Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Mengerti Arti Kehidupan Yang Sesungguhnya


__ADS_3

“Rasa sakit ini tak sebanding dengan seluruh rasa sakit yang pernah aku rasakan. Ini benar-benar menyakitkan, dan aku tak bisa menggunakan kekuatan sistem untuk mengurangi rasa sakit ini!” kata Lin Feng sangat pelan.


“Sampai kapan aku harus bertahan dari rasa sakit ini?”


“Bertahanlah! Sedikit lagi semua akan selesai, dan jika kamu kehilangan kesadaran kita harus mengulangi semua ini dari awal!” Lin Feng mendengar suara di kepalanya, tapi itu bukan suara sistem, melainkan suara yang sama persis dengan suaranya.


Lin Feng menggertakkan giginya menahan rasa sakit yang tak kunjung menghilang. ‘Aku harus bertahan dari semua rasa sakit ini! Setelah melewati rasa sakit ini aku pasti dapat melindungi mereka semua yang ingin aku lindungi!’ Dengan mata terpejam dan mulut tertutup rapat dia terus berusaha bertahan dari rasa sakit.


“Proses penyatuan kembali kekuatanmu hampir selesai. Meski rasa sakit ini sangatlah menyakitkan, ini sebanding dengan apa yang akan kamu dapatkan!” kata suara di kepala Lin Feng.


Setelah itu perlahan rasa sakit yang dialami Lin Feng mulai menghilang digantikan rasa yang sangat nyaman.


“Swush... Boom...” Ledakan aura kuat Lin Feng menunjukkan jati dirinya sebagai Sang Pencipta.


Auranya sangat agung dan kuat, dan mereka yang lebih lemah dengan mudah dapat dibuat bertekuk lutut di hadapannya.


Di padang kehampaan Lin Jia yang mengetahui secara pasti apa yang sedang di alami Lin Feng, tiba-tiba dia tersenyum karena merasakan kekuatan Sang Pencipta yang seutuhnya telah kembali pada Lin Feng. Dirinya sebagai pelayan sudah tak sabar menyambut datangnya kembali Sang Pencipta.


Lin Hua yang telah memiliki ikatan dengan Lin Feng, dia merasa ada yang bergejolak di dalam tubuhnya, dan entah kenapa dia merasa ingin mendapatkan terobosan padahal saat ini kekuatannya telah berada di ranah Setengah Penguasa tingkat puncak.


Seharusnya ini adalah puncak kekuatannya karena di atas ranah Setengah Penguasa adalah ranah Penguasa, dan tidak mungkin baginya menerobos ranah itu selagi belum menguasai salah satu hukum semesta, yang dapat membuatnya menjadi salah satu penguasa sejati.


Duduk bersila dengan kedua mata terpejam, ada sebuah kekuatan yang menarik kesadaran jiwa Lin Hua, dan saat dia membuka perlahan kedua matanya yang terlihat hanyalah lautan api tapi api itu tak sedikitpun menyakitinya.


Dia tidak tahu berada di mana, tapi yang jelas tempatnya saat ini bukanlah di alam sembilan surga, dan dia merasa tak sembarangan orang bisa muncul di tempatnya saat ini.


Melihat sekeliling, Lin Hua melihat sinar cahaya terang berwarna merah bergerak cepat kearahnya. Ingin menghindari cahaya itu, tapi dia baru sadar kalau tubuhnya tak dapat di gerakkan, dan cahaya yang dilihatnya begitu saja menabrak tubuhnya.


Tak ada rasa sakit yang dia rasakan saat cahaya itu masuk ke dalam tubuhnya, dan secara perlahan cahaya itu menyatu dengan tubuhnya.

__ADS_1


Sensasi panas dia rasakan saat proses penyatuan, dan rasa panas itu terasa membakar seluruh tubuhnya.


Jika dia tak memiliki tubuh Phoenix Api, kemungkinan saat ini tubuhnya tak akan mampu menahan rasa panas yang sudah menghanguskan pakaiannya, tapi pakaian yang hangus telah digantikan pakaian berwarna merah yang tak hancur meski harus menahan suhu yang sangat panas.


“Hukum Hasrat?” Lin Hua mewarisi hukum hasrat yang dia sendiri masih belum mengerti apa itu hukum hasrat.


Namun seiring berjalannya waktu dan sensasi panas yang masih terasa membakar tubuhnya, secara perlahan dia mulai memahami apa itu hukum hasrat dan seberapa besar kekuatan yang bisa dikeluarkannya dengan hukum hasrat. Meski keberatan hukum hasrat adalah yang terlemah dari empat hukum ciptaan Sang Pencipta, setidaknya Lin Hua dapat menerobos ranah Penguasa dengan menguasai hukum hasrat.


Lin Hua akhirnya menguasai hukum hasrat dan tahu kegunaan hukum hasrat. “Hukum hasrat ini dapat aku gunakan untuk melemahkan musuh dengan menciptakan ilusi. Selain itu aku juga bisa menggunakan hukum ini untuk menjerat pria maupun wanita untuk tunduk padaku.”


“Sungguh kekuatan yang sangat luar biasa dan lagi aku berhasil menerobos ranah Penguasa. Dengan begini aku bisa bertarung dengan Feng’Gege di garis depan!”


Sensasi panas yang dirasakannya perlahan menghilang, dan dalam satu kedipan mata Lin Hua telah kembali ke padang kehampaan. Semua yang terjadi padanya barusan seperti mimpi, tapi saat memeriksa kekuatannya dia tahu yang baru saja terjadi bukanlah mimpi.


“Dua sosok penguasa melawan satu penguasa alam kegelapan. Dengan begini kemungkinan memenangkan peperangan menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya,” gunam pelan Lin Hua dan sampai detik ini tak ada yang tahu tentang peningkatan kekuatannya, termasuk Lin Feng dan Lin Jia.


Semua orang saat ini sibuk dengan persiapan mereka, jadi sangat jarang ada yang melihat kejadian di sekitaran mereka. Sekalipun ada yang melihat perubahan pada diri Lin Hua, apa yang dia lihat hanyalah saat tiba-tiba pakaian uange digunakan Lin Hua berubah.


Oleh karena, meski melihat perubahan Lin Hua, orang-orang yang melihatnya tak ada yang merasakan keanehan, apalagi merasakan peningkatan kekuatan Lin Hua.


Lin Hua sendiri setelah merasakan peningkatan kekuatannya, dia segera mengarahkan pandangannya melihat Lin Feng, dan dia juga elihat Lin Jia yang duduk bersila tak jauh dari Lin Feng.


Keduanya terlihat sangat tenang, dan dia tak ingin mengganggu ketenangan mereka.


Tak ingin mengganggu mereka, Lin Hua yang ingin menguji kekuatan barunya, dia memutuskan pergi menjauhi perkemahan, dan setelah berada di tempat yang cukup jauh dia tak lagi menahan aura kekuatannya.


“Swush... Boom...” Bebatuan besar yang banyak terdapat di padang kehampaan hancur menjadi butiran debu hanya dengan tekanan aura Lin Hua.


“Aku tidak menyangka memiliki kekuatan sebesar ini!” gumamnya pelan sambil tersenyum.

__ADS_1


Tak ingin memancing orang-orang datang karena merasakan kekuatannya, Lin Hua kembali menahan aura kekuatannya, dan dia bergegas kembali ke perkemahan.


...----------------...


Sehari berlalu dan hari ini diperkirakan musuh akan sampai di padang kehampaan.


“Mereka akan segera datang!” kata Lin Feng yang semakin jelas dapat merasakan kekuatan besar penguasa alam kegelapan beserta kekuatan jutaan prajuritnya.


“Kakek Ouyang, Ayah, Paman Junda dan Paman Huang, segera persiapkan prajurit! Begitu mereka datang kita harus berada dalam formasi siap perang!” kata Lin Feng pada empat orang di dekatnya.


“Aku akan segera menyiapkan prajurit keluarga Suci Guo!” Guo Ouyang segera pergi untuk menyiapkan prajuritnya, begitu juga dengan Lin Junda dan Lin Huang.


“Apa Ayah tidak ingin mempersiapkan prajurit yang Ayah miliki?” tanya Lin Feng pada Lin Mofeng yang masih saja berdiri di dekatnya.


“Tidak lagi ada yang perlu disiapkan. Kapanpun musuh datang, mereka sudah siap berperang sampai mati!“ ungkap Lin Mofeng menunjukkan kesiapan prajuritnya, yang berasal dari prajurit kediamannya di alam sembilan surga tingkat kedelapan.


“Swush... Swush... Swush...” Lin Hua, Lin Jia, Lin Baoshi, serta Lin Yanran datang, dan terlihat mereka telah bersiap melakukan pertempuran.


Melihat Lin Yanran dan Lin Baoshi, Lin Feng puas dengan peningkatan kekuatan mereka yang saat ini sudah berada di ranah Setengah Penguasa tingkat puncak.


Saat melihat Lin Jia dan tahu siapa Lin Jia yang sebenarnya, Lin Feng hanya tersenyum. Dia sebenarnya masih tidak menyangka jika sistem dalam wujud Lin Jia sebenarnya merupakan ciptaannya sendiri, dan semalam saat membuka mata Lin Jia telah menceritakan semua tentang dirinya.


Namun, dia merasakan kekuatan yang berbeda saat merasakan kekuatan Lin Hua, tapi saat tahu ada peningkatan besar pada kekuatan Lin Hua dia tersenyum.


‘Hukum hasrat? Aku tidak menyangka hukum terakhir yang aku ciptakan di masa lalu justru memilih untuk menjadi bagian dari kekuatan istriku, dan entah kenapa sekarang aku merasa hidupku semakin lengkap, tak seperti kehidupan masa laluku sebagai Sang Pencipta yang selalu dilanda kesepian.’


Dulu dia hanya menikmati hidup seorang diri, tapi setelah memilih mencoba kehidupan sebagai manusia biasa, sekarang dia mulai mengerti apa arti kehidupan yang sesungguhnya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2