Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Habis Kesabaran


__ADS_3

“Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini sebelum mereka semua datang!” kata Lin Feng, dan ia serta anggota kelompoknya hanya mengambil setengah harta maupun sumber daya yang ada di istana Kaisar Iblis. Sisanya mereka tinggalkan untuk para kultivator yang tak lama lagi datang.


Tak lama setelah kepergian Lin Feng dan kelompok kecilnya, para kultivator yang dipimpin kultivator dari keluarga Lin dan keluarga Suci Guo, mereka akhirnya sampai di istana Kaisar Iblis.


“Ambil dan kumpulkan semua barang berharga yang ada di istana ini!” perintah pemimpin penyerangan, yang merupakan kultivator dari keluarga Lin.


“Kalian kumpulkan barang berharga untuk kita bawa pulang!” perintah pemimpin keluarga Suci Guo yang hanya menginginkan barang-barang berharga untuk keluarganya sendiri.


Semua kultivator segera berpencar mencari benda-benda berharga di istana Kaisar Iblis. Mereka terus mencari dan tidak menaruh curiga kalau ada orang lain yang telah mendahului mereka, sekalipun ada yang merasakan keanehan, ia segera mengabaikan keanehan itu dan kembali fokus melanjutkan pencarian.


Hampir setengah hari mencari, akhirnya mereka telah mengumpulkan seluruh barang berharga di istana Kaisar Iblis, dan setelahnya mereka pergi meninggalkan istana itu.


...----------------...


Setelah meninggalkan istana Kaisar Iblis, Lin Feng, Lin Hua dan dua orang lainnya, mereka pergi ke kota paling dekat dari wilayah yang semula menjadi pusat kekuasaan ras iblis dan monster. Meski jarak ke kota sangatlah jauh, meraka harus pergi ke kota untuk menggunakan portal penghubung seluruh Alam di Alam Sembilan Surga.


Meraka ingin langsung pergi ke Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan, sebelum akhirnya mereka pergi ke Alam Nirwana Agung, yang merupakan nama lain untuk Alam Sembilan Surga tingkat kesembilan.


Di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan, rencananya Lin Feng akan menghimpun kekuatan besar di tempat itu. Apalagi dulu ayahnya adalah penguasa dari Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan, dan yang jelas masih banyak orang-orang kepercayaan ayahnya di Alam itu. Menurut ibunya, setidaknya ada puluhan ribu kultivator yang memiliki kesetiaan mutlak padanya.


Dulu mereka berhasil selamat dari penyerangan tiba-tiba karena mereka tak sedang berada di kediaman, melainkan sedang bertugas membendung kekuatan inlis yang ingin menguasai Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.


Kalau saja saat itu mereka berada di kediaman, mungkin penyerangan itu dapat di gagalkan karena jumlah penyerangan dapat diimbangi jumlah mereka.


Kalah dalam jumlah, itulah penyebab utama kekalahan yang dialami keluarga Lin Feng, saat terjadi serangan tiba-tiba di tengah malam. Kalau saja jumpa mereka setara, tidak mungkin serangan di malam itu berhasil.


...----------------...

__ADS_1


Setelah melakukan perjalanan tanpa henti selama sehari semalam, akhirnya Lin Feng, Lin Hua dan dua orang lainnya sampai di Kota Lentera Emas, kota manusi yang berada paling dekat dari pusat wilayah ras iblis dan monster.


Setelah melalui pemeriksaan ketat di gerbang kota dan memastikan mereka bukanlah sosok iblis ataupun monster yang sedang menyamar sebagai manusia, penjaga gerbang kota mengizinkan Lin Feng dan yang lainnya pergi memasuki kota.


Kota Lentera Emas sebagai kota paling dekat dengan wilayah musuh, penjagaan di kota sangatlah ketat. Dibandingkan jumlah penduduk, jumlah pasukan pelindung jauh lebih banyak. Jika dibandingkan, jika jumlah penduduk kota adalah satu, maka jumlah penjaga kota adalah tiga.


“Keamanan di kota ini terlalu ketat. Aku merasa tak ada sedikitpun kebebasan berada di kota ini,” kata Lin Feng merasakan banyak pasang mata mengawasi gerak-geriknya, dan anggota kelompok kecilnya.


Lin Hua dan dua orang lainnya hanya mengangguk mendengar itu, dan mereka terus saja berjalan mengikuti langkah kaki Lin Feng. Tak lama akhirnya mereka sampai di tempat berdirinya portal penghubung seluruh tingkatan Alam di Alam Sembilan Surga.


Keempatnya melihat antrean pandang orang-orang yang ingin pergi meninggalkan Alam Sembilan Surga tingkat ke-tujuh, tapi tak sedikit mereka yang terlihat baru saja datang dari Alam lainnya.


Di saat mereka berempat ingin ikut mengantre, Lin Feng yang berjalan bergandengan tangan dengan Lin Hua, langkah kakinya terhenti begitu juga dengan Lin Hua karena secara tiba-tiba ada yang menyerobot antrean.


Lin Feng mengabaikan penyerobot antreannya, dan memilih mengambil antrean tepat dibelakang kelompok yang setidaknya terdapat lima pria serta tiga wanita. Kekuatan mereka semua berada di tingkat Dewa Agung, dan diantara orang-orang yang sedang mengantre mereka dapat dikatakan sebagai kelompok terkuat.


“Tidak tertarik!” jawab singkat Lin Yanran acuh, tanpa melihat pria yang mengajaknya bicara. Dia bahkan menunjukkan gestur jijik dengan pria itu, meski kedua matanya belum melihat rupa pria itu.


Merasa di acuhkan bahkan jelas wanita yang ia goda tidak menyukai keberadaannya, bukannya menyerah pria itu justru semakin berani. Ia mencoba meraih pergelangan tangan Lin Yanran dan berkata, “Dengan bergabung bersama kami, banyak keuntungan bisa kamu dapatkan, termasuk keuntungan di atas ranjang.”


Pria itu sangat tidak tahu malu bahkan ia masih saja mencoba memegang pergelangan tangan Lin Yanran, meski sudah berkali-kali ditepis oleh Lin Yanran. Semakin ditolak dan diacuhkan, pria itu justru semakin tertarik untuk mendapatkan Lin Hua, apalagi ia sudah dibuat tergoda oleh keindahan tubuh Lin Yanran.


Tak lagi mampu bersabar, Lin Yanran langsung saja menangkap tangan pria yang terus berusaha menggenggam pergelangan tangannya, dan dengan sangat kuat ia mencengkram tangan pria itu.


“Krek...” terdengar suara tulang retak saat Lin Yanran mencengkram tangan pria itu, menandakan ada beberapa tulang yang retak maupun patah.


“Argh...” rintihan kesakitan terdengar dari mulut pria yang tangannya berada di dalam cengkraman tangan Lin Yanran.

__ADS_1


Bukannya iba dan melepaskannya, Lin Yanran justru mempererat cengkraman tangannya, dan akhirnya pria itu harus merelakan seluruh tulang tangannya patah dan hancur akibat cengkraman tangan Lin Yanran.


“Kenapa kamu menyakiti saudara kami?” tanya salah satu pria tidak terima dengan apa yang dilakukan Lin Yanran pada salah satu anggota kelompoknya.


“Lepaskan tangannya dan kau harus menghabiskan waktu seumur hidupmu untuk melayaninya kalau masih ingin melihat indahnya hari esok!” lanjut pria itu mengancam Lin Yanran.


Lin Yanran tersenyum sinis mendengar ancaman pria itu, bukannya takut dan segera melepaskan cengkraman tangannya, ia justru mempererat cengkraman tangannya sampai akhirnya apa yang ia cengkram remuk tak lagi berbentuk.


“Beraninya kau mengabaikan ancamanku! Meski kau wanita dan cukup menarik perhatianku, tapi karena kau berani menyakiti saudaraku, kau harus mati!” pria itu bergerak cepat menyerang Lin Yanran.


Gerakannya memang cepat, tapi dengan sigap Lin Baoshi berhasil menghadang serangannya. “Seorang pria beraninya menggertak wanita. Kalau kamu memang ingin menyakitinya, kau harus lebih dulu melangkahi mayatku!” kata Lin Baoshi penuh ketegasan.


Pria itu masih merasakan kebas di tangannya, setelah barusan pukulannya berhasil ditahan Lin Baoshi. Namun ia masih saja menunjukkan sikap angkuh dan sok berkuasa di hadapan semua orang.


“Sebelumnya kau berhasil menahan serangan yang hanya menggunakan seperempat kekuatanku, tapi kali ini aku pastikan kau menyesal karena berurusan denganku!” Pria itu percaya diri dapat mengalahkan Lin Baoshi, tapi entah apa yang ia lakukan kalau tahu sebelumnya Lin Baoshi hanya menggunakan kekuatan fisik untuk menahan serangannya.


Pria itu kali ini serius dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerang, bahkan tiga pria lainnya juga bersiap memberi bantuan padanya.


Melihat musuhnya ingin bermain keroyokan, Lin Baoshi tidak takut, ia justru tersenyum senang karena akhirnya bisa memukuli manusia setelah sebelumnya ia puas memukuli iblis dan monster.


Akan tetapi, sebelum pertarungan berlanjut, prajurit keamanan lebih dulu datang melerai keributan, dan mereka membawa orang-orang yang terlibat keributan ke pos keamanan.


Dikarenakan Lin Baoshi dan Lin Yanran ikut dibawa ke pos keamanan, Lin Feng dan Lin Hua akhirnya juga ikut pergi ke pos keamanan mengikuti mereka.


“Hah, semoga mereka tidak mempersulit keadaan, yang membuatku harus melakukan tindakan nyata pada mereka!” kata Lin Feng begitu ia sampai di pos jaga.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2