
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Sekelompok orang berjumlah dua puluhan orang dengan topeng penutup wajah muncul, menghadang perjalanan kelompok Lin Feng. “Pria dan wanita itu sangat mirip seperti yang ada di lukisan,” kata salah satu dari mereka.
Lin Feng yang samar-samar mendengar perkataan itu, dia mengerutkan kening. Dari apa yang dirinya dengar, jelas ada yang sengaja melukis wajahnya dan juga wajah Lin Hua, dan semua itu bukan untuk tujuan baik. Bagaimana mungkin sekelompok orang dengan niat membunuh yang begitu kental, datang dengan tujuan baik?
Dua puluhan orang dengan yang terkuat dari mereka berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 2, mereka langsung melesat maju, menyerang kelompok Lin Feng dengan menggunakan berbagai jenis senjata, dan berbagai jenis Seni Tarung.
Lin Feng jelas melihat pergerakan mereka, dan dengan tenang dia menggerakkan jari-jari tangannya. “Karena kalian datang dengan niatan ingin membunuh kami, jangan salahkan aku kalau pada akhirnya kalian semua mati di tanganku!”
Selesai mengatakan itu, awan petir tiba-tiba saja terbentuk di langit, bersama dengan itu, ratusan kilatan petir berwarna ungu muncul, menyambar tubuh orang-orang yang ingin mencelakai kelompok Reinar, merubah tubuh mereka menjadi abu.
Menyisakan pemimpin mereka, Lin Feng segera muncul di dekat pria itu, dan mencengkram erat lehernya. “Katakan padaku, siapa yang menyuruh kelompokmu menyerang kelompokku? Kalau kamu ingin kematian tanpa siksaan, jawab saja yang aku tanyakan, dan jangan mencoba menutupi kebenaran di depan kedua mataku!” tegas Lin Feng berkata.
Bukannya menjawab, pria itu justru terkekeh pelan mendengar apa yang dikatakan Lin Feng. “Meskipun kamu memberi siksaat paling menyakitkan, aku tidak bakalan memberitahu apa yang ingin kamu ketahui! Dalam mimpi sekalipun, aku tidak bakalan mengatakannya!” katanya sambil menunjukkan senyuman mengejek.
Mendengarnya, Lin Feng hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum, lalu dia menggunakan mata Dewa untuk melihat kebenaran dari kedua mata pria itu. Dengan menggunakan mata Dewa, tak ada rahasia yang tak mungkin gagal diungkap olehnya.
“Meng Wang, orang itu sepertinya sudah menyiapkan kalian, dan begitu kalian melihat kami kembali dengan selamat dari hutan kabut abadi, Meng Wang memberi tugas pada kalian untuk menghabisi kami...”
“Sayangnya yang dia kirim hanyalah sekumpulan orang lemah, dan jelas kalian semua bukan lawan sepadan untuk kami!” kata Lin Feng sambil menggunakan Teknik Penyerap Kultivasi untuk menyerap kultivasi pria itu, dan dia menggunakan teknik Tangan Dewa Kematian untuk menghancurkan jiwanya.
Melihat pertarungan yang begitu singkat dan melihat sendiri bagaimana Lin Feng membunuh seluruh musuhnya. Lin Mofan dan sembilan orang lainnya semakin mengagumi sosok Lin Feng.
“Kita lanjutkan perjalanan, dan sepertinya aku ingin melakukan sedikit pertunjukkan begitu kita sampai di atas arena kompetisi,” kata Lin Feng sambil melepaskan leher pria dalam cengkramannya, yang saat ini hanya tersisa tulangnya.
__ADS_1
Lin Hua, Lin Jia, Lin Mofan, serta yang lainnya, mereka segera mengikuti Lin Feng melanjutkan perjalanan ke Kota Bambu Ungu. Jika Lin Hua dan Lin Jia sudah bisa memperkirakan apa yang ingin dilakukan Lin Feng di atas arena kompetisi, berbeda dengan Lin Mofan dan sembilan orang lainnya, yang sangat penasaran dengan apa yang ingin dilakukan Lin Feng.
Akan tetapi, tak ada dari mereka yang memiliki keinginan bertanya pada Lin Feng, tentang apa yang ingin dilakukan olehnya. Mereka lebih memilih melihatnya secara langsung begitu sampai di atas arena kompetisi.
...----------------...
Di kediaman penguasa Kota Bambu Ungu, Meng Wang yang sedang bersantai di ruang kerjanya, dia dikejutkan dengan kedatangan tiba-tiba pemimpin prajurit keamanan yang berjaga di gerbang Kota Bambu Ungu.
Melihat kedatangannya yang begitu tiba-tiba, Meng Wang merasa ada hal penting yang ingin disampaikan orang itu padanya. “Katakan padaku, kenapa kamu terlihat sangat terburu-buru menemuiku! Apa ada yang membuat keributan di gerbang kota dan kamu tidak bisa menanganinya?” tanyanya.
“Tuan, gerbang kota dalam keadaan baik-baik saja, tapi hamba ingin melaporkan kalau dua orang yang telah menyinggung Tuan Muda telah kembali ke kota, dan mereka kembali bersama kelompok generasi muda keluarga Lin,” kata si prajurit.
Meng Wang menggebrak meja kerjanya sampai hancur setelah mendengar kabar yang sama sekali tidak ingin didengarnya. Dia hanya ingin mendengar kabar kematian mereka, tapi yang dia dengar justru kabar sebaliknya.
“Kalau dia berhasil kembali dengan selamat, artinya rencana Wan’er telah gagal, dan orang-orang yang aku sewa mahal juga telah gagal melakukan apa yang sudah seharusnya mereka lakukan...”
“Apa mereka selamat karena bantuan generasi muda keluarga Lin? Akan tetapi, bagaimana mungkin generasi muda keluarga Lin yang begitu lemah dapat membantu mereka?” tanya Meng Wang pada dirinya sendiri.
“Tuan, hamba juga ingin melaporkan kalau ada keanehan pada kekuatan para generasi muda keluarga Lin, setelah mereka kembali ke kota,” kata prajurit yang berlutut di hadapan Meng Wan.
Rasa penasaran segera muncul dalam benak Meng Wang setelah mendengar perkataan prajurit di hadapannya.
“Katakan, keanehan apa yang kamu lihat pada kekuatan mereka? Apa mereka telah menjadi siluman?” tanyanya sangat penasaran.
“Tuan, mereka tetaplah manusia, dan tidak ada dalam sejarah manusia bisa menjadi siluman. Keanehan yang hamba maksud, itu semua ada di kekuatan mereka. Saat meninggalkan kota, jelas hamba melihat kekuatan mereka masih berada di tingkat Dewa Surgawi Bintang 6 sampai Bintang 8, tapi saat kembali, kekuatan mereka telah melonjak jauh, melampaui tingkatan Raja Dewa Surgawi Bintang 2.”
Jawaban yang diberikan prajurit di hadapannya tentu membuat Meng Wang terkejut. Menerobos begitu banyak tingkatan hanya dalam beberapa hari? Seorang jenius di Alam Sembilan Surga tertinggi saja tidak mungkin dapat melakukannya, tapi mereka yang berasal dari Alam Sembilan Surga tingkat pertama kenapa bisa melakukannya?
__ADS_1
Satu kemungkinan kenapa mereka bisa melakukannya, dan sebenarnya bisa saja mereka tidak benar-benar berhasil meningkatkan kekuatan seperti perkataan prajurit penjaga gerbang.
“Prajurit, sepertinya sejak awal kita telah dibohongi oleh mereka yang berasal dari keluarga Lin...”
“Aku yakin sejak awal mereka memang sudah berada di tingkat Raja Dewa Surgawi, tapi mereka menggunakan artefak atau sege, untuk menutupi kekuatan sejati yang mereka miliki...”
Meng Wang sangat yakin dengan perkataannya karena banyak kultivator di luaran sana yang sengaja menyembunyikan kekuatan sejatinya, dan itu semua sengaja dilakukan untuk mengecoh dan membuat lengah musuh.
“Apa yang Tuan katakan sangat masuk akal, dan sepertinya wawasan hamba masih sangat terbatas sampai tidak menyadari semua itu,” kata prajurit itu lalu dia pamit undur diri karena apa yang ingin dilaporkan olehnya, semua sudah dia laporkan pada Meng Wang.
Setelah kepergian prajurit penjaga, Meng Wang memanggil pria tua yang selama ini mengawalnya dibalik bayang-bayang. “Pergi dari cari tahu ada hubungan apa antara dua orang yang telah menghina putraku, dengan para generasi muda keluarga Lin! Sebelum aku pergi ke arena kompetisi, kamu sudah harus kembali dan melaporkan hasil kerjamu!” perintah Meng Wang pada pria tua yang sosoknya tiba-tiba saja menghilang bagai asap setelah mendapat perintah darinya.
Sementara itu, di sebuah kedai makan yang tak jauh dari arena kompetisi, kelompok Lin Feng yang belum lama ini sampai di Kota Bambu Ungu, mereka saat ini sedang beristirahat di tempat itu. Beristirahat sambil menikmati makanan, mereka berencana pergi ke arena kompetisi begitu sudah ada kelompok peserta kompetisi yang pergi ke tempat itu.
Saat sedang menikmati makan siangnya, dengan mata Dewanya, Lin Feng dapat melihat keberadaan pria tua yang terus mengawasinya dari bayang-bayang. Tidak ada niat membunuh terpancar dari tubuhnya, yang menandakan kedatangannya hanyalah untuk mengawasi, dan mengumpulkan informasi.
Tak perlu bertanya pada siapa pria tua itu bekerja. Mengingat siapa yang akhir-akhir ini terus bersinggungan dengannya, mudah bagi Lin Feng mengetahui tuan dari pria tua yang kekuatannya telah mencapai tingkatan Kaisar Dewa Surgawi Bintang 6.
‘Orang itu, sepertinya dia sangat menginginkan kematianku sampai-sampai mengirim orang untuk mengawasi dan mengumpulkan informasi tentang apa saja yang sedang aku lakukan,’ kata Lin Feng membatin sambil terus menghabiskan makanannya.
Lin Feng tetap tenang dan menikmati makanannya meski ada sosok pria tua yang terus mengawasinya. Dia bersikap seolah tidak mengetahui keberadaan pria itu, dan membiarkan pria itu melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh tuannya.
‘Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, tapi pada akhirnya kamu bakal aku buat menyesal karena terus-terusan berurusan denganku!’ batinnya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1