Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Kembali Ke Hutan Kabut Abadi


__ADS_3

Dua menara kultivasi yang masing-masing memiliki seratus lantai dibangun Lin Feng dalam satu kali tarikan napas. Bukan hanya dua menara kultivasi, tapi dalam satu tarikan napas Lin Feng juga berhasil membangun aula kultivasi yang jauh lebih baik dibandingkan aula kultivasi milik keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


Lin Mofan yang melihat dari awal bagaimana Lin Feng membangun tiga bangunan dalam satu tarikan napas, sulit baginya menyembunyikan keterkejutan yang dirasakannya.


Tiga bangunan yang seharusnya memerlukan ribuan kultivator untuk membangunnya selama beberapa hari, di tangan Lin Feng semua terselesaikan dalam satu tarikan napas. Entah siapa di Alam Semesta ini yang bisa melakukan semua itu selain Lin Feng.


“Saudara Lin Mofan, menara Yin dapat digunakan oleh para wanita anggota keluarga Lin untuk berkuktivasi, tapi hanya mereka yang sudah berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi, yang mendapatkan izin memasuki menara kultivasi! Untuk mereka yang masih berada di bawah tingkat Kaisar Dewa Surgawi, mereka dapat berkuktivasi di aula kultivasi...”


“Sedangkan untuk menara Yang, aku rasa saudara sudah tahu siapa yang boleh menggunakannya,” ungkap Lin Feng menjelaskan mana menara Yin dan mana menara Yang, serta siapa saja yang boleh masuk ke dalam kedua menara.


Lin Mofan mengangguk mengerti. Meski masih belum sepenuhnya pulih dari keterkejutannya, dia tidak kesulitan memahami penjelasan Lin Feng, tapi tetap saja dia masih penasaran dengan bagaimana cara Lin Feng membangun tiga bangunan dalam waktu singkat.


“Tuan Muda, kalau saya boleh tahu, bagaimana Tuan Muda bisa membangun semua ini hanya dalam satu kali tarikan napas?” tanya Lin Mofan penasaran.


“Itu semua tidak lepas dari bantuanku,” kata Lin Jia tiba-tiba muncul, dan membuat Lin Mofan terkejut melihat sosok gadis kecil yang entah datang darimana.


Namun, setelah beberapa waktu melihat wajah Lin Jia, keterkejutan Lin Mofan perlahan menghilang karena ia mengenali sosok Lin Jia, dan jelas dirinya tahu datang darimana gadis kecil yang sekarang berdiri di depannya.


“Tuan Putri, apa maksud Tuan Putri mengatakan berdirinya ketiga bangunan ini, tak lepas dari bantuan Tuan Putri?” tanya Lin Mofan.


“Karena dia bisa melakukan apa yang tidak bisa kita semua lakukan.” Bukan Lin Jia yang menjawab, melainkan Lin Feng mewakilinya memberi jawaban.


Meski belum puas dengan jawaban Lin Feng, Lin Mofan tidak lagi bertanya karena dia tahu batasan mana yang boleh diketahuinya, dan mana yang tidak boleh diketahuinya.


“Saudara, aku ingin kembali ke hutan kabut abadi dan menyelesaikan apa yang belum aku selesaikan di tempat itu. Jadi, untuk memberitahukan berdirinya ketiga bangunan ini pada Tetua Agung Lin Sujin, aku harap saudara mewakiliku memberitahukan semua ini padanya!” kata Lin Feng.


“Apa Tuan Muda bermaksud pergi ke wilayah terdalam hutan kabut abadi?”


“Ya, aku ingin pergi ke tempat itu, melihat seberapa kuat siluman penguasa hutan kabut abadi.”

__ADS_1


“Tuan Muda, bagaimana kalau saya ikut dengan Tuan Muda? Dengan kekuatan saya saat ini, setidaknya saya bisa sedikit memberi bantuan pada Tuan Muda.”


Cepat Lin Feng menggelengkan kepala. “Wilayah terdalam hutan kabut abadi dihuni siluman tingkat Kaisar Dewa Surgawi dan tingkat Dewa Agung, dengan sosok terkuat mungkin sudah berada di tingkat puncak Dewa Agung. Dengan kekuatan saudara saat ini, keberadaan saudara hanya menghambat apa yang ingin aku lakukan!...”


“Sebaiknya saudara tetap berada di kediaman keluarga Lin, dan terus berusaha meningkatkan kekuatan ke tingkat yang lebih tinggi!” ujar Lin Feng.


Bukannya marah karena kekuatannya diremehkan Lin Feng, Lin Mofan justru semakin bersemangat meningkatkan kekuatan. Lagi pula, benar apa yang dikatakan Lin Feng. Kalau dirinya ikut, dirinya hanya akan menghambat Lin Feng dan yang lainnya.


“Tuan Muda benar, saat ini saya masih terlalu lemah, tapi setelah saudara kembali dari hutan kabut abadi, saya pasti sudah jauh lebih kuat dibandingkan sekarang!” kata Lin Mofan sangat bersemangat.


Mendengarnya Lin Feng tersenyum, lalu berkata, “Aku akan pergi sekarang juga, dan ingat apa yang harus saudara sampaikan pada Tetua Agung Lin Sujin!”


Selesai berkata, sosok Lin Feng, Lin Hua, Lin Jia, serta dua orang lainnya, mereka semua menghilang dari pandangan Lin Mofan.


Lin Mofan sendiri setelah kepergian kelompok Lin Feng, dia segera pergi menemui Lin Sujin untuk mengatakan apa yang harus dikatakan pada orang itu, terutama mengatakan dan menjelaskan tentang aturan penggunaan menara kultivasi.


Sementara itu, kelompok Lin Feng yang telah meninggalkan kediaman keluarga Lin, dengan teknik teleportasi yang dikuasai Lin Feng, dalam satu kedipan mata mereka semua telah berada di wilayah luar hutan kabut abadi.


“Aku merasa aura siluman di tempat ini jauh lebih pekat dibandingkan saat berlangsungnya kompetisi,” kata Lin Feng.


“Bukan hanya Gege yang merasakannya, aku juga merasakannya,” timpal Lin Hua.


“Gege, Jiejie, banyak siluman tingkat Raja Dewa Surgawi dan tingkat Kaisar Dewa Surgawi yang keberadaannya berada di wilayah terluar hutan kabut abadi,” ungkap Lin Jia.


“Sepertinya telah terjadi sesuatu di hutan kabut abadi setelah kita pergi meninggalkannya! Apapun yang telah terjadi, itu bukan kabar baik untuk Alam ini,” kata Lin Feng yang jelas melihat banyak siluman bergerak ke arahnya.


Setidaknya ada belasan ribu siluman bergerak ke arahnya, dan mereka semua berada di tingkat Raja Dewa Surgawi dan tingkat Kaisar Dewa Surgawi.


Keberadaan mereka bukanlah sebuah ancaman untuk kelompok Lin Feng, tapi jika sejumlah siluman itu meninggalkan wilayah hutan kabut abadi dan pergi ke wilayah sekitar, tentu para siluman dapat membahayakan kehidupan manusia yang tinggal tak begitu jauh dari wilayah hutan kabut abadi.

__ADS_1


“Hua’er dan kalian berdua, bukannya sebelum ini kalian bertiga mengatakan ingin menguji kekuatan baru yang miliki? Bagaimana kalau kalian menguji pada para siluman yang sedang dalam perjalanan menuju ke tempat ini?” ujar Lin Feng.


Lin Hua tersenyum dibalik cadarnya, lalu dia berkata, “Gege, Meimei, kalian berdua cukup menjadi penonton! Para siluman yang datang, biarkan kamu yang melawannya!”


Lin Feng dan Lin Jia hanya menganggukkan kepala, membiarkan Lin Hua, Lin Baoshi serta Lin Yanran maju melawan belasan ribu siluman, yang mulai bermunculan dari rimbunnya pepohonan hutan kabut abadi.


Melihat para siluman yang mulai bermunculan, tak membuang waktu yang mereka miliki, Lin Hua dan dua orang lainnya melesat maju, menyerang para siluman di barisan terdepan.


Dengan pedang yang dimilikinya sejak berada di Alam Dewa, Lin Hua mulai menyerang para siluman yang datang mendekat.


Sekali dia mengayunkan pedang di tangannya, puluhan siluman diubahnya menjadi abu, dan belasan siluman mengalami luka parah lalu tak lama mereka mati.


Lin Baoshi dan Lin Yanran juga menyerang para siluman yang terus berdatangan. Menyerang musuh menggunakan anak panah yang terbuat dari Qi elemen petir, sekali Lin Yanran melesatkan anak panah, belasan siluman mati, dan melukai belasan lainnya.


Sementara itu, Lin Baoshi yang mengandalkan kekuatan fisik dan serangan jarak dekat, para siluman tingkat Raja Dewa Surgawi maupun tingkat Kaisar Dewa Surgawi, mereka sama sekali bukan lawan sepadan untuknya.


Sekali pukul, dia langsung mengakhiri hidup lawannya, dan memanfaatkan pergerakan cepatnya membunuh puluhan siluman dalam satu kali tarikan napas bukan sesuatu yang sulit dilakukan olehnya.


Sedangkan Lin Feng yang melihat jalannya pertarungan mereka dari jarak jauh, ia menganggukkan kepala puas dengan peningkatan kekuatan mereka.


“Siluman di bawah tingkat Dewa Agung sama sekali bukan lawan yang dapat merepotkan mereka...”


“Mungkin di hutan kabut abadi ini hanya sang penguasa hutan yang dapat merepotkan mereka,” gumam Lin Feng lirih sambil terus melihat bagaimana Lin Hua dan dua orang lainnya membunuh para siluman.


Ribuan siluman mati hanya dalam kurun waktu kurang dari lima menit, tapi bukannya berkurang, jumlah siluman yang datang justru semakin banyak, bahkan dari kejauhan Lin Feng dapat merasakan keberadaan siluman tingkat Dewa Agung bergerak mendekat ke tempatnya.


“Kalau saja aku dan yang lainnya terlambat datang, mungkin mereka saat ini sudah menyerang wilayah manusia yang berbatasan langsung dengan wilayah hutan kabut abadi!...”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2