Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Fakta Keluarga Lin Di Alam Sembilan Surga


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Lin Hua masih terdiam melihat apa yang dilakukan Su Yan dan yang lainnya. Mereka yang sebelumnya terlihat arogan, sekarang tertunduk lesu bagaikan manusia tak bertulang.


Hingga akhirnya Lin Hua membuka suara karena Su Yan dan yang lainnya tidak kunjung bergerak. “Suamiku sebelumnya telah mengatakan kalau kami hanya numpang lewat di tempat ini, tapi kalianlah yang terus menuduh kami dengan sesuatu yang sama sekali tidak pernah ingin kami lakukan...”


“Kalau kalian ingin minta maaf, seharusnya kalian meminta maaf pada suamiku yang bahkan mendapatkan perlakuan buruk dari kalian! Meminta maaf padaku tidak akan menyelesaikan masalah yang kalian buat.” Tegas Lin Hua berkata pada Su Yan dan yang lainnya.


Mendengar itu Su Yan dan anggota kelompoknya sadar jika mereka belum mengetahui identitas Lin Feng, dan seketika wajah mereka pucat pasi dengan keringat dingin membasahi tubuh saat mengingat kembali nama Lin Feng. Keluarga Lin, siapa di Alam Sembilan Surga yang tidak mengenal dan mengetahui reputasi keluarga Lin, dan bodohnya mereka barusan terang-terangan menyinggung salah satu anggota keluarga Lin.


Keluarga Lin bukanlah keluarga penguasa, tapi kekuatan Keluarga Lin tersebar di seluruh tingkatan Alam Sembilan Surga, dan mereka bukanlah kekuatan yang dapat diremehkan. Kalau saja di masa lalu tiga Dewa Agung Alam Semesta yang berasal dari keluarga Lin masih hidup, bisa dipastikan Keluarga Lin adalah Keluarga Penguasa Alam Semesta.


Menyinggung putri penguasa Alam Sembilan Surga tingkat empat saja sudah merupakan sebuah kesalahan besar, tapi mereka ternyata juga telah menyinggung anggota keluarga Lin yang jauh berkuasa dibandingkan seorang penguasa Alam Sembilan Surga tingkat keempat. Mereka sering mengalami nasib buruk, tapi hari ini nasib mereka sangat buruk.


“Swusshh...” Sosok wanita berpakaian merah dengan cadar yang menutupi sebagian wajahnya tiba-tiba datang, bersama dengan aura kekuatan tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 1 yang terpancar keluar dari dalam tubuhnya.


Wanita itu mengarahkan pandangan pada Lin Feng dan Lin Hua. Kedua bola mata wanita itu memancarkan cahaya kebiruan, dan tak lama wanita itu berkata. “Trah Suci Dewa Agung Keluarga Lin dan Trah Suci penguasa Alam Sembilan Surga tingkat keempat!”


Mengetahui semua itu, wajah wanita itu terlihat panik, apalagi saat ini dia melihat keberadaan murid Sekte Kuda Terbang berlutut di hadapan dua orang yang dirinya saja tidak berani menyinggung mereka. ‘Apa mereka telah menyinggung dua sosok yang aku sendiri tidak memiliki keberanian menyinggungnya?’ batinnya.


Wanita itu segera pergi ke hadapan dua sosok yang tidak dia kira keberadaannya ada di Alam Sembilan Surga tingkat pertama. Kemudian, sambil menundukkan kepala dia berkata, “Tuan Muda dan Nona, selamat datang di Sekte Kuda Terbang.”


Lin Feng dan Lin Hua sama-sama menganggukkan kepala mendengar itu. “Nona, kami hanya ingin melanjutkan perjalanan, dan kami harap Sekte Kuda Terbang tidak mengganggu kami!” Tegas Lin Feng berkata, lalu tanpa menunggu balasan dari wanita di hadapannya, dia membawa Lin Hua dan Lin Jia pergi bersamanya.


Wajah Su Cing, wanita berpakaian merah terlihat jelek saat tiga sosok di hadapannya pergi begitu saja, dan meninggalkan kesan buruk pada Sekte Kuda Terbang.


“Katakan padaku apa yang sudah kalian lakukan pada mereka?” Su Cing menengadahkan kepalanya, mengarahkan sorot mata tajam pada Su Yan dan yang lainnya, yang mulai bangkit berdiri setelah lama berlutut.

__ADS_1


“I.. Ibu, sebelumnya kami tidak tahu siapa mereka, dan menuduh mereka ingin mencuri sumberdaya di tempat ini.” Su Yan menjawab pertanyaan Su Cing yang tak lain adalah ibunya.


Mendengar itu Su Cing menghembuskan napasnya kasar. “Selain menuduh mereka, apa kalian melakukan hal yang lebih buruk dari sekedar menuduh?”


Duan Leng buru-buru berlutut begitu mendengar pertanyaan Su Cing. “Te..tetua Kelima, aku telah menyerang pria yang berasal dari keluarga Lin,” katanya dengan kepala tertunduk.


Mata Su Cing melebar sempurna mendengar jawaban Duan Leng. “Apa kamu bodoh menyerang sosok yang jelas-jelas lebih kuat darimu? Bahkan jika aku dan tetua lainnya menyatukan kekuatan melawannya, kekuatan kami belum tentu dapat mengimbangi kekuatannya,” katanya pada Duan Leng.


“Anggota keluarga penguasa bukanlah sesuatu yang dapat kita singgung, apalagi dengan keluarga Lin. Berharap saja mereka tidak menaruh dendam pada yang terjadi di hari ini, dan menuntut balas pada Sekte Kuda Terbang...”


“Kalau mereka datang menuntut balas, bisa dipastikan saat itu adalah akhir dari Sekte Kuda Terbang.” Su Cing menyudahi perkataannya, kemudian dia segera kembali ke Sekte Kuda Terbang untuk membicarakan permasalahan yang ditimbulkan Su Yan dan yang lainnya.


Sedangkan Su Yang dan yang lainnya, mereka mengikuti tepat di belakang Su Cing. Mereka semua sadar telah melakukan kesalahan besar dan ingin meminta maaf secara langsung pada Patriark Sekte Kuda Terbang. Kalaupun harus mendapatkan hukuman, mereka tidak akan membantah, dan bersama-sama bertanggungjawab menyelesaikan hukuman yang diberikan.


Sementara itu, Lin Feng, Lin Hua, serta Lin Jia, mereka saat ini sedang melayang di langit mencari keberadaan desa atau kota terdekat. Tak lama mencari akhirnya mereka melihat keberadaan tempat yang mirip kota di Alam Dewa, tapi Lin Jia mengatakan kalau itu hanyalah sebuah desa di tempat yang cukup terpencil.


‘Jika tempat itu hanyalah sebuah desa, lalu sebesar apa kota di Alam Sembilan Surga?’ batin Lin Feng bertanya.


Dua prajurit penjaga yang kekuatan telah mencapai tingkat Dewa Surgawi Bintang 5, mereka meminta Lin Feng menunjukkan lencana tanda pengenal sebagai syarat memasuki desa. Tak ingin membuat heboh dengan menunjukkan lencana milik Lin Hua, Lin Feng justru menunjukkan lencana miliknya, yang merupakan lencana Kaisar Kekaisaran Petir.


Kedua mata penjaga mengamati lencana yang ditunjukkan Lin Feng. “Le.. lencana petir emas? Ke.. keluarga Dewa Agung.” Kedua penjaga langsung saja berlutut, bukan berlutut, tapi lebih tepatnya bersujud dengan kening menyentuh tanah.


Bukan hanya penjaga, tapi mereka yang tak sengaja melihat lencana yang ditunjukkan Lin Feng, mereka juga bersujud dengan kening menyentuh tanah, dan semua itu benar-benar membuat Lin Feng kebingungan.


Sedangkan Lin Jia yang mengetahui segalanya, melalui telepati dia berkata pada Lin Feng. “Identitas Tuan sejujurnya lebih mengerikan dibandingkan dengan identitas yang dimiliki Nyonya. Jika identitas Nyonya adalah putri seorang penguasa, identitas Tuan adalah Tuan Muda keluarga Lin, yang mana keluarga Lin di Alam Sembilan Surga keberadaannya jauh lebih disegani, dibandingkan keberadaan para penguasa.”


“Kalau kamu sudah mengetahuinya sejak awal, kenapa kamu tidak langsung memberitahuku tentang semua itu?” Lin Feng benar-benar tidak menyangka kalau identitasnya jauh lebih mengerikan dibandingkan Lin Hua.


“Karena Tuan tidak bertanya padaku.” Mendengar itu, Lin Feng langsung saja mengacuhkan Lin Jia.

__ADS_1


Lin Feng memilih meminta semua orang berdiri, kemudian dia bertanya pada dua penjaga yang kini tak berani mengangkat kepala di hadapannya, “Apa aku, istriku, dan putriku dapat memasuki desa?” Suara Lin Feng sangat ramah, tapi penjaga yang mendengarnya justru merinding ketakutan.


“Tu.. Tuan, Nyonya, dan Nona Muda tentu dapat memasuki desa.” Penjaga di hadapan Lin Feng segera menyuruh penjaga di dalam untuk membuka gerbang.


Melihat gerbang terbuka, Lin Feng, Lin Hua, serta Lin Jia langsung saja melangkahkan kaki memasuki desa yang cukup ramai. Sedangkan di luar gerbang, semua orang masih menundukkan kepala, tak ada yang berani mengangkat kepala, dan setelah gerbang kembali tertutup akhirnya mereka dapat kembali mengangkat kepala.


“Aku tidak menyangka hari ini dapat melihat salah satu keturunan Dewa Agung dari keluarga Lin, tapi aku tidak tahu Tuan Muda yang barusan keturunan dari Dewa Agung yang mana,” uikingkap salah satu penjaga gerbang di bagian luar.


“Tidak peduli Tuan Muda barusan keturunan Dari Dewa Agung yang mana, tapi sebaiknya kita segera melaporkan keberadaannya pada kepala desa, dan aku berharap tidak ada yang membuat permasalahan dengannya,” balas penjaga lu bg brdsc bgainnya.


“Kalau begitu kamu saja yang melaporkannya pada kepala desa, dan biarkan penjaga lainnya yang menemaniku di tempat ini!” Mendengar itu, penjaga itu langsung saja pergi meninggalkan tepatnya, pergi menemui kepala desa melaporkan keberadaan Tuan Muda dari keluarga Lin di desanya.


Sementara itu dua orang berjubah putih yang sebelumnya juga melihat lencana yang ditunjukkan Lin Feng, sulit bagi mereka untuk tidak menunjukkan perasaan bahagia mereka karena pada akhirnya, mereka dapat menemukan sosok Tuan Muda ketiga keluarga Lin, yang belasan tahun lalu menghilang bersama ayah dan ibunya.


Keduan saling pandang, kemudian salah satu dari mereka berkata, “Menurut saudara apa yang lebih dulu kita lakukan, menemui Tuan Muda, atau melaporkan keberadaan Tuan Muda pada Penguasa Agung?”


Sejenak dia berpikir setelah mendengar pertanyaan rekan seperjalanannya, tapi tak lama dia menjawab, “Melaporkan langsung keberadaan Tuan Muda pada Tetua Agung bisa menghabiskan waktu berhari-hari, dan bisa saja kita kehilangan Tuan Muda saat pergi melapor. Menurutku, lebih baik sekarang kita temui Tuan Muda, dan memperkenalkan siapa diri kita padanya.”


“Kalau seperti itu, lebih baik sekarang kita masuk ke dalam desa.”


Melihat semua orang masih terdiam di tempatnya, keduanya menyerobot antrean. Dikarenakan tidak ada yang marah, keduanya melenggang begitu saja memasuki desa setelah menunjukkan lencana petir pbiru pada penjaga gerbang.


“Apa Tuan berdua adalah pengawal Tuan Muda yang sudah lebih dulu masuk?” tanya penjaga yang sebelumnya melakukan pemeriksaan pada Lin Feng.


Kedua orang itu menganggukkan kepalanya, lalu melalui pesan telepati salah satu dari mereka berkata pada penjaga, “Jangan terlalu banyak membicarakan keberadaan Tuan Muda karena itu hanya membuat Tuan Muda kami tidak nyaman!”


Mendengarnya, tentu saja penjaga itu mengerti, dan begitu dua sosok yang diketahuinya berasal dari keluarga Lin pergi, dia segera membuat pengumuman untuk tidak lagi membahas keberadaan salah satu Tuan Muda keluarga Lin.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2