
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
“Boom... Boom... Boom...” Ledakan berkali-kali terjadi saat ratusan bola cahaya menghantam bangunan di Kota Teratai Biru, menghancurkan ribuan bangunan, meratakannya dengan tanah.
Pemimpin prajurit keamanan kota yang melihat semua kejadian dengan kedua matanya sendiri, dia hanya bisa tertunduk lesu karena sadar apa yang terjadi pada Kota Teratai Biru murni berasal dari kesalahannya.
Sedangkan Lin Feng yang sedang melayang di atas langit, dia masih terus memastikan tidak adanya orang tak bersalah, yang menjadi korban dari ledakan, dan runtuhnya bangunan di Kota Teratai Biru. Setelah memastikan tidak adanya korban jiwa dari mereka yang tidak bersalah, Lin Feng melayang turun ke tempat semula.
Melihat keberadaan pemimpin prajurit keamanan di dalam penjara cahaya, Lin Feng kembali menunjukkan senyum sinis di wajahnya. “Kenapa kamu menunduk? Bukannya kamu ingin melihat bukti nyata dari kehancuran Kota Teratai Biru?”
“Aku sudah membuktikan apa yang aku katakan padamu, dan semua ini terlihat sangat indah,” kata Lin Feng sambil melihat keadaan Kota Teratai Biru yang dipenuhi kepanikan, bahkan acara pemilihan murid empat sekte besar harus terhenti setelah apa yang terjadi pada Kota Teratai Biru.
Lin Feng melihat orang-orang di dalam kedai keluar, dan mereka semua mengarahkan tatapan penuh kebencian pada pemimpin prajurit keamanan.
“Sepertinya mereka semua tahu siapa yang pantas di benci, dan tentu itu bukan aku,” ujar Lin Feng sambil menjentikkan jari, menghilangkan penjara yang mengurung pemimpin prajurit keamanan.
Lin Feng sama sekali tidak memiliki keinginan membunuh pemimpin prajurit keamanan. Baginya, membunuh orang itu tidak lebih menarik daripada membiarkan dia tetap hidup, dan menjadi pelampiasan amarah mereka yang tinggal di Kota Teratai Biru.
Melayang ke tempat berdirinya Lin Hua dan yang lainnya, yang telah berkumpul di luar kedai. Hanya dengan menjentikkan jarinya begitu sampai di dekat Lin Hua. Lin Feng dan yang lainnya secara tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang.
Semua orang mencoba mencari keberadaan Lin Feng dan yang lainnya di sekitar mereka. Namun, sejauh mata memandang, mereka tidak dapat menemukan apa yang sedang dicari.
Sementara itu, semua orang yang sebelumnya secara tiba-tiba berpindah tempat keluar Kota Teratai Biru, mereka berbondong-bondong kembali, dan memastikan apa yang telah terjadi setelah suara ledakan beruntun yang sebelumnya mereka dengarkan. Sedangkan mereka yang masih berada di dalam kota, bersama-sama mereka mencari keberadaan korban dari ledakan yang telah menghancurkan setengah bagian Kota Teratai Biru.
Penguasa kota segera mengerahkan puluhan ribu prajurit kota untuk mencari keberadaan korban yang masih dapat diselamatkan, tapi anehnya sejak ledakan besar yang terjadi secara bertubi-tubi, dia tidak melihat keberadaan pemimpin prajurit keamanan, yang biasanya selalu berada di dekatnya.
__ADS_1
Namun, tak lama banyak orang datang menemuinya, sambil menyeret tubuh sosok pemimpin prajurit keamanan. Pemimpin prajurit keamanan masih hidup, tapi keadaannya sangatlah mengenaskan.
Penguasa Kota Teratai Biru segera menghampiri mereka yang datang sambil menyeret pemimpin prajurit keamanan. “Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian memperlakukannya seperti seorang penjahat?” tanyanya pada mereka.
Salah satu wanita melangkah maju, mewakili banyak orang mengatakan apa yang telah dilakukan pemimpin prajurit keamanan. “Tuan, pemimpin prajurit keamanan telah menyinggung orang yang tak seharusnya dia singgung, dan semua yang terjadi pada Kota Teratai Biru dilakukan oleh orang yang disinggungnya...”
“Awalnya orang itu dan rekannya menyelamatkan kami dari orang-orang yang berasal dari sekte Tengkorak Hitam, tapi pemimpin prajurit tiba-tiba datang dan ingin menangkap salah satu rekan orang itu yang telah membunuh tetua sekte Tengkorak Hitam, yang sebelumnya telah membunuh puluhan kultivator.”
“Dengan alasan penegakkan hukum, pemimpin prajurit keamanan bersikeras menangkap rekan orang itu yang seharusnya diberi penghargaan sebagai seorang pahlawa. Melihat apa yang ingin dilakukan pemimpin prajurit pada rekannya, orang itu marah, dan dia melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan setengah bagian Kota Teratai Biru.”
Penguasa kota menggertakkan giginya marah pada pemimpin prajurit keamanan, setelah mendengar cerita wanita yang berlutut di hadapannya. Dia tidak menyangka pemimpin prajurit keamanan telah menyalah gunakan kekuasaannya.
Tak banyak berpikir, penguasa Kota Teratai Biru telah menentukan hukuman yang layak untuk pemimpin prajurit keamanan. “Ikat dia di tiang hukuman, yang berada di altar hukuman mati! Tidak ada hukuman mati untuknya, tapi biarkan semua orang memberi hukuman padanya, asalkan hukuman itu tidak mengakhiri hidupnya!” perintah tegas penguasa kota pada prajurit kota.
Enam prajurit melangkah maju, kemudian mereka menyeret pemimpin prajurit keamanan menuju altar tempat hukuman mati, sesuai dengan apa yang diperintahkan penguasa kota pada mereka.
Wanita di hadapannya kembali berkata, “Kami hanya tahu salah satu dari orang-orang itu berasal dari keluarga Lin, tapi apa yang melakukan semua ini pada Kota Teratai Biru bukanlah orang yang berasal dari keluarga Lin, melainkan seorang pria yang menguasai elemen cahaya.”
Mendengar wanita itu menyebutkan nama salah satu keluarga yang sangat mengerikan keberadaannya di Alam Sembilan Surga, dirinya merasa sangat beruntung karena hanya setengah bagian kotanya yang hancur, dan sampai saat ini dirinya belum mendengar adanya korban jiwa maupun luka dari ledakan yang telah menghancurkan setengah bagian Kota Teratai Biru.
Namun tak lama kerutan di kening penguasa kota terlihat, saat orang itu memikirkan sosok pemilik elemen cahaya, yang sudah jutaan tahun lamanya, tak pernah ditemukan sosok baru yang memiliki kekuatan elemen cahaya.
Selama ini di Alam Semesta hanya ada empat sosok yang dikaruniai kekuatan elemen cahaya oleh Sang Pencipta, tapi keberadaan mereka jauh di Alam Sembilan Surga tingkat 9, dan mereka sudah jutaan tahun tidak pernah pergi meninggalkan tempat itu. Jadi, bisa dibuktikan pemilik kekuatan elemen cahaya yang baru menghancurkan setengah bagian Kota Teratai Biru bukanlah salah satu dari mereka.
“Sepertinya pemilik kekuatan elemen cahaya yang ke lima telah muncul, dan ini kabar baik untuk Alam Semesta,” gumam lirih penguasa kota.
Kekuatan elemen cahaya adalah lawan sepadan untuk mereka yang memiliki kekuatan elemen kegelapan. Semakin banyak pemilik elemen cahaya, semakin bagus untuk Alam Sembilan Surga yang sering mendapat ancaman dari Alam Kegelapan.
__ADS_1
“Apa kalian ada yang tahu kemana perginya orang itu setelah apa yang dilakukannya pada Kota Teratai Biru? Kalau ada yang tahu, aku harap kalian bisa memberitahukannya padaku!” tanya penguasa kota yang ingin memperbaiki hubungan antara Kota Teratai Biru, dengan sosok yang memiliki kekuatan elemen cahaya.
Namun sayangnya tidak ada seorangpun yang tahu, dikarenakan sosok itu dan seluruh rekannya begitu saja menghilang, setelah menghancurkan setengah bagian Kota Teratai Biru.
Meski kecewa karena tidak ada yang tahu kepergian orang itu, penguasa Kota Teratai Biru setidaknya tahu kalau orang itu tidak menuntut apapun, setelah melampiaskan kemarahannya dengan menghancurkan setengah bagian Kota Teratai Biru. Meski kerugian yang ditanggung kota tidaklah sedikit, semua itu lebih baik daripada seluruh kota dihancurkan olehnya, beserta seluruh orang yang tinggal di dalamnya.
Setengah hari berlalu sejak peristiwa besar terjadi di Kota Teratai Biru. Namun, sebuah keajaiban terjadi saat tak ada satupun korban jiwa dalam peristiwa besar, yang meluluhlantakkan setengah bagian kota. Bahkan pemilihan murid baru keempat sekte besar dapat dilanjutkan, di tengah jalannya pembersihan puing-puing yang dilakukan puluhan ribu prajurit kota.
Kabar munculnya sosok pemilik kekuatan elemen cahayanya yang menjadi bagian dari kelompok keluarga Lin telah tersebar luar, bahkan kabar itu mulai sampai di Alam Sembilan Surga yang lebih tinggi. Keluarga Lin yang mendengar itu, mereka segera menghubungi seluruh anggota keluarga Lin, dan menanyakan pada mereka siapa yang sedang bersama dengan pemilik kekuatan elemen cahaya.
“Mereka ternyata sedang mencari keberadaanku. Biarkan saja mereka terus mencari, dan aku bisa memastikan mereka tidak dapat menemukan keberadaanku selama kamu dan adikmu tidak buka mulut!” kata Lin Feng pada Lin Baoshi yang baru saja melaporkan padanya tentang keluarga Lin yang mencari kelompok anggota keluarga Lin, yang didalamnya terdapat sosok pemilik kekuatan elemen cahaya.
“Tuan Muda tenang saja, hamba dan adik hamba tidak mungkin memberitahu keberadaan Tuan Muda pada mereka!” kata Lin Baoshi bersungguh-sungguh.
Lin Feng menganggukkan kepala mendengar itu, kemudian dirinya fokus melanjutkan perjalanan mencari tempat menari di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Melewati sebuah lembah yang terdapat danau tepat di tengah-tengah lembah, Lin Feng yang melayang di langit, tiba-tiba dia mendengar suara Lin Jia dalam pikirannya.
“Tuan, di dalam danau terdapat banyak sumberdaya berharga yang dapat meningkatkan kekuatan Tuan dan yang lainnya ke tingkat yang lebih tinggi. Akan tetapi, di dalam danau juga terdapat keberadaan empat Binatang Spiritual penjaga sumberdaya, yang kekuatannya setara dengan kultivator tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 9,” kata Lin Jia.
Mendengarnya, Lin Feng segera menghentikan pergerakan kelompoknya, dan saat ini sorot matanya mengarah pada danau tepat di bawahnya.
“Aku dapat merasakan keberadaan luar biasa di bawah sana, dan aku yakin keberadaan yang aku rasakan dapat meningkatkan kekuatan kita ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Lin Feng, kemudian dia membawa semua orang turun ke arah pinggiran danau.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1