
Melihat semua lawannya meluncur jatuh menghantam permukaan tanah dan kesulitan untuk kembali bangkit, Lin Feng perlahan melayang turun, dan menapakkan kedua kakinya di atas permukaan tanah.
Senyum sinis terlihat di wajahnya saat ia melihat keadaan mereka yang sebelumnya bertempur dengan gagah melawannya, tapi saat ini keadaan mereka semua jauh dari kata baik-baik saja. Mereka terluka dan jelas sedang membutuhkan pertolongan.
Akan tetapi di tengah pertempuran yang sedang terjadi, siapa yang akan datang menolong mereka? Tentu saja tidak ada yang berani datang menolong, apalagi jelas mereka semua berada di sisi orang-orang yang kalah dalam peperangan.
Di atas langit, Lin Hua dan yang lainnya mendominasi jalannya pertempuran. Keunggulan jumlah prajurit keluarga Jiang sama sekali tidak terlihat saat mereka dihadapkan pada kekuatan besar Lin Hua dan yang lainnya.
“Apa kalian semua bisa melihatnya? Lihatlah, betapa mudahnya orang-orangku mengalahkan musuh yang jumlahnya lebih banyak dari mereka dan jujur saja mereka belum serius menggunakan seluruh kekuatannya!” ujar Lin Feng pada lawannya yang masih mencoba bangkit, tapi sulit bagi mereka untuk melakukannya.
“Ayah Mertua, apa kamu masih ingin memisahkan aku dan istriku dan lebih membela keluarga Suci Guo?” Lin Feng bertanya, dan pertanyaannya ia tujukan pada Jiang Bo yang hanya diam membisu.
Tak kunjung mendapatkan jawaban, Lin Feng hanya bisa tersenyum lalu berkata, “Maaf saja, kamu tidak akan pernah bisa memisahkan aku dan dia!”
“Na-nak, apa kamu tidak ingin mendengar penjelasanku kenapa aku menentang hubungan kalian? Sebenarnya aku tidak menentang hubungan kalian, tapi aku terpaksa melakukan itu karena ancaman keluarga Suci Guo! Mereka mengancam akan melenyapkan keluarga Jiang kalau tidak menikahkan putriku dengan pria pilihan mereka...”
“Demi keselamatan keluarga Jiang aku harus melakukan semua itu. Jadi, aku mohon tinggalkan putriku demi keselamatan keluarga Jiang!” Jiang Bo memohon pada Lin Feng, tapi ia tidak sadar jika kelakuannya saat ini sudah menambah kemarahan pada diri Lin Feng.
“Setelah apa yang kamu lakukan pada putrimu, bahkan kamu pergi meninggalkannya sejak ia masih berada di dalam kandungan, sekarang begitu ia datang kamu ingin mendapatkan manfaat darinya...”
“Jiang Bo, sebelumnya aku datang dengan niat baik dan bersedia menawarkan bantuan untuk mengatasi permasalahanmu dengan keluarga Suci Guo, tapi kamu benar-benar sudah membuatku kecewa!”
“Szzzt... Szzzt... Szzt...” Kilatan petir muncul menyelimuti tubuh Lin Feng. Kilatan petir yang muncul bukanlah kilatan petir biasa, melainkan kilatan petir berwarna hitam keemasan yang seketika membuat gemeteran semua orang yang melihatnya.
Mereka dapat merasakan betapa mengerikannya kekuatan petir itu, dan dalam sejarah mereka tahu siapa saja yang memiliki kekuatan petir berwarna hitam keemasan. Menurut sejarah yang mereka ketahui, pemilik petir berwarna hitam di sepanjang sejarah hanya ada satu orang, dan ia adalah pendiri keluarga Lin.
“I-ini buruk, aku harus segera melaporkannya pada Tetua Agung!” Tetua ke-tujuh mencoba pergi melarikan diri, tapi kedua matanya melebar sempurna melihat sebuah array pembatas yang teramat kokoh, menyelimuti medan pertempuran membuat siapapun tidak bisa pergi meninggalkan medan pertempuran.
__ADS_1
Sedangkan Jiang Bo yang kali ini melihat kekuatan Lin Feng, dia hanya bisa tersenyum kecut. “Ternyata ia bagian dari keluarga Lin, dan tentunya ia memiliki kapasitas membantuku mengatasi permasalahan dengan keluarga Suci Guo,” gumamnya penuh penyesalan.
Lin Feng tidak peduli dengan ekspresi yang ditunjukkan kedua lawannya, ia memang tidak memiliki keinginan membunuh Jiang Bo, tapi dia ingin membuat pria itu menyadari kesalahannya. “Bukan hanya keluarga Suci Guo yang bisa melenyapkan keberadaan keluarga Jiang, aku Lin Feng juga bisa melakukan itu!” teriaknya dengan suara lantang.
Jiang Bo melebarkan kedua matanya mendengar semua itu dan segera ia berkata, “Aku mohon jangan lakukan hal buruk pada keluarga Jiang,” ia memohon tapi semua telah terlambat.
Niatnya yang ingin menjadikan Lin Hua sebagai bayaran untuk keselamatan keluarga Jiang telah membuat Lin Feng termakan api amarah.
Bagaikan kilatan cahaya, sosok Lin Feng muncul tepat di hadapan Jiang Bo dan langsung saja ia melayangkan tendangan mengarah ke tubuh pria yang seharusnya ia panggil Ayah Mertua. Tak sedikitpun ia menahan kekuatannya, sehingga membuat tubuh Jiang Bo terpental jauh, dan baru berhenti setelah menghantam beberapa bangunan di kediaman keluarga Jiang.
Darah segar menyembur keluar dari mulut Jiang Bo, dan aliran darah terlihat keluar dari lubang hidung dan telinganya. Keadaannya sangat buruk, tapi dia masih hidup dan nyawanya tidak berada dalam ancaman.
Akan tetapi semua itu hanya sementara karena Lin Feng kembali muncul di dekatnya, dan tanpa basa-basi ia melayangkan tamparan ke arah wajah Jiang Bo membuat pria itu terpelanting dengan kepala menghantam lantai bangunan.
“Istriku bukanlah barang yang bisa kau gunakan sesuka hati, apalagi kau tidak pernah ada disaat ia membutuhkan bantuan, dan kau juga tidak ada saat dia kehilanga sosok seorang ibu!” Lin Feng mencengkram leher Jiang Bo dan kuat-kuat ia membanting nya.
Melihat sosoknya yang begitu agung, Jiang Bo semakin menyesali keputusannya. Meski awalnya ia tahu Lin Feng bagian dari keluarga Lin dari laporan lima wanita yang menjaga putrinya, tetapi setelah lama kelima orang itu putus hubungan dengannya, ia mulai ragu jika Lin Feng bagian dari keluarga Lin, dan ia merasa keberadaan Lin Feng tak akan mampu membantu penyelesaian masalahnya.
"Seharusnya aku tetap mempercayainya,” gumamnya dengan suara sangat lirih dan hanya ia sendiri yang dapat mendengarnya.
“Jiang Bo, kau cukup diam dan lihat apa yang akan aku lakukan pada keluarga Jiang!” kata Lin Feng dingin dengan sorot mata tajam menatap mereka yang berasal dari keluarga Jiang.
Jiang Bo tahu hal buruk akan segera terjadi pada keluarganya, tapi dengan kondisinya saat ini ia tak bisa melakukan apa-apa untuk melindungi anggota keluarganya.
Sementara itu, Lin Feng yang mengabaikan keberadaan Jiang Bo, pandangannya saat ini tertuju pada Tetua ke-tujuh keluarga Suci Guo yang perlahan bergerak menjauhinya. “Jangan harap bisa pergi dari tempat ini karena hari ini sudah ditakdirkan menjadi hari kematianmu, dan tangan ini yang akan mengakhiri hidupmu!” ungkap Lin Feng dan segera ia berlari memburu Tetua ke-tujuh.
Lin Feng menarik tubuh Tetua ke-tujuh dari belakang dan melemparkannya ke arah samping.
__ADS_1
“Brak...” Tubuh Tetua ke-tujuh menghantam bangunan, membuat lubang besar di bangunan itu.
Tak memberi kesempatan bangkit, Lin Feng menerobos bangunan, mencari keberadaan Tetua ke-tujuh, dan begitu melihat keberadaannya ia langsung melayangkan tendangan menendang pria itu keluar dari bangunan.
“Uhuk... uhuk... uhuk...” Tetua ke-tujuh batuk dan dadanya terasa sakit setelah tubuhnya terkena tendangan Lin Feng.
Muncul didekat Tetua ke-tujuh, Lin mencengkram leher pria itu, dan perlahan ia menyerap kekuatannya.
Memberontak untuk melepaskan diri dari cengkraman Lin Feng yang menyerap kekuatannya, Tetua ke-tujuh sama sekali tidak memiliki kesempatan lepas dari cengkraman Lin Feng karena perlahan kekuatannya semakin melemah.
“Ka-kau, lepaskan aku! Ja-jangan ambil kekuatanku!” Tetua ke-tujuh terus memberontak mencoba meloloskan diri dari cengkraman Lin Feng, tapi seiring berjalan waktu, ia semakin melemah dan bukannya berhasil lolos, ia justru merasa cengkraman Lin Feng semakin kuat.
Tubuh Tetua ke-tujuh semakin menua. Kulitnya semakin mengering dan penampilannya kini sama persis dengan kakek tua renta yang hanya tertiup angin sudah cukup untuk membuatnya bertemu dengan Dewa Kematian.
Lin Feng melempar sembarangan tubuh Tetua ke-tujuh yang tak lagi berguna untuknya, dan saat tubuh tua renta itu menghantam tanah saat itu juga adalah akhir dari hidup Tetua ke-tujuh. Sedangkan Lin Feng, ia mendapat sedikit manfaat dari menyerap kekuatan Tetua ke-tujuh, tapi yang ia dapat belum cukup membuatnya menerobos tingkat yang lebih tinggi.
“Mari kita mulai pertarungan yang sesungguhnya!” Lin Feng bergerak cepat, dan kini tujuannya adalah prajurit keluarga Jiang.
Lin Hua yang sebelumnya ingin menghentikan pertarungan Lin Feng dan ayahnya, tak sengaja ia mendengar tujuan ayahnya yang ingin menjadikannya alat untuk menyelamatkan keluarga Jiang.
Mengetahui semua itu jelas membuatnya marah dan sangat kecewa pada ayah kandungnya, yang ternyata sifatnya tak jauh berbeda dari pria yang sempat ia panggil Ayah.
Mengikuti apa yang dilakukan Lin Feng, ia tak lagi sekedar menyerang dan melukai prajurit keluarga Jiang, tapi ia tak segan langsung membunuh mereka dan semua itu dapat dilihat Jiang Bo yang terbaring tak berdaya di atas tanah.
“Semua ini memang pantas aku dapatkan...”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.