
Lin Feng langsung saja menyerang pemimpin rombongan keluarga Suci Guo yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Agung Bintang 6. “Orang lemah sepertimu sebaiknya mati saja daripada membuat repot orang lain!” kata Lin Feng sambil melayangkan pukulan pada pemimpin rombongan keluarga Suci Guo.
Tak siap dengan datangnya serangan Lin Feng yang sangat cepat, pemimpin rombongan keluarga Suci Guo gagal menghindari serangan Lin Feng, dan pada akhirnya ia hanya mencoba menahan serangan yang tertuju pada wajahnya.
“Bang...” Pukulan Lin Feng menghantam lengan pemimpin rombongan keluarga Suci Guo yang disilangkan di depan wajahnya. Meski hanya dengan kekuatan fisik, serangan Lin Feng memiliki efek yang tidak ringan.
Kedua lengan pemimpin rombongan keluarga Suci Guo patah dan ia terpental mundur puluhan langkah. Perbedaan kekuatan yang sangat jauh, membuatnya hanya bisa mengerang kesakitan karena sebelumnya ia sangat meremehkan kekuatan lawan.
Hanya dengan kekuatan fisik sebelumnya ia yakin dapat menahan serangan Lin Feng, tapi akibatnya sangat buruk baginya, dan bisa saja serangan itu langsung membunuhnya kalau saja sebelumnya ia tidak menggunakan kedua lengan untuk melindungi wajahnya.
"Lihat, pemimpin kalian begitu mudah aku tumbangkan padahal aku hanya menggunakan kekuatan fisikku! Apa sekarang kalian masih ingin berurusan denganku?” tanya Lin Feng menatap bergantian orang-orang yang berasal dari rombongan keluarga Suci Guo.
“Kekuatan kita tidak terlalu jauh berbeda dari pemimpin dan jumlah kita lebih banyak dari mereka. Menyerangnya seorang diri kita tidak mungkin dapat mengalahkannya, tapi dengan bersama-sama menyerangnya aku yakin kita dapat mengalahkannya!” seru salah satu anggota rombongan keluarga Suci Guo.
Teman-temannya yang mendengar perkataannya, bersamaan mereka menganggukkan kepala dan segera bersiap menyerang musuh.
“Bagus, daripada maju satu-satu dan membuat waktuku terbuang sia-sia, memang sebaiknya kalian maju bersama-sama menghadapiku, supaya aku bisa langsung melenyapkan kalian semua di waktu bersamaan!” kata Lin Feng tak gentar menghadapi musuh berjumlah puluhan orang.
Hanya puluhan kultivator tingkat Dewa Agung tentu bukan lawan sepadan untuknya yang sudah berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 6. Jangankan puluhan, ribuan kultivator tingkat Dewa Agung belum tentu dapat membuatnya mengeluarkan seluruh kekuatannya.
“Jangan dengar apa yang dikatakannya! Kerahkan seluruh kekuatan yang kalian miliki, bunuh dia dan kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan!” Mendengar teriakan lantang salah satu teman mereka, semua orang yang berasal dari rombongan keluarga Suci Guo langsung melesat maju menyerang Lin Feng.
Pedang, tombak, dan jenis senjata lainnya mereka gunakan untuk menyerang Lin Feng. Akan tetapi, seluruh serangan mereka tak satupun yang mengenai Lin Feng. Kalau tidak dihindari, serangan mereka berhasil ditahan Lin Feng.
“Bang... Bang... Bang...” Lin Feng berhasil mendaratkan pukulan pada beberapa lawannya, merubah mereka menjadi kabut darah. ‘Sedikit saja aku menggunakan kekuatanku, itu sudah lebih dari cukup membunuh beberapa dari mereka,’ batinnya.
Kurang dari sepuluh tarikan napas lebih dari tiga puluh orang mati di tangan Lin Feng, dan sisanya mulai ragu menyerang Lin Feng yang pada akhirnya mereka memilih menjaga jarak.
__ADS_1
“Dia terlalu kuat! Aku bahkan tidak bisa melihat tingkatan kekuatannya, yang terlihat olehku hanyalah lubang gelap tanpa dasar.”
“Bukan hanya kamu yang melihat itu, aku juga melihatnya.”
“Sial, melawannya hanya akan membawa kita ke jurang kematian, sebaiknya kita segera pergi meninggalkan tempat ini!”
Tak ingin mati konyol, dengan dipimpin pemimpin mereka, sisa dari rombongan keluarga Suci Guo memilih pergi, dan Lin Feng membiarkan mereka pergi.
Lin Hua menghampiri Lin Feng lalu berkata, “Kenapa Gege melepaskan mereka?” ia mempertanyakan keputusan Lin Feng.
“Biarkan saja mereka pergi dan melaporkan keberadaanku pada Tetua Agung keluarga Suci Guo. Lagipula aku ingin tahu apa yang akan dilakukan Tetua Agung keluarga Suci Guo setelah apa yang aku lakukan pada anggota keluarganya,” ungkap Lin Feng menjawab pertanyaan Lin Hua.
Lin Hua mengangguk mendengar itu. “Setelah mereka melaporkan apa yang telah Gege lakukan, aku yakin Tetua Agung keluarga Suci Guo akan mengirim banyak orang untuk memburu Gege,” katanya yang justru terlihat bersemangat jika semua itu terjadi.
Setelah melakukan pembicaraan singkat, keduanya kembali berkumpul dengan yang lainnya, dan tak lama terbentuk dua kelompok dengan tujuan masing-masing.
Kelompok yang dipimpin Lin Luyao, tentu tujuan mereka adalah kembali ke kediaman keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat, sedangkan kelompok yang dipimpin Lin Feng, tujuannya adalah keluarga Jiang.
Lin Feng sendiri memimpin anggota kelompoknya pergi ke arah barat, dan mengikuti petunjuk Lin Jia butuh setengah hari perjalanan untuk sampai di kediaman keluarga Jiang, yang berada di Kota Jiangnan.
Sementara itu, Jiang Bo yang berada di kediamannya, ia tiba-tiba merasakan kehadiran sosok yang selama ini dia tunggu kehadirannya di Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat. Akan tetapi, kehadirannya tidak berada di waktu yang tepat.
Jiang Bo tersenyum kecut karena beberapa saat yang lalu, dengan sedikit ancaman yang diberikan salah satu tetua keluarga Suci Guo, ia menyetujui putrinya yang dalam perjalanan menuju Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat, untuk dinikahkan dengan salah satu generasi muda terbaik keluarga Suci Guo.
Selain menyetujui pernikahan putrinya dengan orang yang ditetapkan oleh salah satu tetua keluarga Suci Guo, ia juga setuju menyingkirkan pria yang telah menjadi suami putrinya dengan mengerahkan seluruh kekuatan keluarga Jiang.
“Putriku, maafkan ayah yang menyambut kedatanganmu dengan sesuatu jauh dari kata sambutan baik untuk pertemuan pertama kita,” gumamnya lirih.
__ADS_1
Merasakan sosok yang dia nantikan kehadirannya semakin dekat, ia menghentakkan kakinya melayang menuju langit di atas kediaman keluarga Jiang, dan tak lama sepuluh tetua keluarga Jiang serta seratus ribu prajurit keluarga Jiang muncul di belakangnya.
Sedangkan di kejauhan, Lin Feng yang dapat merasakan kehadiran banyak orang dengan niatan tidak baik, ia segera menghentikan pergerakan kelompoknya, dan menggunakan mata Dewa untuk melihat apa yang menantinya di kejauhan.
“Hua’er, sepertinya ayah mertua telah menyiapkan penyambutan tidak ramah untuk kita, dan sepertinya aku harus sedikit menunjukkan kekuatan untuk berhadapan dengannya!” Lin Feng melambaikan tangannya, membuka lebar gerbang penghubung Alam Kehidupan dengan Alam nyata.
“Swuusshh... Swuusshh... Swuusshh...” Semua kekuatan yang selama ini terus meningkatkan kekuatan di Alam Kehidupan keluar menunjukkan keberadaannya, dan aura kuat mereka yang sangat mendominasi menyebar luas membuat takut siapapun yang merasakan kekuatan mereka.
Sepuluh ribu prajurit Dewa yang dimiliki Lin Feng berhasil menerobos tingkat Dewa Agung Bintang 3 setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun di Alam Kehidupan.
Long Hei, Long Yu, Xiong Hu, Huang Zou, Xiao Bing, Xiao Rong, Xiao Xi, serta Xiao Lan, mereka yang merupakan binatang kontrak Lin Feng seluruhnya berada di tingkat Dewa Agung Bintang 7, sama halnya dengan Jiang Lu, Jiang Jing, Jiang Shishi, Jiang Bailu, dan Jiang Yi, yang begitu keluar dari Alam Kehidupan, mereka berlima segera mengambil posisi di belakang Lin Hua.
Terakhir ada Lin Wucin, Lin Meili, Ling Gongyu, Lin Suan dan Lin Shao yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Agung Bintang 8.
Lin Cang dan dua orang lainnya yang baru melihat kekuatan besar yang sekarang berbaris rapi di belakang Lin Feng, mereka sangat terkejut, tapi mereka segera tersenyum senang karena tuan mereka ternyata menyimpan banyak kekuatan kuat di tempat yang tak mereka ketahui.
“Akhirnya aku bisa menghirup udara Alam Sembilan Surga,” kata Xiong Hu.
“Saudaraku, daripada membahas itu, sebaiknya kita mendengar apa yang ingin Tuan katakan!” kata Huang Zou.
Xiong Hu yang mendengarnya hanya mengangguk dan mengarahkan pandangannya pada Lin Feng yang begitu lama tidak ia lihat sosoknya.
“Di depan sana banyak orang yang bisa menemani kalian berlatih, tapi aku harap kalian tak membunuh mereka! Cukup lukai mereka, dan buat mereka tak lagi sanggup berdiri!” Perintah Lin Feng pada mereka yang senantiasa mematuhi perintahnya.
Semua orang menganggukkan kepala mengerti.
“Kalau kalian sudah mengerti, sekarang juga kita pergi ke tempat mereka!” kata Lin Feng tegas, dan dibawah kepemimpinannya semua orang mulai bergerak maju.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.