
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Pertempuran antara keluarga Lin dan Kekaisaran Dewa masih terus berlanjut meski Kekaisaran Dewa telah kehilangan seluruh Jenderal nya, dan kehilangan lebih dari lima ratus ribu prajurit. Bahkan Shang Di, sang Kaisar Kekaisaran Dewa sama sekali tidak memiliki kesempatan melukai Lin Feng, kepala keluarga Lin.
Setengah hari terus bertempur tanpa henti Kekaisaran Dewa kehilangan lebih dari delapan ratus ribu prajurit, dan Shang Di sudah mengalami cukup banyak luka di sekujur tubuhnya. Dilihat dari situasi yang ada di medan pertempuran, sudah terlihat siapa yang nantinya keluar sebagai pemenang.
Lin Hua, Lin Dan, Lin Zan, Lin Sang, serta lima wanita pengawal Lin Hua, mereka sama sekali tidak kelelahan setelah bertempur melawan ratusan ribu prajurit Kekaisaran Dewa.
Saat mereka sama sekali tidak kelelahan, para prajurit Kekaisaran Dewa yang menjadi lawan mereka, hampir semua prajurit mulai putus asa setelah melihat sebagian besar dari mereka mati mengenaskan di medan pertempuran, bahkan tak sedikit dari mereka memutuskan menyerah dengan menjatuhkan senjata.
Meski lebih dari lima puluh ribu prajurit Kekaisaran Dewa memutuskan menyerah, masih banyak dari prajurit Kekaisaran Dewa yang terus melakukan perlawanan, walau pada akhirnya mereka satu-persatu mati di tangan lawan.
Prajurit Kekaisaran Dewa terus berguguran, sementara Shang Di sudah tidak tau harus melakukan apalagi untuk mengalahkan Lin Feng yang menjadi lawannya. Semua yang dimilikinya sudah dikeluarkan, tapi tak satupun dari itu mambu memberi dampak buruk pada lawannya.
Dengan Qi miliknya yang semakin menipis, Shang Di hanya bisa berharap serangan terakhirnya dapat berdampak pada lawannya. Namun, dia harus menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan terakhir karena jika serangannya gagal, dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
Bahkan ada kemungkinan dirinya tidak lagi dapat menggerakkan anggota tubuhnya setelah melakukan serangan terakhir, dimana serangan itu menguras semua yang dimilikinya, termasuk jiwanya.
“Yang Mulia Kaisar, apa kamu masih ingin melanjutkan pertempuran sia-sia denganku, atau kamu memilih merangkak dan meminta pengampunan dariku?” Sambil tersenyum Lin Feng bertanya pada Shang Di yang sekujur tubuhnya sudah berlumuran darah.
Shang Di tidak menggubris pertanyaan Lin Feng. Saat ini dia hanya fokus mencari celah dan kesempatan untuk melakukan serangan terakhir pada lawannya. Begitu celah dan kesempatan itu terlihat, dia bisa langsung menyerang.
Namun, sejak awal dimulainya pertempuran sampai sekarang, Shang Di sama sekali tidak menemukan celah ataupun kesempatan untuk dirinya dapat melukai Lin Feng.
__ADS_1
Lin Feng dengan begitu mudah dapat menahan atau menghindari seluruh serangannya, bahkan serangan kuat yang dilakukan olehnya sempat ditahan hanya dengan dua jari tangannya. Bukannya melukainya, dirinya justru mendapatkan banyak luka dari serangan balasan yang dilakukan Lin Feng, bahkan lengan kirinya tak lagi utuh karena terpotong pedang Lin Feng.
Shang Di mulai putus asa. Sejak serangan awal yang dilakukan Lin Feng, dirinya sudah menyadari jika lawannya kuat, lebih kuat dari dirinya. Namun dirinya tidak menyangka jika perbedaan itu sangatlah jauh.
Kalau saja sejak awal dirinya tahu kepala keluarga Lin dan anggota keluarga Lin sangat kuat, pertempuran hari ini tidak mungkin terjadi. Daripada melakukan pertempuran yang tidak mungkin dimenangkan, dirinya lebih memilih menjalin hubungan baik dengan keluarga Lin.
Namun semua sudah sangat terlambat, genderang perang sudah di bunyikan, dan dirinyalah yang lebih dulu membunyikan genderang perang dengan keluarga Lin. Pertempuran besar tak lagi terelakkan, dan menjadi pihak yang kalah dalam pertempuran adalah konsekuensi karena terlalu menganggap remeh kekuatan musuh.
“Aku adalah Kaisar Kekaisaran Dewa, salah satu penguasa di Alam Dewa, dan aku adalah yang terkuat diantara para penguasa. Dengan nama besar yang aku miliki, tidak mungkin bagiku merendahkan diri dengan merangkak dan meminta pengampunan darimu. Daripada melakukan semua itu, lebih baik aku mati dengan cara terhormat!”
Tak lagi menunggu adanya celah dan kesempatan terbaik untuk melakukan serangan terakhir, Shang Di langsung saja mengeluarkan seluruh kekuatannya yang tersisa. Aura kuat meluap keluar dari dalam tubuhnya, bersamaan dengan munculnya niat membunuh yang seluruhnya dia tujukan pada Lin Feng.
Merasakan semua yang diarahkan padanya, bukannya takut, Lin Feng justru tersenyum karena pada akhirnya Shang Di mengerahkan semuanya untuk mengalahkannya. “Kalau kamu memang sangat menginginkan kematian, dengan senang hati aku membantu memberikan kematian untukmu!”
Lin Feng tak lagi menahan aura kekuatannya, bahkan dia mengeluarkan aura Dewa Perang untuk memperkuat aura kekuatannya. “Tidak adil jika hanya kamu yang mengeluarkan, semua yang kamu miliki. Supaya pertempuran ini adil, terpaksa aku juga mengeluarkan semua yang aku miliki untuk melawanmu.” Tanpa beban Lin Feng mengatakan itu, sedangkan lawannya sudah putus asa saat merasakan aura kekuatannya.
“Meski sosok di depanku adalah sosok Dewa Kematianku, aku Shang Di tidak gentar memberikan perlawanan terakhir padanya.” Siluet ular putih muncul di belakang Shang Di dengan sorot mata tajamnya tertuju pada Lin Feng.
Siluet ular putih terlihat begitu kuat dan agung. Namun, tak lama mengarahkan tatapan matanya ke arah Lin Feng, tiba-tiba saja siluet ular putih itu menghilang seolah sosoknya tidak pernah muncul di medan pertempuran.
Shang Di tersenyum kecut mengetahui kenyataan yang tak pernah dia duga. “Bahkan kekuatan terkuatku ketakutan hanya dengan melihat keberadaannya.” Shang Di bergumam sangat lirih sambil menggelengkan kepala.
Sementara itu, Lin Feng yang melihat kekuatan besar milik Shang Di tiba-tiba saja menghilang, dia tahu kalau kekuatan itu ketakutan hanya dengan melihat keberadaannya.
Tak lagi peduli apa yang terjadi pada Shang Di dan tak lagi ingin bermain-main, Lin Feng memutuskan untuk segera mengakhiri hidup Shang Di, dan meraih kemenangan telak untuk keluarga Lin.
__ADS_1
“Aku bukanlah orang yang memberi pengampunan pada lawan, setelah berkali-kali kesempatan yang aku berikan padanya untuk menyerah terus saja ditolak. Oleh karena itu, sudah saatnya kamu mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan di Alam Semesta!”
Lin Feng melesat maju menyerang Shang Di. Tidak menggunakan pedang atau senjata lainnya, Lin Feng menyerang Shang Di hanya dengan tangan kosong.
“Aku tidak membutuhkan pedang atau senjata untuk membunuhmu. Cukup dengan tinju tanganku sendiri, aku rasa itu sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan orang sepertimu.”
Lin Feng mengayunkan tangannya, meninju tepat di bagian dada Shang Di. Tinjunya tidak begitu kencang, tapi yang dilakukannya lebih dari cukup untuk mengakhiri hidup Shang Di.
“BOOM...” Suara ledakan terdengar saat tinju Lin Feng menghantam tubuh Shang Di. Bukan hanya sekali, tapi suara ledakan terjadi berkali-kali, sampai akhirnya suara ledakan tak lagi terdengar bersamaan dengan tubuh Shang Di yang sudah tak lagi berbentuk, dan tentu dia sudah tak bernyawa.
“Sekarang siapa lagi di Alam ini yang ingin menyinggung keluarga Lin setelah semua tahu apa yang terjadi pada para penguasa, yang begitu berani datang menyerang wilayah keluarga Lin?”
Kekuatan tiga penguasa tidaklah sebanding dengan keluarga Lin, bahkan kekuatan tersembunyi yang nyata lebih kuat dari tiga penguasa juga tak sanggup mengalahkan kekuatan keluarga Lin. Kalau sudah seperti ini, sekarang siapa lagi yang memiliki keberanian menyinggung keluarga Lin?
Setelah mendengar kabar apa yang terjadi pada tiga penguasa, bisa dipastikan mereka yang tinggal dan berasal dari Alam Dewa tidak lagi memiliki berani menyinggung keluarga Lin.
Hanya orang bodoh yang masih memiliki keinginan menyinggung keluarga Lin, setelah apa yang terjadi pada tiga penguasa dan pemimpin kekuatan tersembunyi.
“Setelah ini lebih baik aku beristirahat untuk sementara waktu, dan menikmati kehidupan di Alam Dewa.” Meninggal mayat Shang Di yang tak lagi berbentuk, Lin Feng mulai memikirkan apa yang kedepannya ingin dilakukannya.
Sementara itu, pertempuran Lin Hua dan yang lainnya juga telah berakhir dengan musnahnya seluruh prajurit Kekaisaran Dewa. Di wilayah barat pertempuran juga telah berakhir dengan kemenang Xiong Hu dan yang lainnya.
Xiong Hu dan yang lainnya saat ini sedang dalam perjalanan menuju Kota Cahaya Dewa, begitu juga dengan Lin Wucin dan yang lainnya. Mereka semua kembali ke Kota Cahaya Dewa sambil membawa tahanan perang yang jumlahnya tidak sedikit, bahkan Xiong Hu membawa Dong Wu untuk mendapatkan hukuman langsung dari Lin Feng.
Sedangkan Huo Bin yang sejak awal hanya menjadi penonton jalannya pertempuran, dia bernapas lega karena tidak memiliki hubungan buruk dengan Lin Feng. “Shang Di, Fang Bei, Dong Wu, kalian telah mendapat akibat dari apa yang kalian lakukan.”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.