
Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran, mereka terus membunuh siluman yang datang mendekat. Kekuatan para siluman yang jauh lebih lemah, membuat ketiganya hanya sedikit mengeluarkan kekuatan yang mereka miliki.
Lin Hua yang kali ini hanya menggunakan kekuatan fisiknya, dia berhasil membunuh siluman yang menjadi lawannya hanya dengan kecepatan dan kelincahan tubuhnya, dan tak sedikitpun dia menggunakan Qi elemen miliknya.
Dari ketiganya hanya Lin Yanran yang menggunakan kekuatan Qi elemen, dikarenakan dia harus membentuk busur panah dari Qi elemen.
“Sring... Sring... Sring...” Dengan pedang di tangannya, Lin Hua memotong-motong tubuh siluman yang menjadi lawannya, dan sudah tak terhitung berapa kali dirinya melakukan itu.
“Boom... Boom... Boom...” Tinju Lin Baoshi menghantam tubuh siluman, membunuh siluman dengan sekali pukul, dan dia terus-menerus melakukan itu.
“Syut... Syut... Syut...” Lin Yanran melesatkan tiga anak panah setiap kali dia menarik busur panah. Satu anak panah dapat mengakhiri hidup salah satu siluman, jadi setiap dia menarik busur panah, bisa dipastikan tiga siluman mati di tangannya.
“Gege, siluman dalam jumlah besar bergerak ke tempat ini. Apa Gege tidak memiliki keinginan membantu mereka?” tanya Lin Jia pada Lin Feng.
Lin Jia adalah perwujudan sistem, tapi dia tak lagi memanggil Tuan pada Lin Feng selaku pemiliknya, dikarenakan Lin Feng sudah menganggapnya sebagai adik.
“Meimei, apa kamu melihat mereka memerlukan bantuan kita?” Bukannya menjawab, Lin Feng justru bertanya balik.
Mendengarnya Lin Jia segera menggelengkan kepala. “Saat ini mereka memang belum membutuhkan bantuan, tapi dengan banyaknya siluman tingkat Dewa Agung, cepat atau lambat mereka pasti membutuhkan bantuan kita,” ungkap Lin Jia.
“Saat mereka benar-benar membutuhkan bantuan, saat itulah kita akan membantu mereka. Akan tetapi, selama mereka masih bisa bertahan, artinya kita tetap berdiam diri di tempat ini sebagai penonton,” kata Lin Feng.
Keduanya sepakat memberi bantuan jika memang benar-benar dibutuhkan, tapi untuk sekarang mereka hanya berdiam diri di tempat, melihat jalannya pertempuran.
Sementara itu, jauh di bagian terdalam hutan kabut abadi, Gui Yinshen, siluman penguasa hutan kabut abadi yang sudah bisa merubah wujudnya menjadi manusia setelah berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta, dia sedang melihat jalannya pertempuran menggunakan matanya, yang terhubung dengan mata seluruh siluman penghuni hutan kabut abadi.
“Mereka memang kuat, tapi mereka bukan lawan sepadan untuk menguji kekuatan baruku!” gumamnya sambil terus melihat siluman penghuni hutan kabut abadi mati ditangan tiga manusia, yang sampai saat ini sudah membunuh lebih dari sepuluh ribu siluman.
“Gui Zhu, Gui Ang dan kau Gui Gou, bunuh tiga orang itu untukku!” Perintah Gui Yinshen pada tiga siluman kepercayaannya.
“Baik Yang Mulia,” balas ketiganya lalu segera pergi.
“Setelah mereka mati, aku bisa mengerahkan seluruh siluman di hutan kabut abadi untuk menyerang dan menguasai wilayah manusia!” katanya sambil menyeringai.
__ADS_1
Lin Feng dan Lin Hua yang mengawasi jalannya pertempuran, keduanya dapat merasakan keberadaan tiga siluman kuat yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Agung Bintang 3 dan Bintang 4.
“Kekuatan mereka masih lebih lemah dibandingkan Hua’er dan yang lainnya, tapi setidaknya keberadaan ketiga siluman itu dapat dimanfaatkan Hua’er dan mereka untuk menguji seberapa besar kekuatan, yang mereka miliki,” ungkap Lin Feng.
“Gege, aku merasa sosok siluman kuat sedang mengawasi tempat ini,” kata Lin Jia.
Mendengarnya, Lin Feng segera memaksimalkan kekuatan mata Dewa, mencari tahu keberadaan siluman kuat yang dimaksud Lin Jia.
Tak lama mencari, Lin Feng berhasil menemukan apa yang dicarinya, dan dia cukup terkejut setelah merasakan seberapa besar kekuatan siluman yang diyakininya sebagai siluman penguasa hutan kabut abadi.
“Aku tidak menyangka kalau di hutan ini ada siluman yang kekuatan telah sampai di tingkat Dewa Semesta...”
“Dengan keberadaannya di Alam ini, kalau saja aku tidak mendapatkan warisan saat berada di Danau Surgawi, jelas dia adalah sosok terkuat yang ada di Alam ini,” ungkap Lin Feng.
Kalau sosok itu muncul, jelas Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran bukan lawan sepadan untuk sosok itu, sekalipun mereka bertiga menyatukan kekuatan.
Perbedaan tingkatan Dewa Agung dan Dewa Semesta sangatlah jauh, seratus kultivator tingkat Dewa Agung Bintang 9, belum tentu mereka dapat mengimbangi kekuatan kultivator yang sudah berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 1.
“Swuusshh... Swuusshh... Swuusshh...” Tiga sosok siluman yang wujud mereka hampir menyerupai manusia muncul.
Ketiga sosok itu adalah Gui Zhu, Gui Ang dan Gui Gou. Ketiganya memiliki wujud setengah manusia dan setengah siluman. Bagian badan sampai kepala mereka adal manusia, sementara bagian pinggang kebawah adalah wujud siluman ular.
Gui Zhu siluman ular api, Gui Ang siluman ular kegelapan, dan Gui Gou adalah siluman ular air. Ketiganya hanya bisa merubah setengah wujud mereka menjadi manusia, dikarenakan mereka masih berada di tingkat Dewa Agung.
“Berani membunuh saudara-saudara kami, kalian para manusia harus mati!” teriak Gui Zhu dan langsung saja dia melesat maju menyerang Lin Hua.
Melihat pergerakan yang dilakukan Gui Zhu. Gui Ang dan Gui Gou juga bergerak maju menyerant lawan yang sudah mereka tentukan. Gui Ang menyerang Lin Baoshi, Gui Gou menyerang Lin Yanran.
Lin Hua, Lin Baoshi, serta Lin Yanran yang sadar kalau lawan mereka kali ini cukup kuat, ketiganya tidak main-main menghadapi mereka.
Mengumpulkan Qi elemen api di telapak tangannya dan menyalurkan Qi elemen api yang terkumpul ke pedang miliknya, tak gentar, Lin Hua melesat maju menyambut serangan lawannya.
Hal yang sama juga dilakukan Lin Baoshi dan Lin Yanran. Qi elemen petir menyelimuti tubuh Lin Baoshi, lalu dia melesat maju menyambut serangan lawan. Sedangkan Lin Yanran, menggunakan Qi elemen petir lebih banyak dari sebelumnya, dia menarik tali busur menciptakan satu anak panah yang lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.
__ADS_1
“Syut... Swuusshh...” Lin Yanran melesatkan anak panah, yang langsung melesat lurus menuju lawannya.
“Boom... Boom... Boom...” Benturan kedua kekuatan terjadi, membuat tanah bergetar, dan membelah awan mendung yang menyelimuti langit.
Setelah benturan kekuatan terjadi, Gui Zhu, Gui Ang dan Gui Gou, ketiganya terdorong mundur belasan langkah, sedangkan Lin Hua dan dua orang lainnya, mereka masih berdiri tegak di tempat masing-masing.
“Mereka lebih kuat dari kita,” kata Gui Zhu pada ketiga rekannya.
“Seranganku barusan telah menggunakan lebih dari setengah kekuatan yang aku miliki, tapi seranganku sama sekali tidak berpengaruh pada mereka,” ungkap Gui Ang.
“Jangan dulu menyimpulkan mereka lebih kuat sebelum kita mengerahkan seluruh kekuatan untuk melawan mereka! Lebih baik sekarang kita mengerahkan seluruh kekuatan yang kita miliki, dan berharap semua itu cukup untuk mengalahkan mereka!” kata Gui Gou.
Disaat ketiganya masih berdiskusi menentukan apa yang ingin mereka lakukan, Lin Hua dan dua orang lainnya, mereka kembali membunuh siluman yang datang mendekat.
Meski sedang melawan para siluman lemah, Lin Hua dan dua orang lainnya, mereka tak melepaskan perhatian dari tiga siluman kuat yang masih berdiam di belakang ribuan siluman lemah.
“Mereka datang!” teriak Lin Hua dengan suara lantang, memberi tahu Lin Baoshi dan Lin Yanran kalau tiga siluman kuat kembali melakukan serangan, dan kali ini mereka lebih serius dari sebelumnya.
“Swuusshh... Swuusshh... Swuusshh...” Dihadapkan pada lawan yang sama, Lin Hua tidak main-main menghadapi lawannya, begitu juga dengan Lin Baoshi dan Lin Yanran.
Merasakan serangan lawan lebih kuat dari sebelumnya, mereka juga meningkatkan kekuatan serangan, mengimbangi bahkan melampaui kekiatan lawan.
“Bang... Bang... Boom...” Untuk kedua kalinya, Lin Hua dan dua orang lainnya, mereka berhasil mendorong mundur lawan.
Akan tetapi, tidak seperti sebelumnya dimana mereka mengendurkan serangan saat melihat lawan terdorong mundur, dengan dipimpin Lin Hua, mereka melesat maju, menyerang tiga siluman terkuat yang menjadi lawan mereka.
“Sring... Boom... Boom...” Tebasan Lin Hua berhasil memotong salah satu lengan lawannya, sedangkan serang Lin Baoshi dan Lin Yanran berhasil membuat lawan mereka terpental ke sembarangan arah.
“Mereka belum terlalu kuat untuk menguji seluruh kekuatan yang kita miliki,” ungkap Lin Hua, sedangkan Lin Baoshi dan Lin Yanran, keduanya hanya menganggukkan kepala.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1