Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Memenangkan Pertarungan


__ADS_3

Aura kegelapa mencoba menelan aura yang dikeluarkan Lin Feng, tapi bukannya berhasil menelan aura yang dikeluarkan Lin Feng, aura kegelapan yang mencekam justru perlahan memudar setelah bersentuhan dengan aura Lin Feng.


Pria yang menjadi lawan Lin Feng tahu bahwa kekuatan musuhnya jauh lebih besar, dan mustahil baginya membawa serta musuhnya menuju alam kematian bersama dengannya.


Namun ia masih berharap dapat memberikan luka pada musuhnya, dan luka itu akan membekas di sepanjang hidupnya.


“Lin Feng, aku tidak menyangka di keluarga Lin yang sedang mengalami penurunan kekuatan, ternyata masih menyimpan orang kuat sepertimu!” katanya dengan sorot mata tajam mencoba mencari titik lemah di tubuh Lin Feng.


“Kamu memang kuat, tapi aku juga tidak kalah kuat darimu!” lanjutnya berkata.


Lin Feng mengabaikan perkataan musuhnya dan hanya fokus sesegera mungkin menyelesaikan pertarungan, memegang erat pedang elemen di tangan kanannya dia bersiap menyerang.


“Sedikit rahasia ingin aku bagi padamu. Sebenarnya baru beberapa saat yang lalu aku sampai di Alam ini dan keberadaanku sebelumnya merupakan penghuni Alam Sembilan Surga tingkat pertama. Untuk alasan keterlibatan dalam peperangan, itu karena kalian semua memang pantas mati!” Lin Feng mengangkat pedangnya setinggi mungkin dan diwaktu bersamaan siluet Dewa Perang juga melakukan hal yang sama.


“Aku tidak akan kalah mudah darimu!” teriaknya dengan suara lantang dan seluruh aura kegelapan yang keluar dari tubuhnya semua ditujukan pada Lin Feng.


Keberadaan aura kegelapan yang sangat kuat membuat orang-orang menjauhi pertarungan yang terjadi antara Lin Feng dan musuhnya, kuatnya aura kegelapan membuat siapapun yang tidak bisa bertahan dengan aura itu tumbang dan kehilangan kesadarannya.


Tak cukup dengan mengarahkan seluruh aura kegelapan nya menyerang Lin Feng, pria yang menjadi musuh Lin Feng melesat maju sambil memegang sebilah pedang yang terbentuk dari kekuatan elemen kegelapan. Gerakan pria itu sangat cepat, bahkan pandangan Lin Yuan yang melihat dari kejauhan tidak dapat mengikuti kecepatan pergerakannya.


“Meski aku gagal membawamu mati bersamaku, jangan harap kamu dapat memenangkan pertarungan tanpa terluka!” Mengayunkan pedang di tangannya, mengirim tebasan yang diyakininya dapat melukai Lin Feng.


Tebasan pedang berbentuk sabit yang dipenuhi aura mencekam elemen kegelapan melesat ke arah Lin Feng. Bukan hanya satu tebasan, melainkan ada puluhan dan semuanya tertuju ke arah Lin Feng. Menatap ngeri serangan yang datang ke arah Lin Feng, Lin Yuan dan banyak orang lainnya, mereka merasa serangan itu cukup untuk melukai dan membuat cacat Lin Feng.

__ADS_1


Akan tetapi, tepat sesaat sebelum puluhan tebasan pedang berbentuk sabit mengenai Lin Feng, sebuah perisai cahaya muncul dan menghalau seluruh tebasan yang mengarah pada Lin Feng.


Semua orang hampir tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, termasuk musuh Lin Feng yang sebelumnya yakin serangannya dapat melukai lawannya. Nyatanya, bukan hanya gagal melukai tapi rangkaian serangannya, seluruhnya berhasil digagalkan hanya dalam satu kali kedipan mata, bahkan dengan mata kepalanya sendiri dia melihat seseorang yang menguasai berbagai jenis kekuatan elemen.


“Kematianmu adalah kenyataan, dan itu akan segera terjadi!” Mengabaikan keterkejutan semua orang dengan apa yang baru terjadi, Lin Feng bergerak maju menyerang musuhnya.


“Seni Tarung, Tarian Pedang Kematian!” Lin Feng cepat mengayunkan pedang di tangannya dan setiap ayunan pedang yang dilakukan olehnya seolah sedang menyampaikan pesan kematian pada seluruh musuhnya.


Siluet Dewa Perang juga mengayunkan pedang di tangannya. Meski tak secepat Lin Feng, setiap ayunan pedang yang dilakukannya, pedang siluet Dewa Perang terus-menerus menyerap aura kegelapan musuh dan merubahnya menjadi kekuatan yang dapat digunakan Lin Feng.


Pertarungan keduanya membuat semua orang terpana dan sadar jika apa yang selama ini mereka miliki, tak sebanding dengan kekuatan milik dua orang yang sedang terlibat dalam pertarungan hidup mati. Sedangkan jalannya pertarungan, pedang siluet Dewa Perang terus menyerap aura kegelapan musuh, membuat pemilik aura kegelapan terpaksa menarik kembali aura kegelapannya, dan menggunakan kekuatan elemen kegelapan hanya untuk melindungi tiap bagian tubuhnya.


Tahu apa yang sedang dilakukan musuhnya, Lin Feng hanya tersenyum lalu berkata, “Matilah dengan tenang dan cobalah untuk menjadi sosok yang lebih baik jika ada kehidupan selanjutnya untukmu!” Lin Feng menyampaikan pesan terakhirnya pada musuhnya, sebelum dia melakukan serangan.


Seandainya Lin Feng sudah menguasai niat pedang Dewa, dia pasti sudah menjadi seorang ahli pedang hanya dengan Seni Tarung Tarian Pedang Kematian.


Namun tanpa memiliki niat pedang selayaknya seorang ahli yang mendalami keahlian berpedang, apa yang dimiliki Lin Feng saat ini lebih dari cukup untuk mengakhiri hidup musuhnya.


“Kamu adalah lawan terkuat yang aku hadapi setelah naik ke Alam Sembilan Surga tingkat kedua, tapi kekuatanmu masih jauh dari kata cukup untuk mengalahkanku!...”


“Semua akan segera berakhir dan tentunya kamu tahu siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang, dan siapa yang pada akhirnya mati!” ungkap Lin Feng sambil mengayunkan pedang elemen di tangannya, melenyapkan keberadaan musuhnya tanpa meninggalkan jejak kematian.


Pedang elemen yang dipenuhi kekuatan seluruh elemen milik Lin Feng, masih memancarkan aura kuat setelah membunuh musuh paling kuat yang ada di medan peperangan. “Sekarang giliran kalian semua mati menyusul dia yang lebih dulu mati!” Melanjutkan pertarungannya Lin Feng mulai menyerang siapapun yang dianggapnya sebagai musuh.

__ADS_1


Lin Feng mengayunkan pedang elemen di tangannya dan setiap satu kali ayunan pedangnya, ia berhasil memusnahkan puluhan musuh dan melukai puluhan lainnya. Jumlah musuh yang banyak sama sekali tidak berarti untuknya. Musuh yang nekat datang mendekatinya artinya mereka sudah siap bertemu dengan kematian.


“Kesalahan yang kalian lakukan terlalu banyak dan hanya kematian yang dapat membayar seluruh kesalahan yang kalian lakukan! Jangan harap ada diantara kalian yang pergi dari tempat ini dalam keadaan bernyawa karena tempat ini adalah kuburan untuk kalian!” Lin Feng terus mengayunkan pedang elemen di tangannya dan tanpa terasa hanya tersisa belasan musuh yang putus asa saat mereka bertemu lawan yang mustahil dikalahkan.


Mereka yang berputus asa pada akhirnya mati di tangan Lin Feng dan peperangan pun berakhir dengan kemenangan kubu pemilik kekuatan suci. Meski keluar sebagai pemenang, sebelum kedatangan Lin Feng kubu pemilik kekuatan suci telah kehilangan banyak anggota, dan itu adalah kerugian yang tidak sedikit.


Lin Feng menyimpan pedang elemen kembali ke ruang penyimpanan sistem, dan sesaat dia memejamkan mata merasakan fluktuasi energi yang terasa ingin meledakkan tubuhnya.


Setelah begitu banyak menyerap kekuatan musuh, perlahan tubuh Lin Feng mengolah kekuatan itu untuk meningkatkan kekuatannya, tapi ia membutuhkan sedikit waktu untuk menyetabilkan kekuatannya.


Berhadapan dengan musuh yang memiliki kekuatan hampir setara dengan dirinya terbukti memberi banyak manfaat untuknya, jumlah poin pengalaman miliknya saat ini sudah mencapai lima puluh persen dari jumlah keseluruhan yang diperlukan, untuk dapat membuatnya menerobos tingkat Dewa Semesta Bintang 4.


Melihat sekeliling, Lin Feng memastikan seluruh musuh berhasil di kalahkan dan tidak ada lagi keberadaan pengkhianat di kubu pemilik kekuatan suci. Tidak lagi menemukan keberadaan musuh maupun pengkhianat, Lin Feng merasa sudah saatnya pergi meninggalkan medan peperangan sebelum banyak orang merepotkan mendatanginya.


Belum juga pergi, Lin Yuan tiba-tiba saja muncul di depan Lin Feng dan dia segera berlutut dengan lutut kaki kiri menyentuh tanah. Melihat keberadaan sosok yang jelas memiliki status lebih tinggi darinya setelah dengan kedua mata kepalanya sendiri dia melihat kekuatan petir yang dimiliki olehnya, sebuah keharusan bagi Lin Yuan berlutut dihadapkan sosok itu.


Di sisi lain, banyak orang yang memiliki keinginan mendekati Lin Feng, tapi setelah melihat apa yang dilakukan Lin Yuan, mereka segera mengurungkan niatnya dan memutuskan hanya melihat apa yang selanjutnya terjadi antara Lin Yuan dan Lin Feng.


Lin Yuan adalah sosok terkuat diantara mereka karena keluarga Suci Guo tidak mengirimkan sosok kuat di keluarga mereka turun ke medan perang, dan dengan status yang dimiliki Lin Yuan tak satupun dari mereka berani mengganggunya.


“Kalau ada yang ingin kamu katakan padaku sebaiknya jangan katakan di tempat ini! Aku menunggumu sepuluh kilometer arah utara dari tempat ini.” Keberadaan Lin Feng begitu saja menghilang setelah dia berkata pada Lin Yuan.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2