Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Mengambil Apa Yang Dibutuhkan


__ADS_3

“Bukan hanya satu tapi ada ribuan tanaman rumput keabadian dan tanaman rumput langit di tempat ini.” Lin Feng kagum dengan apa yang dilihatnya.


Melihat usia tanaman rumput keabadian dan rumput langit yang sebagian besar telah berusia lebih dari seratus juta tahun, memurnikan satu tanaman rumput langit setidaknya dapat memberi peningkatan besar pada kekuatannya.


Sedangkan jika tanaman rumput keabadian dimurnikan menjadi obat, entah berapa banyak nyawa yang dapat diselamatkan dengan obat hasil pemurnian tanaman rumput keabadian.


Lin Luyao yang melihat banyaknya tanaman rumput keabadian dan tanaman rumput langit juga memiliki ekspresi serupa dengan Lin Feng.


Namun, yang ada dalam pikirannya saat ini adalah memurnikan tanaman rumput keabadian untuk dijadikan obat, dan dengan obat itu ia berharap dapat menyelamatkan ayahnya dari kematian.


Lin Luyao ingin mengambil satu tanaman rumput keabadian, tapi sebelum dia menyentuh apa yang ingin diambilnya, Lin Feng menghentikannya.


“Jangan terburu-buru mengambil apa yang ingin saudari ambil! Perhatikan sekitar, dan lihat baik-baik apa ada keanehan dari tempat ini,” kata Lin Feng pada Lin Luyao.


Lin Luyao melihat baik-baik sekelilingnya mencari apa ada keanehan seperti yang dikatakan Lin Feng. Tak lama mencari akhirnya dia menemukan apa yang ia cari, dan beruntung Lin Feng tadi tepat waktu menghentikannya.


Sedetik saja Lin Feng telat menghentikannya, bisa dipastikan ia akan kehilangan salah satu tangannya akibat array pelindung yang sebenarnya keberadaannya cukup jelas terlihat. Akan tetapi karena sebelumnya ai sangat terburu-buru, keberadaan array tak terlihat olehnya.


Lin Luyao memandang Lin Feng, dan ia merasa sebuah keberuntungan baginya karena dipertemukan dengan Lin Feng.


“Saudara, terimakasih karena sebelumnya saudara menghentikanku,” kata Lin Luyao berterimakasih.


Lin Feng sedikit menunjukkan senyuman dan mengangguk, lalu hanya dengan menyentuh array dengan ujung jari telunjuknya, ia menghapus keberadaan array.


"Saudari bisa mengambil apa yang sejak awal menjadi tujuan saudari mendatangi tempat ini!” kata Lin Feng setelah dia menghapus keberadaan array pelindung, yang disertai array penyerangan.


Mendengarnya, segera Lin Luyao mengambil satu tanaman rumput keabadian. Meski banyak tanaman rumput keabadian dan tanaman rumput langit di sekitarnya, Lin Luyao hanya mengambil apa yang dibutuhkannya.


“Saudari, kenapa kamu hanya mengambil satu dan itu hanyalah tanaman rumput keabadian?” tanya Lin Feng penasaran dengan keputusan Lin Luyao.


“Saudara, aku hanya membutuhkan satu, jadi aku tidak menginginkan yang lainnya, apalagi jelas semua itu bukanlah milikku,” jawabnya dan dia menyimpan rumput keabadian yang diambilnya ke dalam cincin penyimpanan miliknya.

__ADS_1


Senyum terlihat di bibir Lin Feng setelah dia mendengar jawaban Lin Luyao.


“Saudari, tempat ini sepenuhnya telah menjadi milikku, dan aku memberimu kesempatan mengambil masing-masing sepuluh tanaman rumput keabadian dan tanaman rumput langit.” Lin Feng tak keberatan sedikit berbagi dengan Lin Luyao.


“Apa benar aku boleh mengambil masing-masing sebanyak sepuluh?” tanya Lin Luyao memastikan kebenaran dari apa yang baru ia dengar.


Lin Feng menganggukkan kepalanya, dan segera Lin Luyao mengambil tanaman sebanyak yang sudah ditentukan Lin Feng. Masing-masing sepuluh tanaman rumput keabadian dan tanaman rumput langit telah ia dapatkan, dan tak ada tanaman berusia kurang dari sepuluh juta tahun yang ia ambil.


Setelah Lin Luyao mengambil apa yang menjadi haknya setelah mendapatkan izin darinya, Lin Feng melambaikan tangannya dan tiba-tiba saja tanah tempat tumbuh tanaman rumput keabadian dan tanaman rumput langit lenyap dari pandangan semua orang.


“Saudara, kemana perginya seluruh tanaman di tempat ini?” tanya Lin Luyao penasaran setelah melihat kejadian janggal yang baru saja terjadi di depan kedua matanya.


"Aku telah memindahkannya ke suatu tempat yang hanya bisa kunjungi oleh mereka yang mendapatkan izin dariku,” kata Lin Feng menjawab pertanyaan yang ditujukan padanya.


Lin Luyao tidak bertanya lebih jauh karena ia sadar tak semua tentang Lin Feng harus diketahui olehnya. Saat ia ingin mengatakan sesuatu pada Lin Feng, tiba-tiba saja Lin Cang, Lin Chi, serta satu sosok pria yang sedang terluka datang.


“Yang Mulia, tolong selamatkan saudara kami!” Ling Cang segera berlutut di hadapan Lin Feng, sedangkan Lin Chi, dia membangun saudaranya yang mengalami luka serius di sekujur tubuhnya.


Lin Chi segera membuat saudaranya menelan pil pemberian Lin Feng. Dengan sedikit usaha, pil itu akhirnya tertelan dan sekarang mereka tinggal menunggu efek penyembuh dari pil pemberian Lin Feng.


Hanya dalam dua kali tarikan napas, semua orang dapat melihat efek dari pil pemberian Lin Feng. Cahaya terpancar dari tubuh dia yang terluka dan bersamaan dengan munculnya cahaya di tubuhnya, luka-luka di sekujur tubuhnya perlahan menghilang, dan tak lama luka luar di sekujur tubuhnya menghilang seolah ia tidak pernah terluka parah.


“Boom...” Suara teredam terdengar dari tubuh pria yang belum membuka matanya. Mendengarnya, Lin Feng dan yang lainnya tahu, selain lukanya sembuh, pria itu juga baru saja mendapatkan terobosan, dan kekuatannya telah meningkat ke tingkat Dewa Semesta Bintang 2, setara dengan Lin Cang.


“Swuusshh...” Lin Feng melambaikan tangannya dan selanjutnya muncul sosok Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran yang sejak tadi sudah meminta izin keluar setelah mereka berhasil menyempurnakan pondasi kekuatannya.


Meski tipis, Lin Feng dapat merasakan aura yang terpancar dari tubuh ketiganya dan ia cukup terkejut dengan peningkatan kekuatan mereka. Lin Hua sudah berhasil menerobos dan menyempurnakan pondasi kekuatan tingkat Dewa Semesta Bintang 2, dan dua orang lainnya mereka tinggal satu langkah lagi dapat menerobos tingkat Dewa Semesta.


Lin Luyao, Lin Cang, serta Lin Chi, mereka sangat penasaran degan tiga sosok yang baru saja datang entah darimana.


“Kalia semua perkenalkan, istriku Lin Hua, mereka Lin Baoshi dan Lin Yanran.” Lin Feng memperkenalkan siapa Lin Hua dan dua orang lainnya. Sebaliknya, Lin Feng juga mengenalkan siapa Lin Luyao dan yang lainnya pada Lin Hua, Lin Baoshi, dan Lin Yanran.

__ADS_1


Mereka yang sudah saling mengenal segera mengakrabkan diri, terutama Lin Hua, Lin Yanran, dan Lin Luyao. Sedangkan Lin Baoshi, dia mendapatkan tugas dari Lin Feng memanggil sepuluh prajurit pengawal Lin Luyao.


Tak lama semua orang telah berkumpul dan bersamaan dengan berkumpulnya semua orang, pria yang sebelumnya masih memejamkan kedua matanya, perlahan dia membuka mata.


Bingung, itulah yang pertama kali ia rasakan setelah membuka mata dan melihat sekelilingnya. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari Lin Cang dan Lin Chi, dia segera mengerti dengan situasi saat ini. Sebenarnya dia ingin memberi penghormatan pada Lin Feng setelah mengetahui identitasnya sebagai penerus Dewa Perang Semesta, tapi ia masih belum melakukannya karena kondisinya masih sangat lemah.


Di saat semua orang sedang mengakrabkan diri satu sama lain, Lin Feng memilih berkeliling kawasan lembah siluman bersama dengan Lin Hua. Keduanya benar-benar hanya berdua karena Lin Feng ingin menghabiskan banyak waktu berdua dengan istrinya.


Keduanya bergerak sambil bergandengan tangan, dan terus bergerak mereka akhirnya sampai di tempat yang kaya akan Energi Kehidupan.


“Energi kehidupan yang sangat melimpah. Menyerap seluruh energi kehidupan di tempat ini, mungkin aku bisa langsung menerobos tingkat Dewa Semesta Bintang 6,” ungkap Lin Feng.


Lin Hua yang mencoba menyerap Energi Kehidupan di sekitarnya, ia mulai merasa ada peningkatan pada kekuatannya. “Energi Kehidupan di tempat ini sangat murni, jauh lebih murni dari yang ada di Alam Kehidupan,” katanya.


“Hua’er, tak jauh dari tempat ini ada gua. Apa kamu ingin berkultivasi bersamaku di tempat itu?” Meski sudah tahu jawabannya, Lin Feng tetap saja menanyakan semua itu pada Lin Hua.


“Tentu saja aku ingin,” jawab Lin Hua dan keduanya bersama-sama bergerak menuju gua, tempat berasalnya Energi Kehidupan yang mereka rasakan.


Menggunakan pesan telepati, Lin Feng memberi kabar pada Lin Baoshi kalau ia dan Lin Hua selama beberapa hari ke depan akan berkultivasi, di tempat yang tak jauh dari tempat berkumpulnya semua orang.


Lin Baoshi yang mendengar pesan Lin Feng, dia segera menyampaikan pesan itu pada semua orang tanpa terkecuali. Sedangkan Lin Feng dan Lin Hua, keduanya mulai berkultivasi menyerap Energi Kehidupan begitu memastikan gua yang mereka tempati jauh dari mara bahaya.


...----------------...


Bersambung.


Yuk mampir juga ke FB/IG author


FB : Rian Sipemula


IG : riansipemula

__ADS_1


__ADS_2