
Lin Feng dan Lin Hua maju bersama melawan iblis dan monster yang berdatangan dari berbagai arah, tak ingin berlama-lama menghadapi mereka, Lin Feng dan Lin Hua secepatnya membunuh lawan yang datang.
Lin Hua mengeluarkan pedang warisan leluhur keluarga Long dan seketika aura kuat meledak mendorong mundur iblis maupun monster yang ada di sekitarnya. Delapan orang yang sedang memulihkan diri, satu-persatu dari mereka membuka mata, dan tubuh mereka seketika merinding hanya dengan merasakan aura Lin Hua.
Wanita yang masih sangat muda, jauh lebih muda dari mereka semua, tapi dalam kekuatan wanita itu telah jauh melampaui kekuatan mereka. Terlalu lemah, itulah yang mereka rasakan tentang diri mereka sendiri.
Semua iblis dan monster segera mengincar Lin Hua karena bagi mereka memakan manusi dengan kekuatan luar biasa, dapat meningkatkan kekuatan mereka. Akan tetapi, mereka saat ini jelas salah menentukan lawan. Bukannya mendapatkan apa yang mereka inginkan, tapi satu persatu dari mereka justru mati di tangan Lin Hua.
“Teruslah datang padaku dan dengan senang hati aku akan memberi petunjuk pada kalian, dimana arah jalan menuju Alam Kematian!” Lin Hua terus mengayunkan pedang di tangannya, menciptakan tebasan demi tebasan yang melesat dan menghancurkan tubuh iblis maupun monster di sekitarnya.
Di sisi lain, Lin Feng yang tak mau kalah dari Lin Hua, ia meningkatkan kekuatannya, membuat daya hancur serangannya semakin mengertikan. Meski hanya menggunakan tangan kosong dan Qi elemen petir miliknya, sangat mudah baginya membunuh iblis maupun monster yang menjadi lawannya.
Aura kekuatan iblis meledak dari kejauhan membuat Lin Feng dan Lin Hua waspada. Keduanya merasakan kekuatan iblis itu berada di tingkat Dewa Agung, dan lagi jumlah mereka bukannya satu atau dua, melainkan ada ratusan.
Meski kekuatan dan jumlah mereka bukan sesuatu yang mengerikan bagi Lin Feng maupun Lin Hua, tapi jika kelompok iblis dan monster yang lainnya satu-persatu terus berdatangan, pada akhirnya mereka pasti kelelahan dan kekuatan sebesar apapun pasti kalah dari jumlah lawan yang tak terbatas.
Bagaikan kilatan cahaya Lin Feng melesat maju menyerang lawannya. Menyerang menggunakan seni tarung Tinju Kaisar Dewa Naga tingkat pertama, ia berhasil membunuh lima ratus lawan dengan kekuatan di tingkat Raja Dewa Surgawi dan Kaisar Dewa Surgawi.
Sudah banyak iblis dan monster yang mati di tangannya maupun di tangan Lin Hua, tapi bukannya berkurang, jumlah mereka justru semakin bertambah, dan saat ini jumlah mereka dua kali lebih banyak dari sebelumnya.
“Dengan jumlah mereka yang semakin banyak, aku tahu ini tidak akan berakhir dengan cepat!” kata Lin Feng sambil terus membunuh satu-persatu lawan yang mendekatinya.
Lin Feng mengeluarkan Qi elemen petir dan angin dalam jumlah banyak, lalu dia menciptakan badai angin dan petir yang sangat mengerikan, dan dengan mudahnya badai ciptaannya membunuh ribuan iblis serta monster.
“Kekuatan yang sangat mengerikan.” Salah satu dari delapan orang yang diselamatkan Lin Feng dari lorong portal, ia tercengang saat melihat daya hancur yang dihasilkan badai ciptaan Lin Feng.
Meski jarak antara dirinya dan badai ciptakan Lin Feng sangatlah jauh, tapi ia bisa merasakan kalau badai angin dan petir itu setidaknya dapat memusnahkan kultivator di tingkat Dewa Agung Bintang 4 ke bawah.
__ADS_1
“Ternyata aku telah diselamatkan dua kultivator kuat, dan lagi usia mereka jauh lebih muda dariku,” gumamnya pelan, dan kembali ia memejamkan kedua matanya untuk memulihkan diri.
“Boom... Boom... Boom...” Lin Hua terus mengayunkan pedang di tangannya, membunuh lawan yang mendekat. Meski sudah ribuan iblis dan monster mati di tangannya, ia sama sekali tidak melihat adanya pengurangan jumlah lawan.
“Bukannya berkurang setelah begitu banyak yang mati di tanganku, entah kenapa aku merasa jumlah mereka semakin banyak dari sebelumnya,” gumamnya pelan dan ia memutuskan mendekati Lin Feng untuk menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Lin Feng yang merasakan aura Lin Hua mendekat ke arahnya dengan cepat ia melenyapkan keberadaan iblis dan monster di sekitarnya. Kedua matanya melihat keberadaan Lin Hua, dan ia senang wanitanya dalam keadaan baik-baik saja.
“Gege, sepertinya kita muncul tepat di sarang mereka!” kata Lin Hua begitu ia berada di sebelah Lin Feng, dan keduanya saling memunggungi melawan iblis dan monster yang terus bermunculan dari berbagai arah.
Memikirkan apa yang baru dikatakan Lin Hua, Lin Feng segera menggunakan mata Dewa miliknya untuk melihat dengan jelas keberadaan musuh, dan sebenarnya saat ini ia berada di mana. Mata Dewa miliknya yang dapat melihat jelas keadaan belasan kilometer dari tempatnya berdiri, membuatnya dapat melihat jumlah musuh yang belum menunjukkan keberadaannya.
“Glug...” Lin Feng kasar menelan ludahnya setelah melihat seberapa banyak jumlah musuh yang belum menunjukkan keberadaannya, dan ada dua musuh kuat yang keberadaannya mungkin dapat sedikit membuatnya kerepotan.
“Kenapa juga kita benar-benar muncul di tengah-tengah sarang mereka? Sepertinya keberuntungan kita di tempat ini sangatlah kurang,” kata Lin Feng pada Lin Hua.
Jumlah musuh yang sangat mengerikan dan jika hanya berdua dengan Lin Hua menghadapi mereka, Lin Feng merasa butuh usaha ekstra menghadapi mereka. Akan tetapi, beruntung karena saat ini ia telah kembali terhubung dengan Alam Kehidupan, yang mana ia bisa mendapatkan bantuan dari para bawahannya.
“Swuusshh...” Seribu prajurit Dewa yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Agung Bintang 4 keluar dari Alam Kehidupan, dan seluruh prajurit Dewa segera menyerang iblis maupun monster yang berada di sekitaran mereka.
Dua sosok lainnya, Lin Baoshi dan Lin Yanran juga keluar dari Alam Kehidupan, dan dengan kekuatan mereka semua jumlah musuh berkurang sangat cepat.
Dari sebelumnya yang mana jumlah musuh tidak terlihat berkurang, dengan adanya bantuan dari mereka yang dikeluarkan Lin Feng dari Alam Kehidupan, kini terlihat jumlah musuh semakin berkurang, jauh lebih sedikit dari sebelumnya.
Delapan orang yang sebelumnya sedang memulihkan diri, mereka telah pulih sepenuhnya dan siap membantu dua orang yang telah menyelamatkan mereka. Akan tetapi kedua mata mereka membulat sempurna, saat melihat apa yang tersaji di depan mata mereka.
Ratusan ribu iblis dan monster mati mengenaskan, dan ada banyak sosok kuat yang saat ini sedang melawan iblis serta monster di sekitaran mereka.
__ADS_1
“Dari pakaian dan perlengkapan yang mereka miliki, aku rasa mereka berasal dari tempat yang sama, tapi aku tidak pernah melihat adanya kekuatan di Alam Sembilan Surga, yang memiliki perlengkapan seperti mereka,” kata salah satu dari mereka, saat melihat keberadaan sekelompok orang yang sedang bertarung dengan para iblis dan monster.
“Aku tidak peduli mereka berasal dari mana! Selagi mereka memiliki musuh yang sama dengan kita, artinya mereka berada di sisi yang sama dengan kita, dan sudah seharusnya kita segera memberi bantuan pada mereka terutama kita harus segera membantu dua orang yang telah menyelamatkan kita di lorong portal!”
Mendengar semua itu, mereka segera bergegas keluar dari array perlindungan, dan melesat maju menyerang iblis maupun monster yang menjadi musuh mereka.
Lin Feng melihat kedatangan delapan orang yang sebelumnya ia selamatkan. Melihat mereka Lin Feng tersenyum dan berkata, “Mereka bukan para pengecut yang memilih pergi melarikan diri, setelah melihat banyaknya musuh di sekitarnya!”
Saat membicarakan mereka, Lin Feng mendengar ada seseorang yang sedang berbicara padanya, dan seseorang itu berbicara di dalam kepalanya.
“Gege, apa kamu ingin melihat sesuatu yang menarik?” tanya suara di kepala Lin Feng, dan jelas pemilik suara itu adalah Lin Jia.
“Kalau itu benar-benar menarik, tentu aku ingin melihatnya,” balas Lin Feng.
“Aku yakin Gege bakalan tertarik dengan apa yang akan aku lakukan.” Baru juga Lin Jia selesai berkata, Lin Feng melihat sesuatu yang sangat membuatnya tertarik melihatnya.
“Boom... Boom... Boom...” Seluruh tubuh iblis dan monster di sekitarnya mengeluarkan asap tebal, dan diwaktu yang hampir bersamaan mereka meledak menjadi abu.
“Meimei, apa sebenarnya yang kamu lakukan? Kenapa mereka semua tiba-tiba meledak menjadi abu?” Lin Feng sangat penasaran dengan apa yang telah dilakukan Lin Jia.
“Itu hanyalah sedikit kekuatan sistem yang sesungguhnya,” kata Lin Jia, dan setelahnya Lin Feng tak lagi mendengar suara Lin Jia di kepalanya.
Lin Feng tidak melanjutkan bertanya karena masih ada dua musuh kuat yang lolos dari kematian masal akibat perbuatan Lin Jia.
“Setelah pertarungan ini selesai, aku akan menanyakan kembali apa yang sebenarnya sudah kamu lakukan!...”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.