Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Pertempuran Hidup Mati


__ADS_3

Lin Yuan terus memperhatikan setiap tindakan yang dilakukan Lin Feng sambil menyerang musuh, yang mendatanginya. Lin Feng sadar ada seseorang yang memperhatikan dirinya dari kejauhan, tapi tidak merasakan niatan buruk dari orang itu, dia tidak terlalu mempedulikannya.


Terus menyerang mereka yang mengarahkan niat membunuh pada dirinya, Lin Feng dapat melihat beberapa orang yang mengarahkan niat membunuh padanya adalah anggota keluarga Lin.


Dengan kekuatan mata Dewa miliknya dan kepekaan akan aura yang dimiliki musuh, mudah baginya mengetahui orang-orang itu berasal dari keluarga Lin tapi jelas mereka adalah kelompok para pengkhianat.


Setelah beberapa waktu menggunakan kekuatan elemen petir untuk menyerang dari jarak jauh dan menggunakan kekuatan elemen cahaya untuk menyerang secara langsung, Lin Feng memutuskan menggabungkan elemen petir dan elemen cahaya, menciptakan kekuatan serang jauh lebih kuat dan mengerikan dari sebelumnya.


“Peperangan ini dapat dimenangkan kubu pemilik kekuatan suci seandainya kubu lawan tidak kekuatan tersembunyi, yang dapat merubah jalannya peperangan. Namun aku berharap mereka tidak memiliki kekuatan tersembunyi, dan membuat peperangan ini lebih cepat berakhir,” gumam Lin Feng pelan dan sudah tak terhitung berapa musuh yang mati di tangannya.


Baru juga Lin Feng menutup mulutnya, aura kuat dapat dirasakannya dari kejauhan, dan cepat aura itu bergerak mendekat ke arahnya. Dengan adanya niat membunuh yang ditujukan padanya, Lin Feng tahu pemilik aura itu bukanlah kawan melainkan lawan.


“Akhirnya datang musuh yang membuatku bersemangat.” Bukannya berdiam diri Lin Feng justru bergerak mendekati pemilik aira kuat yang bergerak ke arahnya.


Dari kekuatan yang dirasakannya, seseorang yang mendekatinya memiliki kekuatan di tingkat Dewa Semesta Bintang 2, dan sepertinya sejauh ini dia lah sosok terkuat yang dimiliki kubu pemilik kekuatan kegelapan.


Lin Feng meningkatkan aura kekuatannya setara dengan orang itu, selain tidak ingin menjadikan dirinya menjadi pusat perhatian karena kekuatan puncaknya, menghadapi seseorang dengan tingkat kekuatan yang sama, memberinya sensasi tersendiri meski pada akhirnya kemenangan sudah dipastikan berada di tangannya.


“Cukup sampai di sini kamu membunuh orang-orangku! Kedatanganku adalah akhir dari hidupmu!” teriak pria yang baru datang dan langsung saja dia mengeluarkan aura kegelapan yang seluruhnya diarahkan pada Lin Feng.


“Apa kamu pikir cuma dirimu yang memiliki kekuatan elemen kegelapan? Sayangnya aku juga mengetahuinya, dan tingkatan elemen kegelapan milikku jelas lebih murni dari yang kamu miliki.” Letakan aura kegelapan dari tubuh Lin Feng membuat semua orang segera menyingkir, menjauhi keberadaannya.


“I... ini, bukan hanya dua, tapi dia memiliki tiga elemen!” ungkap Lin Yuan melihat dan merasakan ledakan aura kegelapan dari tubuh Lin Feng.


“Siapa dia sebenarnya? Dengan kekuatannya, apa aku masih bisa menganggap dia sebagai manusia biasa sama sepertiku?” ujar Lin Yuan takjub sekaligus takut dengan kekuatan yang dimiliki Lin Feng.


Sedangkan pria yang menjadi lawan Lin Feng, dia sama sekali tidak peduli dengan kekuatan elemen kegelapan Lin Feng dan tetap maju menyerang sosok yang sudah dianggapnya sebagai musuh.


“Bertemu dengan lawan yang kuat dapat membuatku mengeluarkan seluruh potensi yang aku miliki. Kau memang kuat, tapi aku tak gentar berhadapan denganmu!” Pria itu berteriak dan dia mulai melakukan serangan yang mengarah pada Lin Feng.

__ADS_1


Gerakan memukul dan menendang yang sangat cepat dia arahkan pada Lin Feng. Akan tetapi, tak kalah cepat darinya, Lin Feng berhasil menangkis dan menahan setiap pukulan maupun tendangannya.


Setelah beradu pukulan dan tendangan untuk beberapa waktu, pertarungan keduanya memasuki babak selanjutnya. Kekuatan elemen kegelapan menyelimuti tubuh pria yang menjadi lawan Lin Feng, membuat kekuatan serangannya berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya.


Lin Yuan yang tidak langsung berhadapan dengan pria itu dan hanya berdiri di kejauhan, dia dapat merasakan pria itu bukanlah lawan yang bisa dikalahkan dengan kekuatannya saat ini. Setidaknya butuh lima orang setara dirinya untuk mengalahkan pria itu.


Sementara itu, Lin Feng yang merasakan secara langsung kekuatan pria yang sejak awal menjadi lawannya, dia hanya tersenyum dan berkata, “Keluarkan semua yang kamu miliki sebelum aku bosan bermain denganmu!...”


“Kalau kamu belum mengeluarkan semua saat aku sudah bosan, kamu hanya akan menyesal karena sebelum mengeluarkan semua yang kamu miliki, kamu sudah lebih dulu mati di tanganku!” lanjut Lin Feng berkata.


“Kau terlalu sombong untuk orang yang sebentar lagi mati, tapi karena kamu ingin melihat seluruh kemampuan yang aku miliki, sebelum kematian mendatangimu, mari aku tunjukkan sejauh mana perbedaan kekuatan diantara kita.” Ledakan aura kegelapan meledak dari tubuhnya bersamaan dengan kemunculan sosok naga kegelapan dari bayangannya.


“Ternyata kamu memiliki binatang kontrak yang hanya sedikit lebih lemah darimu. Sepertinya aku tidak lagi bisa main-main dan sudah saatnya aku serius.” Tak tinggal diam setelah menyadari kekuatan besar yang dimiliki lawannya, Lin Feng tak lagi menahan diri.


Dari tubuhnya terpancar aura kuat, jauh lebih kuat dari aura Dewa Semesta Bintang 2. Bersama dengan aura kuat yang terpancar dari tubuh Lin Feng, siluet Dewa Perang terbentuk dari aura kekuatannya dan membuat gemetaran tubuh pria yang menjadi lawannya.


“Aku tidak mengira kamu lebih kuat dari perkiraanku, tapi aku sama sekali tidak gentar menghadapi orang sepertimu!” Menghilangkan rasa takut setelah merasakan aura Lin Feng, pria yang menjadi lawan Lin Feng kembali mendapatkan semangat bertarungnya.


Segera dia melesat maju menyerang Lin Feng ditemani naga kegelapan yang hanya sedikit lebih lemah darinya.


Dengan kekuatan gabungan keduanya, musuh dengan kekuatan tingkat Dewa Semesta Bintang 3 jelas bukan lawan sepadan untuk mereka, tapi sayangnya mereka dihadapkan pada Lin Feng yang jelas lebih kuat dari seorang Dewa Semesta Bintang 3.


“Apa ini seluruh kekuatan yang kamu miliki? Cih, ternyata kamu masih terlalu lemah untuk berhadapan denganku!” ujar Lin Feng dan dengan mudah dia berhasil menahan serangan lawannya.


Sedangkan naga kegelapan yang mencoba menyerangnya, Lin Feng menggunakan kekuatan siluet Dewa Perang untuk melawan naga itu. Meski hanya siluet yang terbentuk dari aura kekuatannya, nyatanya siluet Dewa Perang dapat memukul mundur naga kegelapan.


“Bang... Bang... Bang...”


Lin Feng dan pria yang menjadi lawannya melakukan pertempuran jarak dekat dan mereka saling beradu pukulan serta tendangan. Berkali-kali Lin Feng berhasil memukul mundur lawannya tapi pria yang menjadi lawannya segera bangkit, dan kembali melakukan serangan.

__ADS_1


Lin Feng mengeratkan genggaman tangannya. “Seni TarungTinju Kaisar Dewa Naga tingkat kedua, Tinju Dewa Naga...”


“Swuusshh...”


Kepala naga muncul dari tinju yang dilakukan Lin Feng, menghantam telak pria yang menjadi lawannya.


Tidak siap dengan datangnya serangan cepat yang dilakukan Lin Feng, pria itu harus merelakan tubuhnya merasakan rasa sakit setelah terkena pukulan Lin Feng.


Bukannya merintih kesakitan, pria itu justru tersenyum dan dengan sedikit tertatih-tatih dia bangkit berdiri, kembali bersiap melakukan serangan selanjutnya.


Melirik keberadaan binatang kontraknya, dia melihat naga kegelapan mengalami nasib sama buruknya dengan dirinya.


Sadar lawan yang dihadapinya kuat dan tidak mungkin baginya dapat mengalahkan orang itu. Bukannya memikirkan cara menyerah atau melarikan diri, dia justru memikirkan cara kematian terbaik untuk dirinya.


Pergi melarikan diri memang bisa menyelamatkan hidupnya, tapi dia bukanlah pengecut yang lari meninggalkan medan peperangan, dan mengabaikan rekannya yang lebih dulu mati.


Lin Feng yang melihat lawannya bertekad terus melanjutkan pertarungan, dia sangat menghargai keputusan lawannya, dan bertekad memberi kematian yang layak untuknya. “Melihatmu yang tidak memiliki niatan melarikan diri dari medan peperangan, aku Lin Feng berjanji memberi kematian yang layak untukmu!” Jelas Lin Feng mengatakan sesuatu yang dapat didengar oleh mereka yang berada di sekitarnya, termasuk Lin Yuan.


Mengabaikan keberadaan orang lain, fokus Lin Feng saat ini hanya tertuju pada musuh, dan pria yang menjadi lawannya. Mengeluarkan pedang elemen dan mengalirkan kekuatan Qi elemen dari masing-masing elemen yang dimilikinya ke pedang elemen, Lin Feng bersiap mengakhiri pertempuran dengan satu kali serangan.


Sadar Lin Feng ingin mengakhiri pertempuran dengan satu kali serangan, pria yang menjadi lawannya memanggil sosok naga kegelapan, dan di hadapan banyak orang pria itu menyatukan tubuhnya dengan tubuh naga kegelapan.


“Meskipun aku harus mengorbankan nyawa setelah menggunakan teknik penyatuan, setidaknya aku bisa membawamu mati bersamaku!” teriaknya bersama ledakan kekuatan aura kegelapan, yang kekuatannya setara dengan kultivator tingkat Dewa Semesta Bintang 4.


“Aku masih ingin hidup lebih lama, jadi sebisa mungkin aku harus tetap hidup setelah mengakhiri hidupmu,” ungkap Lin Feng dan segera saja terjadi pertempuran hidup mati diantara keduanya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2