Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Merasakan Firasat Buruk


__ADS_3

Aura kemarahan yang sangat mendominasi dikeluarkan seorang pria yang usianya tak lagi muda, setelah dia mendapat laporan hancurnya giok kehidupan dari orang yang dia kirim pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


Dia adalah Lin Huang, mantan Tetua Agung keluarga Lin yang telah berkhianat, dan sekarang dia menjadi kekuatan tersembunyi di keluarga Suci Guo.


Mengetahui lenyapnya keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, dan rencana keluarga Suci Guo yang ingin mengirim sekelompok orang untuk menyelidiki menghilangnya keluarga Suci Guo di tempat itu. Lin Huang mengirim salah satu orangnya ikut bersama orang-orang yang berasal dari keluarga Suci Guo.


Selain membantu mencari tahu penyebab lenyapnya keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, orang yang dikirim Lin Huang mendapatkan tugas khusus darinya, yaitu dia harus meratakan kediaman keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


Dengan kekuatan di tingkat Dewa Semesta Bintang 2, Lin Huang yakin orangnya dapat meratakan kediaman keluarga Lin, dan memusnahkan seluruh penghuninya.


Akan tetapi, semua tak seperti yang dia harapkan. Belum juga dia mendengar kabar baik dari orang itu, Lin Huang justru lebih dulu mendengar kabar buruk tentang orang itu.


Bukan hanya gagal, tapi Lin Huang juga harus kehilangan salah satu anggotanya yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Semesta.


Sekarang dirinya hanya memiliki sembilan anggota yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Semesta. Kehilangan satu orang anggota yang kekuatannya sudah berada di tingkat Dewa Semesta meskipun dia adalah yang terlemah, tetap saja itu sebuah kerugian besar untuk Lin Huang.


“Bagaimana dengan orang-orang yang berasal dari keluarga Suci Guo? Apa mereka mengalami nasib yang sama seperti dia?” tanya Lin Huang pada orang yang baru saja menyampaikan kabar buruk padanya.


“Tuan, seluruh anggota keluarga Suci Guo yang turun ke Alam Sembilan Surga tingkat pertama bernasib sama dengan apa yang dialami saudara kesepuluh. Mereka semua mati, dan tak ada yang tahu penyebab kematian mereka.”


Kerutan muncul di kening Lin Huang, mendengar nasib buruk yang juga dialami anggota keluarga Suci Guo yang turun ke Alam Sembilan Surga tingkat pertama. Dia dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu.


“Mengirim orang lainnya ke tempat itu tanpa tahu apa yang berada di tempat itu, sama halnya aku mengirim mereka menuju Alam Kematian. Sial, aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa! Datang sendiri ke tempat itu hanya akan memancing kemunculan dia, dan dengan kekuatanku saat ini, jelas aku bukan lawan sepadan untuknya...”


Lin Huang tidak bisa sembarangan muncul dan mengekspos keberadaannya karena ada sosok kepala keluarga Lin, yang senantiasa mengawasi keberadaannya, dan karena itu juga selama ini Lin Huang hanya berdiam diri di kediaman utama keluarga Suci Guo.


“Meski membuatku menelan banyak kerugian, sebaiknya aku melupakan kematiannya, dan berfokuslah pada peningkatan kekuatanku! Tinggal sedikit lagi, kekuatanku sudah dapat menyamai kekuatannya,” kata Lin Huang dan kembali dia masuk ke ruang pelatihan setelah mengusir pergi orang yang menyampaikan kabar buruk padanya.

__ADS_1


Sementara itu, Lin Feng yang sudah berada di aula kediaman keluarga Lin bersama dengan Lin Sujin dan Lin Moli, dia menyampaikan tujuannya setelah ini, dan tujuannya saat ini adalah Alam Sembilan Surga tingkat kedua.


“Aku tidak mungkin terus berdiam diri di kediaman ini, secepatnya aku akan pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat kedua, dan setelah kepergianku aku harap kalian bisa menjaga kediaman keluarga Lin di Alam ini!” kata Lin Feng langsung mengatakan apa yang ingin dia katakan.


Lin Sujin dan Lin Moli tentu saja tahu kalau Lin Feng tidak mungkin selamanya menetap di Alam Sembilan Surga tingkat pertama. Di usia yang masih begitu muda tapi sudah memiliki pencapaian yang sangat luar biasa, akan sangat disayangkan kalau dia menetap di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, yang jelas keadaannya tak sebaik Alam di tingkatan yang lebih tinggi.


Lin Feng kembali memberikan sumberdaya pada Lin Sujin dan diantara sumberdaya yang kali ini dia berikan, terdapat sumberdaya yang dapat meningkatkan kekuatan Lin Sujin dan Lin Moli sampai tingkat Dewa Semesta.


Dengan adanya dua orang di tingkat Dewa Semesta, Lin Feng yakin keberadaan mereka dapat menjadi pelindung untuk keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


...----------------...


Lin Feng saat ini telah berada di portal penghubung Alam Sembilan Surga tingkat pertama dan Alam Sembilan Surga tingkat kedua. Kebetulan kediaman keluarga Lin memiliki satu portal, yang dapat membuat Lin Feng pergi ke tempat baru yang menjadi tujuannya.


Mendengar kabar Lin Feng ingin pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat kedua, Lin Mofan dan sembilan orang lainnya yang pernah diselamatkan Lin Feng, sejenak mereka menyudahi latihan, dan pergi ke portal penghubung dua Alam untuk mengantarkan kepergian Lin Feng.


Dengan pencapaian mereka, bukan hanya menjadikan mereka sebagai generasi muda paling unggul di keluarga Lin yang berada di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, melainkan pencapaian mereka dapat disetarakan dengan pencapaian generasi muda di keluarga utama.


Sebelum pergi, Lin Feng tak berkata apa-apa pada mereka yang mengantar kepergiannya, dia hanya tersenyum dan langsung saja melangkahkan kaki memasuki portal yang akan membawa dirinya menuju tujuan selanjutnya.


Dia tidak tahu tempat seperti apa yang menjadi pijakan pertamanya di Alam Sembilan Surga tingkat kedua, seperti yang dikatakan Lin Sujin, jika beruntung dirinya dapat langsung muncul di dekat kediaman keluarga Lin, tapi jika kurang beruntung, bisa saja dirinya muncul di tengah-tengah pertempuran karena saat ini sedang terjadi pertempuran antara kekuatan suci dan kekuatan kegelapan.


Melihat keberuntungan yang selama ini dimilikinya, Lin Feng yakin dirinya bakalan muncul ditempat yang tidak membahayakan dirinya, tapi entah kenapa sejak melangkahkan kakinya memasuki portal dan melihat lorong di dalam portal, dirinya merasakan firasat buruk, seolah sesuatu yang tidak baik sudah menanti kedatangannya.


Lin Feng menenangkan dirinya dan terus saja melangkahkan kakinya menyusuri lorong portal yang ujungnya belum terlihat olehnya. Dari berjalan santai sampai akhirnya berlari dengan kecepatan penuh, jauh di depan sana Lin Feng sidah melihat ujung dari lorong portal.


“Swuusshh...”

__ADS_1


Lin Feng yang baru saja keluar dari portal, dia mendapati dirinya berada tak jauh dari sebuah medan perang, dan dengan menggunakan kekuatan mata Dewa dia melihat sekelompok orang datang menghampirinya dari dua arah yang berbeda.


Dari arah depan, Lin Feng melihat lima orang dengan kekuatan elemen kegelapan pekat datang dengan niat membunuh. Sementara dari arah belakang, lima orang dengan kekuatan elemen cahaya datang mendekat, dan jelas terlihat olehnya mereka juga memiliki niatan membunuh.


Meski sama-sama memiliki niatan membunuh, Lin Feng tahu niat membunuh itu bukan ditujukan padanya. Mengetahui itu, dia segera bersembunyi dan melihat apa yang sebentar lagi akan terjadi.


“Wung... Wung...”


Dua aura kekuatan yang berbeda saling berbenturan, membuat tanah di sekitar Lin Feng bergetar.


Aura yang saling berbenturan adalah aura mereka yang sama-sama berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi, dan yang mejadi pembeda hanya dari jenis elemen yang menyertai aura kekuatan mereka.


“Swuusshh... Swuusshh...”


Dua kelompok saling berhadap-hadapan, dan langsung saja mereka terlibat pertempuran hidup mati. Dengan keunggulan kekuatan yang dimiliki dua orang pemiliki elemen cahaya, pertempuran berhasil dimenangkan mereka yang berasal dari kekuatan suci elemen cahaya.


Lima orang dari kekuatan kegelapan mati, sedangkan lima orang dari kekuatan suci hanya salah satu dari mereka yang mengalami luka cukup serius.


Di saat Lin Feng mengira mereka akan segera pergi setelah menyelesaikan pertempuran, sesuatu yang tidak terduga terjadi saat salah satu dari anggota kelompok kekuatan suci melemparkan belati di tangannya, ke arah tempat persembunyian Lin Feng.


Bagai kilatan cahaya, belati itu melesat lurus menuju target, tapi sayangnya target yang dituju lebih cepat menghindar.


Gagal mengenai target, belati itu justru tertancap di batang pohon, dan menjadi pijakan Lin Feng yang semula menjadi target serangan belati.


“Lain kali gunakan senjata hanya untuk menyerang musuh kalian!” kata Lin Feng lalu sosoknya menghilang, meninggalkan jejak elemen cahaya dan aura kekuatan Dewa Semesta.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2