Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Hari Dimulainya Perang Besar


__ADS_3

“Gege, selama ada aku, siapapun itu dia tak memiliki kapasitas menentukan kematian Gege!” kata Lin Jia, mengatakan semua itu melalui telepati.


“Aku percaya kamu dapat melakukan apapun untuk melindungiku,” ungkap Lin Feng.


Kekuatan sistem sampai saat ini bukanlah kekuatan yang bisa dimengerti olehnya. Sistem bisa melakukan apapun dan menyediakan apapun. Meski sistem tidak memiliki kemampuan menghidupkan orang mati setidaknya sistem punya banyak hal yang bisa mencegah terjadinya kematian padanya.


“Peperangan besar sudah menanti di depan mata, dan segala persiapan sudah aku lakukan. Sekarang aku tinggal melihat apa yang bisa dilakukan orang-orang ini untuk melindungi alam semesta.” Lin Feng bergumam pelan sambil mengarahkan pandangan pada jutaan prajurit yang berhasil dia kumpulkan.


“Gege, berapa lama lagi prajurit alam kegelapan sampai padang kehampaan?” tanya Lin Hua pada Lin Feng.


“Mereka yang lebih dulu memulai perjalanan akan sampai kurang dari lima hari. Sedangkan kekuatan utama mereka, masih ada sepuluh hari lagi sebelum kedatangan mereka,” kata Lin Feng memberi jawaban.


Di tempat lainnya setelah beberapa hari berlalu, Guo Ouyang keluar dari pelatihan tertutup setelah berhasil menerobos ranah Setengah Penguasa tingkat rendah. Dia merasa kekuatan barunya jauh lebih kuat dari sebelumnya, dan bukan hanya dia yang berhasil meningkatkan kekuatan. Para tetua serta prajurit keluarga Suci Guo juga mengalami peningkatan.


Sekarang banyak diantara mereka yang berada di tingkat Dewa Agung. Untuk para tetua yang berada di tingkat Dewa Semesta, kekuatan mereka saat ini rata di tingkat Dewa Semesta Bintang 9. Meski tak sekuat Guo Ouyang, mereka setidaknya sudah meningkatkan kekuatan dan jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Lin Huang, Lin Guho, serta orang-orang yang bener tahun lalu mengikuti mereka pergi dari keluarga Lin, mereka juga berhasil meningkatkan kekuatan, dan Lin Huang menjadi sosok terkuat diantara mereka. Kekuatannya setara dengan Guo Ouyang, yang artinya mereka memiliki kekuatan setara dengan para pemimpin prajurit alam kegelapan.


“Sudah saatnya kita pergi ke padang kehampaan!” kata Lin Huang pada Lin Guho.


“Tuan, apa tidak sebaiknya kita pergi bersama-sama dengan penguasa agung Guo Ouyang?” tanya Lin Guho yang merasa lebih baik jika tuannya pergi bersama-sama dengan orang-orang dari keluarga Suci Guo.


“Kita memang akan pergi bersamanya, dan aku yakin tak lama lagi mereka bakalan datang.” Tak lama setelah Lin Huang mengatakan semua itu, dia dan Lin Guho merasakan aura kuat muncul di atas langit.


“Mereka sudah datang, artinya kita juga harus segera berangkat!” Sosok Lin Huang dan Lin Guho muncul di hadapan prajurit yang telah siap pergi ke medan perang, lalu mereka segera bergerak berdekatan dengan jutaan prajurit keluarga Suci Guo.


“Swush...” Sosok Lin Huang dan Lin Guho muncul di dekat Guo Ouyang dan para tetua keluarga Suci Guo, dan bersama-sama mereka bergerak menuju padang kehampaan. Tak ada pembicaraan apapun di sepanjang jalan karena saat ini semua orang sedang fokus pada apa yang ada di depan.


Melihat lurus kedepan selama satu hari penuh dan tidak menemukan apa-apa. Menjelang malam akhirnya mereka semua dapat melihat gerbang menuju padang kehampaan yang saat ini dijaga oleh ribuan prajurit keluarga Lin.

__ADS_1


Lin Baoshi, Lin Yanran, Lin Wucin, serta Xiong Hu, mereka berempat adalah pemimpin ribuan prajurit keluarga Lin yang ditugaskan melakukan penjagaan di gerbang menuju padang kehampaan.


“Mereka datang persis seperti yang dikatakan Tuan, dan kekuatan mereka sepertinya telah banyak mengalami peningkatan,” kata Xiong Hu pada ketiga rekannya.


Ketiganya menganggukkan kepala karena mereka juga merasakan apa yang dirasakan Xiong Hu tentang peningkatan kekuatan Guo Ouyang, Lin Huang, dan yang lainnya.


“Kalau saja mereka tidak bersumpah setia pada keluarga Lin, tidak mungkin mereka memiliki kekuatan sebesar sekarang, dan mungkin keberadaan mereka saat ini telah dimusnahkan oleh tuan,” ungkap Lin Baoshi.


Sumpah Guo Ouyang dan Lin Huang adalah sumpah yang telah menyelamatkan hidup mereka serta orang-orang yang memiliki kesetiaan pada mereka, dan sumpah itu juga awal dari hubungan baik antara mereka dengan keluarga Lin, sehingga mereka mendapatkan banyak sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan.


“Apa kita perlu menyambut kedatangan mereka dengan meriah?” tanya Lin Yanran melihat jutaan orang yang sebentar lagi bakalan sampai di tempatnya.


“Berikan sambutan seperti biasa pada mereka, dan aku akan pergi ke tempat tuan untuk mengabarkan kedatangan mereka!” Xiong Hu segera pergi menemui Lin Feng yang sudah lebih dulu pergi ke padang kehampaan.


Xiong Hu tidak bisa menggunakan telepati untuk terhubung dengan mereka yang sudah berada di padang kehampaan, oleh karena itu dia harus pergi ke tempat itu, untuk memberitahu Lin Feng tentang kedatangan prajurit keluarga Suci Guo, serta prajurit dibawah kepemimpinan Lin Huang.


“Mereka datang, artinya mereka tidak ingin mengingkari sumpahnya pada keluarga Lin. Kini dengan kekuatan yang mereka miliki, aku yakin kekuatan kita sudah setara dengan apa yang mereka miliki,” kata Lin Feng sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.


Sementara itu di gerbang menuju padang kehampaan, Guo Ouyang, Lin Huang, serta ribuan prajurit si belakang mereka, mereka mendapatkan sambutan hangat dari Lin Baoshi, Lin Yanran, serta Lin Wucin, dan setelahnya mereka bersama-sama bergerak menuju padang kehampaan.


Berada di padang kehampaan, mereka yang baru pertama kali merasakan seperti apa keadaan padang kehampaan, mereka harus segera menyesuaikan diri dengan keadaan padang kehampaan.


Tidak ada apa-apa di padang kehampaan selain tanah tandus yang sangat luas, bahkan ujung dari padang kehampaan tak bisa mereka lihat.


“Tempat ini memang layak dijadikan medan perang baik jutaan tahun yang lalu maupun sekarang,” ungkap Guo Ouyang setelah melihat keadaan padang kehampaan.


“Aura kematian sangat kuat di tempat ini yang menandakan banyak kematian sudah terjadi di tempat ini, dan sepertinya mereka yang mati di tempat ini akan segera bertambah,” kata Lin Huang.


“Kemungkinan kita bisa menjadi salah satu yang mati di tempat ini, tapi setidaknya kita akan mati secara terhormat,” kata Guo Ouyang.

__ADS_1


“Sebenarnya aku tidak masalah mati di tempat ini, tapi jika memang tempat ini akan menjadi tempat kematianku, aku akan membawa sebanyak-banyaknya musuh mati bersamaku,” kata Lin Huang dengan sorot mata tajam dipenuhi api semangat.


“Hahaha... kalau begitu mari kita bertaruh!” kata Guo Ouyang.


“Kita bertaruh tentang apa, dan apa yang ingin kamu pertaruhkan?” tanya Lin Huang penasaran taruhan seperti apa yang dimaksud oleh Guo Ouyang, yang dari dulu memang sangat suka melakukan taruhan.


“Siapa yang membunuh lebih banyak musuh, dia akan menjadi pemenang, dan yang menjadi taruhan adalah ini!”


Guo Ouyang menunjukkan kalung budak sementara, yang membuat pemakai kalung itu akan menjadi budak pemilik kalung selama satu tahun.


Lin Huang tersenyum melihat benda di tangan Guo Ouyang. "Baiklah kita bertaruh, tapi taruhan itu hanya berlaku saat kita masih hidup begitu peperangan ini berakhir. Kalau salah satu dari kita mati atau kita berdua mati, taruhan itu tak akan berlaku!”


“Setuju...” balas Guo Ouyang.


Kembali dia menyimpan benda di tangannya, dan sekarang dia maupun Lin Huang memiliki motifasi ganda untuk memenangkan peperangan, sekaligus memenangkan taruhan.


“Swush... Swush... Swush...” Guo Ouyang, Lin Huang, dan mereka yang baru memasuki padang kehampaan akhirnya sampai di tempat Lin Feng.


Belum juga saling menyapa, dari langit padang kehampaan muncul ribuan sosok dengan aura kegelapan yang sangat kental, dan aura mereka segera menyebar luas ke segala arah padang kehampaan.


Aura mereka memang kuat, tapi semua orang telah siap menghadapi mereka, dan segera mereka mengeluarkan aura tak kalah kuat dari sosok yang diyakini berasal dari alam kegelapan.


“Mereka yang datang merupakan kekuatan pembuka, dan kekuatan mereka tak sebanding dengan kekuatan utama yang dimiliki alam kegelapan. Lin Wucin, Xiong Hu, pimpin saudara dan saudari kalian menyerang mereka! Dengan kekuatan yang kalian miliki, aku yakin tak sulit bagi kalian menghadapi mereka!” kata Lin Feng.


“Baik Tuan...” Lin Wucin dan Xiong Hu segera memimpin saudara serta saudari mereka menyerang musuh, dan serangan mereka merupakan tanda dimulai perang besar mempertaruhkan keselamatan alam semesta.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2