lin Feng sudah setara dengan aura kekuatan lawannya, bahkan sedikit lebih kuat aura yang dikeluarkannya.


Setelah seluruh tubuhnya diselimuti kekuatan elemen kegelapan, lawan Lin Feng sama sekali tidak peka dengan kekuatan lawannya. Meski jelas Lin Feng menunjukkan kalau ia lebih kuat darinya, orang itu tak terlihat gentar, dan dia masih bersiap melakukan serangan dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.


Seluruh bagian tubuh bahkan bagian wajah orang itu sepenuhnya telah diselimuti kekuatan elemen kegelapan, dan aura kekuatannya sangatlah mencekam. Jika saat ini di dekatnya ada orang yang kekuatannya berada di bawah tingkat Dewa Semesta, bisa dipastikan orang itu mati hanya dengan merasakan aura kekuatannya.


“Hahahahaha... Dengan kekuatanku yang sekarang, sekalipun seluruh pemilik kekuatan suci di Alam ini menyatukan kekuatannya, mereka tak akan sanggup mengalahkanku! Apalagi kau yang hanya seorang diri, hanya dengan jentikan jari sudah cukup bagiku mengakhiri hidupmu!” teriaknya dengan suara lebih berat dari sebelumnya.

__ADS_1


Terlepas dari aura kuat yang sangat mencekam, ia sama sekali tidak memiliki kapasitas menjadi lawan yang harus membuat Lin Feng mengeluarkan seluruh kekuatannya. Akan tetapi, dengan adanya aura kekuatan yang dimilikinya, membuat Lin Feng harus sedikit lebih serius berhadapan dengannya.


“Jangan banyak bicara! Kalau kau memang mampu mengalahkanku, sebaiknya segera maju dan buktikan semua perkataanmu! Jangan hanya terus berkata omong kosong, dan tidak memiliki kemampuan untuk membuktikannya!” ungkap Lin Feng bersamaan dengan munculnya pedang elemen di tangan kanannya.


Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran yang telah berhasil melenyapkan lawan mereka, sebenarnya mereka ingin memberi bantuan pada Lin Feng, tapi setelah merasakan aura mencekam yang dikeluarkan lawan Lin Feng, mereka memilih menjaga jarak, meski sebenarnya aura itu tidak berpengaruh pada mereka.


Di tempat pertempuran Lin Feng dan lawannya, tak menunggu lawannya maju menyerang, ia begitu saja melesat maju mengawali serangan.


Mengayunkan pedang elemen di tangannya yang sudah dilapisi elemen petir dan elemen kegelapan, seperti memotong daging yang begitu lembut, ia berhasil memotong salah satu lengan lawannya.


“Aarrgghh...” Mengerang kesakitan, orang yang menjadi lawan Lin Feng segera memegangi lukanya yang terus mengeluarkan darah segar berwarna merah keunguan.


Orang itu terlihat tidak percaya Lin Feng berhasil melukainya saat seharusnya kekuatan elemen kegelapan yang menyelimuti tubuhnya berhasil menghalau serangan darinya.


“I-itu, kau juga pemilik elemen kegelapan? Bu-bukan hanya itu, tapi kau juga pemilik elemen petir?” ujarnya sulit percaya dengan apa yang dilihatnya, saat ia mengarahkan pandangan pada pedang di tangan lawannya.


Lin Feng tersenyum mendengarnya. “Apa kamu terkejut dengan semua ini? Sebaiknya kamu tidak dulu terkejut sebelum melihat semua yang aku miliki!”


Lin Feng mengangkat tangan kanannya yang memegang pedang elemen dan kobaran api muncul diantara derak petir, dan aura kegelapan yang menyelimuti pedangnya.


Melihat unjuk kekuatan, yang dilakukan lawannya, tiba-tiba saja tubuhnya gemetaran, dan kedua matanya dapat melihat keberadaan siluet Dewa Kematian yang siap mengakhiri hidupnya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2