Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Pertemuan Saudara


__ADS_3

Angin menyapu wajah wanita saat ia yang semula duduk di dalam kereta terbang memutuskan keluar, memandang arah dimana ia merasakan aura yang tidak asing.


Wanita itu tersenyum dan begitu saja dia kembali masuk ke dalam kereta terbang. “Percepat pergerakan! Sebelum malam aku ingin kita sudah sampai di tujuan,” katanya.


Mendengarnya, pemimpin prajurit pengawal mempercepat segera memerintahkan semua orang mempercepat kecepatan mereka, membuat kecepatan mereka dua kali lebih cepat dari sebelumnya.


Wanita di dalam kereta sudah tidak merasakan jejak aura tipis dari seseorang, yang auranya terasa tidak asing baginya. “Auranya memang sudah tidak lagi aku rasakan, tapi dari arah pergerakannya, ia memiliki tujuan yang sama denganku,” gumamnya.


Sedangkan Lin Feng yang terus melanjutkan perjalanannya, jauh di depan sana dia merasakan aura mencekam yang membuat bulu-bulu halus di tubuhnya berdiri. “Lin Jia, apa kita sudah dekat dengan tujuan?” tanya Lin Feng.


“Jika tujuan Gege lembah siluman, kita hampir sampai ke tempat itu, tapi sepertinya bukan hanya kita yang ingin mendatangi tempat itu,” ungkap Lin Jia merasakan keberadaan banyak orang yang bersiap memasuki kawasan lembah siluman.


Lin Feng baru merasakan apa yang dirasakan Lin Jia, setelah dia berasa cukup dekat dengan tempat yang menjadi tujuannya.


Dari yang dirasakannya, setidaknya ada ratusan orang yang memiliki tujuan sama dengan dirinya, yaitu pergi memasuki kawasan lembah siluman.


“Lin Jia, apa kamu tahu apa yang mereka inginkan dari hutan siluman? Apa mereka ingin memburu dan memusnahkan siluman seperti yang menjadi tujuanku? Kalau itu tujuan mereka, sepertinya aku memiliki banyak saingan,” ujar Lin Feng dan dia berhenti jauh dibelakang orang-orang yang ingin memasuki kawasan lembah siluman.


“Gege, sepertinya tujuan mereka bukan berburu siluman seperti yang ingin Gege lakukan. Jauh di tengah-tengah lembah siluman aku merasakan keberadaan sumberdaya yang dapat meningkatkan kekuatan seseorang di tingkat Dewa Semesta, dan sepertinya itu yang menjadi tujuan mereka,” kata Lin Jia.


Semakin bersemangat memasuki kawasan lembah siluman, itulah yang dirasakan Lin Feng setelah mendengar perkataan Lin Jia. “Aku harus mendapatkannya sebelum mereka!” gumamnya.


Baru juga Lin Feng ingin bergerak mendahului orang-orang yang ingin memasuki kawasan lembah siluman, kereta kuda terbang yang sebelumnya bertemu dengannya, melintas di sebelahnya dan terus melaju menuju kawasan lembah siluman.


Berhenti kurang lebih seratus meter di depan Lin Feng, dengan kedua matanya sendiri Lin Feng melihat seorang wanita berjubah putih keluar dari dalam kereta kuda terbang, dan satu keanehan baru ia sadari saat pandangan matanya bertemu dengan pandangan wanita itu.


“Mata itu terasa tidak asing, tapi entah dimana aku pernah melihatnya?” Merasa tidak asing dengan wanita yang dilihatnya tapi Lin Feng tidak ingat kapan dan dimana ia pernah melihat wanita itu.


Lin Feng masih mencoba mengingat kapan dan dimana pernah melihat wanita itu, tapi dia sama sekali tidak bisa mengingatnya.

__ADS_1


“Sudahlah, mungkin hanya perasaanku saja aku pernah melihatnya di suatu tempat,” gumamnya tapi pandangannya masih saja tertuju pada wanita yang tak lagi mengarahkan pandangan padanya.


Mengabaikan keberadaan wanita itu, Lin Feng kembali ke tujuan awalnya. Masuk lebih dulu ke kawasan lembah siluman, meninggalkan mereka semua yang memiliki tujuan sama dengannya.


Akan tetapi, belum juga ia memasuk kawasan lembah siluman, dua prajurit pengawal sosok wanita yang sempat membuatnya kebingungan tiba-tiba datang menghadang langkahnya, bahkan kedua prajurit yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Agung Bintang 1, mereka mengarahkan aura kekuatan padanya.


Setelah Lin Feng berhenti, prajurit itu berkata, “Nona kami mengundang Tuan Muda bertemu dengannya. Tidak ada penolakan dan Tuan Muda harus bertemu dengan Nona kami!” Salah satu prajurit menyampaikan tujuannya menghentikan Lin Feng, dan dia sedikit melakukan tindakan pemaksaan supaya Lin Feng mau bertemu dengan wanita yang mereka kawal.


“Aku tidak mengenalnya dan tidak memiliki keinginan bertemu dengannya,” kata Lin Feng tegas.


Seoerti tahu Lin Feng akan menolak keinginan mereka, salah satu prajurit menunjukkan lencana emas dengan gambar petir. “Nona mengatakan Tuan Muda pasti setuju bertemu dengannya setelah melihat ini,” ungkap prajurit yang menunjukkan lencana emas pada Lin Feng.


Lin Feng mengangguk mendengarnya. “Aku akan bertemu dengannya,” kata Lin Feng.


Lin Feng tahu pemilik lencana emas dengan gambar petir sudah pasti wanita itu memiliki hubungan saudara dengannya, kemungkinan wanita itu adalah putri dari salah satu saudara orangtuanya.


Kedua prajurit yang mendengar Lin Feng menyetujui keinginan mereka, dengan senang hati ketiganya mengantarkan Lin Feng menemui Nona mereka.


“Nona Lin Luyao, kami membawakan dia yang ingin Nona temui,” kata prajurit yang sebelumnya menghentikan perjalanan Lin Feng dan dia mengembalikan lencana di tangannya pada pemiliknya.


Lin Luyao tersenyum menyambut kedatangan Lin Feng, “Kalian tinggalkan aku berdua dengannya karena ada yang ingin aku bicarakan empat mata hanya dengannya!” katanya memerintahkan seluruh pengawalnya menjauh darinya.


Tak banyak bicara, mereka semua pergi menjauh, tapi mereka tak sedikitpun melepas keberadaan Lin Luyao dari pengawasan.


Menghilangkan senyuman di wajahnya Lin Luyao berkata, “Aku bisa merasakan aura tidak asing dari tubuhmu, katakan padaku siapa kamu sebenarnya?”


Lin Feng tidak terkejut mendengarnya, dan tenang dia membalas, “Pengkhianat atau orang yang setia? Jelaskan terlebih dahulu keberadaanmu di keluarga Lin!”


“Ayahku adalah satu-satunya orang yang dipercaya pemimpin keluarga Lin saat ini, dari posisi ayahku seharusnya kamu sudah tahu posisiku di keluarga Lin,” kata Lin Luyao memberi penjelasan.

__ADS_1


Tidak melihat sorot mata kebohongan di mata Lin Luyao, Lin Feng menunjukkan lencana emas miliknya yang tidak membuat wanita di depannya terkejut.


Lin Feng berkata, “Aku Lin Feng, putra mereka yang telah tiada dan bisa dikatakan kita adalah saudara.”


Tak sedikitpun Lin Feng menyembunyikan identitasnya dari Lin Luyao. Dengan kekuatan mata Dewa, ia yakin Lin Luyao adalah orang yang dapat dipercatainya, dan tak masalah menunjukkan identitasnya pada wanita itu.


Sejak awal pembicaraan Lin Feng sudah memasang array pembatas di sekitarnya dan dia sengaja berada dalam posisi membelakangi prajurit pengawal Lin Luyao. Saat menunjukkan lencana miliknya dan menjelaskan identitasnya, dia yakin hanya Lin Luyao yang mengetahuinya.


“Sekarang saudari sudah tahu identitasku, apa sekarang saudari bisa menjelaskan apa maksud saudari ingin bertemu denganku? Aku tidak percaya kalau saudari ingin bertemu denganku hanya karena ingin menanyakan identitasku,” ungkap Lin Feng.


Lin Luyao tidak menyangka dalam waktu singkat Lin Feng sudah mengetahui tujuannya. “Sebelumnya maaf karena aku mengganggu perjalanan saudara, tapi saat ini aku benar-benar membutuhkan bantuan saudara.”


“Ayahku saat ini sedang dalam keadaan terluka. Sebenarnya lukanya didapatkan saat terjadi pemberontakan, tapi karena saat itu keadaannya baik-baik saja, ia tidak terlalu peduli dengan lukanya, dan itu adalah kesalahan fatal. Membiarkan semakin lama lukanya justru membuatnya semakin memburuk dan keadaannya sekarang sangatlah buruk.”


“Sudah banyak bahan obat yang dikumpulkan untuk membuat obat yang mampu mengobati lukanya, tapi masih ada satu bahan terakhir dan bahan itu berada di lembah siluman.”


“Maksud saudari, saudari ingin aku membantu mencarikan bahkan obat terakhir untuk Paman?” tanya Lin Feng memotong perkataan Lin Luyao.


Lin Luyao menganggukkan kepala. “Bahan obat terakhir adalah rumput keabadian, yang tumbuh di wilayah terdalam lembah siluman dan dijaga siluman terkuat di tempat itu. Konon katanya tanaman rumput keabadian tumbuh berdampingan dengan tanaman rumput langit yang dapat digunakan untuk menaikkan tingkat kekuatan siapapun yang mengkonsumsinya.”


“Jika dengan bantuan saudara kita bisa mengalahkan siluman di tempat itu, rumput langit menjadi milik saudara, dan rumput keabadian adalah milikku! Selain itu, aku bisa mempertemukan saudara dengan seseorang yang selama ini sudah dianggap tiada.”


Lin Feng setuju saja membantu Lin Luyao, tapi tiba-tiba saja kerutan muncul di keningnya setelah mendengar kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Lin Luyao.


Mengarahkan pandangan pada Lin Luyao, Lin Feng bertanya, “Siapa yang saudari maksud dengan seseorang yang selama ini sudah dianggap mati? Apa aku mengenalinya?”


“Saudara pasti mengenali orang yang aku maksud, tapi saat ini aku masih belum bisa memberitahu saudara siapa orang itu...”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2