
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Sepuluh ribu prajurit Dewa ditarik Lin Feng ke dalam Alam Kehidupan begitu dia melihat tak ada lagi yang tersisa dari Sekte Pedang Dewa. Tak ingin keberadaannya terlihat orang lain setelah menghancurkan sekte itu, Lin Feng dan Yin Hua segera pergi meninggalkan tempat itu.
Mereka tidak langsung kembali ke kediaman keluarga Lin, melainkan pergi ke kota besar yang berada di bawah kekuasaan salah satu keluarga utama di Alam Dewa. Mereka pergi ke kota Api Penyucian, yang sepenuhnya berada di bawah kekuasaan keluarga Huo. Keluarga Huo sendiri dipimpin kepala keluarga bernama Huo Mingzi.
“Kota ini jauh lebih besar dan lebih megah dibandingkan Kota Awan. Penjagaan kota ini juga sangat menakjubkan. Tak ada penjaga di tingkat Kaisar Dewa, semua sudah berada di tingkat Dewa Langit.” Lin Feng memuji keberadaan Kota Api Penyucian.
“Kota ini adalah satu dari sepuluh kota besar dan kota megah yang berada di Alam Dewa. Keluarga Huo adalah penguasa mutlak seluruh wilayah kota ini, meskipun ada beberapa keluarga yang mencoba bersaing dengan mereka.” Yin Hua menjelaskan secara singkat seperti apa keadaan Kota Api Penyucian.
Lin Feng mengangguk-anggukkan kepalanya. “Hua'er, apa sebelumnya kamu pernah pergi ke kota ini? Kota ini tidak terlalu jauh dari kediaman keluarga Yin. Aku rasa, kamu pernah sesekali mendatangi kota ini.” Lin Feng berkata sambil bertanya.
Yin Hua menganggukkan kepala. “Aku tidak terlalu sering datang ke kota ini, tapi aku memang pernah mendatangi kota ini bersama ayahku, maupun datang sendiri untuk menikmati keindahan kota. Akan tetapi, setelah lebih dari satu tahun tidak mengunjungi kota ini, aku merasa banyak perubahan yang telah terjadi...”
“Banyak hal baru yang sebelumnya belum aku lihat ada di kota ini, dan sepertinya pengaruh keluarga Huo semakin besar atas kehidupan di dalam kota.” Yin Hua dapat melihat keberadaan lambang keluarga Huo hampir di setiap tempat yang berada di dalam Kota Api Penyucian. Mengabaikan apa yang dilihatnya, dia membawa Lin Feng pergi ke restoran yang selalu dirinya kunjungi tiap kali pergi ke Kota Api Penyucian.
...----------------...
Di lantai empat salah satu restoran yang didalamnya terdapat beberapa ruangan khusus, Lin Feng dan Yin Hua menikmati makanan terbaik restoran, setelah terlebih dahulu menyewa ruangan yang mereka tempati.
Lin Feng cukup menikmati makanan yang dipesankan Yin Hua. “Bumbu yang digunakan sangat sederhana, tapi rasa makanan tidak kalah dengan makanan paling enak yang pernah aku makan di Bumi.” Lin Feng bergumam lirih yang bahkan tak didengar oleh Yin Hua.
Saat keduanya sedang asik makan, terdengar suara keributan dari ruangan sebelah. Lin Feng maupun Yin Hua tidak tahu siapa yang berada di ruangan itu, tapi suara ribut mereka sangatlah mengganggu.
__ADS_1
Dengan jelas Lin Feng dan Yin Hua mendengar suara dari ruangan di sebelah. “Adik, sebaiknya kamu menyerah bersaing denganku memperebutkan posisi pewaris keluarga Huo! Dengan kekuatanmu, kau hanya akan mati muda jika bersikeras bersaing denganku.” Suara pria yang begitu mendominasi terdengar.
Lin Feng dan Yin Hua akhirnya memutuskan untuk menahan diri, dan bersama-sama mereka mencuri dengar pembicaraan dari ruangan sebelah yang sepertinya pembicaraan itu dilakukan oleh dua tuan muda keluarga Huo.
“Kakak Julong, aku memang lebih lemah, tapi banyak hal yang membuatku lebih unggul dari kakak, dan karena kelebihan itulah yang membuat sebagian besar tetua memberikan suara dukungan mereka padaku.” Suara pria lainnya terdengar dari ruangan sebelah.
Mendengar suara pria barusan Yin Hua merasa tidak asing. Dia yakin pria yang baru saja bicara adalah Huo Liong, tuan muda kedua keluarga Huo. Jika dia memanggil kakak pada lawan bicaranya, Yin Hua segera tahu kalau pria lainnya bernama Huo Julong, tuan muda pertama keluarga Huo.
Yin Hua segera menceritakan apa yang diketahuinya tentang dua pria di ruangan sebelah pada Lin Feng. Suara Yin Hua saat bercerita sangatlah lirih, dan Lin Feng adalah satu-satunya orang yang bisa mendengarkan cerita wanita itu.
Setelah mendengar cerita Yin Hua, Lin Feng dapat menyimpulkan apa yang menjadi perdebatan dua pria di ruangan sebelah. Mereka sedang memperebutkan posisi pewaris keluarga Huo, dan sanga kakak sedang mengancam adiknya menggunakan kekuatan miliknya, sementara sang adik tidak takut dengan ancaman kakaknya karena banyaknya mendukung yang berdiri di belakangnya.
“Ini adalah peringatan terakhir untukmu! Jika kamu masih memaksakan diri bersaing memperebutkan posisi pewaris keluarga Huo denganku, jangan salahkan aku jika terjadi pertumpahan darah diantara kita.” Huo Julong pergi meninggalkan ruangan Huo Liong.
Setelah menghabiskan makanan dengan tenang, Lin Feng dan Yin Hua bermaksud pergi meninggalkan restoran.
Akan tetapi, baru juga mereka keluar dari ruangan pribadi yang disewa untuk menikmati makanan, empat prajurit yang berasal dari keluarga Huo menahan mereka.
“Tuan Muda dan Nona Muda, mohon tunggu sebentar! Tuan kami ingin bertemu dengan kalian.” Salah satu prajurit berkat sopan pada Lin Feng dan Yin Hua sambil mengarahkan keduanya menuju ruangan tempat terjadinya keributan beberapa saat yang lalu.
Lin Feng dan Yin Hua hanya mengangguk dan masuk ke ruangan itu untuk bertemu dengan tuan dari prajurit yang perkataannya terdengar cukup sopan.
“Tuan Muda dan Nona Muda silahkan duduk, dan maaf aku sudah mengganggu waktu kalian.” Huo Liong menyambut ramah kedatangan dua tamu yang sengaja dia undang datang menemuinya.
Lin Feng dan Yin Hua menganggukkan kepala, lalu keduanya duduk berhadap-hadapan dengan Huo Liong. “Apa sebenarnya yang membuat Tuan Muda kedua sudi mengundang kami ke ruangan ini? Apa semua ini berhubungan dengan pembicaraan Tuan Muda kedua dan Tuan Muda pertama yang tanpa sengaja terdengar sampai ke ruangan kami?” Tak bertele-tele, Lin Feng langsung menanyakan tujuan Huo Liong.
__ADS_1
“Pembicaraan itu sudah umum didengarkan banyak orang, dan lagi semua orang di kota ini juga sudah tahu sedang terjadi persaingan antara dua tuan muda keluarga Huo yang sedang memperebutkan posisi pewaris keluarga Huo. Bisa dikatakan apa yang kalian dengar, sudah wajar di dengar oleh orang lain.” Persaingan Huo Liong dan Huo Julong bukan lagi sebuah rahasia.
Semua orang sudah tahu tentang persaingan keduanya, dan tak sedikit orang yang merasa akan segera terjadi pertumpahan darah diantara kedua calon pewaris keluarga Huo.
“Kalau begitu, apa yang membuat Tuan Muda kedua mengundang kami ke tempat ini? Aku berharap Tuan Muda kedua tidak memiliki niatan buruk pada kami karena itu hanya akan memberikan dampak buruk pada Tuan Muda kedua.” Senyuman tipis terlihat di bibir Lin Feng saat dia mengatakan semua itu di hadapan Huo Julong.
Huo Liong ikut menunjukkan senyuman di wajahnya setelah mendengar perkataan Lin Feng. “Aku tidak mungkin berani memiliki niatan buruk pada seorang master array tingkat Dewa, yang tidak mungkin aku kalahkan dengan kekuatan lemahku! Tujuanku mengundang Tuan Muda dan Nona Muda, aku ingin kalian membantuku menjadi pewaris keluarga Huo!” Huo Liong tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya, kemudian dia berlutut di hadapan Lin Feng dan Yin Hua.
Lin Feng dan Yin Hua saling lirik mendengar permintaan Huo Liong dan melihat apa yang sekarang dilakukan oleh pria itu.
“Tuan Muda kedua bangunlah, dan jangan pernah berlutut lagi di hadapan kami!” Lin Feng membantu Huo Liong bangkit berdiri.
Begitu Huo Liong kembali berdiri, Lin Feng kembali berkata, “Tuan Muda bisa mengatakan alasan Tuan Muda meminta bantuan kami, dan beri juga alasan kenapa kami harus memberi bantuan pada Tuan Muda?”
Huo Liong menghela napas panjang, kemudian dia berkata, “Aku memiliki mata istimewa yang dapat melihat kekuatan orang yang berada lima tingkat di atas kekuatanku, tapi aku sama sekali tidak bisa melihat kekuatan yang dimiliki Tuan Muda dan Nona Muda. Dari situ aku tahu kalau kalian jauh lebih kuat dariku, dan karena itu aku ingin meminta bantuan pada kalian. Dengan kekuatan kalian, aku yakin kakakku tidak berani berbuat macam-macam padaku...”
“Untuk alasan kenapa Tuan Muda dan Nona Muda harus memberi bantuan padaku, kekuatan iblis yang dimiliki kakakku adalah alasannya. Kakakku meningkatkan kekuatannya dengan menyerap energi negatif di Alam Dewa. Kekuatannya memang meningkat dengan pesat, tapi setengah tubuhnya telah berubah menjadi iblis, dan semakin lama kekuatan iblis di tubuhnya semakin mendominasi. Jika aku tidak melawan dan mencegahnya menjadi pewaris keluarga Huo, di masa depan bisa saja dia merubah seluruh orang di keluarga Huo menjadi seperti dirinya...”
“Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di Alam Dewa seandainya seluruh orang di keluarga Huo memiliki kekuatan sama sepertinya. Hanya dia seorang diri sudah menyebabkan banyak kematian di keluarga Huo, saat dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya. Jika seluruh anggota keluarga Huo memiliki kekuatan sama sepertinya dan di waktu yang sama mereka tidak bisa mengendalikan kekuatan, bisa saja kekuatan mereka menjadi bencana untuk Alam Dewa. Oleh karena itu, aku memohon bantuan pada kalian untuk membantuku mendapatkan posisi pewaris keluarga Huo!” Huo Liong ingin kembali berlutut di hadapan Lin Feng dan Yin Hua, tapi Lin Feng dengan cepat mencegahnya.
Lin Feng tidak menemukan kebohongan dari keseluruhan perkataan Huo Liong, yang artinya pria itu jujur dengan seluruh alasannya. “Kekuatan iblis memang tidak layak menjadi bagian dari keluatan manusia. Untuk mencegah terjadinya bencana di masa depan, sepertinya aku memang harus memberi bantuan padamu.” Lin Feng berkata sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1