
Lin Feng menatap dua puluh orang di hadapannya lalu dia berkata, “Kalau kalian tidak ingin bertarung, sebaiknya kalian segera menyingkir dari jalanku! Akan tetapi, jika kalian menginginkan pertarungan, silahkan maju dan dengan senang hati aku akan mengirim kalian menuju Alam Kematian!”
Tidak ada balasan ataupun pergerakan dari dua puluh orang di hadapannya setelah mendengar perkataannya. “Masih berdiri di hadapanku tapi tidak kunjung memberi balasan dari perkataanku. Baiklah, kalian bisa tetap diam berdiri tapi biarkan aku maju menyerang kalian!”
Tak menahan diri Lin Feng langsung saja bergerak maju menyerang musuh-musuhnya. Serangannya yang datang begitu cepat, membuat orang terdepan dari anggota prajurit pemburu milik keluarga Lin gagal menghindari serangannya.
Orang itu terpental mundur, tapi yang terpental hanyalah bagian tubuh ke arah bawah, sedangkan kepalanya telah hancur setelah terkena pukulan Lin Feng. Kematian yang sangat cepat bahkan ia belum sempat berkedip.
“Sangat lemah! Aku tidak menyangka nenek mengirim orang-orang lemah seperti kalian untuk memburuku dan yang lainnya. Kalau hanya orang-orang seperti kalian, aku seorang diri sudah cukup untuk menghadapi kalian semua!” seru Lin Feng dan kembali dia menyerang prajurit pemburu milik keluarga Lin.
“Boom... Boom... Boom...” Tiga prajurit pemburu mati dalam satu tarikan napas menyisakan enam belas dari mereka yang berusaha mati-matian menghindar dari serangan Lin Feng. Akan tetapi pada akhirnya mereka semua mati di tangan Lin Feng, dan semua itu hanya terjadi dalam hitungan detik.
“Terimakasih karena kalian semua telah memberi banyak manfaat untukku,” gumam Lin Feng setelah berhasil menyerap seluruh kekuatan milik prajurit pemburu, dan merubah kekuatan mereka untuk meningkatkan kekuatannya.
Sementara itu, Lin Juan yang melihat jalannya pertarungan antara Lin Feng dan dua puluh prajurit pemburu, ia hanya bisa menghala napas dan menggelengkan kepala melihat kekuatan yang dimiliki Lin Feng. “Dia jauh melampaui kekuatan yang aku miliki. Bertarung satu lawan satu dengannya, mungkin aku tak akan bertahan lewat dari tiga serangan,” gumamnya pelan.
Di sisi lain, di kediaman keluarga Lin, Bing Huifei melebarkan kedua matanya saat melihat giok jiwa milik prajurit pemburu yang berada di tangannya hancur berkeping-keping, yang menandakan mereka semua telah mati. Bukan hanya satu giok jiwa yang hancur, melainkan ada dua puluh giok hancur diwaktu hampir bersamaan.
Dua puluh prajurit pemburu yang ia kirim memang bukan yang terkuat diantara lima puluh prajurit pemburu yang mengikutinya ke Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat, tapi setidaknya kekuatan dua puluh orang itu mampu mengimbangi kekuatan puncak Lin Junda setelah pulih. Namun dengan kekuatan Lin Junda yang belum sepenuhnya pulih, siapa yang telah mengalahkan mereka?
Bing Huifei terus memikirkan siapa yang telah mengalahkan mereka dan ia baru teringat akan kekuatan mikik Lin Feng, yang ia sendiri tidak bisa mengukur seberapa besar kekuatan yang dimilikinya.
__ADS_1
"Anak itu, apa dia yang telah membunuh seluruh prajurit pemburu yang aku kirim?” tanyanya pada diri sendiri dan ia mulai menyesal karena tidak mengirim prajurit pemburu yang lebih kuat untuk menangkap Lin Feng, dan membunuh yang lainnya.
Bing Huifei mencoba mencari tahu dimana lokasi pertempuran antara prajurit pemburu yang ia kirim dan kelompok Lin Feng. “Perbatasan wilayah laut kehampaan? Sepertinya mereka ingin pergi meninggalkan tempat ini,” gumamnya begitu mengetahui lokasi pertempuran dari merasakan sisa-sisa aura pemilik giok jiwa yang telah hancur berkeping-keping.
Dari marah dan kecewa, tiba-tiba saja Bing Huifei tersenyum. “Kalau aku gagal mendapatkannya di Alam ini, aku akan mendapatkannya begitu mereka sampai di Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima,” katanya dan ia bergegas pergi menuju portal teleportasi.
Melalui perjalanan melewati laut kehampaan hanya akan membawa Lin Feng dan yang lainnya menuju Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima. Mengetahui semua itu, Bing Huifei ingin menantikan kedatangan mereka di Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima, dan melakukan penyergapan di tempat itu.
...----------------...
Lin Feng dan yang lainnya yang sudah berada di tengah-tengah laut kehampaan, mereka terus melesat menuju ujung lautan kehampaan, yang mana ujung laut kehampaan adalah wilayah perbatasan antara Alam Sembilan Surga tingkat ke-empat dan ke-lima.
Setelah melewati tempat itu artinya mereka telah sampai di Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima, tapi mereka sadar ada bahaya yang sudah menanti, begitu mereka sampai di tempat itu.
“Ibunda tenang saja, meski ia melakukan itu, aku punya banyak cara untuk menghindari sergapannya,” ungkap Lin Feng yang tak sedikitpun khawatir dengan adanya bahaya yang menanti kedatangannya di Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima.
“Putraku, cara seperti apa yang ingin kamu gunakan untuk menghindari sergapan yang dilakukan wanita itu? Apa kamu berpikir untuk langsung pergi ke Alam yang lebih tinggi lagi?” tanya Bing Hualing penasaran dengan cara yang ingin dilakukan putranya.
“Jika kita bisa pergi langsung ke Alam yang lebih tinggi, kenapa juga kita harus singgah di Alam Sembilan Surga tingkat ke-lima?” ujar Lin Feng yang memang ingin langsung pergi ke Alam yang lebih tinggi.
“Putraku, kamu, ibu, dan Lin Hua jelas dapat melakukan itu. Akan tetapi, bagi Pamanmu, Lin Luyao, dan mereka berdua, jelas mereka tidak akan sanggup melakukan perjalanan langsung ke Alam yang lebih tinggi,” ungkap Bing Hualing.
__ADS_1
“Hanya aku seorang diri yang akan melakukan perjalanan menuju Alam yang lebih tinggi! Ibunda, Hua’er, Paman, saudari Luyao, serta mereka berdua, kalian semua bisa pergi ke Alam Kehidupan, dan beristirahat di tempat itu,” kata Lin Feng membuat bingung mereka yang belum tahu apa itu Alam Kehidupan.
“Jia'meimei, pindahkan Hua’er, Ibunda, serta yang lainnya ke Alam Kehidupan!” berkata dalam pikirannya, Lin Feng meminta bantuan Lin Jia memindahkan semua orang di dekatnya ke Alam Kehidupan, dan hanya dalam satu kedipan mata semua orang di sekelilingnya menghilang.
“Mereka semua sudah aman di Alam Kehidupan,” kata Lin Jia yang kini muncul di sebelah Lin Feng dengan wujud gadis belasan tahun yang sejenak membuat Lin Feng terpesona akan kecantikan Lin Jia.
“Gege jangan coba-coba menyukaiku karena sampai kapanpun aku dan Gege adalah satu, kalau Gege menyukaiku, tak ada bedanya dengan Gege menyukai diri sendiri,” kata Lin Jia.
Lin Feng yang mendengarnya tersenyum, lalu dia berkata, “Aku memang menyukaimu, tapi hanya sekedar rasa suka seorang kakak pada adiknya. Kamu memang bertambah cantik setelah lama berdiam diri di jiwaku, dan itu yang membuat aku terkejut dan membuatku cukup lama memandangi wajahmu. Bisa dikatakan karena keterkejutan membuatku cukup lama melihatmu.”
Lin Jia tentu saja percaya dengan perkataan Lin Feng karena apa yang saat ini dipikirkan Lin Feng, jelas ia juga mengetahuinya. Bagaimanapun juga ia adalah bagian dari Lin Feng, dan jelas ia dapat mengetahui kapan Lin Feng berbohong dan kapan jujur. Bisa dikatakan tak ada rahasia Lin Feng yang bisa disembunyikan dari Lin Jia.
“Oh iya, apa menurutmu mata Dewa milikku dapat aku gunakan untuk melihat sesuatu yang berada di Alam yang lebih tinggi?” tanya Lin Feng pada Lin Jia.
“Selama jarak antara Gege dan tempat itu cukup dekat, tak ada satupun yang tidak bisa terlihat oleh mata Dewa. Akan tetapi jangan pernah menggunakan mata Dewa untuk melihat sesuatu yang tak seharusnya Gege lihat!” kata Lin Jia memberi jawaban sekaligus mengingatkan Lin Feng untuk tidak menyalahgunakan kekuatan mata Dewa miliknya.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan menyalahgunakan kekuatan mata Dewa milikku. Aku hanya akan menggunakan mata Dewa untuk melihat sesuatu yang dapat mengancam keselamatanku,” kata Lin Feng yang disambut anggukan kepala Lin Jia.
Sementara itu, di Alam Kehidupan, di sebuah kediaman yang telah dirubah menjadi istana megah oleh Lin Feng, Lin Hua menjelaskan apa itu Alam Kehidupan pada Bing Hualing, Lin Junda, serta Lin Luyao.
Lin Hua menjelaskan secara rinci apa itu Alam Kehidupan pada mereka, dan setelah mendengar penjelasan Lin Hua mereka mulai berkeliling dan menikmati suasana Alam Kehidupan yang dipenuhi kedamaian.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.