Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Cukup Menjadi Penonton


__ADS_3

Aura agung terus terpancar dari tubuh Lin Feng. Siapapun yang merasakan aura itu, mereka segera ingin memberi penghormatan padanya. Namun, saat ribuan orang kembali ke wilayah Danau Surgawi demi mencari sosok pemilik aura agung yang mereka rasakan, aura itu tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak, membuat mereka kebingungan mencari sosok pemilik aura itu.


“Hah, beruntung aku segera menarik aura kekuatanku, terlambat sedikit saja keberadaan mereka pasti membuatku kerepotan,” gumam lirih Lin Feng sambil membaur dengan mereka yang datang mencari keberadaannya.


Tak melihat ada yang memperhatikan keberadaannya, Lin Feng memilih pergi meninggalkan wilayah Danau Surgawi.


Akan tetapi tanpa sepengetahuannya, ada dua orang yang mencurigai gerak-gerik Lin Feng, dan mereka segera mengikuti Lin Feng secara sembunyi-sembunyi.


Dengan sebuah teknik khusus yang membuat mereka dapat menyatukan aura keberadaan dengan aura alam, sulit bagi siapapun dapat merasakan keberadaan mereka, termasuk Lin Feng.


Lin Feng yang tidak merasakan keberadaan mereka, dengan kecepatan sedang dia melesat di atas ketinggian langit menuju Kota Giok Hitam, kota tempat berdirinya Sekte Gagak Hitam.


Meski harus bergerak berlawanan arah dari Kota Rantai Surgawi yang merupakan tujuan awalnya, demi menyelesaikan urusannya dengan Sekte Gagak Hitam, tak ada pilihan lain untuknya selain pergi ke Kota Giok Hitam.


“Gege, kenapa orang itu pergi ke arah yang menjadi tujuan kita?” tanya salah satu orang yang sedang mengikuti Lin Feng pada pria yang berada di sebelahnya.


“Ada kemungkinan dia bagian dari Sekte Gagak Hitam, tapi aku belum bisa memastikan semua itu.”


“Kalau benar dia berasal dari sekte itu, bukannya ini kesempatan kita untuk mengurangi jumlah anggota sekte itu?”


“Belum pasti dia berasal dari sekte itu. Kalau kita tiba-tiba menyerang dan ternyata dia bukan berasal dari sekte itu, bukannya kita justru menambah musuh untuk Sekte Rajawali Perak?”


“Gege benar, tapi aku sangat penasaran dengan identitas asli orang itu.”


“Kita bakalan tahu identitas aslinya begitu sampai di Kota Giok Hitam...”


Kedua orang yang diam-diam mengikuti Lin Feng, mereka tak lagi melakukan percakapan, dan fokus mengikuti Lin Feng.


Setengah hari berlalu, dari kejauhan Lin Feng sudah dapat melihat benteng kokoh berwarna hitam yang merupakan benteng pertahanan Kota Giok Hitam.


Tak menuju gerbang utama kota seperti orang-orang yang ingin memasuki Kota Giok Hitam, Lin Feng justru bergerak menuju bagian samping, dan dengan menggunakan kelebihan mata Dewa dia mencari celah untuk membuatnya dapat memasuki kota.


“Array khusus memang melindungi kota ini, tapi jangan harap array yang begitu lemah dapat menghentikan aku,” gumam Lin Feng sambil membuat segel tangan, lalu dia mengarahkan telapak tangannya pada array pelindung Kota Giok Hitam.

__ADS_1


Tanpa menghancurkan array, sebuah celah muncul di hadapan Lin Feng dan dengan mudah dia dapat memasuki Kota Giok Hitam, dan luar biasanya tak seorang pun tahu keberadaan penyusup yang berhasil memasuki kota.


Berhasil memasuki Kota Giok Hitam, Lin Feng segera melangkahkan kakinya menuju Sekte Gagak Hitam yang terletak di sisi barat Kota Giok Hitam.


Saat ini dirinya berada di sisi timur kota. Jarak sejauh sepuluh kilometer harus dia tempuh untuk sampai ke kawasan berdirinya Sekte Gagak Hitam.


Sementara itu, dua orang diam-diam mengikuti Lin Feng, keduanya semakin yakin kalau Lin Feng bagian dari Sekte Gagak Hitam setelah mereka melihat arah yang saat ini dituju Lin Feng.


“Sepertiny dia memang bagian dari Sekte Gagak Hitam. Kalau tahu begitu, sudah sejak tadi aku mengakhiri hidupnya,” gumam sosok pria yang terus mengikuti Lin Feng sambil mengeluarkan niat membunuh yang begitu nyata.


Tanpa disadarinya, saat dia mengeluarkan niat membunuh, Lin Feng yang semula hanya samar merasakan keberadaannya, sekarang dia jelas merasakan keberadaannya dan rekannya.


“Ternyata memang ada yang diam-diam mengikutiku,” gumam lirih Lin Feng yang segera meningkatkan kewaspadaannya.


“Swuusshh...” Sosok Lin Feng tiba-tiba menghilang dari tempatnya tanpa meninggal jejak, membuat dua orang yang mengikutinya kebingungan mencari keberadaannya.


“Sialan!... Kemana perginya orang itu?” ujar Su Jiang, pria yang mengikuti Lin Feng.


“Murid Sekte Gagak Hitam sialan! Beraninya dia pergi melarikan diri!” geram Su Jiang karena kehilangan jejak orang yang diikutinya.


“Siapa yang kalian maksud murid Sekte Gagak Hitam?” tanya Lin Feng yang muncul secara tiba-tiba, dan berdiri diantara keduanya.


Keduanya yang terkejut dengan kemunculan tiba-tiba orang yang mereka anggap telah pergi melarikan diri, segera mereka melompat menjaga jarak, dan bersiap melakukan pertarungan.


“Oh, sepertinya sudah terjadi kesalahpahaman diantara kita.” Tenang Lin Feng berkata, lalu dia membuat array pembatas, supaya tidak ada yang mengetahui kejadian di dalam array pembatas.


Sedangkan Su Jiang dan Su Yuqi yang melihat sosok dihadapan mereka mampu menciptakan array pembatas, mereka tahu kalau saat ini sedang dihadapkan pada lawan yang sulit dikalahkan.


Keduanya semakin waspada, tapi saat keduanya melihat kilatan petir muncul di atas telapak tangan sosok di hadapan mereka, tak perlu berpikir dua kali, mereka sadar kalau sudah salah mencurigai orang.


“Apa sekarang kalian masih mencurigaiku sebagai bagian dari Sekte Gagak Hitam?” tanya Lin Feng setelah menunjukkan kilatan petir di atas telapak tangannya.


Keduanya yang merasa bersalah karena telah salah mencurigai orang, mereka mendekati Lin Feng, lalu bersama-sama menangkupkan kedua tangan.

__ADS_1


“Maafkan kami yang telah salah mencurigai Tuan Muda...” Su Jiang terlihat bingung memanggil Lin Feng.


“Aku sudah memaafkan kalian, dan kalian bisa memanggilku Lin Feng,” kata Lin Feng mengerti kebingungan Su Jiang.


“Tuan Muda Lin Feng, saya Su Jiang dan dia adik saya, Su Yuqi.” Su Jiang memperkenalkan dirinya dan adiknya pada Lin Feng.


Mendengarnya Lin Feng hanya menganggukkan kepala, lalu berkata, “Apa kalian memiliki masalah dengan Sekte Gagak Hitam sampai begitu kesal saat aku yang kalian kira berasal dari sekte itu tiba-tiba saja menghilang?”


“Tuan Muda, Sekte Gagak Hitam telah banyak merugikan sekte tempat kami bernaung. Banyak murid wanita dari sekte kami di culik mereka yang berasal dari Sekte Gagak Hitam. Oleh karena itu kami sangat tidak menyukai siapapun yang memiliki hubungan dengan sekte itu,” kata Su Jiang menjawab pertanyaan Lin Feng.


“Kalau seperti itu, pantas saja kalian sangat embenci keberadaan Sekte Gagak Hitam,” ungkap Lin Feng, kemudian dia lanjut berkata, “Akan tetapi sebenarnya kita memiliki kebencian yang sama pada Sekte Gagak Hitam...”


“Kalau saja waktu itu aku tidak sadar dengan apa yang sedang dilakukan salah satu murid Sekte Gagak Hitam yang bertemu dengan kelompokku, mungkin saat ini aku sudah kehilangan wanita yang sangat aku cintai.”


“Sejak hari dimana aku membunuh salah satu murid Sekte Gagak Hitam, aku sudah bertekad menghancurkan sekte itu sampai ke akar-akarnya!” ungkap Lin Feng.


“Hanya seorang diri ingin menghancurkan Sekte Gagak Hitam? Tuan Muda, bukannya itu sama dengan bunuh diri?...”


“Meskipun Sekte Gagak Hitam bukanlah sekte besar, setidaknya ada dua leluhur sekte yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Agung Bintang 5,” ujar Su Jiang.


Tak ada reaksi terkejut, Lin Feng justru tersenyum setelah mendengar perkataan Su Jiang. “Percaya atau tidak, kekuatanku lebih dari cukup untuk menghancurkan Sekte Gagak Hitam kurang dari satu malam,” kata Lin Feng sambil melihat hari yang mulai gelap.


Sulit bagi Su Jiang maupun Su Yuqi mempercayai perkataan Lin Feng, tapi melihat kepercayaan diri dan identitas Lin Feng yang berasal dari keluarga Lin, walau belum sepenuhnya percaya, mereka memiliki sedikit kepercayaan kalau Lin Feng dapat menghancurkan Sekte Gagak Hitam.


“Kalian berdua cukup menjadi penonton saat aku menghancurkan sekte itu! Akan tetapi, aku mengingatkan kalian untuk tidak menonton dari jarak dekat, supaya kalian tidak terlibat dalam pertempuran!” saran Lin Feng sambil menjentikkan jari menghilangkan array pembatas, lalu dia begitu saja pergi meninggalkan Su Jiang dan Su Yuqi yang masih mencoba memahami maksud perkataan Lin Feng.


Tak lama setelah memahami maksud perkataan Lin Feng, keduanya pergi menyusul Lin Feng. Menuruti saran Lin Feng, keduanya berada pada jarak yang cukup jauh, tapi mereka masih jelas dapat melihat sosok Lin Feng.


Sementara itu Lin Feng yang sudah berdiri di depan gerbang Sekte Gagak Hitam, dia tersenyum sinis memandang gerbang di hadapannya. “Sudah saatnya aku mengakhiri satu-persatu keberadaan sekte sesaat dari Alam Sambilan Surga!...”


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2